
"Di sini lokasinya!"
Mobil berhenti di Jalan Loesen. Kenzo turun dari mobil lalu menunjuk ke satu titik, "Di sini lokasi tabrakan saat itu, saudara Jansen. Bukankah kamu bilang orang yang meninggal akan pergi reinkarnasi? Lantas kenapa dia masih terus mengikutiku? Lagi pula, aku sudah minta maaf."
Jansen tidak bersuara dan setelah melihat sekeliling, dia menemukan beberapa uang kertas.
"Apa kamu bisa menemukan keluarganya?"
Jansen bertanya.
"Bisa, bisa. Aku sudah memberi mereka ganti 100 ribu yuan!"
"100 ribu yuan sepertinya terlalu sedikit. Kalau mereka masih tidak mau, aku rasa terpaksa kita harus buat satu upacara ritual!"
Jansen berkata demikian sambil menatap ke dalam mobil. Dia melihat gadis kecil yang sedang menggendong kucing sambil melihat ke luar mobil.
"Tidak mungkin keluarga mereka tidak mau menerima ganti rugi itu! Kamu ini sembarangan omong! Apa mungkin orang mati masih bisa emosi? Kalau seperti yang kamu katakan itu, semua orang yang bekerja di krematorium pasti sudah mati apalagi tugas mereka membakar jenazah sehingga akan dianggap tidak sopan terhadap jenazah yang mungkin saja akan menghantui mereka!" balas Tuan Hilton yang geram dengan Jansen.
Jansen memandang Tuan Hilton dan menggelengkan kepalanya, "Kamu orang awam, kamu tidak mengerti, mobil itu menabrak jatuh peti mati. Menurut dugaanku, kucing yang digendong gadis itu diam-diam mendekat ke jenazah itu saat orang-orang tidak memperhatikannya!"
"Orang-orang bilang kucing punya roh dan sembilan nyawa. Kucing juga bisa membangkitkan roh orang yang meninggal. Setelah meninggal orang akan reinkarnasi, tetapi karena jenazah disentuh oleh kucing, maka roh orang tersebut tidak bisa pergi dari dunia ini!" Jansen lanjut menjelaskan, "Karena itu, orang zaman dulu selalu menjaga jenazah agar tidak didekati kucing!"
Cuaca saat ini mendung dan angin bertiup kencang disertai hujan rintik-rintik. Perkataan Jansen ini membuat semua orang semakin dingin ketakutan.
Tuan Hilton pun terdiam dan terkejut mendengar perkataan Jansen.
"Sepertinya, kakekku juga pernah mengatakan hal serupa!"
Seorang anak muda berkata dengan cemas.
Kenzo semakin takut, "saudara Jansen, mohon tolong aku!"
"Bawa aku ke rumah keluarga itu, oh ya, siapkan lagi uang ganti rugi 100 ribu yuan lagi!" ujar Jansen.
Kenzo buru-buru membawa Jansen mengunjungi keluarga itu. Di dalam rumah keluarga itu, terdapat foto orang meninggal di ruang tamu. Foto seorang nenek tua!
Jansen meminta Kenzo melakukan semua hal sesuai perintah dan juga menyuruh orang menyiapkan uang kertas, sepatu mendiang beserta sehelai bulu dari tubuh kucing itu untuk dibakar.
"Bisakah ini berhasil?"
Tuan Hilton terus mengamati upacara ritual ini, tetapi dia masih merasa tidak percaya.
"Kalau kamu tidak percaya, coba saja!"
Jansen memberikan korek api kepada Tuan Hilton.
Meskipun tidak percaya hal mistis, Tuan Hilton pun membakar uang kertas, sepatu dan bulu kucing itu.
Anehnya, yang bisa terbakar hanyalah uang kertas, tapi sepatu dan bulu kucing itu tidak bisa terbakar sama sekali.
"Ada apa ini?"
Tuan Hilton sontak terkejut.
Kenzo semakin percaya kepada Jansen dan memohon, "saudara Jansen, mohon bantu sekarang!"
Jansen mengambil korek api dari Hilton kemudian membaca mantra sihir daois sambil memegang Kompas Fengshui Leluhur.
__ADS_1
"Teknik pelarian Hantu!"
Setelah mengucapkan kata ini, sepatu dan bulu kucing itu pun langsung terbakar dengan nyala api yang warnanya aneh.
Orang-orang merasa aneh dan begitu pula dengan Jansen.
"Coba lihat Yin evil Qi yang ada dalam dirimu itu!"
Jansen kembali berkata kepada Kenzo.
Kenzo buru-buru melepas pakaiannya dan menemukan memar di dadanya mulai menghilang. Dia sontak terkejut.
"Kamu telah menabrak jatuh peti mati dan tidak hormat kepada mendiang sehingga dia tidak ingin memaafkanmu. Karena kamu melakukan upacara ritual dan memberi ganti rugi kepada keluarganya, maka dia juga akhirnya pergi!"
Jansen menjelaskan, "Baiklah, pergi temui putrimu. Rohnya sudah dibawa pergi dan sedang berada di sekitar lokasi kecelakaan."
Semua orang segera kembali ke Jalan Loesen. Jansen melihat sekeliling dan tiba-tiba menemukan sebuah hutan kecil yang berada di pinggir jalan.
"Kalian tetap di sini, aku pergi ke dalam!"
