
" Begini saja , aku akan menyimpan buku ini , setelah aku selesai membacanya aku akan mengembalikan buku ini pada Dokter Yanuar ! "
Jansen tidak ingin mempermalukan Yanuar , jika dia menolaknya , Yanuar pasti akan merasa Jansen begitu sombong dan suka merendahkan orang lain.
" Baiklah! " Yanuar tersenyum karena merasa senang.
Seorang dokter punya kesulitannya tersendiri, setelah menyelamatkan begitu banyak orang dan juga dipuja - puja , tetapi begitu terjadi sesuatu , seluruh keberhasilan yang sudah dia capai akan runtuh seketika .
kalau saja tadi bukan karena bantuan Jansen, Yanuar pasti melakukan kesalahan , kemungkian besar besok dia langsung masuk berita dan namanya menjadi buruk.
Semua orang segera kembali ke lantai sembilan , lalu mereka melihat sudah ada sekumpulan orang di sana . Orang - orang itu semuanya terlihat sangat berwibawa , sepertinya mereka adalah spesialis terkenal dari provinsi .
" Semuanya pada pergi ke mana ? " Seorang laki - laki paruh baya dengan kepala yang botak melihat ke arah kerumunan dan tertawa , laki - laki itu adalah dekan Universitas Asmenia, Ronald Lane . Di sebelahnya , Jansen melihat seseorang yang familier , Ervan Nash.
" Dekan Ronald, kami hanya pergi jalan - jalan di bawah ! " jawab Yanuar.
" Hehe , tamu dari luar negeri itu akan segera tiba , sekarang kita segera tentukan ketua untuk tim pengobatannya . Jangan sampai nanti kita salah sebut dan malah jadi lelucon di hadapan orang luar negeri ! "
Ronald sebenarnya merasa sangat bersemangat , pertemuan kali ini diselenggarakan di Universitas Asmenia , sedikit banyak pasti bisa mengangkat nama Universitas Asmenia !
" Dokter Yanuar, bagaimana dengan diskusi kalian ? Kalau tidak ada yang keberatan , kamu saja yang jadi ketuanya , lalu Profesor Albert jadi wakilnya ! " kata Ronald
" Dekan Ronald , aku memutuskan untuk memberikan jabatan ketua tim kepada Dokter Jansen. Bagaimanapun juga , ilmu pengobatan tradisionalku tidak sehebat dirinya ! "Kata Yanuar.
" Dia ? "
Dekan Ronald tidak mengenal Jansen dan tidak pernah bertemu , para profesor dari provinsi juga belum pernah melihat Jansen , karena itu mereka semua langsung mengernyitkan alis mereka.
" Masalah sebesar ini , bagaimana bisa membiarkan seorang bocah ingusan untuk menjadi ketuanya . Mana bisa seperti itu ! "
Ronald takut Jansen malah akan menghancurkan kesempatan besarnya .
" Dia tidak boleh menjadi ketuanya ! "
Pada saat itu , Ervan juga angkat suara dengan suaranya yang serius .
__ADS_1
" Siapa kamu , memangnya kamu pantas menilai bahwa dia pantas atau tidak menjadi ketua ? "
Yanuar menatap wajah Ervan dengan sedikit rasa tidak senang. Dia bukan dokter melainkan hanya pembisnis. Acara ini adalah acara pertemuan Asosiasi Kedokteran se Provinsi , orang yang menghadiri pertemuan ini kalau bukan dokter paling tidak adalah profesor .
Seorang pebisnis yang punya kepentingan lain seperti dia ini malah datang ke sini untuk mencari masalah , benar - benar pengacau !
" Aku adalah sponsor dari acara kali ini ! " Ervan berkata , " Tidak hanya biaya untuk mendatangkan tamu dari luar negeri , tapi baju dan tempat menginap kalian semua juga disponsori oleh Grup Caster , karena itu aku juga punya suara untuk menentukan ketua timnya ! " Mendengar perkataan Ervan itu , ekspresi Yanuar menjadi serius .
Jansen diam - diam menggelengkan kepalanya . Tidak heran waktu itu Ervan mengaku - ngaku sebagai dermawan , ternyata semua sumbangan yang dia berikan menuntut timbal balik . Jansen menahan dirinya demi kebaikan Elena.
" Begini saja , bagaimana kalau kita adakan voting! "
Ronald melihat waktunya tidak banyak sehingga dia memberikan ide ini , seluruh orang yang hadir pun menganggukkan kepalanya menyetujui ide Ronald.
Selanjutnya , semua orang mulai melakukan voting . Jansen sendiri memiliki kepercayaan diri atas ilmu kedokterannya , tentu saja dia memberikan suara untuk dirinya sendiri . Setelah voting berakhir , penghitungan suaranya pun dimulai .
Pada saat itu , sebuah suara tawa terdengar di udara . Ervan berjalan mendekat dan berkata dengan nada kecil , " Jansen , kamu ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari keuntungan sendiri ? Aku beritahu kamu , jangan mimpi ! "
Menurut Ervan, Jansen datang ke tempat itu demi mengejar keuntungan pribadi . Tetapi Ervan lah yang merupakan sponsor untuk acara pertemuan ini , di sini dia memiliki hak untuk bersuara , kalau dia tidak menginginkan Jansen menjadi ketua maka Jansen tidak akan menjadi ketua !
" Kamu terlalu banyak berpikir , aku datang ke sini bukan untuk keuntunganku sendiri ! " Jansen tertawa sinis.
