Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1456. Delapan Dewa Pelindung


__ADS_3

"Kamu tidak perlu menjelaskan lebih banyak, masalah ini, aku setuju!"


Aragorn mengangguk, "Sekarang waktunya berbeda, tidak sebagus generasi tua kita, generasi orang kita tulus, pekerja keras, sekarang orang hanya ingin menikmati, menjalani kehidupan yang damai. Semua itu omong kosong, pemuda bernama Jansen ini, sudah terlalu terjerat dalam kehidupan ini!"


"Tuan Aragorn, dia punya Istri dan dia sangat mencintai Istrinya. Kalau Istrinya membuka mulut untuk membujuknya, aku bisa jamin jika kita bisa mencapai setengah dari yang namanya keberhasilan." Roman kembali menambahkan, "Ketika membahas mengenai pemahaman dunia Jianghu tentang buku dan kebenaran, hanya Tuan Aragorn yang bisa membuatnya terkesan!"


"Kamu atur!"


Aragorn berbalik dan melangkah pergi.


Roman menyaksikan Aragorn pergi, pada saat yang sama menyuruh orang mengirim karya asli milik Qi Baishi kepada Aragorn.


Ketika Aragorn pergi, sudut mulut Roman menarik senyuman. Aragorn orang yang hidup di zaman dahulu. Dia begitu memperhatikan kesetiaan, ketulusan, berbakti dan kejujuran, jadi dia sebenarnya sangat mudah untuk dihadapi. Dia hanya perlu melakukan apa yang dia suka dan kemudian menempatkan keadilannya dengan cara yang menakjubkan.


Beberapa hari kemudian, di puncak Gunung Baiyun, fondasi vila awalnya sudah selesai, tetapi hanya fondasi dan bingkai yang tersedia.


"Jansen, apa tidak masalah jika seperti ini?"


Natasha menatap Jansen yang berdiri di sampingnya. Dia tidak tahu apa tujuan yang diinginkan Jansen. Dia hanya memerintahkannya untuk membangun vila secepatnya.


"Ya!"


Jansen mengangguk dan menatap Natasha yang terlihat sangat lelah. Dia berkata dengan penuh syukur, "Kak Natasha, kamu sudah bekerja keras!"


"Dengan keluarga sendiri, ini bukan masalah!"


Natasha menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Bahkan dia cukup tersentuh dengan perhatian yang ditunjukkan Jansen kepadanya.


Sesibuk apa pun dia di luar, selama ada perintah dari Jansen, dia merasa jika semuanya sepadan.


"Bagaimana kabar Elena?"


"Semuanya berjalan dengan baik untuk saat ini. Ketika aku menyelesaikan urusanku di sini, aku akan menyiapkan resep yang lebih baik untuk menjaga anak dalam kandungannya!"


"Syukurlah. Jangan terlalu lelah. Aku tahu jika semua orang pindah ke Kota Yanba. Kelihatannya sederhana, tapi nyatanya, diam-diam kamu melakukan semuanya dengan baik. Sebuah keluarga mengandalkan seorang laki-laki sepertimu!"


"Hal yang sama berlaku untukmu!"


Jansen diam-diam terharu. Dibandingkan dengan Elena, Natasha selalu begitu peduli dan perhatian kepadanya.


"Lanjutkan pekerjaanmu, ingatlah untuk beristirahat dengan baik!"


Jansen menepuk pantat Natasha pelan setelah itu.


Natasha menatap kesal Jansen, kemudian pergi dengan mengendarai mobilnya.


Setelah menunggu tidak ada orang di sekitarnya, Jansen melihat ke fondasi vila di depannya. Alasan mengapa dia ingin segera membangun vila itu adalah untuk melindungi Elena dan yang lainnya.


Karena dia merasa badai dahsyat akan segera datang!


Apa yang membuatnya paling tidak berdaya adalah jika orang di balik layar tidak berada di Huaxia, jadi sulit baginya untuk bergerak!

__ADS_1


Ini tidak seperti masalah dunia Jianghu, Sekte Arhat, atau seperti Keluarga Gibson. Mereka tahu dengan jelas jika ingin berurusan dengan Jansen, Jansen bisa langsung melawan mereka dengan mudah.


Namun, kali ini orang-orang itu bersembunyi dan tidak memunculkan batang hidung mereka!


Selain itu, pihak lain bisa saja memiliki kekuatan yang tidak dibayangkan sebelumnya, mungkin saja bisa didukung oleh Grup Teknologi Global!


Oleh karena itu, Jansen harus menyiapkan formasi di vila yang dapat memblokir serangan yang kuat.


Formasi adalah salah satu teknik misterius dan sangat sulit untuk diatur. Jika Jansen tidak mencapai Teknik Kaisar Manusia tingkat kedelapan, dia mungkin tidak akan berhasil.


Formasi ini sama dengan Delapan Dewa Pelindung.


Yang disebut Delapan Dewa Pelindung adalah formasi tradisional yang membentuk penghalang alami dengan bantuan lingkungan geografis sekitarnya!


Sama seperti ketika dia pergi untuk menyelamatkan Veronica, dia bertemu dengan kultus dewa jahat, yang membentuk miasma di luar gua. Ini ada hubungannya. dengan Buku Lu Ban. Kombinasi keduanya tidak bisa di dekati tanpa kunci.


Jansen yakin jika formasi penghalang yang telah dia siapkan sudah berada di nadi Buku Lu Ban!


Hanya saja dia tidak bisa melakukannya!


Tiga buku besar yang ada, masing-masing memiliki domainnya sendiri yang kuat!


"Delapan Dewa Pelindung, pertama-tama, ubah Feng shui!"