Setelah berpesan kepada mereka, Jansen masuk menyusuri hutan kecil itu.
Hutan kecil itu terlihat gelap dan dipenuhi berbagai makam tak terurus yang semakin menambah keangkeran.
Jansen menggunakan Qi melihat untuk mencari di segala penjuru.
"Kucing, di mana kamu?"
Tak lama kemudian, Jansen melihat seorang gadis berpakaian merah muda sedang bermain di samping makam.
Jansen tahu bahwa itu adalah makam dari orang tua yang meninggal itu. Roh gadis ini masih tersesat di sekitar makam meskipun orang tua itu sudah pergi.
"Adik Kecil, kucingnya tidak ada di sini, aku lihat dia seperti larinya ke sana!" teriak Jansen.
"Hah, Kakak sudah menemukan kucing kecilku?"
Gadis polos ini bertanya kepada Jansen.
"Tentu saja, ayo, aku akan mengajakmu dan membawamu ke kucing itu!"
"Baiklah!"
Gadis itu mengikuti Jansen dan meninggalkan hutan.
Orang-orang masih menunggu di pinggir Jalan Loesen. Melihat Jansen berjalan keluar, mereka semua pun terkejut.
"Semua orang yang lahir di waktu siang hari jam sebelas sampai jam satu harap putar badan belakang jangan menoleh kemari. Semua yang shio kambing, shio naga dan shio harimau segera tinggalkan tempat ini!"
Jansen berjalan sambil berkata dengan pelan.
Semua orang terdiam kebingungan tanpa reaksi.
"Siang jam berapa?"
"Jam dua belas siang? Aduh, aku juga termasuk, cepat putar badan ke belakang!"
"Aku shio naga!"
__ADS_1
"Kamu cepat pergi!"
Semua orang buru-buru melakukan seperti yang dikatakan Jansen.
Tuan Hilton shio harimau. Dia pun ragu apakah dirinya harus pergi dari tempat ini.
"Tuan Hilton, aku ingat kamu ini shio harimau, lebih bagus kamu menyingkir dulu dari sini." Kenzo berkata demikian kepada Tuan Hilton.
"Aku lihat dia ini hanya main-main saja!"
Tuan Hilton mau menjaga gengsi dan merasa tidak berbuat sesuatu yang akan membahayakan keponakannya sendiri.
"Ini bukan main-main, lebih baik percaya daripada nanti malah menjadi celaka!" ucap Kenzo dengan cemas.
Tuan Hilton tidak percaya dengan perkataan Jansen dan merasa sepele.
Jansen mendekat ke samping mobil dan berkata sambil menoleh sedikit ke belakang, "Kamu lihat, kucingmu ada di sini!"
Jansen sedikit menggerakkan tangan lalu menggunakan teknik Daois.
Semua orang tidak bisa melihat gadis kecil yang sedang mengikuti Jansen dari belakang.
Gadis kecil itu dengan patuh masuk ke dalam mobil. Setelah itu, gadis kecil sedikit bergerak lalu perlahan menutup kedua mata. Tak lama kemudian, sekujur tubuhnya kejang-kejang dan dia pun menangis.
Raut wajah Jansen berubah cemas. Dia segera berteriak, "Apakah di sini ada orang yang shio harimau, shio naga, shio kambing? Kalau ada cepat pergi dari sini!"
"Ada, ada, ada, itu Tuan Hilton!"
Kenzo berkata dengan cemas.
"Suruh dia pergi! Roh gadis kecil tidak boleh terkena serangan energi positif!"
Tuan Hilton marah bukan main dan terpaksa pergi dari tempat itu. Dia ingin mempermalukan Jansen sebagai balasan nantinya.
Sebelumnya, tidak ada seorang pun yang berani mengusir tuan Hilton yang terkenal sebagai Vajra Agung di Ibu Kota.
Hilton mencapai keberhasilan sebagai penguasa bela diri di Ibu Kota dengan kerja keras dan usaha gigih. Baru kali ini ada orang yang berani bersikap lancang terhadap Hilton.
Anehnya, setelah Hilton pergi, gadis itu berhenti menangis dan malah tertidur pulas.
Jansen mengambil jimat kuning lalu membakarnya. Setelah itu, Jansen menaburkan abu jimat di atas mobil tersebut. Akhirnya, dia bisa merasa lega.
"Baiklah, sekarang semua sudah boleh menoleh kemari!"
Mendengar perkataan Jansen, orang-orang pun ketakutan dan segera menoleh.
"Saudara Jansen, bagaimana kondisi putriku?" tanya Kenzo dengan tergesa-gesa.
"Rohnya belum pergi jauh, masih ada di dalam hutan kecil ini. Namun, untung saja kita menemukannya dengan cepat. Kalau tidak, maka rohnya akan sirna, itu lebih gawat lagi. Sekarang dia sudah baik-baik saja!" ucap Jansen sambil menganggukkan kepala.
Kenzo akhirnya merasa lega.
Pada saat ini, tuan Hilton akhirnya kembali dengan wajah marah, "Kenzo, dia itu sedang menipumu. Mia sedang sakit, seharusnya kamu bawa dia berobat ke dokter. Tidak ada gunanya kamu cari tukang tipu seperti dia ini!"
"Tuan Hilton, jangan marah dulu. Saudara Jansen ini memang punya kemampuan!"
Kenzo pun mengerutkan kening.
__ADS_1