
"Penatua Frank, mereka semua hebat. Bekerja sama denganmu seharusnya bisa mendapatkan hasil dua kali lipat dengan setengah usaha!" ujar Petugas Jeki menenangkan ketika melihat Jansen dan yang lainnya tidak senang.
Sebenarnya, Ice Blade tidak bisa merasakan kekuatan Penatua Frank, tapi bagaimana mungkin Jansen tidak bisa merasakannya? Kekuatannya hanya biasa saja.
Kekuatan ini mungkin menakutkan bagi orang yang biasa, tetapi baginya, masih tidak cukup.
"Petugas Jeki, kamu masih belum mengerti dengan situasinya?!"
Penatua Frank menghela napas dan berbicara bagaikan orang yang telah mengerti.
"Ketika aku datang, aku mendengar suara tembakan. Aku menduga bahwa mereka dilengkapi dengan senjata api besar. Memangnya senjata ini dapat dilawan oleh kandidat Raja Prajurit? Tidak peduli seberapa hebat dan ahli dalam menembak, mereka akan hancur berkeping-keping jika
ditembak!"
"Dan aku sudah memeriksanya dengan jelas. Mereka adalah Prajurit bayaran terkenal dari luar negeri. Mereka kejam dan memiliki kemampuan tempur yang hebat. Mereka bukanlah lawan yang bisa dihadapi oleh anak muda!"
"Aku menghentikan mereka demi kebaikan mereka. Memang hal yang baik bagi anak muda jika untuk ingin membela negara, tetapi mereka juga harus sadar dengan kemampuan mereka!"
Penatua Frank berkata dengan pelan, "Lagian di sini sudah cukup dengan adanya aku seorang diri!"
Melihat penatua Frank yang tidak menghargainya membuat Petugas Jeki menjadi makin tidak senang. Namun, karena usia penatua Frank yang senior, dia hanya bisa berkata, "Penatua Frank, ini masalah yang sangat genting. Bekerja sama akan lebih cepat!"
"Petugas Jeki, apakah kamu meremehkanku? Aku yang melatih begitu banyak pasukan khusus di Pulau Hongkong. Apa kamu takut aku tidak bisa menyelesaikan misi ini?"
"Apakah anak-anak kecil ini pantas bekerja sama denganku?"
Petugas Jeki mengerutkan keningnya dan berkata, "Penatua Frank, apa yang kamu katakan?!"
Camden yang berada di sebelahnya menyela, "Petugas Jeki, Penatua Frank sendiri sudah cukup. Bantuan orang lain hanya akan menyusahkannya!"
"Ketua Camden!"
Petugas Jeki berseru dengan dingin, "Ini adalah perintah dari atasan. Kamu dan aku tidak mempunyai hak untuk melakukan apa pun yang diinginkan. Kamu harus mematuhi perintah!"
Camden tiba-tiba menggertakkan giginya. Petugas Jeki adalah atasannya. Dia tidak bisa berdebat dengan Petugas Jeki.
"Petugas Jeki, boleh saja kalau kamu benar-benar ingin mereka membantu, tapi aku ingatkan bahwa sama saja kamu membunuh mereka!"
Penatua Frank mendengus dingin. Dia melihat Ice Blade dan berkata, "Anak muda, saat aku melatih pasukan khusus, kalian masih kecil. Sekarang aku sedang memikirkan kebaikan kalian!"
"Sebagai seorang militer, misi adalah hal nomor satu, sedangkan nyawa yang kesekian. Kita sebagai Prajurit Huaxia tidak takut mati!"
Ice Blade menjawab dengan dingin.
Penatua Frank tampak tidak senang dan berkata dengan dingin, "Begini sikapmu terhadap seniormu? Aku mau tahu apakah kamu ingin gugur?!"
Dia adalah seorang Kepala Instruktur Pasukan Khusus Pulau Hongkong, dan dia merupakan seseorang yang kuat!
Menangkap peluru dengan tangan, memanjat atap dan berjalan di sepanjang dinding tidak akan menjadi masalah!
Anak-anak kecil ini berani sekali bersikap tidak sopan padanya.
"Masih tidak tahu siapa yang akan gugur!"
Jansen mendengus dingin, dia sungguh tidak bisa menahan emosinya pada pria tua ini.
__ADS_1
Sedari tadi dia hanya merendahkan orang lain. Sama sekali tidak melakukan hal yang bermanfaat. Kalau menunda lebih lama lagi, kemungkinan transaksi akan berhasil dan akan
kabur dengan diam-diam.
"Begini saja, kita lakukan sendiri saja!"
ujar Macan Hitam sambil menatap Petugas Jeki. Dia juga tahu bahwa waktu sangat terbatas.
Petugas Jeki mengangguk dan berkata, "Hati-hati, serangan di dalam sangat kuat. Sayangnya, Tim Naga Terbang butuh waktu sepuluh menit untuk tiba, Kalau tidak maka mereka akan membantu kalian!"
"Mereka?"
Penatua Frank kembali menimpali lagi dengan wajah penuh penghinaan, "Mungkin saja setelah masuk, dia akan langsung melarikan diri dalam satu menit. Kalau terlambat maka dia akan dibunuh!"
Dia berkata lagi dengan pelan, "Mau mengambil sebuah kotak, kan? Apa kamu ada fotonya?"
"Tidak ada, sementara ini masih tidak tahu di kotak mana H12 itu berada!"
"Huft, kalian tidak bisa diandalkan!"
