
Ketua kelas tidak tahan melihatnya, lalu menasihati, "Sudahlah, aku tidak peduli apakah dia benar-benar pemuda tampan kaya raya atau bukan. Kita sudah jarang berkumpul bersama, semua orang seharusnya mengenang masa lalu, bukannya menyindir!"
Milka merasa tadi dirinya agak berlebihan, dia takut meninggalkan kesan buruk pada teman-teman sekelasnya. Dia mengubah nadanya dan berkata, "Sebenarnya, aku takut Nori akan ditipu karena dia adalah orang yang polos. Kalian lihat, orang itu menyewa mobil untuk berpura-pura, apakah dia menjalani kehidupannya seperti itu? Apakah dia bisa memberi Nori kebahagiaan di masa depan?"
Semua orang mengangguk dan merasa bahwa apa yang dikatakan Milka masuk akal.
Milka diam-diam merasa bangga, dia adalah orang yang menginjak-injak Nori dan dia juga yang berpura-pura peduli padanya. Dia memang pantas disebut sebagai wanita cantik yang cerdas.
Saat itu, pintu ruangan terbuka dan seorang pemuda berjas putih masuk.
"Maaf, aku tadi ada urusan, jadi datang terlambat!"
Jansen berjalan masuk ke ruangan itu, pembawaannya tenang, cara bicaranya elegan, belum lagi dia menggunakan setelan yang bagus, seperti karakter utama yang keluar dari komik.
Dengan pembawaan seperti sekarang, Jansen merasa gugup.
Alasan utamanya karena dia telah mencapai kesuksesan besar dalam seni bela diri dan kembali dari Sekte Tersembunyi, aura keterasingan itu tidak bisa dihilangkan.
"Dia, dia terlihat seperti karakter utama dalam drama!"
Semua orang di ruangan itu langsung terdiam.
Hanya dengan satu lirikan, semua orang tercengang.
"Setelan itu adalah Armani edisi khusus, sisi lengan bajunya menunjukkan bahwa itu adalah buatan tangan seorang Master, satu potong di pasaran harganya jutaan!"
Seseorang berbisik pelan.
"Itu jam tangan Patek Philippe!"
Seorang teman laki-laki menatap pergelangan tangan Jansen dan meneteskan air liur karena iri.
Patek Philippe harganya ratusan ribu yuan, bahkan lebih dari itu, yang digunakan oleh Jansen jelas terlihat luar biasa. Sederhana tapi mewah, mewah tapi tetap karakteristik, diperkirakan jam itu tidak bisa didapatkan tanpa memiliki satu juta.
Orang miskin bermain dengan mobil, orang kaya bermain dengan jam tangan.
Sebuah jam tangan turun-temurun menggambarkan latar belakang keluarga seseorang dan menunjukkan pesona pribadi lebih dari berlian dan batu giok.
Teman-teman laki-laki merasa minder, pria itu sangat tampan dan memancarkan pesona seorang pria dewasa.
"Halo semuanya, namaku Jansen, aku adalah pacar Nori!"
Tatapan Jansen terlihat tenang, dia melihat sekeliling ke semua orang dan menyapa mereka dengan ramah.
Di tengah perjalanan, Jansen tiba-tiba merasa bahwa Nori, seorang yang bodoh, mungkin akan diganggu oleh teman-teman sekelasnya. Pada akhirnya Jansen kembali ke tempat itu untuk menolong Nori sampai akhir.
Lagi pula, dia tidak ada urusan dalam waktu dekat, jadi dia ingin sekalian membantu.
"Bo, Bo, bukan, Jansen!"
Nori menjadi linglung, dia benar-benar tidak menyangka Jansen akan kembali membantunya.
Nori sangat tersentuh, bosnya adalah sepuluh besar orang terkaya di Huaxia, bagaimana dia bisa begitu baik kepada rakyat jelata?
Mungkinkah Bos menyukai dirinya?
__ADS_1
Sungguh sebuah lelucon, ada banyak wanita cantik di grup mereka, mana mungkin bos meliriknya?
Saat Nori terkejut, Jansen menariknya untuk duduk, dia dengan santai meletakkan kunci mobil yang ada di pinggangnya ke atas meja.
Teman-teman sekelas menatap kunci itu.
Kunci mobil ini memiliki karakteristik, indah dan cantik.
Beberapa teman sekelas menuliskan logo kunci mobil dan diam-diam memeriksanya dengan ponsel mereka!
Lalu mereka seperti mati lemas!
Menurut internet, logo ini adalah seri Hennessy Venom dan harga terendahnya adalah 60 juta yuan. Namun, kebanyakan orang yang bermain mobil super tidak akan menginginkan tipe yang harganya rendah, itu hanya uang yang kecil untuk mereka!
Dilihat dari penampilannya, mobil super ini diperkirakan menelan biaya puluhan juta!
Sembilan puluh juta?
Semua orang bahkan tidak berani memikirkannya!
Sebuah kunci mobil bisa langsung membuat semua teman laki-laki berhenti berpura-pura. Lagi pula, mereka dari tadi sudah banyak membual, mereka memiliki mobil mewah dan jam tangan bermerek, tetapi sekarang mereka tidak berani mengeluarkannya.
