Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1257. Hilangnya Owen


__ADS_3

"Ah, dunia makin buruk ya, masih ada saja orang seperti itu!"


"Sial! Aku yang berpengalaman menipu ini malah sakit hati rasanya. Kalau saja bukan demi lima juta, pasti wanita itu akan benar-benar jatuh cinta."


"Hei! Ayo sebar luaskan, atau tidak lebih banyak lagi orang yang akan ditipu!"


"Ayo sebarkan, sebelumnya ibu, bibiku juga ditipu seperti ini, 3 juta! Sekarang mereka makan hanya seadanya, ayolah!"


Orang-orang yang berlalu lalang disekitarnya merasa marah dan ingin menendangnya.


Aldy juga tidak bisa berkata apa-apa. Jangankan lima juta, yang 600 ribu pun tak dia dapatkan. Kini bokongnya retak, gigi depannya patah, dan bahkan sudah dipukuli orang-orang.


"Polisi, polisi!"


Dia menangis dan berteriak. Tapi siapa yang peduli padanya? Sekelompok orang yang marah, lebih mengerikan dari apa pun. Mereka akan seperti menangkap pencuri anjing di desa. Pukulan dan tendangan orang-orang itu terus menerus menghantam tubuhnya.


Mobil super itu melaju kencang. Jansen menelepon seseorang sambil memakai earphone.


"Tuan muda, informasi yang ditemukan oleh Dragon Hall sudah cukup untuk memenjarakan Aldy. Dia adalah gelandangan yang hidup dengan menipu wanita. Selama ini, ada 12 wanita yang sudah tertipu olehnya. Jumlah uang yang dia dapatkan sekitar 3,8 juta. Dia sudah melakukan penipuan!"


Tiba-tiba muncul suara Fiscal, "Baru saja aku dengar, dia bahkan melakukan kejahatan dengan sengaja melukai orang dan merusak properti orang lain. Saat ini, dia telah diamankan polisi!"


"Serahkan dia ke pengadilan dan beri tahu para wanita yang menjadi korbannya. Sisanya akan diselesaikan olehmu!" ujar Jansen.


"Siap, Tuan!"


Reimar masih menangis disampingnya, namun mendengar percakapan Jansen barusan, dia merasa gemetar.


Ternyata, bukan dia yang menjadi korban pertamanya. Aldy memang seorang penipu profesional.


Aku sangat bodoh, bagaimana bisa aku percaya kalau dia seorang CEO?!


Omong-omong soal CEO, CEO yang sebenarnya ada di sini.


"Terima kasih!"


Reimar menatap Jansen yang sedang fokus mengemudi. Terlihat wajah sampingnya, sangat menarik.


Saat memikirkan Jansen yang sedang menyetir, tiba-tiba orang yang mengurus hukuman Aldy menelepon.


Ini baru CEO namanya, benar-benar dia adalah dewa tampan yang diimpikan para wanita!


"Sebenarnya, aku benar-benar tidak tahu kalau aku mirip dengan pacar pertamamu!" ucar Reimar tersipu.


"Turun!"


ucap Jansen tanpa peduli.


"Hah?"


Reimar sejenak tertegun.


Mobil super itu akhirnya berhenti di persimpangan jalan.


"Ayo turun!"

__ADS_1


lanjut Jansen setelah membukakan pintu mobilnya.


Sangat singkat, jelas dan padat.


Meskipun dia membantu Reimar, tapi dia sangat risih dengan wanita ini. Mendengar alasannya yang mendambakan ucapan manis dan kehidupan istri CEO, lalu ditipu. Semua ini terjadi karena dia sendiri yang serakah dan sombong.


Tidak tahu apakah ada seorang pria yang menunggunya.


Jika Aldy 100% sampah, maka wanita ini 50% sampah.


Jika bukan karena Pak Romi, dia tidak akan punya waktu untuk mengurus wanita ini.


"Tunggu, apakah kamu memiliki kesalahpahaman?"


Reimar mulai cemas.


Baginya, seorang CEO muda yang kaya seperti Jansen, akan cepat tergoda dengan seorang wanita.


Sebelum dia mencampakkan Aldy, sebenarnya, dia memikirkan sebuah ide. Karena dia yang dikira seperti pacar pertama Jansen, maka harus dimanfaatkan.


Kalau saja beberapa cerita dapat terjadi satu sama lain, pasti Reimar saat itu sangat bersyukur karena yang awalnya kesal dengan Aldy, justru membantunya untuk mendapatkan kesempatan ini.


Siapa sangka, ternyata Jansen langsung bergegas membawanya keluar dari mobil.


"Aku akan mengatakan hal yang sama, paling banyak tiga kali!"


Jansen bahkan tidak menatap Reimar.


