Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1413. Kota Yanba Di Selatan


__ADS_3

Pemuda yang dulunya selalu berperilaku buruk, merasa kehilangan harapan hidup karena tertekan oleh Jansen.


Karir, hidup, dan kesehatannya, semua hancur berantakan!


Meskipun kejam, tapi dia pantas menerimanya!


Orang-orang sangat senang, ketika melihat pemuda itu dibawa pergi.


Seketika, wanita tua berjalan mendekat dan berlutut di hadapan Jansen. "Dokter, bagaimanapun juga dia masih anak-anak. Bolehkah berikan dia sedikit toleransi?"


Jansen membantu wanita tua itu berdiri, sambil menghela napas.


Sebenarnya pemuda itu menjadi seperti ini tidak terlepas dari tanggung jawab wanita tua itu, karena dia tidak mendisiplinkan anaknya dengan baik.


Bisa dimaklumi juga, apalagi setelah kepergian sang ayah, wanita tua itu merasa bersalah pada anaknya dan dia hanya memberi semua yang terbaik dan terlalu memanjakan anaknya sehingga sifat dan perilakunya jadi seperti ini.


Hanya bisa dibilang, orang tua terlalu sayang kepada anaknya, tetapi hal tersebut malah mencelakakan anak itu sendiri.


"Aku bisa membatalkan gugatan terhadapnya, tapi tak ada yang bisa kulakukan dengan penyakit yang disebabkan oleh perbuatannya sendiri!"


Jansen menghela napas dan berkata, "Bibi, jangan terlalu khawatir, jalani saja sisa hidup bibi dengan baik dengan menghargai orang-orang di sekitarmu. Mengenai uang BMW, aku akan menyuruh seseorang mengembalikannya dan bisa bibi pakai untuk melunasi semua utang."


Wanita tua itu menangis tiada hentinya, sambil menganggukkan kepalanya.


Jansen menyuruh perawat mengurus wanita tua itu dan segera meninggalkannya.


Yang terlihat hanyalah Elena yang sedang membawa berkas-berkas berdiri di tengah koridor.


Ada senyuman di bibirnya.


Beginilah suaminya, masalah kecil bisa dibiarkan, tetapi masalah besar dan serius ditanggapi juga dengan sangat serius.


Mungkin setiap orang memiliki keterbatasan dalam hati, jika melampaui prinsipnya, maka segala sesuatu dijalani dengan keras.


"Kamu baru saja menasihatiku untuk tidak terlalu serius, tapi sekarang kamu bahkan lebih serius dariku!"


Elena tersenyum saat Jansen menghampirinya.


"Aku tidak mempermasalahkan tentang kecelakaan mobil itu, tapi aku tidak tahan dengan orang yang tidak berbakti!" Jansen berkata, "Kamu tidak tahu betapa arogannya pemuda itu, usianya sudah dua puluhan tahun, tapi masih bergantung pada orang tuanya untuk hidup, kalau tidak dituntut ke pengadilan, apa gunanya!"


"Sudah jangan bahas ini lagi, biar aku lihat hasil Medical check up-mu!"


Sambil dia mengambil file di tangan Elena sembari membacanya, dia mengerutkan keningnya, "Tubuhmu sehat, tidak perlu makan banyak asam folat, tetapi tekanan darahmu terlalu tinggi, bahkan melewati batas!"


"Maksudnya?"


"Jadi begini, tubuhmu memiliki daya tahan yang sangat luar biasa sehingga memicu reaksi penolakan terhadap benda asing, inilah yang menyebabkan ketidakstabilan janin!"


"Hah, jadi apakah anak ini akan baik-baik saja?"

__ADS_1


Elena sangat khawatir.


"Jangan khawatir, tidak akan ada masalah, aku suamimu ini kan Dokter Genius!" Hibur Jansen.


Tentu gampang berkata demikian, namun tetap ada kekhawatiran dalam hatinya.


Jadi, hal yang memengaruhi janinnya, justru karena Elena berasal dari Sekte tersembunyi dan memiliki energi sejati.


Umumnya, satu minggu atau paling lambat satu bulan setelah terjadi pembuahan, ibu dan janin akan menjadi satu dan tubuh tidak akan menolak lagi.


Namun, tubuh Elena terlalu kuat dan terus menolak keberadaan janin, bagaikan benda asing yang menginvasi tubuhnya.


Setelah mendengar ucapan Jansen, Elena menjadi lebih tenang, dia mengajak Jansen untuk mempersiapkan beberapa barang kebutuhan bayi.


"Apa tidak terlalu dini untuk membelinya sekarang?" Jansen terkejut.


"Bodoh, baju anak-anak harus dicuci dan dijemur dulu, layaknya seperti baju lama. Sebaiknya kita beli dulu sekarang selagi ada waktu, kalau tunggu beberapa bulan lagi mungkin sudah tidak keburu!" kata Elena.


Jansen pun sependapat dengan Elena, tak lama lagi perut Elena makin membuncit dan pasti tidak nyaman untuk bergerak.


Mereka berdua pergi ke Mall dengan penuh harapan.


Beberapa hari kemudian, setelah Jansen selesai menangani masalah Aula Xinglin dan Grup Aliansi Senlena, dia langsung berangkat menuju Kota Yanba di Selatan.


