
"Tanganku?"
Wajah Hakim Denis menjadi pucat dan berteriak dengan sedih, "Dragon Hall cepat bunuh dia. Aku akan membayar dua puluh kali lipat dari harganya!"
Untuk mengundang Dragon Hall menyerang, harganya sangat tinggi. Harga awalnya adalah satu miliar, jika 20 kali lipat berarti 20 miliar.
Di Huaxia, membunuh seseorang dengan 20 miliar sudah cukup untuk mengambil hati pembunuh mana pun!
Namun, di sekitarnya masih sunyi. Keheningan itu membuat Hakim Denis dan Master Kelelawar merasa ada yang tidak beres!
Apa mungkin Jansen tahu tentang Dragon Hall dan membunuh Dragon Hall sebelum dia datang?
Tapi bagaimana Jansen sendirian bisa membunuh Dragon Hall yang begitu kuat?
"Jansen, tunggu saja kamu akan mati, kalau tidak aku ingin orang-orang Keluarga Miller mati!"
Melihat kalau Dragon Hall tidak menyerang juga, Hakim Denis mengambil sesuatu dari dalam dadanya dan sebuah remote control muncul. Dia berteriak, "Aku sudah memasang bom di kediaman Keluarga Miller. Kamu adalah menantu Keluarga Miller, apa kamu ingin melihat mereka mati!"
Jansen menggelengkan kepalanya dan bergerak maju dengan pedangnya.
"Baiklah, kamu memang munafik. Istrimu merendahkanmu, jadi sudah lama kamu sudah ingin Keluarga Miller mati, dasar munafik!"
Melihat Jansen tidak takut, Hakim Denis sepertinya sudah bisa menebak pikiran Jansen.
Ini juga hal yang wajar, tidak ada satu pria pun yang mau menjadi menantu pecundang.
Belum lagi istrinya menyelingkuhi dirinya.
Di luar Jansen terlihat tergila-gila akan cinta, tapi sebenarnya dia selalu memikirkan dengan masalah ini.
"Kalau begitu, semua orang dari Keluarga Miller harus dibunuh bersama-sama!"
Hakim Denis menekan remote control, lalu tertawa kejam, "Dengan ada banyaknya orang yang mati bersama, ini sudah cukup untukku!"
Saat dia tertawa, suaranya tiba-tiba membeku dan dia melihat seorang pria berlari ke arah Jansen di dalam kegelapan. Dia memegang satu set bom berkekuatan tinggi di tangannya.
Yang terpenting, ini adalah bom yang dikubur di kediaman Keluarga Miller.
Karena bom itu disediakan oleh Hakim Denis, jadi dia mengenalinya.
Tapi bukankah Dragon Hall yang menempatkan bom itu untuk mereka? Kenapa bom itu muncul di sini?
Dan juga sekring bom sudah dipotong, kalau tidak pasti sudah meledak dari awal.
"Apa yang terjadi!"
Master Kelelawar juga tercengang saat ini. Dia tiba-tiba bereaksi dan berteriak, "Tuan, cepat pergi, aku akan menahannya. Kamu harus mengatakan masalah ini kepada penerus Buku Lu Ban dan meminta mereka untuk membalaskan dendamku!"
Saat dia berbicara, dia berhenti di depan Jansen.
Mata Hakim Denis memerah dan dia cepat-cepat kabur. Saat ini hatinya kesal dan gila. Dia harus minta bayaran untuk masalah hari ini dengan nyawa Jansen!
Dan bukan hanya Jansen, bahkan Keluarga Miller dan kerabat serta teman Jansen, mereka semua akan mati!
__ADS_1
Jansen menatap Hakim Denis yang melarikan diri, tapi dia tidak mengejarnya.
Dor!
Saat itu di dalam kegelapan, suara tembakan terdengar. Kaki kiri Hakim Denis yang melarikan diri ditembak. Selanjutnya, pedangnya berkedip dan kakinya yang lain dipotong.
Kemudian beberapa sosok orang membawa Hakim Denis perlahan kembali.
Menyaksikan Hakim Denis itu ditangkap kembali, mata Master Kelelawar terus bergetar. Tak disangka Jansen juga memiliki bantuan, tapi setelah orang-orang itu mendekat, seluruh tubuhnya gemetar!
Dia kenal orang-orang itu, mereka berasal dari Dragon Hall.
Apa yang terjadi?
Kenapa orang-orang dari Dragon Hall membantu Jansen?
Apa mungkin Jansen memberikan harga yang lebih tinggi.
"Maaf, Dragon Hall diciptakan olehku!"
Ketika dia merasa tidak percaya, Jansen muncul di sampingnya seperti hantu dan suaranya bahkan sangat menakutkan.
"Dan untuk Raja Kelelawar yang kamu katakan, itu juga dibunuh olehku!"
Mendengar kata-kata ini, Master Kelelawar seperti melihat iblis. Seperti ketakutan, ironis, dua emosi itu mengalir ke dalam pikirannya!