Reimar pun keluar dari mobil sambil menunjukkan kekesalan. Jansen kemudian menutup pintu mobil super itu. Reimar berharap Jansen tiba-tiba berubah pikiran.


Tidak lama kemudian, seorang pria muncul di pinggir jalan dan menatap Reimar dengan khawatir.


"Romi?"


Melihat ada yang datang, Reimar langsung menangis.


"Reimar, ada apa denganmu?"


Pak Romi diam-diam merasa khawatir dan ikut sedih. Ia langsung menghampiri Reimar.


"Bukan apa-apa, hanya masalah perusahaan."


ucap Reimar tanpa memberi tahu alasannya.


Pak Romi mengangguk dan memeluk Reimar, dia tersadar bahwa dia sudah tidak terlalu mencintai Reimar seperti sebelumnya.


Karena dia menemukan bahwa sampai saat ini Reimar masih menyembunyikannya.


Di sisi lain, Jansen sedang menuju rumahnya. Dia sudah membantu pak Romi semampunya.


Sebenarnya, pernikahan pak Romi pernah gagal. Jansen tidak menyetujui pak Romi bersama Reimar. Tetapi, apa boleh buat? Dia tidak bisa menghalangi cintanya, dan akhirnya hanya bisa merestui mereka.


Jika dipikir-pikir, apakah pak Romi adalah gambaran banyak pria di masyarakat saat ini?


Tepat setelah kembali ke rumah, sebuah panggilan telepon masuk. Itu dari Dragon Hall, "Tuan Jansen, Owen hilang!"

__ADS_1


Wajah Jansen langsung terkejut. "Kapan ini terjadi?"


"Kami menemukannya lima menit yang lalu, dan tempat terakhir yang kami temukan adalah di apartemennya!"


Dragon Hall sepertinya tidak berani menghadapi Jansen. Jansen sudah memerintahkan mereka untuk melindungi Owen, namun mereka malah gagal.


"Di mana lokasinya!"


Jansen akhirnya berbalik dan langsung pergi dari rumahnya.


Meskipun dia tidak dekat dengan Owen, dia telah berjanji untuk saling melindungi.


Sekarang orang itu sudah hilang, hal ini mempermalukannya.


Karena Jansen sudah berjanji, dia harus menepati janjinya.


Lima belas menit kemudian, Jansen melihat Panah di lantai bawah apartemen Owen Williams yang menunggu di sana. Saat melihat wajah muram Jansen, jantung mereka berdebar kencang.


"Tuan Jansen, ini salah kami, aku bersedia dihukum!"


Panah itu menundukkan kepalanya.


"Apa yang terjadi?"


Tanya Jansen.


"Kami telah melindungi Owen Williams dan mengunci seluruh gedung. Ia juga melakukan hal seperti biasanya, berangkat lalu pulang kerja. Tetapi, hari ini dia ternyata tidak bekerja, dan saat itulah kami menyadari kalau dia hilang tadi malam."


"Heran sekali, padahal semua pintu keluar gedung apartemen ini selalu kami pantau. Tapi, sejauh ini, kami tidak tahu bagaimana dia bisa menghilang!"


Lapor Panah.


Jansen juga tidak banyak bicara dan langsung bersama-sama menuju ke kediaman Owen Williams.


Ini adalah apartemen untuk satu orang, tetapi sangat mewah dan besar. Di sana ada berbagai macam peralatan rumah tangga. Setelah membuka pintu dengan sidik jari, terlihat ruangan yang masih bersih dan tidak ada bekas pertempuran.


Orang-orang dari Dragon Hall jelas datang untuk memeriksa. Tetapi, karena tidak ada jejak mereka jadi bingung.


"Cangkir di atas meja masih terisi setengah air, dan ada buku yang habis dibaca di samping sofa. Ini berarti bahwa Owen sempat minum sambil membaca bukunya, kemudian dia pergi."


Jansen berjalan mengelilingi rumah Owen dan menggunakan teknik Daoist untuk memeriksanya. Tidak ada aura mayat yang ditemukan.


Ini menunjukkan bahwa Owen Williams tidak mati.


Tentu saja, masih ada juga kemungkinan bahwa Owen Williams tidak meninggal di sini.


"Apakah dia terbang jauh?"


Liam mengerutkan kening. Lagi pula, pintu keluar gedung diblokir. Bahkan pintu keluar saluran pembuangan juga dijaga oleh seseorang. kenapa bisa hilang? Aneh sekali.


"Meskipun pihak lain menyembunyikannya dengan sangat baik, tetapi tercium bau sesuatu di rumah ini. Apakah kamu mencium baunya?"


Jansen mencarinya ke mana-mana.


"Bau?"

__ADS_1


Panah dan Liam saling melirik, tapi mereka tidak menyadarinya.


__ADS_2