Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1423. Kisi Naga


__ADS_3

Setelah berhasil melawan Roh Jahat, akhirnya tubuh Jansen bisa beristirahat, bahkan beberapa roh jahat membuat masalah seperti itu, sangat memalukan!


"Jansen, apakah kamu baik-baik saja!"


Cindy dan Patricia berlari mendekat.


Kelihatannya tidak ada masalah serius dengan Cindy, dia masih bisa berlari sambil membawa HP-nya, tapi Patricia terkena pukulan roh jahat dan memengaruhi energi positif yang ada di tubuhnya.


Jansen menyalakan jimat kuning dan berjalan mengelilingi Patricia, saat itu juga dia tidak merasa dingin lagi.


"Nanti aku akan memberimu resep, besok kamu akan baik-baik saja!"


kata Jansen kepada Patricia, kemudian memelototi Cindy, "Awalnya menyelesaikan masalah sangat mudah, tetapi karena perbuatanmu jadi makin merepotkan, dan kamu masih punya mood untuk merekam video!"


"Kebiasaan profesional!"


kata Cindy sambil menjulurkan lidahnya.


Jansen masih ingin menegurnya, tetapi Patricia memberi kode ke Jansen, lalu berkata kepada Cindy, "Demi menyelamatkanmu, Jansen beberapa kali ditendang olehmu, nanti kalau sudah kembali, kamu harus menebus dosa kepada Jansen!"


"Oke!"


Cindy mengangguk dan berbisik, "Tapi, dia juga telah memanfaatkan ku, bukankah seharusnya sudah impas?"


Jansen terdiam seribu kata, dan mengabaikan Cindy, lalu berjalan menuju kuburan dan mulai menggali tanah.


Ternyata, di dalam kuburan hanya ada lima peti mati dan sudah tidak ada abu lagi di dalamnya, selain itu Jansen mendapati ada lima boneka sebesar lengan tangan yang berwarna abu-abu dan ini sangat aneh.


"Apa itu?"


tanya Cindy penasaran, sambil mengambil satu boneka itu.


"Ini adalah Benda Penangkal Roh Jahat!" Jansen menjelaskan.


"Penangkal Roh Jahat? Cukup Indah!"


Cindy makin penasaran.


Jansen dengan nada sinis berkata, "Jangan dipegang, ini adalah boneka tulang yang terbuat dari tulang manusia!"


"Hah!"


Cindy melemparnya dengan amat ketakutan.


Jansen menggelengkan kepalanya sambil berkata kepada Patricia, "Lihat apakah peti itu ada kain kafan?"


"Ada, ini berwarna merah!"


Jawab Patricia.


"Merah, ternyata memang jahat, keluarkan dan pakai itu untuk membungkus Penangkal Roh dan Guci Abu!" ucap Jansen, setelah selesai, mereka bertiga akan kembali di malam hari.


Saat ini, di sebuah Kuil Tao di Kota Yanba, seorang pria paruh baya sedang menyalakan tiga batang dupa dan bersujud menyembah sebuah patung.

__ADS_1


Patung ini agak aneh, bukan Patung Buddha maupun Sanqing, malahan adalah seorang pria kekar yang mengenakan kain biasa dan membawa gergaji, busur dan lainnya, dan di depan patung terdapat papan nama bertuliskan Leluhur Jilo wan yang terbuat dari Cendana Merah!


Jilo wan yang dimaksud ini akrab dipanggil dengan nama Lu ban.


Setelah pria itu membungkuk, dia berdiri dan tiba-tiba mengerutkan kening. Dia menunjuk kura-kura kayu besar di sampingnya.


Kura-kura besar itu seakan-akan seperti hidup, setelah ditunjuk oleh pria itu, kepalanya menyusut ke dalam cangkang, kemudian mengeluarkan kepalanya dengan mulut yang sudah menggigit kertas kuning yang dilipat menjadi segitiga.


Kura-kura ini tampaknya memiliki spiritualitas, tetapi pada kenyataannya, ini hanyalah semacam mesin mekanik.


Pria itu mengambil kertas kuning dan lalu membukanya, setelah membacanya, wajahnya sedikit berubah.


"Siapa master ini? Dia benar-benar merusak Teknik Roh Jahatku!"


Dia merasa tidak percaya dan tiba-tiba teringat pada pria tua yang kemarin.


Orang tua itu mengatakan kemarin bahwa seseorang dari keluarga Yiwon telah datang untuk mengambil rumah!


Mungkinkah Master yang diundang oleh keluarga Yiwon?


"Huh, kupikir bahwa aku sudah punya Teknik Roh Jahat Ilmu Taoisme yang sangat jitu, memang tidak tahu hidup mati, unsur Yin dan Yang hanya dipisahkan oleh garis, dan kediaman berunsur Yang juga bisa berubah menjadi kediaman berunsur Yin!"


Dia menghela napas dan tidak mencari tahu lagi, sebaliknya, dia menunggu pertunjukan yang bagus.


Jansen dan mereka bertiga kembali ke Istana Raja Lilong, hawanya tidak lagi dingin, hanya sedikit lusuh!


