Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 466. Tuan Hilton!


__ADS_3

Jansen juga tidak banyak bicara, dia berdiri tegak dan langsung memberi hormat!


Walaupun penghormatan militernya tidak sesuai


standar, tapi penghormatannya tulus dan penuh rasa hormat dari dalam hatinya.


Melihatnya, Michelle dan yang lainnya juga memberi hormat pada Jansen.


"Siapa pemimpinmu?" Jansen bertanya lagi.


"Orang-orang dari Keluarga Woodley di Ibu Kota!"


Michelle ragu-ragu dan mengatakan yang sebenarnya, "Kami tidak boleh memberi tahu orang lain tentang misi asli kami, tetapi Anda juga orang dari lingkaran kami. Lagi pula, kami telah pensiun dari militer, jadi tidak masalah bagi kami untuk mengatakannya. Misi kami adalah untuk mengambil sebuah obat. Obat tersebut telah dicuri oleh pembunuh yang diundang oleh Barrack dari luar negeri. Kami menjalankan misi ini untuk mengambil kembali obat tersebut!"


"Yang mengejutkan kami, ketua kami sudah mengambil ramuan itu!"


Mendengar perkataannya, hati Jansen merasa berat!


Keluarga Woodley di Ibu Kota?'


Keluarga yang memiliki pertunangan dengan Elena?'


Dan Barrack?'


Apa dia pembunuh yang terakhir kali mencoba membunuhku di pesawat?'


Ditambah lagi dengan obat?'


Apakah sama dengan yang dia jumpai di Lop nur Bersama Felicia sebelumnya?'


Dia tidak menyangka kalau orang-orang ini dan hal-hal ini saling berkaitan!


"Aku bisa melihatnya, kalian semua terluka demi menyelesaikan tugas ini. Nanti aku akan mengobati kalian dan setelah sembuh, kalian bebas pergi kemana saja yang kalian inginkan!" kata Jansen.


Ekspresi kelima orang itu berubah, seolah tidak percaya.


Jansen tersenyum dan berkata, "Karena aku menghormati kalian, jadi aku tidak ingin mengikat kebebasan kalian dengan perawatan medisku. Tentu saja jika kalian ingin mengikutiku, aku jamin, dengan mengikutiku, kalian tidak akan pernah melakukan sesuatu hal yang bertentangan dengan prinsip kalian!"


"Kak Michelle, aku tahu seperti apa Tuan Jansen, aku percaya padanya!"


Liam dengan cepat berkata, "Dan Tuan Jansen ingin membuat namanya terkenal di Ibu Kota, jika mengikuti Tuan Jansen pasti tidak akan mengecewakan kalian!"


Arkan dan yang lainnya saling memandang, akhirnya melihat ke arah Michelle.


Michelle memandang Jansen dengan saksama dan akhirnya dia mengangguk, "Jika Anda bisa menyembuhkan kami, kami akan mengikutimu!"


Mendengar perkataannya ini, Jansen langsung mengobati mereka!


Masing-masing dari lima orang ini mengalami cedera, hanya Michelle yang terluka parah. Jansen mulai dengan mengobati cedera ringan terlebih dahulu.


"Tulang kakimu ini sudah salah tumbuh. Sepertinya karena waktunya mendesak, jadi waktu itu tidak bisa ditangani dengan benar kan!"


"Nanti akan terasa sedikit sakit, tahan sebentar !"


Jansen mengatur ulang tulang salah satu pria dengan sebutan Thunderbolt, Profound Qi dalam tubuhnya bergerak dan mematahkan tulang betis Thunderbolt.


Orang ini layak dikatakan kuat, dia tidak mengeluarkan suara sama sekali, hanya di dahinya keluar butiran-butiran keringat besar yang bercucuran.

__ADS_1


Jansen mengaguminya. Setelah membetulkan kembali tulangnya, dia mengoleskan salep Api giok sambung tulang.


Lalu giliran orang berikutnya!


Orang berikutnya memiliki luka di dadanya yang meradang dan membusuk. Jansen mengambil daging busuk itu dengan pisau dan mengoleskan bubuk es pereda radang.


Dia mengobati orang-orang itu satu per satu, dan akhirnya tiba giliran Jansen untuk memeriksa Michelle.


"Aku tahu keadaan cederaku, jika Anda tidak bisa menyembuhkannya itu tidak apa-apa!"


Michelle berkata dengan pelan, dalam hatinya sebenarnya dia merasa bersyukur, karena yang terpenting adalah saudara-saudaranya sekarang sudah sembuh, itu sudah cukup.


"Cederamu sebenarnya bukan cedera orang biasa, kamu terkena Energi Qi Kuat yang bernama Tangan Angin Hitam, yang menyebabkan angin beracun di tubuhmu!" Jansen melihat bahu kiri Michelle dan melihat ada tanda hitam besar di bahunya!


"Anda tahu Tangan Angin Hitam?"


Wajah Michelle berubah drastis.


"Kak Michelle, sudah kubilang tadi, kemampuan Tuan Jansen sangat hebat!"


Liam dengan cepat menjawab, "Tuan Jansen juga orang yang terampil dalam seni bela diri. Dia memiliki kekuatan energi Qi, yang bahkan lebih kuat dariku!"


Mata Michelle tiba-tiba menjadi lebih serius.


