Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 860. Formasi Pedang Tai Chi!


__ADS_3

Jansen tahu sopir itu pasti diancam. Karena dia tidak mengetahui alasannya dengan jelas, dia memberitahu Cindy, "Kamu diam saja di mobil dan jangan turun!"


"Ada apa, Jansen?"


Cindy mengerutkan keningnya, tapi Jansen melambaikan tangannya ke arahnya. Dia membuka pintu dan keluar dari mobil. Pandangannya pun menyapu ke sekeliling. Keadaan sekitar sangat sepi, tapi dia dapat merasakan aura pembunuh.


Dia bertanya-tanya siapa yang begitu gila sehingga berani menyerangnya di Ibu Kota!


Jangan-jangan dari Keluarga Woodley?


"Kupikir siapa, ternyata Dokter Jansen, si menantu yang menumpang hidup ke Keluarga Miller!"


Tepat pada saat itu, terdengarlah suara tawa yang menawan terdengar. Sekelompok orang yang mengelilingi seorang wanita yang mengenakan cheongsam pun berjalan keluar.


Wanita itu adalah Esther yang bertemu dengannya tadi malam!


Di sebelah wanita itu ada Bos Leonardo yang menatap Jansen sambil tersenyum dengan dingin.


Jansen menatap orang-orang di sekitarnya, mereka mengenakan seragam latihan berwarna biru kehijauan dan memancarkan aura yang kuat. Selain itu, ada banyak pula orang yang mengenakan seragam loreng yang sedang


menodongkan senjata mereka ke arah Jansen.


"Ternyata kalian!"


Ekspresi Jansen berubah menjadi dingin. Dia awalnya mengira ini adalah perbuatan Keluarga Woodley, tapi ternyata mereka adalah bawahannya Jonathan.


"Aku meremehkanmu kemarin. Tidak kusangka kamu akan menjadi salah satu pemimpin dalam pengobatan tradisional!"


Esther berkata sambil tersenyum. Parasnya sangat menawan, terutama pahanya yang ramping dan putih seperti batu giok.


Seandainya ada pria lain di sini, mata mereka pasti tidak bisa lepas dari Esther.


Namun, Jansen bisa merasakan aura membunuh yang sangat kuat yang terpancar dari wanita itu. Dugaannya, Esther sudah membunuh banyak orang.


"Ah, apa yang kamu lakukan!"


Suara Cindy tiba-tiba terdengar dari belakang Jansen. Beberapa pria bersenjata menangkap Cindy dan menyeretnya keluar.


Salah satu dari mereka merupakan pria yang sedang menggendong seorang anak kecil yang terlihat baru berusia sekitar delapan atau sembilan tahun. Wajahnya cantik meski


tirus dan dia tidak bisa berhenti batuk.


Tiba-tiba, anak itu menendang si pria dan meminta untuk diturunkan. Dia pun berjalan ke arah Cindy dan tiba-tiba menarik rambut Cindy.


"Ah, apa yang kamu lakukan!"


Cindy ingin meronta, tapi beberapa senjata diarahkan kepadanya dan beberapa orang bahkan menekannya ke tanah.


"Uhuk! Uhuk! Kenapa kamu memiliki rambut yang begitu indah? Kenapa aku tidak memilikinya juga?!"


Anak itu berbicara sambil terbatuk-batuk dan mencabuti rambut Cindy.


"Kamu ini masih kecil, tapi dari mana kamu belajar bersikap begitu kurang ajar?! Lepaskan aku!"


Cindy terus berseru kesakitan.


Orang-orang di sekitar tertawa dengan dingin, tidak ada satu pun yang menghentikan gerakan anak kecil itu.


Bahkan ekspresi wanita bernama Esther itu terlihat hormat seolah-olah membunuh orang bukan masalah selama dia bisa membuat anak laki-laki itu bahagia.


"Aku tidak suka rambutmu! Aku tidak suka! Aku mau mencabutnya!"


Anak kecil itu menarik-narik rambut Cindy dengan membabi buta.

__ADS_1


Tiba-tiba, sesosok tubuh muncul di hadapannya dan menendangnya pergi.


"Aduh!"


Anak laki-laki sontak menjerit kesakitan setelah ditendang sejauh beberapa meter dan langsung menangis!


"Tuan Muda!"


Esther dan yang lainnya sontak menatap ke arah pelaku dan ternyata itu adalah Jansen.


"Jansen, dasar cari mati! Berani-beraninya kamu menyentuh Tuan Muda!"


Esther dan Bos Leonardo sama-sama marah dan ketakutan. Bagaimanapun juga, Tuan Muda Leo adalah putra Jonathan!


"Tuan Muda?"


Jansen mendengus dingin, "Padahal masih kecil, tapi tidak ada satu pun hal yang baik yang kamu pelajari! Kamu pikir bisa mendapatkan apa pun yang kamu mau! Itu akan terbawa sampai kamu dewasa!"


Dia tahu anak kecil itu sepertinya berasal dari keluarga yang kaya, tapi kalau terus bersikap seperti ini dia harus diberikan pelajaran. Jika tidak, dia pasti akan menjadi orang jahat suatu saat nanti.


"Kamu tahu dia anak siapa?!"


Esther meraung dengan marah.


"Tidak tahu!"


Jansen menggelengkan kepalanya dengan tidak acuh, "Tapi kalau orang tuanya ada di sini, aku akan memberi mereka pelajaran. Mana ada orang tua yang mendidik anak mereka


seperti ini!"


"Bibi Esther!"


Anak yang terjatuh di atas tanah itu diangkat oleh seseorang dan dia berlari ke sisi Esther. Anak kecil itu menangis dan berseru, "Bunuh dia! Kamu harus membunuhnya!"


