
Wajah Jansen memerah. Jansen merasakan bahwa napas Alexa sangat kuat hingga menyembur ke wajah Jansen dan membuat perasaan nya berapi-api.
Jansen juga teringat saat para penggemar Alexa menjerit kepada idola mereka di acara konser. Orang yang menjadi idola puluhan ribuan ini kini sedang berada di dalam pelukan
Jansen. Jika ada orang lain yang tahu bahwa Jansen sedang memeluknya, mereka semua pasti akan sangat iri terhadap Jansen.
"Efek obat ini mulai bekerja!"
Jansen mencari ruang VIP kosong di restoran itu dan membaringkan Alexa di atas kursi sofa.
Jansen menatap gadis cantik yang terbaring di atas kursi sofa sambil menggelengkan kepala dengan perasaan pasrah.
Alexa telah berlatih seni bela diri sejak masih kecil. Alexa memiliki bentuk tubuh ideal dan masih sangat muda. Alexa sangat berbeda dengan wanita lain yang Jansen kenal.
Kata-kata yang cocok untuk menggambarkan seorang Alexa adalah cantik jelita.
Jansen memandang stoking jaring hitam pada kaki ramping Alexa dan menemukan bahwa gadis ini telah merobek stoking yang dipakainya!
"Maaf!"
Jansen paham betapa dahsyatnya kekuatan obat yang sering digunakan di dunia Jianghu ini. Jika Alexa tidak melampiaskan hasratnya, kesehatan Alexa akan mengalami dampak besar.
Jansen memegang tangan kecil Alexa lalu menancapkan jarum perak ke kelima ujung jari Alexa.
Efek obat dalam tubuh Alexa berangsur mereda. Namun, kondisi Alexa masih belum membaik. Alexa terus mendekati
Jansen bahkan berbisik-bisik di telinga Jansen.
Jansen merasa kewalahan. Bubuk emas yang masih melekat di rambut Alexa makin membuat Jansen terpesona.
"Kamu tetap di sini saja, kamu akan baik-baik saja dua puluh menit kemudian!"
Jansen yang sudah putus asa tidak punya pilihan lain selain melakukan akupunktur di tubuh Alexa lalu membaringkannya di atas kursi sofa.
Melihat Alexa yang perlahan tidur, Jansen pun memanggil Charlie.
Charlie tiba-tiba mendatangi Jansen, sepertinya telah terjadi sesuatu.
Tak lama berselang, terdengar suara ketukan pintu. Charlie kemudian masuk sambil melirik ke arah kursi sofa dan berteriak, "Dokter Jansen, apakah kamu baik-baik saja?"
"Aku pasti baik-baik saja!"
Jansen menatap Charlie dengan kesal.
Charlie tertegun sambil tersenyum dan berkata dengan penuh rasa kagum, "Dokter Jansen memang luar biasa. Seorang artis besar seperti Alexa yang punya puluhan ribu penggemar
bahkan berinisiatif datang mencari Dokter Jansen. Apakah kamu tidak melakukan apa pun terhadap Alexa?"
"Apa kamu pikir aku ini seperti kalian yang datang dan pergi sesuka hati tanpa perlu bertanggung jawab?" Jansen berkata dengan marah.
Charlie pun tersenyum datar. Jika Charlie berada di posisi Jansen, Charlie pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini. Charlie akan bertanggung jawab dengan memberikan uang
kepada Alexa.
"Oh ya, aku terpaksa merepotkanmu untuk mengurus masalah Alexa."
Jansen menuangkan segelas anggur untuk dirinya sendiri dan berkata dengan santai.
__ADS_1
"Ini hanya masalah kecil. Kebetulan, aku punya anak perusahaan yang bergerak di bidang industri hiburan. Kami bisa mengatur masalah pencitraan untuknya!" Charlie berkata sambil tersenyum lepas, "Mengenai masalah Jamster
Entertainment dan Jamster Property, aku sudah menelepon orang, dua perusahaan ini akan segera mengajukan kepailitan!"
"Cepat sekali!"