Penatua Frank menggelengkan kepalanya dengan kecewa. "Ya sudah. Barang itu berhubungan dengan keselamatan banyak orang. Aku pribadi yang akan turun tangan. Setelah aku mengetahui kondisinya, aku akan merebut H12!"
Petugas Jeki sangat gembira. "Kalau begitu tolong penatua Frank segera bergerak. Makin lama maka akan makin berbahaya!"
"Jangan buru-buru, biarkan aku minum secangkir teh dulu!"
Penatua Frank melambaikan tangan ke Camden, "Pergi ke mobil dan ambil botol termosku. Aku membuat teh gojiberi di dalamnya!"
"Penatua Frank, situasinya sangat genting!"
"Petugas Jeki, kamu juga sudah berusia 40 tahun, dan kenapa sikap kamu masih gegabah seperti kamu masih muda!"
Tegur Penatua Frank dengan tidak senang. Setelah Camden membawa botol termosnya, dia menyesap tehnya dengan perlahan. Dia menyerahkan botol termos kepada Camden
tanpa menutupi tutupnya dan berkata, "Camden, aku, Penatua Frank, hari ini akan membunuh para Gangster itu. Tunggu aku sebentar!"
Setelah itu, dia berjalan dengan sombong menuju tempat parkir bawah tanah.
"Penatua Frank, hati-hati!"
Melihat penatua Frank yang pergi begitu saja membuat Petugas Jeki sedikit khawatir.
Dor!
Tetapi pada saat yang sama, ada suara tembakan yang terdengar di parkiran bawah tanah, dan sepertinya tembakan itu telah mengenai penatua Frank!
"Penatua Frank!"
Petugas Jeki dan yang lainnya langsung berseru.
"Hanya sebuah peluru saja tidak bisa melukai aku!"
Langkah Penatua Frank terhenti, telapak tangannya terbuka, dan beberapa peluru jatuh dari tangannya!
"Hebat sekali, peluru saja bisa ditangkap oleh kamu!"
__ADS_1
"Pantas saja menjadi Kepala instruktur!"
Orang-orang di sekitar berdecak kagum.
Camden menunjukkan ekspresi memuja dan menatap Jansen serta yang lainnya dengan sinis. Dia seakan sedang berkata, Apakah mereka sudah melihatnya? dia adalah orang terhebat di Pulau Hongkong, kepala instruktur kami!
Jansen dan Ice Blade saling pandang dan menggelengkan kepala.
"Apakah kalian terkejut?"
Camden mengira bahwa Jansen dan yang lainnya terkejut, dia berkata dengan santai, "Leluhur Penatua Frank adalah seorang petarung terbaik di Dinasti Qing. Dia mengalahkan Hercules asing, setelah itu datang ke Pulau Hongkong saat zaman perang kemerdekaan. Penatua Frank telah berlatih seni bela diri sejak dia masih kecil. Dia adalah juara satu di Pulau Hongkong saat berusia 15 tahun. Dia bertarung di seluruh
Asia Tenggara pada usia 20 tahun. Ketika berusia 30 tahun, dia sudah tak terkalahkan. Energi Qi nya sangat kuat. Tidak bisa dibandingkan dengan kalian!"
Sebenarnya dia mengagumi penatua Frank karena dia tahu penatua Frank memiliki energi Qi yang kuat!
Pasukan khusus ini ahli bermain senjata, gerakannya gesit, tetapi bisakah mereka dibandingkan dengan orang yang memiliki energi Qi?
Duar!
Pada saat yang sama, Penatua Frank memasuki parkiran bawah tanah, tembakan keras juga terdengar dari dalam.
Jansen tersenyum dan berkata, "Sudah masuk begitu lama, sepertinya Penatua Frank kamu tidak bisa keluar lagi!"
"Omong kosong!"
Camden mendengus dingin dan berkata dengan sinis, "Aku rasa penatua Frank sudah berhasil mendapatkan H12!"
Saat dia mengatakan kalimat tersebut, wajahnya terlihat berbinar. Dia melihat sesosok bayangan yang berlari keluar dari parkiran bawah tanah. Setelah dilihat lebih saksama, orang itu adalah penatua Frank.
"Lihat, sudah kubilang penatua Frank akan ber... ber....!"
Camden hendak berbicara lagi, tapi kata-katanya berhenti seketika.
Terlihat penatua Frank yang berlumuran darah dan sangat menyedihkan. Lengannya patah, dan dia berlari seperti seekor anjing hilang.
Semua orang tercengang. Setelah penatua Frank berlari lebih dekat, mereka menyadari bahwa penatua Frank tidak ada mengambil apa pun dan hanya keluar seorang diri!
Artinya H12 masih belum berhasil didapatkan.
Keadaan penatua Frank menunjukkan bahwa dia telah dipukuli, bahkan lengannya telah patah.
Semua orang terdiam, pikiran mereka melayang pada ingatan penatua Frank yang hebat dan membayangkan kembali ingatan tangan penatua Frank yang patah!
Perbedaannya terlalu jauh!
Terutama Camden, dia merasa seolah-olah tengah ditampar dengan keras.
"Penatua Frank, apa yang terjadi?!"
Petugas Jeki segera bertanya dan dia menyuruh seseorang untuk segera mengobati penatua Frank.
"Tidak bisa melawan mereka, ada senjata seperti bazoka dan yang lainnya. Yang terpenting, ada orang hebat dari Norwegia kemampuan mereka sangat kuat!"
Penatua Frank mengganti kepercayaan dirinya yang sebelumnya dengan wajahnya yang terlihat mendung.
__ADS_1