Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 28. Mendadak Kaya


__ADS_3

" Ini hanya 50 ribu yuan saja . Aku , Tuan Muda Xavier , masih bisa melakukannya . "


Xavier jelas sekali bahwa ia dipermainkan oleh Jansen. Apa pun yang dilihat oleh Jansen, ia akan merampasnya .


" Kakak Jansen , Orang ini seperti lalat . Apa yang kakak mau , dia rampas . "


Tuan Muda Nico benar - benar kesal .


" Tidak apa - apa . Keluarga pemuda ini sedang kekurangan batu ****** . Suruh dia beli saja . Lagi pula kamu juga tidak rugi apa - apa . Selain itu , orang seperti ini hanya menjatuhkan statusnya . "


Jansen berjalan santai . Ia melihat batu dan batu giok pilihan pedagang yang berbeda sekali dengan yang lain . Terlepas dari warna dan garis - garisnya , tampilannya kurang keluar dengan baik . Yang penting adalah Jansen tidak mengejar warna hijau .


Xavier menentang Jansen. Alhasil , ia selalu kalah dan ia rugi 300 ribu yuan lagi . Perlahan - lahan ia merasa bersalah . Jika Jansen berusaha keras memikirkan batu itu , Xavier langsung menyambarnya. Bahkan jika tidak ada warna hijaunya sekalipun , ia akan menganggar kalau itu berharga .


Namun , orang - orang mengolok Xavier .


Bahkan Lisa juga merasa ada yang tidak beres .


" Tuan Muda Xavier , kenapa kamu repot - repot mengurusinya ? Sudah banyak uang yang terbuang sia - sia . Daripada kamu buang , mending kamu belikan aku beberapa baju . "


" Diam , pelacur ! "


Xavier sangat marah sampai ia menampar Lisa . Jika bukan karena untuk Lisa , ia tidak akan sesial ini . Lisa menggosok pipinya dengan sedih . Saat ia bersama Jansen dulu , meskipun Jansen miskin , tapi ia memperlakukannya dengan begitu baik . Meskipun Tuan Muda Xavier bisa memuaskan kesombongannya , tapi ia memperlakukannya seperti babi atau anjing .


Jansen membawa Tuan Muda Nico dan lainnya untuk terus bergerak . Tiba - tiba akhirnya Jansen merasakan kepadatan hijau yang begitu pekat meresap hingga ke dalam . Kepadatan itu terlihat seratus kali lebih kuat dibandingkan sebelumnya .


Terlihat sepotong batu seukuran bola basket di sudut kios itu , tapi batu itu memiliki gumpalan yang warna dan teksturnya biasa saja .


" Bos , berapa harga batu ini ?"


" 2 ribu yuan sekilo . Batu ini kira - kira beratnya 25 kg . Kamu bisa ambil ini seharga 50. Ribu yuan . "


Pemilik kios itu menjawab dengan malas karena ia sendiri tidak yakin dengan batu itu .


" Haha , kamu buta , ya ? Mau beli batu sampah seperti itu ? "


Xavier menggandeng Lisa menghampiri Jansen. Pria ini sepertinya tidak akan berhenti mengganggu Jansen .


" Kenapa ? Kamu tertarik ? Nih . "


Jansen mencibir .

__ADS_1


" Aku tidak mau "


Kali ini Xavier tidak mau membelinya . Ia mencibir dan berkata ,


" Aku ingin lihat batu seperti apa yang kamu dapatkan dengan harga 50. Ribu yuan? "


Lisa yang baru saja dipukuli tadi langsung melampiaskan kebenciannya pada Jansen. Ia berkata dengan jijik ,


" Dari mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu ? Menggesek kartu bank? Jual rumah keluarga ? Kurasa kamu tak mampu membelinya . "


" Kalau miskin , miskin saja . Aku tak pernah kenal dengan orang yang tak tahu diri . Kamu hanya akan buang - buang uang 50. Ribu yuan , "ucap Xavier .


Jansen malas memedulikan mereka berdua , tapi sekarang ia juga sangat kesal meladeni mereka .


" Aku memang tidak sekaya Tuan Muda Xavier dan tidak sehebat Tuan Muda Xavier yang bisa membeli batu ****** hampir dua juta yuan . Hehe , bijak sekali , bijak sekali . "


" Kamu ! "


Sebelumnya Xavier kecewa tentang ini , tapi Jansen melakukannya lagi . Ia sangat marah .


Melihat Xavier kalah , Lisa ingin mengatakan sesuatu , tapi Jansen berteriak dingin padanya ,


" Pergilah ! "


" Bos , potong . Kalian harus segera memotongnya untukku ! " Ucap Jansen pada pemilik kios .


Pemilik kios itu melihat Tuan Muda Nico juga berada di sana . Ia mengangguk karena ada Tuan Muda Nico di sana . Ia tahu Jansen tidak akan berutang untuk membayar pekerjaannya . Tentu saja , presentase keberhasilan batu hijau kali ini ia masih merasa kalau itu tidak bagus .


Karena batu ini dari kota terpencil di Yunnan , banyak para pedagang yang sudah melihatnya akan mengatakan kalau itu adalah batu biasa . Ditambah lagi , pemilik kios sudah berpengalaman dalam melihat batu . Jadi , batu ini pasti batu biasa .


