
" Mereka sangat cocok ! "
Gadis - gadis itu berbicara dengan malu - malu melewati jalanan setapak .
Jansen diam - diam merasa tertekan , mencuri pandang ke arah Melody , dan menyadari bahwa wajah Melody memerah , samar - samar senyumnya terlihat semakin manis .
Sudah berakhir !
Kenapa Jansen memikirkan hal ini !
Setelah sampai di rumah , Jansen mengoleskan ramuan obat herbal yang dibawanya dari Aula Xinglin untuk Elena dan sekaligus memanfaatkannya .
Elena melihat Jansen yang sedang mengoleskan obat mujarab itu tanpa berkata sepatah kata pun , kemudian dia tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya , " Ada apa denganmu hari ini ? Seperti sedang merasa bersalah ! "
" Tidak kok , hanya saja pasien hari ini lebih banyak dan cukup melelahkan ! "
Jansen mulai berkeringat , apakah Elena mengetahui masalahnya dengan Melody ?
" Yakin ? "
Elena mengelus dadanya , beranjak duduk , lalu menatap Jansen dengan tatapan yang aneh .
" Tentu saja ! "
Hidung Jansen terasa sangat panas , seperti ingin bersin . Dia harus mengakui , istrinya yang menawan ini sungguh menggoda !
" Ya sudah , kamu coba berbaring , jangan mengintip !
" Meskipun dia menutupi bagian penting tubuhnya itu dengan tangannya , tapi Jansen masih memandanginya . Elena merasa sedikit malu , lalu mendorong Jansen untuk berbaring !
" Elena , apa maksudmu ? " Jansen meragukannya .
" Kamu sering memijat aku , hari ini kamu yang lelah , biarkan aku yang gantian memijatmu ! " Elena tersenyum sembari tangannya memijat lembut bahu Jansen .
" Oh , ternyata begitu , aku yang sudah berpikir terlalu berlebihan ! "
Jansen tadinya mengira sesuatu akan terjadi , tetapi ternyata pijatan Elena sangat nyaman , tanpa sadar membuatnya tertidur !
Pagi buta di keesokan harinya , Elena sudah berangkat kerja , dan Jansen terbangun karena suara dari pesan singkat . Dia membuka ponselnya dan melihat bahwa mendadak ada banyak uang di rekeningnya . Uang ini jelas adalah bonus dari Dawning Internasional !
Jansen menghela napas sesaat , setengah tahun yang lalu , dia hanyalah orang bodoh yang kehilangan ingatannya . Dia juga dipecat dan tidak ada hal yang bisa dia raih dalam hidupnya . Hal ini membuat istri dan mertuanya memandang rendah dirinya .
Namun , ingatan itu kembali secara tiba - tiba . Dalam waktu setengah tahun , dia bisa mengubah cara pandang istrinya , bahkan lebih mencintainya dari pada sebelumnya , dan juga memiliki karir yang cukup sukses . Bisa dibilang , dia sukses dalam hidupnya !
Mengingat kembali itu semua , dia terkadang masih merasa ini seperti mimpi !
Setelah sarapan , Jansen pergi ke Aula Xinglin , semuanya hanyalah pasien biasa , dia naik taksi untuk pergi ke Dawning Internasional .
Sekarang ini , proyek teh herbal semakin berkembang , membuat Natasha semakin sibuk . Dia juga merasa malu jika tidak melakukan apa - apa !
__ADS_1
" Tuan Jansen ! "
Seorang perempuan di meja resepsionis menyapanya .
Jansen mengangguk , lalu naik lift dan langsung ke ruang kantor Natasha . Saat dia membuka pintu ruang kantor , Jansen melihat Natasha yang sedang sibuk di sana . Saat melihatnya , dia merasa sedikit bersalah .
" Kak Natasha ! "
Dia berseru memanggilnya .
Natasha sangat terkejut , lalu merasa senang saat melihat Jansen . Wajahnya yang awalnya terlihat sangat anggun yang bermartabat kini tiba - tiba menampilkan senyuman manis !
Jansen tanpa sadar tertegun , tetapi ketika dia teringat urusannya dengan Melody , dia memarahi dirinya sendiri dalam hati . Dia sudah memiliki Elena , tidak boleh seperti ini !
" Ke mana saja kamu , sudah lama tidak main ke sini ! " Natasha menyeduh teh untuk Jansen , seakan - akan seperti seorang istri yang baik !
Jansen tersenyum dan tanpa sadar berkata , " kenapa, apakah kamu merindukan ku? "
" Tentu saja aku merindukanmu ! "
Natasha mendekat dengan membawa secangkir teh , tetapi setelah mengatakannya , wajahnya langsung memerah !
Keduanya sama - sama mengatakannya secara tidak sadar , membuat suasana di antara mereka menjadi sedikit canggung .
