
"Reno, apakah kamu benar - benar berpikir kamu bisa menyentuhku hanya dengan identitasmu ini , kamu pikir sangat mudah untuk melakukan itu semua hah ? "
Mana ada wajah Jansen lemah lembut seperti seorang dokter , sekarang ekspresi wajahnya sedingin es , " Maaf sekali aku beritahu kamu , tapi sepertinya kamu belum tahu siapa aku ! "
" Bos Reno , cepat lari kami akan menghadang dia ! "
Setelah Jansen melontarkan ucapan itu , beberapa pria langsung menerkam Jansen demi membuat waktu untuk Reno melarikan diri !
Sebenarnya Reno masih beruntung , awalnya dia pikir kekuatan Jansen ada batasnya tapi setelah jarum perak itu , akhirnya dia tahu kalau dia tidak bisa mengalahkan Jansen . Maka daripada itu dia langsung buru - buru berlari ke dalam hutan di samping jalan tol , kemudian setelah terus berlari dengan panik melarikan diri , Sebelumnya dia juga pernah menjadi tentara bayaran di timur tengah jadi dia memiliki pengalaman bertahan hidup di alam liar . Hutan ini hanyalah sebuah kebun belakang bagi dirinya !
" Orang macam apa Jansen ini ? Mungkinkah dia orang dari jianghu ? "
" Aku pernah mendengar bahwa di jianghu, tersembunyi beberapa sekte yang ahli dalam seni bela diri . Awalnya aku pikir itu hanya mitos , tidak kusangka ternyata hal ini memang nyata ! "
" Menurut pembagian kekuatannya , aku dapat memperkirakan kalau kekuatannya pada level tingkat atas Kuning menengah , kalau begini aku harus segera meninggalkan Kota Asmenia dan kembali ke Lop Nur , nanti begitu tuan besar datang , maka aku tidak akan takut lagi ! "
Reno berlari dengan sangat cepat , akan tetapi belum lama dia berlari tiba - tiba langkahnya terhenti , seketika dia menyadari ada gerakan di depannya yang membuat dia melompat kaget . Jansen tidak mungkin bisa secepat itu mengejarnya !
" Sebenarnya , menurut pembagian kekuatan , seharusnya kekuatanku sudah memasuki Tingkat Xuan ! "
Sebuah suara tiba - tiba menggema , selang beberapa menit kemudian perlahan keluarlah bayangan seseorang , siapa lagi kalau bukan Jansen !
" Dokter Jansen ! "
Kedua pupil Reno terdistorsi , sebelumnya dia memiliki enam bawahan dan semuanya adalah ahli seni bela diri tingkat atas , mereka semua pernah membawa AK , melempar granat , dan semuanya berpengalaman dalam perang . Enam orang itu telah menyerbu Jansen secara bersamaan , maka seharusnya Jansen memerlukan sedikit waktu untuk menghadapi mereka , tapi tidak disangka kalau Jansen dapat menyusulnya dengan begitu cepat .
Dia memberikan tatapan yang sengit pada Jansen , seolah dia ingin melihat Jansen sampai ke dalam tubuhnya sekalian !
Bagaimanapun , mau dilihat dari sudut apapun , Jansen masih tetap terlihat seperti layaknya orang biasa , temperamennya lemah lembut persis seperti dokter pada umumnya , tetapi kebetulan dokter biasa ini memiliki metode yang begitu misterius !
" Apakah , kamu benar - benar seorang dokter ? " Tanya Reno dengan nada gelisah .
" Bagi orang biasa , aku adalah seorang dokter tapi bagi kalian para kriminal jahat anggap saja aku seperti pembunuh ! " ujar Jansen dengan nada tak acuh.
" Katakan padaku , di mana Ellisa dan yang lainnya ! "
" Aku akan memberitahumu , aku akan memberitahumu ! "
Reno buru - buru mengangguk , " Semalam , mereka dibawa keluar dari Kota Asmenia dan pergi ke daerah Lop Nur . Di sanalah markas kami berada , dan server situs web perjudian online yang kami buka juga berada di daerah itu ! "
__ADS_1
Jansen terus bertanya , " Lantas apakah tujuan kalian menangkap Ellisa hanya agar dia melakukan sesuatu untuk kalian , terkait perihal meretas internet atau semacamnya ? "
" Iya ! "
" Lalu untuk apa kalian menangkap Diana ? "
" Dijual , dijual ke luar negeri ! "
Mendengar ucapan ini , raut wajah Jansen langsung berubah menjadi lebih dingin . Semua orang ini adalah bajingan , selain itu , jika Diana dijual ke luar negeri , Elena pasti akan mati karena berduka , Jansen tidak bisa membiarkan istrinya menangis sepanjang hari .
" Haha , Dokter Jansen kamu tetaplah terlalu lemah , pergi mati saja sana ! "
Saat ini , Reno tiba - tiba memanfaatkan kesempatan saat berbicara untuk mengeluarkan pistolnya . Pistol itu adalah Desert Eagle , yang dapat menampung 15 butir amunisi dan memiliki kecepatan awal sebesar 402 meter per detik !
" Bang bang bang ! "
Sudah terlambat untuk mengatakannya , di detik yang sangat cepat itu dia telah menembaki Jansen secara terus - menerus , dia menembakkan semua 15 pelurunya jadi meskipun melesat tapi pasti ada juga yang terkena , Jansen sialan ini pasti sudah mati .
" Tidak peduli seberapa bagus seni bela dirimu , tetapi sekarang adalah zamannya teknologi , apa kamu masih bisa menahan tembusan peluru ! ".