Kekuatan misterius dari Dragon Hall ternyata berasal dari tangan Jansen sendiri. Yang lebih menakutkan adalah kalau Raja Kelelawar yang memiliki peringkat ketiga puluh dalam Daftar Peringkat Dunia Jianghu dibunuh oleh Jansen. Apa dia ini benar-benar Jansen yang dia temui yang melarikan diri dalam kekacauan di Pulau Hongkong?
Adapun keironisan itu sederhana!
Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi Jansen meraih tangannya dan mematahkan lehernya.
Bruk!
Mayat itu jatuh di samping Hakim Denis, yang membuat Hakim Denis itu sangat takut hingga seluruh tubuhnya menggigil. Tiba-tiba dia melihat ke samping Jansen dan melihat belasan sosok berdiri di samping Jansen. Orang-orang ini berada dalam kegelapan, seolah-olah mereka adalah Raja Iblis Asura!
Mereka adalah orang-orang dari Dragon Hall yang paling populer belakangan ini!
Hal yang paling menakutkan adalah kalau orang yang mengendalikan kelompok Raja Iblis Asura ini adalah Jansen!
Hakim Denis benar-benar takut dan sangat menyesal.
Ini sama sekali bukan Jansen yang dia temui Pulau Hongkong, dia sudah berubah.
Apalagi yang dia mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Jansen pada Master Kelelawar, itu membuatnya menyadari sebuah kenyataan!
Jansen Master ketiga puluh yang tak tertandingi dalam Daftar Peringkat Dunia Jianghu!
Yang harus diketahui, meskipun Master Kelelawar juga seorang Master Trancedent, tapi dia bahkan tidak bisa masuk Daftar Peringkat Dunia Jianghu!
"Tak disangka orang seperti ini menyembunyikan namanya dalam pelelangan. Hal yang paling menyebalkan adalah aku benar-benar mengira dia takut padaku!"
"Mungkin dia memperlakukanku seperti badut sepanjang waktu!"
__ADS_1
"Konyol, konyol sekali!"
Hakim Denis mengucapkan dua kalimat berturut-turut, menggertakkan gigi kesal dan menatap Jansen, "Jansen, aku anggota dari penerus Buku Lu Ban. Kalau kamu membunuhku, penerus Buku Lu Ban tidak akan melepaskanmu!"
"Kamu mengancamku?"
Jansen menyipitkan matanya.
Satu kalimat Jansen, menghancurkan niat terakhir Hakim Denis itu. Dia dengan panik memohon belas kasihan, "Selama kamu mengampuniku, aku bisa memberimu apa saja. Aku memiliki banyak properti di Pulau Hongkong, aku juga punya banyak uang banyak barang koleksi, dan semuanya milikmu!"
"Apa saja?"
Dengan suara pelan Jansen bergumam sendiri.
Melihat suara tenang Jansen, harapan muncul di hati Hakim Denis itu. Lalu dia mengangguk, "Benar, apa saja, uang, wanita cantik, kekuasaan dan lainnya. Semuanya!"
Niat membunuh muncul di hatinya. Selama Jansen mau melepaskannya, dia pasti akan meminta pria pewaris Buku Lu Ban untuk membunuh Jansen!
Boleh juga, membunuh dengan mengorbankan apa pun!
Dia benar-benar takut pada Jansen, kalau Jansen tetap hidup itu adalah sebuah mimpi buruk.
Saat dia sedang memikirkannya, suara Jansen tiba-tiba terdengar, "Karena apa saja, maka aku menginginkan nyawamu!"
"Jansen, kau!"
Hakim Denis menatap Jansen dengan rasa tidak percaya.
Pada saat ini api panas muncul di matanya, itu dipegang oleh Jansen dengan satu tangan. Api itu seperti menari, melayang dan jatuh ke bawah.
Api itu tampak indah, tetapi bercampur dengan rasa yang bisa menghancurkan segalanya.
Wuss!
Api itu jatuh di tubuh Hakim Denis, api itu menyebar dan membakarnya.
Hakim Denis berteriak berulang kali, sepasang matanya menatap Jansen ketakutan dan lama kelamaan tubuhnya berubah menjadi abu.
Pria ambisius dari Pulau Hongkong telah mati di sini.
Jansen menatapnya tanpa ekspresi dan berkata pada dirinya sendiri, "Urus tempat ini!"
Lalu dia berbalik pergi.
Setelah insiden Aidan, dia tahu kalau dia harus menyingkirkan dari akarnya. Kalau tidak, bukan hanya dirinya yang akan terluka, tetapi juga keluarga dan teman-temannya!
Kalau semua orang yang dia bunuh menganggapnya sebagai Raja Iblis Asura, maka dia akan menjadi Raja Iblis Asura.
Tidak lama setelah dia pergi, mayat di rumah jagal itu juga dibersihkan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Sesosok orang tiba-tiba muncul di rumah jagal dan melihat semua yang ada di depannya dengan kaget.
"Hakim Denis sudah mati!"
__ADS_1
"Dan ternyata Dragon Hall adalah kekuatan milik Jansen!"
Orang ini adalah Jasmin, dia benar-benar sangat terkejut.