Jansen sontak terkejut sambil menyipitkan mata. Kedua perusahaan ini adalah grup korporasi besar dengan aset bernilai miliaran yuan yang akhirnya bangkrut dengan begitu mudah.
Namun, setelah dipikir-pikir, hal ini juga sangat wajar. Lagi pula, Keluarga Lankester adalah keluarga terkaya di Huaxia. Tidaklah sulit bagi mereka untuk menjatuhkan perusahaan-perusahaan kecil seperti ini.
"Jika kamu punya uang, kamu benar-benar dapat melakukan apa pun yang kamu inginkan!"
Jansen pun menghela napas.
Charlie tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Kalau ada uang, hidup akan terasa lebih mudah dibandingkan dengan sembilan puluh persen orang lainnya. Namun, bagi
sebagian orang, hidup kita seperti hidup orang biasa pada umumnya. Kebanyakan taipan di Huaxia mengumpulkan pundi-pundi kekayaan mereka dari luar negeri. Kalau saja mereka mengerahkan segenap harta dan sumber daya mereka dari luar negeri, Keluarga Lankester juga tetap sulit menandingi mereka!"
Mendengar ucapan ini, Jansen langsung teringat dengan Tissa. Keluarga Tissa berkecimpung dalam bisnis pembuatan saus. Akan tetapi, keluarganya juga memiliki kekayaan di luar negeri. Latar belakang keluarga mereka pun sangat misterius.
Jansen juga tidak tahu apakah Tissa masih hidup ataukah sudah meninggal.
"Apa yang terjadi dengan Jonathan Baker sebelumnya?"
Jansen tahu tentang sifat Charlie. Charlie adalah orang yang sangat lihai bersiasat dan punya pandangan luas. Ketika Charlie mendengar nama Jonathan Baker, Charlie terlihat bersikap ragu sejenak.
Ini menunjukkan bahwa Jonathan Baker bukanlah orang sembarangan.
"Aku bahkan tidak tahu asal-usul orang ini. Ibuku hanya pernah berpesan kepadaku agar jangan pernah mencari masalah dengan orang ini!"
Wajah Charlie terlihat serius.
kekayaan yang dimilikinya, dia sepertinya tidak kalah dengan keluarga kami!"
"Selain itu, dia berasal dari dunia Jianghu dan didukung oleh Empat Aliansi Seni Bela Diri serta memiliki reputasi tinggi di dalam dunia Jianghu!"
"Yang terpenting, dia memiliki hubungan dengan salah satu dari Delapan keluarga elite, yang juga merupakan salah satu dari Empat Keluarga Elit Utama!"
Setelah mendengarkan ucapan Charlie, Jansen pun menaruh gelasnya. Jansen pernah berhubungan dengan Empat Keluarga Elit urutan terakhir, tetapi belum pernah berhubungan dengan Empat Keluarga Elit Utama yang terkesan sangat
misterius.
Melihat wajah Jansen, Charlie pun tersenyum dan berkata, "Empat Keluarga Elit Utama adalah keluarga legendaris yang sebenarnya. Sejarah keluarga mereka ini dapat ditelusuri kembali sampai ke zaman kuno. Ada banyak ahli bela diri di dalam keluarga mereka. Aset keluarga mereka tidak disimpan di Huaxia, melainkan di luar negeri. Keluarga kami pun tidak berani mencari masalah dengan keluarga mereka."
Jansen mengangguk dan langsung berpikir bahwa kemungkinan besar, Keluarga Woodley didukung oleh salah satu dari Empat Keluarga Elit Utama dari balik layar. Empat Aliansi Seni Bela Diri bahkan berada di bawah naungan
Empat Keluarga Elit Utama ini.
Alasan Penatua Jack dan yang lainnya tak berani bertindak terhadap Keluarga Woodley selama ini akhirnya menjadi terang benderang.
"Ternyata, ada banyak orang hebat yang bersembunyi di Huaxia!"