Awalnya, dia mengira Jansen hanya pandai di bidang medis dan punya sedikit uang, dan mengira tidak bisa seni bela diri, makanya dia ingin mempekerjakan seorang yang ahli sebagai pengawalnya!


Tapi dia tidak menyangka Jansen bisa seni bela diri, bahkan lebih hebat dari Liam.


Kemampuan apa yang dimiliki Liam, tentu Michelle sangat mengetahuinya!


"Clara, jangan menyulitkannya!"


Michelle menyela dan menatap Jansen, "Tuan Jansen, aku tahu apa yang terjadi dengan racun yang ada di tubuhku ini. Jika Angin Hitam tidak keluar maka racunnya tidak akan hilang. Jika ingin menyembuhkannya, Anda harus memiliki


Energi Qi yang sama kuat dengan yang aku miliki!"


"Jika Angin Hitam tidak keluar, racunnya tidak akan hilang!"


Yang lainnya merenungkan kalimat ini.


Jansen tersenyum dan juga tidak menjelaskan, dia mengeluarkan jarum peraknya untuk melakukan akupunktur pada Michelle. Setelah jarum perak dimasukkan ke titik akupunktur, energi Qi nya dialirkan masuk ke dalam jarum perak itu.


Tanpa sadar seluruh tubuh Michelle gemetar, dia merasa ada rasa hangat di dalam tubuhnya, lalu perasaan dingin itu menghilang.


Dia tiba-tiba menatap Jansen.


Sepertinya aku meremehkan Jansen.'


"Kak Michelle, lihat bahumu!"


Arkan tiba-tiba berseru, ketika melihat asap hitam ada di bahu Michelle, terlihat sangat aneh. Dan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan uap air, seolah-olah dia sedang berada di sauna.


"Jika Angin Hitam tidak keluar, racunnya tidak akan hilang!"


Tanpa sadar seluruh tubuh Clara gemetar dan dia menatap mata Jansen lagi. Rasanya seperti melihat dewa.


"Liam, di mana kamu mengenal Tuan Jansen? Kemampuannya sangat hebat ya!"

__ADS_1


Arkan menarik Liam dan bertanya dengan kaget.


"Dia luar biasa kan?"


Kata Liam dengan penuh kebanggaan, "Kehebatan Tuan Jansen tidak sampai di sini saja, jika tidak, bagaimana aku bisa yakin untuk ikut dengannya!"


Arkan mengakuinya, jika mereka ikut dengan bos ini, tidak perlu takut tidak punya pekerjaan.


Setelah beberapa waktu, tidak ada lagi uap dari Angin Hitam yang keluar di bahu Michelle. Seluruh tubuhnya basah kuyup oleh keringat. Dia membuka matanya dan menatap Jansen dengan kaget.


"Terima kasih, Tuan Jansen!"


Kalimat ini dikatakannya dengan ketulusan hati, Jansen sungguh seperti dewa!


"Tidak apa-apa, aku akan membawa semuanya mandi dulu, lalu makan!"


Jansen meminta Panah untuk mengarahkan mereka dan membawa semuanya ke hotel untuk mandi, lalu berkumpul untuk makan siang.


Pada pukul 1 siang, ada sebuah panggilan telepon.


"Tuan Jansen, apakah Anda punya waktu luang?"


Ini telepon dari Kenzo.


Jansen ini baru ingat hal yang dia janjikan ke Kenzo, bahkan dia sudah memberitahukan alamatnya.


Tak lama kemudian, sebuah mobil Alphard datang dan membawa Jansen pergi. Sesaat kemudian, sebelum tiba di gerbang vila, Jansen melihat ada banyak orang mengenakan pakaian hitam di gerbang vila. Kenzo juga berada di antara kerumunan orang itu dan secara pribadi menyambut Jansen untuk turun dari mobil.


"Tuan Kenzo!"


Jansen menyapa.


"Tuan Jansen, kamu bisa memanggilku saudara Kenzo!"


Kenzo berkata sambil tersenyum.


Wajah orang-orang di sekitarnya secara bersamaan berubah, di seluruh Ibu Kota tidak ada yang bisa memanggil saudara Kenzo, siapa pemuda ini?


"Sau, saudara Kenzo!"


Wajah Jansen menjadi canggung, tapi juga tidak ingin mengecewakan Kenzo.


"Kenzo, ini Jansen yang kamu bilang itu!"


Pada saat ini, sebuah mobil Jeep berhenti di tepi jalan, lalu seorang lelaki separuh baya berusia lima puluhan berjalan mendekat dan mengerutkan keningnya ketika melihat Jansen.


"Tuan Hilton, dia adalah Jansen!"


Kenzo tersenyum dan menjelaskan, dia sangat menghormati orang tua itu.


"Tuan Hilton!"


Satu demi satu orang berpakaian hitam yang berada di sana menyapanya.


Nama lengkap Tuan Hilton adalah Hilton Moraira, dia adalah salah satu dari empat vajra di Ibu Kota. Nenek moyangnya adalah penerus dari Organisasi Militer Delapan Bendera. Di Ibu Kota dia adalah seorang yang terkenal dari dunia seni beladiri. Di tahun awalnya dia memperoleh kekayaannya dari barang antik. Kemudian, dia disukai oleh seorang tokoh besar dan membantu Tuan Hilton menjadi bos besar di dunia seni beladiri Ibu Kota.


Di seluruh Ibu Kota, kecuali keluarga bangsawan, tidak ada yang tidak menghormatinya!

__ADS_1


__ADS_2