Jansen sudah memulai tindakannya. Ini adalah puncak gunung. Embun dan kabutnya tidak sedikit, jadi jauh lebih mudah untuk mengatur formasi.


Selain itu, dia ingin menggunakan kabut embun dan geografi sekitarnya untuk membentuk fatamorgana!


Beberapa hari ke depan, Jansen menyibukkan dirinya di tempat ini. Secara bertahap, formasi awalnya mulai terbentuk dan untuk membuat formasi kokoh, Jansen memesan bahan giok terbaik.


Pada hari ketika Formasi awal terbentuk, pelangi muncul di langit. Ini terjadi karena lingkungan di puncak gunung telah berubah. Pepohonan, bebatuan dan sebagainya menyebabkan kombinasi kabut dan hujan, membentuk pemandangan ilmiah yang indah.


Melihat formasi awal, Jansen sedikit merasa puas. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan beberapa mekanisme.


"Formasi Delapan Dewa Pelindung didasarkan pada jalan, tanah, sihir, angin dan air sebagai yang paling utama."


Suara halus terdengar di puncak gunung. Seorang pria paruh baya perlahan berjalan mendekat. Wajahnya terlihat terkejut sekaligus penasaran.


"Bisa sampai dievaluasi oleh master Jidan, sepertinya formasi ku benar-benar bagus!"


Jansen tersenyum menimpali. Untuk beberapa alasan, dia tidak memiliki permusuhan terhadap Jidan!


"Huh, formasi kalian masih penuh dengan celah. Kalau kamu memasukkannya ke dalam Buku Lu Ban, itu bisa rusak kapan saja. Sama sekali tidak masuk dalam kategori yang bisa membuatku tertarik!"


Melihat nada santai Jansen, Jidan berkata dengan dingin. Dia tidak suka dengan nada bicara Jansen. Bagaimanapun juga, mereka adalah musuh bebuyutan, mereka berasal dari dua silsilah misterius yang berlawanan.


"Ya. Coba saja untuk menghancurkannya!"


ucap Jansen malas dan melanjutkan menyusun formasi sihirnya.


Jidan melihat ke samping dan sedikit terkejut, "Formasi mu masih belum sepenuhnya diatur. Membiarkanku melihatnya seperti ini, apa kamu tidak takut aku akan mempelajarinya secara diam-diam?"

__ADS_1


"Formasi milikku yang seperti ini sama sekali tidak bisa menarik rasa ketertarikanmu. Kenapa aku harus takut kamu akan mempelajarinya diam-diam?" Jansen tertawa menimpali.


Jidan tampak tertegun, rona wajahnya menjadi dingin.


Dia baru saja selesai mengatakan jika formasi ini tidak layak disebutkan di hadapannya. Lalu dia mengatakan jika formasi itu bisa saja dia curi, yang sama saja seperti menampar dirinya sendiri!


"Dari mana kamu tahu kalau aku yang mengatur formasi di sini!" tanya Jansen.


"Formasi sudah terbentuk, iklim sudah berubah, ada pelangi yang muncul di siang bolong. Bagaimana bisa aku tidak tahu!" Jidan mendengus dingin.


"Buku Lu Ban milikmu juga sangat bagus di bidang ramalan dan fenomena langit!"


Jansen mengangguk, "Sekarang setelah kamu melihat dan mempelajarinya, apa lagi yang bisa kamu katakan?"


"Meskipun formasi mu bisa dibilang bagus, tapi masih belum terlalu agresif. Kalau kamu membuat mekanisme dalam kabut, formasi ini akan sempurna!" Jidan menjelaskan.


"Kamu bisa membantuku mengatur mekanismenya?"


Jansen melihat ke atas saat mengatakan itu.


"Omong kosong, kamu dan aku adalah musuh bebuyutan. Bagaimana mungkin aku bersedia membantumu mengatur mekanismenya!" Jidan menggertakkan giginya saat mengatakan itu.


"Lalu untuk apa kamu kemari?" tanya Jansen.


Jidan membeku sejenak oleh pertanyaan Jansen. Ya, mengapa dia datang ke sini?


Keduanya sama-sama mengatakan jika mereka adalah musuh bebuyutan, tetapi mereka benar-benar datang untuk menceritakan kekurangan formasi masing-masing!


Apa ada masalah dengan otak keduanya?


"Aku di sini untuk memberimu petunjuk!"


Jidan berkata dengan wajah merah.


"Kamu baru saja mengatakan jika kamu diam-diam belajar dariku untuk mengatur formasi. Bagaimana kamu bisa memberiku petunjuk?" Jansen kembali bertanya.


"Kamu!"


Jidan menjadi marah karena malu dan tidak bisa berdalih lagi setelah itu.


"Jangan terlalu bangga. Aku akan meramalkannya untukmu. Ada bencana yang akan mengadang mu. Hati-hati dengan orang terdekatmu!"


Jidan memikirkan sesuatu dalam benaknya dan menjatuhkan kata-kata ini. Setelah itu dia pergi dengan penuh kemenangan.


Sepertinya dia sangat bangga bisa meramalkan sesuatu untuk Jansen!


Namun, Jansen tahu jika makin kuat orang yang membuat ramalan untuknya, maka makin besar pula krisis yang akan muncul.


Jidan tahu jika Jansen akan mengalami kesialan, jadi dia membantu Jansen dalam meramalkan kehidupannya?


Namun, karena Jidan ingin Jansen mengalami kesialan, mengapa dia malah mengatakan dan memberi tahu Jansen?

__ADS_1


Orang aneh memang selalu melakukan hal-hal aneh!


__ADS_2