Cangkang peluru terus jatuh ke tanah dan Reno langsung tertawa mengerikan . Namun , dengan cepat tawanya segera menghilang karena ada kenyataannya Jansen masih tetap berdiri di depannya , bahkan sama sekali tidak ada luka tembak di tubuhnya !
Bulu kuduk Reno naik merinding ketakutan , padahal dengan jarak yang begitu dekat ternyata Desert Eagle - nya tetap tidak bisa membunuh Jansen , mungkinkah Jansen dapat menghindar dari peluru ?
" Sepertinya kamu tidak tahu apa itu Peringkat Xuan! " cibir Jansen dengan dingin .
Faktanya , terakhir kali saat Evelyn terbunuh oleh seorang penembak jitu pada saat itu , Jansen memegang pelurunya , kemudian Jansen menyadari bahwa dia bisa merasakan gelombang aliran udara dengan melihat taktik pergerakan udara tipis , jadi ini bukan karena Jansen lebih cepat daripada peluru , tapi karena sebelumnya dia bisa merasakan lintasan peluru .
Tentu saja akan lebih mudah bagi Jansen jika dia menghindari hujan peluru di sebuah hutan yang luas !
" Jangan bunuh aku ! "
Pistol di tangan Reno yang ketakutan pun terjatuh ke tanah , kemudian dia langsung berlutut untuk memohon belas kasihan . Jansen tidak memberikan Reno kesempatan sama sekali kemudian dia melangkah maju dan menancapkan jarum peraknya ke titik akupuntur Reno. Dalam sekejap Reno pun langsung linglung dan langsung mengatakan semua yang dia tahu !
Benar saja , mereka telah membawa Ellisa beserta yang lainnya pergi !
Kemudian , Jansen membawa Reno kembali ke mobil dan melemparkan semua orang yang telah dia buang kembali , setelah itu dia mengemudikan mobil ke arah tebing untuk mengirim beberapa orang ini melihat tuhan !
BRUK !
__ADS_1
Begitu terdengar suara ledakan dari bawah tebing , Jansen baru pergi . Lalu di saat yang sama dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon , " Panah adikmu beserta teman - temannya telah dibawa ke Lop Nur , sekarang juga cepat belikan tiket pesawat tercepat , aku akan segera pergi ke sana ! "
" Lop Nur ! "
Suara panah penuh dengan kekhawatiran , " Bolehkah Liam pergi membantumu ? "
" Tidak perlu , kalian tinggal saja di Kota Asmenia untuk membantu aku mengawasi istriku serta menjaga keamanannya ! "
" Baik ! "
Setelah menutup teleponnya , Jansen meminta Liam untuk menjemputnya , kemudian langsung pergi ke bandara . Setelah naik ke dalam pesawat , jantung Jansen yang berdebar - debar akhirnya lega juga , dia sangat ingat secara detail bahwa dulu ketika Diana tertangkap di pagi hari , dia tidak jauh lebih awal dari pada Jansen , jika Jansen tepat waktu mungkin dia masih bisa menyelamatkan Diana sebelum terjadi sesuatu padanya !
Namun begitu dia melihat ke sekelilingnya lagi , tiba - tiba suasana hati Jansen menjadi rumit lagi !
Sudah begitu besar , tapi ini adalah kali pertamanya Jansen naik pesawat !
Sebelumnya karena situasi yang mendesak , Jansen tidak punya waktu untuk berpikir terlalu banyak tapi sekarang tak lama dia duduk di pesawat , dia merasa sangat aneh dan gugup .
" Aih , ini hanya sekedar pesawat , Kak lihat orang - orang di bawah jendela menjadi sangat kecil lho persi seperti semut yang merangkak . "
Seru seorang pria kurus dengan nada terkejut , tampaknya ini adalah pertama kalinya naik pesawat seperti Jansen.
PLAK !
Pria gemuk yang ada di sebelahnya langsung menamparnya dan berkata dengan nada yang marah , " Dasar bodoh ! Itu memang semut , pesawatnya kan belum lepas landas ! "
Semua orang yang ada di pinggir langsung tersentak geli , tampaknya ini adalah pertama kalinya beberapa orang ini naik pesawat , bahkan Jansen juga tertawa lalu setelah itu langsung berpura - pura tenang . Dia tidak ingin menunjukkan kepada orang - orang bahwa ini adalah kali pertamanya dirinya naik pesawat supaya tidak ada yang menjadikan dia bahan tertawaan .
" Pesawat akan lepas landas , kenapa kamu tidak memakai sabuk pengamanmu ? "
Saat ini , seorang wanita berambut pendek yang mengenakan setelan formal di sampingnya tertawa .
" Oh ! "
Jansen tersenyum canggung dan mulai mencari - cari , begitu dia menemukan sabuk pengaman , dia buru - buru memakainya . Tapi diam - diam dia merasa tertekan karena telah diketahui orang bahwa dia adalah seorang pemula .
Dan selanjutnya Jansen mengira wanita itu akan mengobrol dengannya . Tapi ternyata dia hanya berpikir terlalu banyak , orang itu langsung memakai headphone - nya dan menutup matanya untuk beristirahat .
Sepanjang perjalanan dia juga tidak mengucapkan sepatah kata pun . Begitu Jansen turun dari pesawat , hari sudah malam tapi karena dia sangat mengkhawatirkan Diana dan yang lainnya , jadi dia tetap bergegas pergi walaupun waktu sudah begitu larut !
__ADS_1