Natasha menyadarinya , kemudian mencoba mencairkan suasana , " Maksudku , perusahaan sudah menghasilkan banyak uang sekarang , jadi mau melepaskan beberapa bidang lainnya , dan mengkhususkan diri untuk pengembangan proyek teh herbal . Bagaimana menurut kamu ? "
" Tidak masalah ! "
" Aku memang ahlinya , tapi tetap perlu keputusan seorang pria di sini ! "
Natasha tertawa , kemudian ada panggilan telepon yang masuk .
Saat Natasha mengangkat teleponnya , wajahnya menjadi tampak lelah , " Iya , Bu , aku tahu , aku akan pergi nanti . Tenang saja , aku tidak akan membiarkan dia pergi lagi kali ini , hari ini juga hari ulang tahun Nenek , aku ingat , aku pasti akan pulang ! "
Setelah mengobrol sebentar , Natasha mematikan teleponnya , namun wajahnya masih terlihat lelah .
" Kak Natasha , ada apa ? "
Jansen merasa sangat aneh , karena meskipun pekerjaannya sangat sibuk , Natasha bahkan tidak akan menunjukkan ekspresi seperti ini !
" Siapa lagi kalau bukan Ibuku , eh bukan , tepatnya Ibu Mertuaku saja . Dia adalah ibu dari calon suamiku yang telah meninggal, Jiyan ! "
Natasha menghela napas , " Dia itu , dia mau mengatur kencan buta untukku . Aku telah menolaknya beberapa kali , tetapi masih saja tidak bisa menghentikannya ! "
" Sepertinya , ibu mantan suamimu itu sangat baik padamu ! "
Jansen berujar dengan sedikit perasaan pilu , entah kenapa , hatinya merasa tidak nyaman saat mendengar Natasha mau pergi melakukan kencan buta .
" Seperti itu dibilang baik ? "
__ADS_1
Natasha tersenyum pahit , samar - samar berkata , " Jika dia memang benar baik padaku , maka dia tidak seharusnya mengatur kencan buta untukku , ya sudahlah , tidak masalah , nanti beralasan saja kalau pekerjaanku sedang sibuk dan lupa dengan hal itu ! "
" Aku pikir lebih baik jangan seperti itu , jika memang harus datang, datang saja ! "
Jansen tertawa , " Karena jika kamu menundanya kali ini , kamu pasti akan ditelepon lagi besok . Lebih baik melihatnya dulu , kemudian tinggal menolaknya ! "
" Iya ya ! "
Pandangan Natasha berbinar , dia menyangga dagunya sambil menatap Jansen dan berkata , " Tiba - tiba aku punya ide bagus ! "
" Kak Natasha , jangan macam - macam ! "
Dalam hati Jansen timbul firasat yang tidak baik
" Aku ingin kamu membantuku untuk menyingkirkannya , karena aku merasa bahwa meskipun aku menolaknya , dia mungkin tidak akan menyerah ! " kata Natasha .
" Cukup bagus juga ! "
Jansen menebak bahwa Natasha ingin dia berpura - pura untuk menjadi pacarnya , kemudian membuatnya jengkel . Ini bukan masalah yang besar untuknya .
" Aku akan meneleponnya , dan nanti kita pergi bersama ke sana ! "
Natasha mengatakannya sembari menelepon pria itu , kemudian memberitahunya lokasi untuk bertemu , dan pergi bersama Jansen .
Beberapa waktu kemudian , di sebuah kedai kopi yang tidak jauh dari Dawning Internasional , seorang pria tampan berjas sedang duduk di sana dengan janggut anggun di wajahnya , sembari melihat jam tangan Rolex - nya terus - menerus .
" Maaf aku terlambat ! "
Pada saat ini , Natasha masuk dengan pakaiannya yang terlihat seperti wanita cantik perkotaan .
Begitu dia masuk , para pria di kafe ini memandanginya . Memang benar , Natasha ini benar - benar cantik , auranya juga luar biasa , membuat orang tidak dapat mengalihkan pandangan mereka !
Pandangan pria itu juga berbinar . Sebenarnya , dia sudah pernah melihat foto Natasha , tapi tidak menyangka bahwa aslinya akan lebih cantik dari pada di foto .
" Tidak terlambat , aku juga baru saja tiba ! "
Dia dengan sopan berdiri untuk menyambutnya , kemudian memindahkan kursi dan memperkenalkan dirinya , " Namaku Robinson ! "
Namun , kursi yang baru saja dipindahkannya , malah diduduki oleh Jansen , bukannya Natasha .
Jansen hanya tersenyum dan mengangguk , " Terima kasih ! "
" Kamu siapa ? "
Robin langsung tertegun , dari mana bocah ini datang !
" Dia adalah temanku , Jansen . Kebetulan dia juga ingin meminum kopi , jadi aku sekaligus mengundangnya ! " Natasha duduk di samping Jansen dan menjelaskannya dengan santai .
" Oh begitu ! "
__ADS_1
Robin tetap bersikap tenang , kemudian menganggukkan kepalanya ke arah Jansen . Sebenarnya , hatinya sangat kecewa karena ini adalah kencan butanya dengan Natasha , tapi bocah ini malah ikut , dasar sialan!