Tentu saja Ervan tidak memercayai perkataan Jansen. Jadi dokter bukan untuk keuntungan sendiri ? Lantas kenapa memilih jadi dokter ?
Ervan pun berkata dengan nada tidak senang , " Aku beritahu kamu , aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Elena . Kamu tunggu saja , cepat atau lambat Elena akan menyadari siapa yang lebih pantas untuknya . Kamu cuma seorang dokter kecil , tidak ada apa - apanya ! "
Setelah selesai berbicara , Ervan membalikkan badannya , tatapannya dipenuhi oleh kesombongan.
" Seorang pebisnis bisa ikut pertemuan, ini sama saja dengan mencemooh ilmu kedokteran ! " Profesor Oscar menatap Ervan dengan tidak senang .
" Dia adalah orang dari Keluarga Caster, keluarga mereka adalah konglomerat di Kota Asmenia, karena itu nada bicaranya terdengar sombong . Menurutku , Dekan Ronald akan mendukung Ervan , kalaupun Jansen ingin menjadi ketua sepertinya akan sangat sulit ! " kata dokter Edi sambil menghela napasnya.
" Keluarga kaya memang tidak tahu malu , di depan orang menunjukkan diri mereka sebagai orang yang dermawan , tapi mereka sebenarnya melakukan sesuatu demi mendapat untung sendiri . Sepertinya mereka mengincar latar belakang tamu dari luar negeri itu , mereka ingin bekerja sama dengannya dan mengembangkan bisnis keluarga mereka ke luar negeri ! " kata Yanuar dengan sangat tidak senang.
Hasil pemungutan suaranya dengan cepat diumumkan .
__ADS_1
Orang yang memperoleh suara tertinggi adalah Profesor Oscar sehingga dia diangkat menjadi ketua . Wakil ketuanya adalah Yanuar. Reagen dan yang lainnya bersimpati dengan Jansen, mereka merasa tidak senang . Tetapi Jansen sendiri malah tidak peduli , dia datang bukan demi keuntungan pribadi , dia sendiri sebenarnya memang tidak menyukai uang dan ketenaran . Baginya semua itu hanyalah sebuah belenggu yang akan membatasi dirinya.
" Bagaimanapun juga , Dokter Yanuar diangkat menjadi wakil ketua dan memiliki hak untuk bersuara , itu sudah cukup! " kata Jansen sambil menghibur yang lain .
Setelah beberapa saat , tiba - tiba Ronald menerima telepon . Ronald berkata dengan nada gembira , " Baik , tunggu sebentar ! "
Ronald mengantar orang - orang untuk menyambut tamu . Setelah sampai di lantai satu , terlihat sejumlah pengawal di sana untuk membuka jalan . Mereka tidak membiarkan mahasiswa mendekati jalan utama .
Tidak lama , banyak mobil mewah yang datang dan mobil yang berada di paling depan adalah mobil Rolls Royce .
" Terlihat sangat mewah ! "
Melihat mobil mewah yang datang satu per satu , para penonton pun tercengang . Mobil Rolls Royce berhenti di depan kerumunan , seorang laki - laki tua yang mengenakan setelan jas rapih berjalan turun dari mobil . Laki - laki itu perlahan - lahan membuka pintu belakang mobilnya dan mendorong sebuah kursi roda , seorang pemuda berusia dua puluh tahunan duduk di atas kursi roda itu . Pemuda itu memiliki rambut pirang , hidungnya sangat mancung , matanya sedikit memicing , wujudnya terlihat seperti orang barat pada umumnya.
Laki - laki tua itu mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa Inggris kepada si pemuda itu , lalu dengan bahasa Huaxia yang terpatah - patah berkata , " Diantara kalian siapa Ervan Nash dan dekan Ronald? "
Ervan dan Ronald segera berjalan keluar lalu menyapa dengan sopan . "Saya dekan Ronald dan ini Ervan Nash selamat datang".
"Senang berjumpa dengan kalian , tuan muda kami ingin menemui dokter dari Huaxia, silahkan antarkan kami pergi ke tempat pemeriksaan ! " kata laki - laki tua itu .
Setelah itu , si pemuda akhirnya membuka kedua matanya , anehnya , bola matanya berwarna biru dan bagian bola mata yang seharusnya berwarna putih malah terlihat sangat kuning .
" Bagian putihnya terlihat sangat kuning , apakah ginjalnya bermasalah ? " bisik seorang spesialis.
Mereka juga tahu , acara pertemuan kali ini memang bertujuan untuk memeriksa pemuda itu . Pemuda itu memang memiliki latar belakang yang hebat sehingga pemerintah Huaxia sangat memerhatikan pertemuan ini .
" Silahkan ikut saya ! "
Ronald mengantar orang - orang kembali ke lantai sembilan . Karena sudah tahu akan ada tamu dari luar negeri yang datang , sejak awal Ronald sudah mendatangkan berbagai peralatan medis dari rumah sakit besar .
" Jadi begini , tahun lalu tuan muda kami dipukuli oleh beberapa gangster seluruh tubuhnya jadi lumpuh, kami berharap kalian bisa membantu kami ! "
Seorang laki - laki tua yang membawa sarung tangan putih dan perawakan yang berwibawa datang menghampiri mereka . Laki - laki itu menguasai delapan bahasa , salah satunya adalah bahasa Huaxia , tapi memang bicaranya tidak terlalu lancar .
"Baik , kami akan berusaha ! " Profesor Oscar yang sebagai ketua datang menghampiri , dia mengambil peralatan medis dan bersiap untuk melakukan pemeriksaan.
__ADS_1