Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 473. Ksatria Mengalah Terlebih Dahulu!


__ADS_3

"Joshua, biarkan teman sekelasmu itu yang selesaikan masalah ini. Keluarga Harper bukan lawan kalian. Cepat berlutut minta maaf. Lebih baik turuti permintaan Tuan Muda Jerry daripada masalah semakin besar, kalian bakal lebih rugi!"


Cathy pun berkata dengan sinis melihat mata Jansen yang penuh kebencian. Cathy menganggap Jansen orang kampung yang gemar membuat masalah ini miskin dan tidak punya kekuasaan.


Jansen menatap Tuan Muda Jerry dan menggelengkan kepalanya, "Minta maaf ke dia? Apa pantas?"


Cathy semakin kesal melihat Jansen masih tidak mau mengalah.


Tuan Muda Jerry terlihat semakin marah dan telah sampai pada batas kesabaran, "Aku kasih kamu kesempatan sekali lagi. Kamu ulangi apa yang kamu katakan tadi!"


Jansen tidak bersuara, tetapi malah terus menatap ke atas meja dan tiba-tiba berkata, "Di sini ada lima belas botol arak putih tradisional yang kamu pesan. Begini saja, kamu minta maaf kepada temanku dan habiskan arak putih ini semua. Aku pasti akan mengampunimu!"


Apa?


Semua orang memandang dengan terkejut.


Cathy bahkan lebih terkejut lagi melihat Jansen berani berkata seperti ini.


Masalah pun menjadi semakin besar. Sepertinya, ini semua tidak bisa hanya diselesaikan dengan berlutut meminta maaf lagi.


Tuan Muda Jerry tersenyum sinis sambil memandang minuman yang ada di meja, "Kamu suruh aku minum habis itu semua?"


"Sekarang aku tiba-tiba berubah pikiran lagi. Kamu tidak hanya harus meminum habis minuman itu. Kamu juga harus memecahkan lima belas botol arak putih itu dengan kepalamu!" ucap Jansen sambil menganggukkan kepala.


"Bunuh dia!"


Tuan Muda Jerry tidak bisa lagi menahan amarahnya dan langsung berteriak keras.


Seluruh anak buahnya yang berwajah bengis mengeluarkan senjata dan menyerang Jansen.


Keluarga Harper adalah keluarga kaya dan berkuasa di Ibu Kota. Mereka terkenal dengan karakter keras dan tidak mudah diajak berkompromi. Mereka sering membawa senjata ke mana-mana. Tak jarang, mereka juga membunuh beberapa orang lemah. Mereka tidak takut hal ini diketahui publik karena mereka selalu punya cara untuk menutupi kejahatan mereka.


Gubrak!


Namun, sebuah kursi tiba-tiba terbang dilempar. Tenaga lemparan itu pun sangat kuat dan menerjang beberapa anak buah Jerry hingga terluka.


"Keluarga Harper memang sudah tidak menghargai hukum. Orang-orang yang tidak tahu bisa saja menganggap Keluarga Harper tidak pernah melakukan kejahatan!"


Dua orang wanita cantik tiba-tiba berjalan mendekat.


"Kami Keluarga Harper memang sering menutupi kejahatan. Kamu tidak senang? Beraninya kamu ikut campur urusan Keluarga Harper, dasar tidak tahu diri!"


Jerry semakin marah dengan provokasi yang dilakukan Jansen dan dua orang wanita itu.


"Habisi mereka!"


Jerry menunjuk ke dua orang yang tiba-tiba masuk itu, tetapi menatap mereka berdua dengan terkejut.


Kesan pertama, kedua wanita ini sangat cantik.


Kesan kedua, dia kenal dengan salah satu wanita ini.


"Nona, Nona Amanda!"


Suara Jerry bergetar.


Meskipun Keluarga Harper adalah keluarga kaya dan berkuasa di Ibu Kota, tetapi mereka masih takut dengan delapan keluarga elit. Delapan keluarga elit menguasai bidang politik, militer dan bisnis. Keluarga Harper sama sekali tidak berani melawan mereka.


Wanita cantik itu adalah Amanda Carson, putri Keluarga Carson. Dia memiliki karakter yang keras bahkan putra keluarga kaya di Ibu Kota pun tidak ada yang berani mengganggunya.


Selain itu, yang lebih mengerikan lagi adalah dua orang kakak Amanda. Satu adalah perwira tinggi militer dan satunya lagi adalah Dewa Perang.


"Bunuh aku? Coba kamu pulang tanyakan ke Keluarga Harper, apakah mereka berani berbicara denganku?"

__ADS_1


Amanda berjalan mendekat dengan nada bicara yang sinis.


Jansen pun terkejut. Dia sudah meminta Panah dan kawan-kawan datang membantu. Tanpa diduga, Amanda juga datang.


"Tuan, Tuan Muda Jerry, apakah dia itu istrimu? Kamu takut dengan istrimu?"


Cathy merasa cemburu dan khawatir wanita ini akan merebut hati Jerry.


"Istri? Kamu gila!"


Jerry berbalik dan menampar Cathy. Meskipun Jerry menyukai Amanda, tetapi dia sendiri juga tahu kalau Amanda ini tidak mudah dikendalikan oleh pria biasa.


Cathy merasa malu dan tak berani bersuara.


"Beraninya kamu cari masalah dengan tuan ku, eh bukan, dengan bosku. Cepat berlutut minta maaf kepada bosku!"


