Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1454. Dasar Kepercayaan


__ADS_3

"Apa itu?"


Pikir pria itu dalam hati. Belum lama ini, dia ingin menyelinap ke dalam rumah sebagai upaya mencari kelemahan Jansen, tapi baru saja dia mendekati sudut dinding, sesuatu yang menakutkan muncul secara tiba-tiba.


Jika bukan karena keahliannya yang luar biasa, dia pasti sudah ketakutan setengah mati.


Kemudian dengan rasa takut dan keragu-raguan yang masih menyelimuti benaknya, dia harus meninggalkan rumah.


"Tuan sudah lama menunggu!"


Setelah pria itu sampai di sebuah taman, seorang pria tua mengenakan setelan zaman dahulu mengangguk pelan padanya.


Laki-laki itu masuk menyusuri taman. Di bawah sinar malam, dia melihat seorang lelaki tua sedang memancing di tepi kolam di taman.


"Tuan Roman!"


Pria itu berjalan mendekat dan melihat pria tua di depannya dengan saksama.


Sebenarnya, ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan Roman, tuan dari Keluarga Vindes, walaupun sebenarnya dia sudah berhubungan lama dengan Keluarga Vindes.


"Ghalinus? Apa kamu baik-baik saja?"


Pria tua itu masih asyik dengan kegiatan memancingnya.


"Tuan Roman memintaku datang, bukan hanya untuk melihat apakah keadaanku baik-baik saja, bukan?"


Ghalinus melepas topinya dan memperlihatkan wajahnya yang pucat.


"Ghalinus, kamu hanya seorang pemimpin biasa. Bagi Keluarga Vindes, kamu hanyalah pion. Di depanku, lebih baik kamu simpan kesombongan itu!"


"Aku tahu kamu orang yang kejam, tapi kamu sangat cerdik dan menyimpan dendam sangat dalam di hatimu!"


"Tapi, kamu melimpahkan semuanya kepadaku, apa kamu sudah bosan hidup?"


Roman melihat ke kolam dan bergumam sendiri.


"Tuan Roman, ini yang ingin kamu katakan saat memintaku untuk datang? Jika seperti itu, aku akan pergi."


Ghalinus tidak mengerti tujuan Roman memanggilnya kemari, jadi dia tidak tinggal lebih lama lagi.


Wuush! Wuush! Wuush!


Hampir pada saat yang sama, sejumlah besar orang yang memegang senjata di tangan mereka bergegas keluar dari hutan sekitarnya, mengarahkan senjata mereka kepada Ghalinus.


"Tuan Roman, apa maksudmu?"

__ADS_1


"Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya tidak ingin kamu memiliki pemikiran untuk menyentuh Jansen. Kalau Jansen mengalami masalah di wilayahku, orang pertama yang akan dia cari adalah aku!" Roman mengatakannya dengan nada dingin.


"Kamu pikir kamu bisa menghentikan ku dengan beberapa senjata yang tidak berguna ini?"


Ghalinus mencibir, "Sudah sampai seperti ini, jadi aku akan mengatakannya saja. Aku menanggung dendam dalam hatiku. Kalau Jansen berani membunuhku, aku akan menghancurkan seluruh anggota keluarganya. Aku adalah seorang pria yang datang dari pegunungan. Untuk bisa sampai ke titik ini, aku mengandalkan kekejamanku. Aku percaya jika yang kuat yang akan menang!"


"Jadi, kamu akan melawanku?"


Roman dengan lembut melambaikan tangannya saat niat membunuh muncul di matanya.


Sekelompok orang bergegas keluar dari sekeliling. Mereka adalah master dari Keluarga Vindes. Sejumlah besar anak panah yang diberi racun ditembakkan.


Mata Ghalinus berkilat dingin dan kecepatannya meledak. Dia melompat-lompat seperti monyet, melompat ke pohon, melompat ke pilar paviliun agar bisa menghindari anak panah yang dilesatkan ke arahnya.


Dia seperti laba-laba dengan anggota tubuhnya tercengkeram di pilar. Cengkeraman tangannya begitu kuat dan kokoh.


Roman dan semua orang terkejut ketika melihat ini.


"Tuan Roman, kamu cari mati!"


Ghalinus terbaring di pilar dengan niat membunuh yang meledak di hatinya.


"Ghalinus, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kamu mati dan hidup kembali? Ditambah lagi kekuatanmu menjadi begitu kuat, tidak seperti kekuatan seni bela diri, seolah-olah kamu adalah monster!" Roman berkata dengan serius.


"Aku bertanya padamu sekarang, apa kamu ingin melawanku dengan menyentuh Jansen?" Roman berkata lagi.


"Tuan Roman, aku tidak ingin mengatakan hal yang sama untuk kedua kalinya, tapi selain Jansen, kamu juga menjadi orang yang paling ingin kubunuh!"


Ghalinus selalu menyimpan dendam atas setiap masalah sekecil apa pun. Tindakan Roman hari ini benar-benar membuatnya marah.


"Turunlah, kurasa kita harus bicara baik-baik!"


Tiba-tiba wajah Roman yang marah berubah dan mengungkapkan senyuman. Dengan lambaian tangannya, semua orang di sekitarnya membubarkan diri.


Ghalinus tiba-tiba tidak mengerti maksud dari tindakan Roman ini. Barusan dia berniat untuk membunuhnya. Kenapa dia tiba-tiba sikapnya menjadi ramah?


"Aku tahu kamu suka merokok. Aku mengalami kesulitan mendapatkan rokok khusus di Huaxia yang memasok royalti asing!"