Sulit dibayangkan bahwa seorang anak kecil berusia delapan atau sembilan tahun bisa menganggap remeh nyawa manusia seperti ini.


"Tuan Muda, tolong jangan menangis. Jangan khawatir, Bibi Esther pasti akan membunuhnya!"


Esther berjongkok dan menghibur anak itu. Setelah beberapa saat, dia berdiri dan menatap Jansen dengan dingin. "Dokter Jansen, aku tahu bahwa latar belakangmu tidaklah sederhana. Kamu adalah kandidat nomor satu untuk Raja


Prajurit dan kamu adalah seorang dokter terkenal di Ibu Kota. Tapi kamu bukanlah orang yang bisa mengusik Jonathan!"


Ternyata Esther sudah bisa mencari tahu latar belakang Jansen hanya dalam satu hari. Meskipun asal-usul ini tampak sangat hebat bagi orang biasa, tapi itu bukanlah apa-apa bagi


mereka.


"Jansen, maaf! Aku jadi melibatkanmu!"


Cindy juga berkata kepada Jansen.


"Ini tidak ada hubungannya denganmu. Justru aku harus meminta maaf padamu!"


Jansen menatap Cindy sambil menggelengkan kepalanya. Cindy memang berasal dari keluarga yang luar biasa, tapi dia tidak pernah mengandalkan latar belakang keluarganya untuk


menindas orang lain. Hal inilah yang membuat orang-orang berpikir bahwa Cindy berasal dari keluarga biasa.


"Jansen, kamu akan menerima hukuman mati dari Raja surgawi jika kamu berani menyinggung Jonathan!"


Esther berujar lagi, "Tidak hanya itu, kamu juga


berani-beraninya menyentuh Tuan Muda Leo! Kamu harus mati! Termasuk kakekmu di Aula Xinglin, kakek Herman, bibimu, dan oh, ya! Istrimu Elena, beserta seluruh Keluarga Miller!"


"Keluarga Miller hanyalah sekedar keluarga elite yang sudah jatuh! Mereka pikir mereka masih berkuasa, tapi kejayaan mereka sudah menjadi masa lalu! Jonathan bisa menghancurkan mereka dengan mudah!"

__ADS_1


"Kuberitahu, ya! Semua teman dan kerabatmu akan mati!"


Pupil mata Jansen menyipit begitu mendengarnya, "Ini hanya kesalahpahaman kecil, tapi kamu ingin membunuh banyak


orang?"


"Beginilah cara Jonathan bertindak!"


Esther lalu berkata dengan dingin, "Air di Ibu Kota lebih dalam dari yang kamu kira. Kamu memang memiliki beberapa reputasi, tapi kamu masih tetap rakyat jelata di mata Jonathan!"


Esther jeda sejenak, lalu menambahkan, "Aku tahu kamu pandai bela diri, jadi akan kutunjukkan seberapa kuat Jonathan itu!"


"Bunuh dia!"


Esther menjentikkan jarinya dan beberapa pria yang mengenakan pakaian berlatih pun berjalan keluar!


Mereka semua terlihat tenang dan acuh tak acuh. Mereka menatap Jansen seakan sedang menatap ikan asin!


Aura yang seperti ini bukanlah hasil pura-pura, tapi memang tertanam dalam diri mereka.


Sebagai Pembela Diri kuno, orang biasa bukanlah apa-apa di mata mereka.


"Formasi!"


Seorang pria paruh baya yang berjanggut pun berseru. Energi Qi segera menyebar dan saling menjalin hingga menyelimuti radius sejuah 50 meter.


Pedang juga muncul di tangan mereka dan mengarah kepada Jansen.


Ekspresi Jansen berubah. Dia tahu energi Qi orang-orang ini berada di peringkat Surgawi menengah. Jika di dunia Jianghu, kekuatan mereka setara dengan pemimpin Akademi Tiga Belas!


Bukan hanya itu, energi Qi mereka juga terasa sangat aneh seperti gelombang air.


"Tai Chi"


Jansen sontak bergumam rendah.


"Ternyata matamu jeli juga, ya!"


Pria paruh baya itu mengangguk dengan dingin, "Meskipun kamu adalah kandidat nomor satu untuk Raja Prajurit dan cukup hebat, tapi memiliki keterampilan yang baik, kamu


tidak tahu tentang bela diri Huaxia yang penuh misteri. Kalian hanya tahu bagaimana mengejar batas tubuh manusia. dan tidak pernah memahami misteri energi Qi!"


"Hari ini, kami akan memberimu pelajaran supaya kamu melihat apakah memiliki senjata itu berguna atau tidak!"


"Bunuh!"


Whoosh, whoosh, whoosh!


Delapan sosok orang menerkam Jansen seolah-olah mereka adalah bayangan yang tertinggal. Cahaya pedang berkilauan


secara vertikal dan horizontal, aura pembunuh yang kuat memancar keluar!


Namun, yang paling menakutkan adalah langkah mereka yang sangat aneh. Sepertinya ini semacam formasi!


"Formasi Pedang Tai Chi!"


Tiba-tiba Jansen menebak sesuatu.


Wuuush!


Begitu Jansen melontarkan kata-kata itu, sebuah pedang melesat ke lehernya!


Kekuatannya setara dengan energi Qi dari peringkat Surgawi tinggi!

__ADS_1


Formasi Pedang Tai Chi ini memang luar biasa. Mereka menggabungkan energi Qi masing-masing dari ujung ke ujung dan bisa digunakan baik untuk menyerang maupun


bertahan!


__ADS_2