Kota Yanba adalah salah satu kota tingkat pertama di wilayah Selatan Huaxia, yang juga sebagai ibu kota Provinsi Gressan.


Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Jansen pergi ke Kota Yanba, terakhir kali dia datang mewakili Restoran Herbal Dojan melawan koki terkenal Negara Matahari.


"Akhirnya kembali!"


Tapi karena Jansen berasal dari selatan, dia langsung bisa beradaptasi dengan cuaca panas dan lembap di selatan.


"Jansen, kata kakakku, rumah yang diberikan Keluarga Yiwon sudah ganti nama menjadi namamu, kamu tinggal menempatinya saja!"


Cindy ikut menemani Jansen.


Jansen juga tertarik membeli beberapa rumah dan gedung perkantoran di Selatan, tapi karena keluarga Miller memiliki banyak saudara, jadi lebih cocok tinggal di rumah yang halamannya luas, apalagi mereka tidak terbiasa tinggal di apartemen. Sebelumnya keluarga Yiwon memberikan rumah istana demi membalas kebaikan Jansen, kali ini Cindy memang datang untuk mengantarkan Jansen.


Kota Yanba adalah kota tingkat pertama, setiap jengkal tanah sangatlah berharga bagaikan emas, sehingga harga rumah di sini menjadi tertinggi kedua setelah Ibu kota. Bisa dirasakan ketulusan hati Keluarga Yiwon yang memberikan rumah istananya.


Tanpa memberi tahu Charlie dan Dragon Hall, mereka berdua langsung naik taksi dari airport.


Jansen sungkan dan tidak mau berutang budi kepada temannya.


"Nanti saat aku beli rumah, sekalian aku beli beberapa unit untukmu?" kata Jansen.


"Tidak perlu belikan aku rumah, keluargaku di sini juga punya banyak rumah, aku hanya mau membawamu pergi ke suatu tempat!" kata Cindy


"Baiklah!"

__ADS_1


Jansen juga tidak ambil pusing dalam hal ini, setidaknya keluarga Yiwon juga berkecukupan.


"Dulu kakekku membeli rumah istana itu, berkali-kali orang pemerintahan datang bermaksud membelinya untuk dijadikan sebagai warisan budaya kota, tapi kakekku selalu menolak, katanya, 'walaupun tidak ditempati, biarkan saja juga bisa membawa keberuntungan. Jadi hanya ada seorang penjaga di sana, yang tanpa disadari sudah menjaga lebih dari puluhan tahun lamanya!"


"Dari segi metafisika, kakekmu benar. Lokasi yang dipilih untuk membangun istana kerajaan pasti tempat yang sangat luar biasa!"


Mereka mengobrol sepanjang perjalanan. Setelah turun dari mobil, mereka menyusuri jalanan.


Cindy adalah seorang reporter, dia sambil berjalan sambil mengambil foto. Meskipun sudah beberapa kali datang ke Kota Yanba, tetap saja budaya di selatan berbeda dengan di utara.


"Bukankah kamu biasanya live streaming tentang petualangan? Kenapa sekarang kamu tertarik pada makanan dan budaya?"


"Aku punya akun live streaming khusus untuk memperkenalkan makanan dan budaya yang tersebar di Huaxia, ini sedang viral loh!"


Cindy tersenyum sambil mengambil HP-nya untuk lanjut live lagi.


Jansen sendiri tidak pernah nonton live streaming, bahkan dia sangat asing terhadap sosmed.


"Ini temanku, aku sedang menemaninya untuk melihat rumah!"


Jansen muncul di layar saat Cindy sedang live.


"Wah, pria itu pacarmu ya?"


"Jangan berpikiran aneh-aneh, kan sudah dibilang mereka hanya berteman saja, coba lihat cara berpakaiannya pakai baju kaus, sudah pasti bukan orang kaya!"


"Benar juga!"


Ruang streaming langsung dibanjiri banyak komentar.


Ketika membaca komentar itu, tiba-tiba Cindy tersipu malu. Dia juga mau menjadi pacar Jansen, tapi Jansen menolaknya!


"Dasar mata keranjang! Ini acara bahas tentang makanan, fokusnya jadi untuk melihat wanita cantik!"


"Tapi, teman Cindy lumayan ganteng juga, walaupun pakaiannya terlihat biasa, dia memberi kesan sangat rapi!"


"Iya, aku setuju!"


Beberapa fans wanita menyahut.


Cindy diam-diam melirik Jansen, tak terduga banyak juga yang menyukainya, kalau Jansen juga mulai live streaming, pasti fans nya juga banyak.


Kalaupun dia live, pasti yang berhubungan dengan kedokteran.


Jansen tidak menyadari keberadaan Cindy, dia sedang sibuk melihat HP-nya untuk mencari rumah yang cocok untuknya.


Dia mau mencari rumah dan kantor di daerah yang sama sehingga berdekatan, termasuk dengan Dragon Hall.


Komentar di kolom chat muncul lagi.

__ADS_1


"Eh, kakak laki-laki itu terlihat familier sekali, sepertinya aku pernah melihatnya di channel medis dan mirip dengan dokter terkenal!"


__ADS_2