Jansen menghela napas. Dengan statusnya saat ini, Jansen termasuk sebagai orang terkemuka di Ibu Kota. Namun, dengan koneksi yang luas hingga seluruh pelosok Huaxia, mereka jauh lebih berkuasa dibandingkan dengan Jansen.
Jansen memang tidak pernah punya masalah dengan Empat Keluarga Elit Utama. Akan tetapi, jika mereka ingin mencari masalah dengan Jansen, Jansen pun tidak akan merasa takut
terhadap kekuatan mereka.
__ADS_1
"Sebenarnya aku mencarimu hari ini karena ibuku ingin mengundangmu untuk datang berkunjung!" Charlie lanjut berkata.
Jansen mengerutkan keningnya, "Apakah Bu Levana sedang sakit?"
"Bukan, ini ada kaitannya dengan ilmu metafisika. Ketika aku bertemu dengan Dokter Jansen terakhir kali, aku lihat Dokter Jansen sangat paham dengan ilmu metafisika. Karena itu pula, aku ingin meminta Dokter Jansen untuk membantu!"
Charlie menatap Jansen sambil tersenyum dan penuh dengan rasa kagum.
Jansen memang sangat unik. Dia memiliki keterampilan medis yang tak tertandingi dalam pengobatan tradisional. Dibutuhkan pengalaman dan jam terbang yang tinggi untuk bisa menguasai ilmu pengobatan tradisional. Apalagi, Jansen masih sangat muda. Lantas dari manakah Jansen mendapatkan pengalamannya itu?
Jansen bahkan menguasai ilmu metafisika. Ini adalah hal yang sangat langka.
Pantas saja ibunya Charlie menyebut Jansen sebagai pria aneh.
Apalagi, Charlie juga merasa takut dengan Jansen sejak Jansen menggunakan alasan kerasukan hantu untuk melepaskan beban di hati ibu Charlie ketika itu.
"Baiklah, kita berangkat sekarang?"
Jansen hendak membawa Elena mengunjungi keluarga ibu nya, sehingga ingin pulang lebih cepat.
"Dokter Jansen!"
Pada saat ini, Alexa duduk di sofa sambil menggosok pelipisnya. Dia tampak sangat lelah.
"Kamu sudah bangun, minum air dulu!"
Jansen menuangkan segelas air untuk Alexa.
Alexa perlahan-lahan siuman, wajahnya memerah, matanya terlihat penuh dengan kekesalan.
Alexa sudah mengingat kejadian sebelumnya. Alexa merasa kesal karena Jansen lebih memilih menenangkan dirinya dengan tangan daripada membantunya menetralkan efek obat
itu.
"Apakah aku ini sangat jelek?"
Alexa mengambil air minum yang diberikan oleh Jansen sambil menatap Jansen dengan sinis dan meminum air itu dengan perlahan.
Jansen pun merasa canggung dan berpura-pura tidak mengetahui kejadian sebelumnya.
Charlie yang berada di samping juga berpura-pura tersenyum.
"Apakah kamu sudah merasa lebih segar?"
Sesaat kemudian, Jansen kembali bertanya.
Alexa segera mengangguk, tetapi wajahnya masih terlihat kesal.
Alexa sebenarnya memiliki perasaan yang sangat rumit terhadap Jansen. Ketika berada di Kota Asmenia, Alexa merasa bahwa Jansen adalah seorang dokter kecil yang gila karena
berani mencari masalah dengan Empat Keluarga Elit di Kota Asmenia.
Namun, Alexa akhirnya sadar bahwa dirinya telah meremehkan Jansen.
Ketika Alexa tiba di Ibu Kota, Alexa menemukan bahwa Jansen telah menjadi orang terkenal dalam waktu singkat. Semua tokoh penting pun bersikap segan terhadap Jansen.
Alexa terkadang bertanya-tanya bagaimana Jansen bisa melakukan semua ini.
__ADS_1
"Oh ya, Jamster Entertainment sudah bangkrut. Jika kamu masih ingin mengembangkan karier di industri hiburan, kamu boleh menandatangani kontrak dengan perusahaan milik Tuan Muda Charlie!" Jansen menambahkan.