"Ini aneh, Di sini sudah tidak dingin lagi. Apakah itu hanya ilusi?"


"Roh Jahat telah dikunci, Pohon Cipress Naga telah dibebaskan!"


Jansen berkata, "Malam ini beristirahatlah di kamar, tidak akan terjadi apa pun padamu, besok aku akan memecahkan misteri lagi, supaya Rumah Istana ini bisa ditempati dengan nyaman!"


"Baik!"


Patricia dan yang lainnya juga lelah, setelah mandi, mereka semua beristirahat.


Jansen mengambil Kompas Fengsui Leluhur dan pergi ke salah satu sudut halaman belakang, lalu dia membebaskan lima roh jahat.


"Master Abadi, ampun!"


Begitu kelima roh jahat itu keluar, mereka langsung bersujud.


"Orang memiliki rasa kemanusiaan, hantu pun sama, Yin dan Yang keduanya terpisah, untuk ара masih tinggal di dunia fana!" ucap Jansen.


"Master Abadi, kami bukannya tidak mau berpisah dengan dunia fana, tapi kami tidak rela meninggalkan keluarga kami!"


Roh Jahat Merah memohon, "Aku berharap Master Abadi mengampuniku dan membiarkan aku hidup bersama keluargaku!"


Jansen bertanya, "Kalau kamu terus tinggal di dunia fana, mungkin kamu akan ditemukan oleh Guntur Surgawi, dan kemudian jiwamu akan hancur, dan tidak akan ada kesempatan untuk reinkarnasi, Apakah kamu yakin mau melakukan ini?"


"Tentu saja!"


Kelima roh jahat itu saling memandang satu dengan yang lain, tanpa ada keraguan.

__ADS_1


"Ya sudah, melihat kalian begitu empati, aku membiarkan kalian dengan syarat, tidak boleh menyakiti manusia atau menakut-nakutinya, tidak diizinkan untuk keluar dari sini, dan kalian bertugas untuk menjaga rumah ini, kalau tidak aku akan mengunci mu di sudut tenggara Rumah Istana. Kalau suatu hari kamu diterima oleh seorang Master, itu juga karena nasib baikmu, janji? "ucap Jansen.


"Janji, kami bersedia menjadi penjaga rumah ini!"


Kelima Roh jahat itu berkata serempak.


Jansen mengangguk dan menyiapkan tempat untuk mereka beristirahat di sudut tenggara, dia mendirikan altar formasi, boleh dianggap sebagai rumah baru mereka.


Selain itu, altar formasi dapat menyerap sinar matahari dan cahaya bulan, untuk memenuhi kebutuhan Energi Yang dan Energi Yin.


"Terima kasih Master Abadi, terima kasih Master Abadi!"


Setelah altar formasi terbentuk, roh-roh gentayangan juga dapat merasakan kegagahannya, mereka pun langsung berterima kasih dan bersujud.


Aura jahat di tubuh mereka juga makin berkurang.


Keesokan paginya, Jansen meminta Cindy untuk mencari perusahaan renovasi.


"Jansen, kamu mau merenovasi?"


Setelah Cindy selesai menelepon, dia menatap Jansen penasaran.


Jansen menggelengkan kepalanya dan menunjuk tiga gedung apartemen di luar Rumah Istana, dan bertanya, "Menurutmu bentuknya mirip seperti apa?"


"Mirip seperti apa?"


Cindy melihatnya dengan teliti.


Pada saat ini, Patricia yang berada di sampingnya teriak duluan, "Bangunan di sebelah kiri terlihat seperti pedang!"


Patricia seorang Praktisi seni bela diri kuno, makanya hal pertama yang dia pikirkan adalah pedang.


"Benar, itu terlihat seperti pedang yang menghadap ke langit!"


Mata Cindy berbinar-binar melihat gedung di sebelah kanan, semua permukaannya penuh dengan kaca kokoh yang besar, dibentuk atas dasar bentuk-bentuk geometris, dia tersenyum dan berkata, "ini terlihat seperti pisau, iya, terutama ketika sinar matahari menyinari permukaan cermin gedung, itu persis pisau!"


Mata Jansen silau, "Benar juga ya, ini bagaikan Pisau Pembunuh, lihat, apakah pedangnya menuju ke arah kita?"


Cindy dan Patricia mengangguk.


Jansen melanjutkan, "Bangunan di sebelah kiri terlihat seperti pedang, ini adalah Pedang Terhunus di langit, yang berarti siapa yang akan bersaing denganmu!"


"Bagaimana dengan yang tengah?"


Patricia melihat gedung yang di tengah bentuknya agak aneh, seperti bangku dengan dua kaki, bagian tengahnya berlubang, tetapi gedung pencakar langit ini yang tertinggi, kalau dari jauh, itu memberi kesan keagungan dan keadilan!


"Kisi Naga!"


Jansen berkata dengan lembut, "Ketiga bangunan ini menghalangi Feng Shui, menutupi Urat Naga dan menyerap Aura Naga!"


"Feng Shui? Feng Shui apa itu!"


Cindy melihat sekeliling.

__ADS_1


__ADS_2