" Batu ini sudah ada di sini beberapa tahun . Ini benar - benar barang bagus . Makanya aku membelinya dulu . Aku menghabiskan uang seratus juta untuk beli batu ini . Rugi sekali ! "


Seseorang yang ada di samping pemilik toko itu menghela napas . Tuan Muda Nico sedikit mengernyitkan keningnya . Meskipun ia tidak paham tentang batu giok , tapi ini adalah bisnis industri keluarganya .


Sebelumnya ia biasa datang ke sini . Ia tahu kalau yang biasa begini bisa penuh dengan batu hijau yang berwarna cantik , karakteristik garisnya juga unggul . Tentu saja , kadang ada beberapa cacat yang tidak disengaja , tapi itu jarang sekali terjadi .


Tuan Muda Nico tahu kalau Jansen adalah dokter ajaib , tapi spesialisasinya operasi , bukan pedagang batu giok . Sebelumnya Tuan Muda Nico juga membiarkan master untuk memilih , tapi Jansen menolak . Sekarang tidak - apa - apa . Setelah kalah , seharusnya bisa mendapatkan sedikit keuntungan .


" Ah , warna hijaunya keluar ! "


Melihat gergaji yang menggesek begitu cepat , pemilik toko itu tiba - tiba terkejut .

__ADS_1


Seluruh tubuh Tuan Muda Nico gemetar . Sebelumnya ia memikirkan beberapa hal , tapi seketika menghilang . Ia menatap batu yang ada di tangan pemilik kios .


Batu itu dipotong secara bertahap dan memperlihatkan giok kristal yang begitu cemerlang . Tidak peduli warna atau kilauannya yang bergitu indah , terutama bagian warna hijau itu . Jika diperhatikan lebih detail , ada sedikit warna kuning dan biru , tapi setelah ditatap dengan lebih jeli , itu adalah hijau zamrud . Ajaib sekali !


" Tuan Muda Nico , ini hijau zamrud ! "


Pemilik toko itu orang yang sudah berpengalaman . Saat memegang batu itu dengan satu tangannya , lengannya bergetar .


Tuan Muda Nico menarik napas dingin . Kakak Jansen ini sudah lama berada di pasar ini dan belum melihat batu apa pun . Hasilnya , ia membuat taruhan langka dan ia benar - benar mendapatkan batu hijau zamrud dan itu sangat besar . Harganya tidak ternilai .


" Hijau zamrud ! "


Banyak orang berkumpul dan bernapas tersengal - sengal .


Zamrud juga dikenal sebagai raja batu giok . Di industri perhiasa internasional , batu warna ini memiliki efek untuk mengusir roh jahat dan dapat melindungi sang pemilik .


"Hijau Zamrud"


Jansen juga terkejut . Yang ia butuhkan berbeda dengan yang ada di pasaran , tapi ia tidak mengharapkan untuk memilih zamrud . Ia sebenarnya tidak terlalu mengenal ini , tapi ia pernah mendengarnya .


" Sialan ! "


Kemudian Xavier hampir menampar dirinya sendiri sampai tiga kali tamparan . Sebelumnya ia telah berduel dengan Jansen. Tiap apa yang dilihat oleh Jansen , ia akan langsung membeli batu itu , tapi satu - satunya yang tidak ia beli adalah zamrud ini .


Jansen sangat beruntung !


Tuan Muda Nico tersenyum lebar dan berkata pada Jansen ,


" Kakak Jansen , kamu sangat beruntung . Zamrud itu begitu besar . Harganya juga tidak murah . Bagaimana kalau zamrud ini kamu jual kepadaku ? "


" Boleh , tapi aku ingin meminta tolong pada Tuan Muda Nico untuk membuatkan selusin liontin batu giok . Tidak perlu terlalu besar . Liontin batu giok biasa juga sudah cukup . Nanti aku akan mengambil beberapa pecahan batu . "


Jansen pun mengangguk .


" Zamrud itu begitu besar . Kamu bisa membuat banyak hal , tapi kamu hanya meminta dibuatkan selusin liontin batu giok ? Aku bisa memberikannya padamu . Begini saja , potongan batu ini akan kubayar 30 juta yuan padamu . Apakah itu pantas ? "


" 30 juta yuan? "


Jantung Jansen tiba - tiba meledak . Ia tidak menyangka kalau zamrud ini begitu berharga .


Awalnya ia tidak punya uang , tapi dalam sekejap mata ia sudah memiliki uang tiga puluh juta yuan dalam dirinya . Bahkan jika Jansen tidak begitu memedulikan uang itu , tapi perasaan kaya mendadak ini masih membuatnya serasa sedang bermimpi .

__ADS_1


" Duh , Tuan Muda Nico sudah bergerak . "


Banyak para pedagang yang sudah berkumpul di sekitar sana , tapi melihat Tuan Muda Nico sudah mengatakan harga tadi , mereka hanya bisa menyesal diam - diam . Jika tidak , mereka akan membeli batu giok zamrud itu dengan harga mahal .


__ADS_2