Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 874. Orang Asing


__ADS_3

"Begini saja, aku akan memberimu ganti rugi. Putriku masih muda dan kurang paham aturan. Mohon ampuni dia sekali ini saja!" Paman Randy juga tahu bahwa Yoksa dan komplotannya bukanlah orang biasa.


"Kamu mau ganti rugi? Boleh saja!"


Yoksa berkata dengan datar, "Beri aku Tiga ratus ribu yuan, masalah ini aku anggap selesai!"


"Sialan, kenapa kamu tidak pergi merampok saja?"


Monica langsung berteriak.


"Dasar wanita ******, kamu telah menendangku. Kamu pikir aku tidak perlu biaya pengobatan? Kalau kamu terus ribut, satu Juta!" Yoksa berkata dengan marah.


"Jangan, jangan, jangan!"


Paman Randy merasa cemas, "Tiga ratus ribu terlalu banyak, aku tak punya uang sebanyak itu. Apakah boleh dikurangi sedikit?"


"Begini saja!"


Yoksa melihat sekilas mobil Volkswagen di luar dan berkata, "Kamu serahkan mobilmu ini lalu tambahkan uang 200 ribu, masalah ini aku anggap selesai!"


Raut wajah Paman Randy sontak berubah. Bisnis pabrik gula kini sangat lesu. Mobil itu adalah satu-satunya alat untuk mencari nafkah bagi keluarganya.


"Ayah, jangan hiraukan dia. Kalau dia memang hebat, bunuh saja kami! Dia tak akan mendapatkan uang sepeser pun!" Monica berteriak dengan kencang.


"Hehe, aku paling suka gadis cantik yang galak seperti dirimu!"


Yoksa menatap Monica sambil tersenyum, "Temani aku menginap satu malam, aku tidak minta mobil itu lagi, kalian hanya perlu membayar ku 100 ribu yuan. Bagaimana?"


"Kamu bermimpi saja sana!"


Paman Randy yang sebelumnya terlihat takut akhirnya mulai melawan.


"Kamu masih berani melawan!"


Yoksa tersenyum sinis lalu menampar Paman Randy. Hidung Paman Randy pun berdarah karena tamparan itu.


"Jangan pukul ayahku, aku akan penuhi permintaanmu, aku akan penuhi permintaanmu!"


Monica tidak ingin menyusahkan ayahnya. Dia terpaksa menuruti permintaan Yoksa sambil menangis keras.


"Baguslah kalau begitu, kalau sudah bosan bermain-main denganmu, aku akan melepaskanmu pulang!" Yoksa tersenyum puas sambil mengangguk kepada para anak buahnya.


Seorang preman langsung menghampiri Monica dan hendak membawanya pergi.


"Tidak ada yang boleh menyentuh putriku!"


Mata Paman Randy memerah. Ayah mana pun tidak akan tega melihat anak perempuannya dipermainkan langsung di depan matanya sendiri.


Paman Randy mengambil kursi di samping lalu


membantingkan kursi itu ke kepala preman tersebut.


Bang!


Preman itu terkena hantaman di kepala dan terduduk di lantai.


"Dasar tua bangka, kamu bahkan berani melawan. Hajar dia sampai mati!"


Yoksa pun marah besar dan langsung memerintahkan anak buahnya untuk menghajar Paman Randy.


Semua anak buahnya mengambil kursi dan benda lain di sekitar mereka lalu menghantamkannya ke tubuh Paman Randy yang hanya bisa melindungi diri dengan kedua tangan.


"Jangan pukul ayahku!"


Monica terus berusaha mendorong para preman itu, tetapi dia juga tidak berdaya karena tenaganya terlalu lemah. Monica sama sekali tidak bisa membantu apa-apa.


Saat ini, Jansen dan Elena masih menunggu di luar pintu utama. Ketika mereka berdua mendengar suara keributan di dalam, mereka berdua pun merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi di dalam. Mereka berdua langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam.

__ADS_1


Elena sangat marah saat melihat pamannya telah dipukul hingga babak belur dan langsung membantu dengan menendang para preman itu.


Seorang pria bertubuh kekar setinggi seratus delapan puluh sentimeter terhempas ke dinding seperti ditabrak oleh mobil sedan.


"Kamu ini siapa? Berani-beraninya kamu ikut campur urusan kak Yoksa!"


Semua preman itu menatap Jansen dan Elena, bersiap untuk menyerang mereka berdua.


Bang!


Elena yang naik pitam mengeluarkan tendangan dengan kakinya yang putih dan ramping. Suara retakan pun terdengar. Kursi besi yang dipegang oleh para preman itu langsung patah terbelah.


Para preman itu sontak merasa sangat terkejut.


Yoksa juga tercengang melihatnya. Tiba-tiba, sebuah bayangan muncul di depannya. Orang itu adalah Jansen.


Plak!


Jansen menampar Yoksa hingga tulang hidung Yoksa patah. Yoksa pun jatuh terpelanting di atas lantai.


"Siapa kamu? Berani-beraninya kamu memukulku!"


Yoksa tercengang dan marah.


"Aku orang tua kamu!"


Jansen berjalan perlahan menghampirinya.


"Aku ini Yoksa, penguasa di Kota Sion. Semua orang tunduk padaku, tetapi kamu malah berani memukulku. Kamu sepertinya tidak akan bisa keluar dari Kota Sion lagi!"


"Biar aku beritahu kamu, aku ini orangnya Grup Sion Logistik!"


"Kamu akan menanggung akibatnya kalau kamu berani menyentuhku!"


Yoksa berdiri lalu menunjuk sambil memarahi Jansen.


Jansen masih terus berjalan.