Teman-teman perempuan semuanya sedang tergila-gila.
Mobil mewah, jam tangan bermerek, setelan bagus, tampan dan bersinar, orang itu adalah pangeran impian!
Mengapa orang yang luar biasa seperti itu adalah pacar Nori?
Benar-benar membingungkan!
Ataukah pria luar biasa seperti itu memiliki selera yang rumit dan hanya menyukai gadis-gadis yang membosankan?
Semua orang dibutakan oleh cahaya yang dipancarkan Jansen, mereka terdiam dan canggung untuk sementara waktu.
Nori juga merasa sangat canggung. Bukankah teman-teman sekelasnya menanyainya sebelumnya, mengapa sekarang tidak ada yang angkat bicara?
"Baiklah, Tuan Jansen, apa pekerjaanmu?"
Ketua kelas akhirnya memecah situasi yang canggung itu.
Jansen tersenyum, senyuman itu tidak sengaja menggoda hati semua teman wanita dan hampir membuat mereka pusing.
"Aku seorang dokter!"
"Dokter?"
Semua teman kelas laki-laki terdiam. Meskipun dokter gajinya lumayan, tapi dia mampu membeli mobil super seharga puluhan juta?
Bercanda ya!
Kalau tahu begitu, seharusnya dari awal mereka mendaftar di jurusan kedokteran saat kuliah.
"Tuan Jansen, apakah kamu benar-benar seorang dokter?" tanya seorang teman wanita.
Jansen mengangguk, "Aku memang seorang dokter, aku tahu Nori karena dia adalah seorang pasien!"
__ADS_1
"Hah? Kamu bekerja di rumah sakit mana?"
Teman-teman wanita menatap Jansen penuh semangat, mereka juga ingin pergi ke rumah sakit tempat Jansen bekerja untuk memeriksakan diri.
Namun, Jansen tersenyum tanpa mengatakan apa pun. Sebenarnya, dia memang memperlakukan Nori sebagai pasien, seorang pasien yang memiliki gangguan memori medan magnet.
Nori menatap Jansen heran, sejak kapan Bos menjadi dokter?
Kapan juga Nori memeriksakan diri ke dokter?
Nori makin bingung.
"Kamu seorang dokter dan namamu Jansen? Tunggu!"
Saat itu, Milka menyela, "Pagi ini, apakah kamu membuat janji dengan seorang gadis bernama Milka?"
"Milka? Aku tidak kenal!"
Jansen menggelengkan kepalanya dan matanya tiba-tiba berbinar, "Tapi aku memang membuat janji dengan seorang gadis, seorang temanku memperkenalkannya agar aku bisa memeriksa penyakitnya. Gadis itu sepakat untuk bertemu pukul delapan, tapi dia tidak mengatakan dia terlambat dan malah memintaku untuk menunggunya selama dua jam, kemudian aku pergi!"
"Gadis yang bodoh!"
"Dasar tidak menghargai waktu, bukan hanya telat, dia juga membuat Tuan Jansen menunggu. Kalau gadis itu adalah aku, aku pasti akan datang setengah jam lebih awal!"
"Aku akan tetap menunggu walaupun tidak tidur semalaman!"
Teman sekelas perempuan mengobrol, mereka berpikir bahwa Nori bisa mendapatkan pemuda tampan kaya raya dan mereka juga bisa melakukannya, tapi mereka tidak punya kesempatan!
Sebaliknya, wanita yang membuat janji itu punya kesempatan, tapi dia malah terlambat!
Sangat bodoh!
Ketika Milka mendengar itu, air matanya mengalir!
Sepertinya memang benar-benar Jansen yang itu!
Apa-apaan ini!
Kalau aku tahu Jansen yang itu mengendarai mobil super seharga puluhan juta, aku akan menunggunya dari kemarin malam!
Aku salah besar!
Calon suami impian dilewatkan begitu saja.
Hal yang paling ironis adalah orang itu menghapus kontak WhatsApp-nya dan Milka masih ingin balas dendam!
Sekarang, apakah dia baik-baik saja?
Milka benar-benar menyesal. Jika ada yang menjual obat yang bisa mengobati penyesalan, dia pasti akan membeli banyak.
Tidak, itu adalah pemuda tampan kaya raya dengan kekayaan bersih miliaran, jadi Milka tidak bisa menyerah begitu saja!
Apalagi saat melihat Jansen duduk bersama Nori, Milka makin merasa cemburu.
Pemuda tampan kaya raya ini seharusnya menjadi miliknya.
__ADS_1
"Tuan Jansen, sebenarnya aku adalah gadis yang membuat janji denganmu tadi pagi, namaku Milka!"
Milka menyesap anggur untuk mengumpulkan keberaniannya, dia berdiri dan berkata, "Sebenarnya, ini semua adalah kesalahpahaman, pagi ini aku melihat seorang wanita tua tertabrak saat menyeberang jalan dan memapahnya ke rumah sakit, makanya tadi waktuku banyak yang terbuang!"