Roman mengeluarkan sebatang rokok dari samping dan berjalan mendekati Ghalinus.


"Tuan Roman, apa maksud dari sikapmu ini?" Ghalinus memiliki kehati-hatian di wajahnya.


"Itu tidak berarti apa-apa. Aku hanya takut pada Jansen!"


Langkah Roman berhenti di bawah pilar dan menatap Ghalinus, "Jansen, orang ini memiliki sistem intelijen yang sangat mengerikan. Dia memiliki berbagai koneksi dan kekuatan besar. Selama kamu membuatnya menghadapi sedikit masalah, dia bisa menghancurkan seluruh keluargamu!"

__ADS_1


"Kamu bukan dari dunia Jianghu. Kamu tidak tahu prestasi yang dibuat Jansen di dunia Jianghu. Dia mengandalkan dirinya sendiri untuk meratakan Sekte Kuil Arhat. Dengan kekuatannya, di depan dunia Jianghu, dia membunuh anak dari Keluarga Gibson, keluarga terkuat ibu kota."


"Jansen adalah iblis. Meskipun aku membencinya sampai ke tulang rusukku, aku masih harus berhati-hati terhadapnya!"


Ketika Ghalinus mendengar ini, wajahnya terlihat sangat tidak mengenakkan, "Apa kamu meragukanku?"


"Bukan seperti itu, lagi pula tidak ada salahnya untuk berhati-hati!"


Roman menghela napas panjang, memegang rokok di tangannya dan berkata, "Untuk menunjukkan rasa hormat, aku akan memberimu rokok ini. Sejujurnya, aku juga pernah mendengar tentangmu dari Nona Hailey, yang mengatakan jika kamu kembali dari kematian dan melakukan hal-hal misterius. Aku tidak mengerti asal usulmu, jadi aku melakukan langkah ini!"


Ghalinus melompat turun dari pilar, terutama ketika mendengar nama Hailey, dia menjadi sedikit percaya kepada Roman.


Hailey juga mengatakan kepadanya, jika dia tidak bisa menemukan penolong di Kota Yanba, dia bisa mencari Keluarga Vindes.


"Kamu tidak perlu tahu tentang kebangkitanku dari kematian. Aku akan bertanya padamu, bagaimana rencanamu untuk menghadapi Jansen!" tanya Ghalinus.


"Kota Yanba adalah fondasi yang telah ditetapkan oleh Keluarga Vindes selama bertahun-tahun. Jansen ingin mengambil semua ini dariku dan bahkan membunuh keturunan Keluarga Vindes. Bagaimana aku bisa melepaskannya begitu saja!"


Roman dengan dingin mendengus dan kembali berkata, "Hanya saja Jansen terlalu kuat, aku harus menghindarinya, sayangnya, aku merasa dirugikan karena pilihanku ini!"


"Jadi, kamu berencana bergandengan tangan denganku untuk melawannya?" kata Ghalinus.


"Benar!"


Roman mengangguk mengiyakan, "Jadi ujianku sebelumnya bukan hanya untuk menguji apakah kamu orang Jansen, tapi juga untuk menguji seberapa kuat hatimu untuk membunuh Jansen. Kalau barusan kamu sedikit ragu, hari ini, kita tidak bisa terus berbicara!"


"Jangan khawatir, Tuan Roman. Jansen tidak memilikiku!"


Ghalinus berkata dengan dingin, "Selain itu, tidak peduli seberapa kuat Jansen, kenapa memangnya? Yang di belakangku adalah Grup International. Ada banyak orang kuat yang tidak terhitung jumlahnya. Aku tidak percaya jika aku tidak bisa membunuhnya."


Roman menggelengkan kepalanya, "Kamu terlalu menganggap enteng Jansen. Di komunitas tentara bayaran internasional, Jansen memiliki nama Dewa Perang Huaxia. Ditambah dengan kekuatan dunia Jianghu, kekuatannya tidak bisa diremehkan sama sekali!"


"Yang paling menakutkan adalah Jansen tidak hanya sangat terampil dalam seni bela diri, tapi juga sangat licik. Orang seperti itu sangat sulit untuk dihadapi!"


Ghalinus membungkam dengan dingin seolah tidak yakin. Setelah itu baru mengatakan, "Huh, tidak peduli seberapa kuatnya dia, dia hanya akan mati!"


"Baiklah, jangan bicarakan hal ini lagi, mari kita bicarakan sesuatu yang praktis!" Roman menyela, "Di pihak Nona Hailey, apa rencana yang mereka miliki!"


Ghalinus juga tidak menyembunyikan apa pun, mengatakan, "Mereka tidak akan menargetkan Jansen, tapi mulai dari orang di sekitarnya."


"Orang di sekitarnya?"


Roman mengerutkan kening dan merenung, tetapi kemudian menggelengkan kepalanya, "Rencana ini adalah langkah selanjutnya. Setelah gagal, mereka akan mengagetkan Jansen secara pribadi, aku tidak menyarankan untuk mengancam Jansen dengan orang di sekitarnya!"


"Awalnya aku juga berpikir begitu, tapi Nona Hailey memiliki master di sana. Dia mengatakan jika dia tidak mengancam, melainkan menggunakan orang-orang di sekitarnya untuk menghadapi Jansen!" Ghalinus berkata, "Aku memikirkannya, mungkin menggunakan racun dan orang yang meracuni harus dipastikan adalah orang kepercayaan Jansen!"

__ADS_1


__ADS_2