"Dasar bodoh! Grup Sion Logistik adalah grup perusahaan nomor satu di Kota Sion yang menjadi pembayar pajak terbesar selama lima tahun berturut-turut. Kamu tidak akan bisa menandingi mereka dalam hal uang, sumber daya manusia, dan segalanya!"


Yoksa tersenyum sinis sambil menatap Elena. "Wah! Wanita ini malah jauh lebih cantik. Kalau dia bersedia menemaniku, aku bisa saja bermurah hati dan mengampunimu!"


Plak!


Jansen berdiri di hadapan Yoksa dan langsung menamparnya sekali lagi.


Bang!


Yoksa jatuh terpelanting ke belakang menghantam tembok.


Orang-orang di sekitarnya sontak merasa ketakutan.


Grup Sion Logistik adalah penguasa Kota Sion. Mereka punya jaringan yang luas dan menguasai segala bidang usaha. Akan tetapi, pemuda ini yang seharusnya tahu betapa menakutkannya Grup Sion Logistik malah berani memukul orangnya mereka.


Pada saat ini, Yoksa dipapah oleh beberapa orang anak buahnya lalu berkata dengan marah, "Kamu berani memukulku!"


"Kamu sendiri berani mengganggu istriku, kamu benar-benar cari mati!"


Jansen kembali berjalan menghampirinya dengan wajah sinis.


"Habisi dia!"


Yoksa langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyerang.


Namun, Jansen bukanlah tandingan bagi mereka semua. Jansen terus menampar satu per satu anak buah Yoksa yang datang menyerang dirinya. Mereka semua langsung jatuh terpelanting ke segala arah seperti ditabrak oleh mobil berkecepatan tinggi.


Setelah itu, Jansen kembali menghampiri Yoksa dan menamparnya sekuat tenaga.

__ADS_1


Plak!


"Apa ada orang lain lagi? Cepat panggil mereka semua keluar!"


Yoksa dipukul hingga babak-belur dan mundur ketakutan.


"Tunjukkan padaku seberapa hebat Grup Sion Logistik itu!"


Plak!


"Bukankah tempat ini adalah wilayah kekuasaanmu? Aku ingin lihat seberapa hebat dirimu ini!"


Setelah ditampar beberapa kali, wajah Yoksa pun bengkak.


Paman Randy dan Monica juga merasa terkejut melihat keberanian Jansen.


Terutama Monica yang melihat Jansen seperti melihat seorang artis pujaan hati. Jansen benar-benar seorang pria sejati.


Namun, Monica merasa heran melihat tamparan Jansen yang sebenarnya tidak begitu keras, tetapi dapat membuat pria seberat Yoksa terpelanting dan terhempas jauh.


"Tenaganya benar-benar dahsyat!"


Elena malah merasa Jansen makin lama makin beringas.


Akan tetapi, Elena juga bisa memahami bahwa terkadang untuk melawan para bajingan seperti mereka ini memang harus menggunakan kekerasan.


"Kamu bakal mati kali ini, aku sudah memanggil orangku datang!"


Pada saat ini, Yoksa mengambil ponsel dan berteriak, seolah-olah baru saja menelepon seseorang.


"Biar kuberitahu, aku adalah anak buah Bos Mikel, Presiden Direktur Grup Sion Logistik. Tidak ada seorang pun yang berani melawan Bos Mikel. Walaupun kamu adalah orang hebat, kamu juga pasti akan mati!"


"Dengar ucapanku, cepat serahkan pacarmu dan gadis itu kepadaku. Aku akan mengampuni nyawamu!"


"Kamu tidak tahu betapa kejamnya Bos Mikel. Pergi tanyakan ke orang-orang, kamu sendiri bakal tahu!"


Wajah Yoksa terlihat sangat bengis.


Paman Randy merasa ketakutan. Paman Randy tentu pernah mendengar nama Bos Mikel, penguasa Kota Sion yang merupakan bos mafia sebenarnya. Bos Mikel punya ribuan orang anak buah yang mengendalikan semua tempat hiburan di Kota Sion. Mereka memanggilnya dengan panggilan Bos Besar.


Gawat, kali ini benar-benar gawat!'


Wajah Monica juga berubah pucat. Monica sendiri adalah seorang gadis nakal yang akrab dengan dunia hitam. Dia tentu tahu siapa sebenarnya Bos Mikel itu.


"Kamu takut? Masalah ini belum selesai. Kita lihat nanti bagaimana Bos Mikel menghabisimu!"


Melihat semua orang terdiam, Yoksa pun berteriak dengan keras.


"Aku mengira kamu akan memanggil seseorang yang benar-benar hebat. Ternyata, kamu memanggil Mikel si idiot itu. Kalau dia datang kemari, dia pasti akan menghabisimu terlebih dahulu!"


Jansen tertegun sejenak dan berkata sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa?"


Mata Yoksa terbelalak. 'Orang ini masih berani sok hebat seperti ini di saat kematiannya sudah dekat!'


"Kalau Bos Mikel datang, aku sekalian juga memberinya pelajaran!"


Jansen lanjut berkata.


Yoksa pun terkejut. 'Orang ini bukan hanya gila. Dia benar-benar gila tak tertolong lagi!'


Yoksa menghela napas sambil menggelengkan kepalanya. "Kamu pasti orang luar daerah, sehingga kamu tidak tahu siapa sebenarnya Bos Mikel. Nanti, saat dia datang kemari, kamu pasti akan menyesal!"


Ucapan Yoksa seolah mewakili pemikiran semua orang.


Semua orang memang menduga bahwa Jansen adalah orang luar daerah, sehingga Jansen tidak tahu betapa kejamnya Bos Mikel. Kalau tidak, Jansen tidak akan mungkin berkata dengan sangat arogan seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2