Amanda awalnya ingin menyebut Jansen dengan panggilan tuan nya, tetapi dia mengubah panggilan tersebut.


"Bos? Apa dia pantas?"


Jerry merasa telah salah dengar karena tidak mungkin Joshua dan Jansen bisa berkenalan dengan putri Keluarga Carson.


"Kamu tidak mau minta maaf?"


Amanda langsung mengambil botol arak putih yang ada di meja dan menghantamkannya ke kepala Jerry.


Prak!


Botolnya pecah menghantam kepala Jerry.


Kepala Jerry kembali berdarah. Dia tersenyum sambil berkata, "Nona Amanda, maaf aku tidak tahu ternyata mereka ini adalah orangmu. Aku minta maaf, aku minta maaf!"


"Bukan minta maaf kepadaku. Minta maaf kepada dia!"


Amanda mengambil lagi botol minuman dan menghantamkannya ke kepala Jerry.


Prak!


Jerry bersedia minta maaf kepada Amanda.


Namun, Jerry sama sekali tidak bersedia minta maaf kepada Jansen.


Jerry tidak percaya bahwa Jansen adalah bosnya Amanda karena status sosial mereka berdua jauh berbeda.


"Berteman baik?"


Amanda kembali mengambil botol minuman.


"Nona Amanda, kamu tidak perlu berseteru denganku hanya karena orang biasa ini!"


"Orang biasa?"


Satu botol lagi dihantamkan.


"Nona Amanda, kamu jangan keterlaluan!"


"Aku bebas melakukan apa pun padamu!"


Satu botol lagi dihantamkan.


Semua orang yang ada di tempat menyaksikan karakter keras dari Amanda. Mereka merasa Amanda memang cantik bagaikan mawar, tetapi juga berduri.


"Aku minta maaf, aku segera minta maaf!"

__ADS_1


Darah bercucuran di kepala Jerry. Kepalanya sudah dihantam tujuh atau delapan botol minuman.


"Aku salah, mohon berbesar hati maafkanlah aku!"


Jerry segera berbalik ke belakang dan meminta maaf kepada Jansen.


Jansen tahu ini kesempatan untuk memberikan pelajaran kepada Jerry. Lagi pula, Jansen sama sekali tidak takut dengan orang-orang dari keluarga kaya dan berkuasa saat dia berada di Kota Asmenia.


Jansen juga mengambil sebotol minuman dari atas meja dan menghantamkannya.


Jerry merasa pusing dan mengerang kesakitan, "Kamu berani memukul ku?"


Jerry rela dipukul oleh Amanda, tapi bukan berarti dirinya rela dipukul Jansen.


"Kau pikir aku tidak berani memukulmu?"


Jansen mengeluarkan botol lain dan menghancurkannya ke kepala Jerry dengan marah.


Badan Jerry berlumuran arak yang dihantamkan ke kepalanya. "Apa kamu tahu siapa aku?"


"Kamu siapa?"


Jansen lanjut menghantamkan sebotol minuman lagi.


Amarah Jerry sudah mendidih. Setelah kepalanya dihantam botol oleh Amanda, kini giliran Jansen. Jerry merasa kepalanya ini seperti besi. Kalau bukan karena Amanda ada di sana, Jerry mungkin sudah menembak mati Jansen.


"Aku Tuan Muda Jerry dari Keluarga Harper. Apa kamu tahu siapa aku?"


"Aku tidak tahu siapa kamu!"


Disambung lagi dengan hantaman botol lain.


Semua orang yang hadir ketakutan dan merasa Jansen sudah gila. Ini bisa membunuh Jerry.


Hanya Amanda seorang yang tidak menganggap ini keterlaluan. Amanda tahu kemampuan Jansen yang tak perlu bersusah payah jika benar-benar ingin membunuh Jerry.


"Aku menyerah, aku tidak berani berbicara lagi!"


Jerry pun sadar bahwa jika dia sendiri terus keras kepala, cepat atau lambat kepalanya itu akan bocor.


Kesatria rela menderita dahulu.


"Sudah berhenti bicara?"


Jansen menatapnya, "Aku mau kamu minum habis lima belas botol arak putih tradisional ini. Jika kamu melakukannya, maka aku akan mengampunimu!"


"Lima belas botol arak putih tradisional?"


Gigi Jerry bergetar dan dia tiba-tiba teringat apa yang dikatakan Jansen sebelumnya, yaitu menghantamkan lima belas botol arak putih itu ke kepala dan meminum habis lima belas botol arak putih itu.


Namun, Jerry awalnya tidak menyangka ucapan Jansen ini serius.


Semua orang tidak menyangka Jansen benar-benar melakukan apa yang dikatakannya tadi.


"Pelayan, sajikan arak!"


Sifat Jerry yang awalnya sombong langsung berubah menjadi penakut. Dia langsung meminum habis setiap botol arak yang disediakan.


Jerry hanya sanggup meminum habis tiga botol. Setelah itu, dia pun terkapar.


"Masih ada dua belas botol, apa kalian mau membantunya minum atau biar dia sendiri teruskan minum?" Jansen berkata kepada para pengawal Jerry itu.


Anak buah Jerry tersenyum pahit dan mengambil arak putih tradisional itu lalu meminumnya.

__ADS_1


Ada orang yang minum sampai terkapar, ada pula yang minum sampai muntah darah bahkan lambungnya pecah.


Masalah ini tidak ada hubungannya dengan Jansen sehingga Jansen pun membawa kakeknya dan keluarga pergi dari restoran itu.


__ADS_2