
"Tidak! Tidak! Ini adalah Raja Neraka!"
"Ampuni aku, jangan melompat!"
"Istri, aku tidak keluar. Setelah Teknisi No. 18 pergi, aku sama sekali tidak sedih!"
Pada saat ini, terdengar suara kepanikan di kejauhan, seakan orang-orang itu sedang menghadapi hal yang paling mengerikan dalam hidup mereka.
Roman Vindes dan Ghalinus, "??!"
Apa yang dapat menghancurkan formasi ini? Angin, air dan api tidak berpengaruh, bahkan teknologi tinggi pun tidak berpengaruh!
"Menurutku formasi ini mungkin memiliki suatu ilusi. Biarkan forklift datang dan ratakan tempat ini!"
Ghalinus merasa seolah-olah wajah Jansen yang besar muncul di dalam formasi, lalu mengejeknya karena ketidakmampuannya.
"Tidak ada gunanya. Aku sudah melihatnya. Formasi itu mencakup sekitar setengah lapangan sepak bola. Setelah forklift masuk, pengemudi akan tersesat dan akhirnya melaju menuruni gunung!" ucap Roman Vindes menahannya sambil menghela napas.
"Apakah sama sekali tidak ada cara? Gunakan bazooka!"
"Apa kamu gila? Ini adalah daerah perkotaan!"
"Kalau begitu kita gali terowongan!"
"Enyah kau!"
Roman Vindes pun kesal. Mengetahui bahwa orang-orang Jansen berada tepat di depannya dan ternyata dia tidak bisa menghabisi mereka.
Jansen oh Jansen, memang pantas dia disebut sebagai dokter jenius masa kini. Setelah kematiannya, dia menyiapkan formasi kuno seperti ini. Apakah dia adalah reinkarnasi dari Zhuge Liang?
"Kalau tidak, aku akan segera masuk dan melihatnya!"
Ghalinus menawarkan dirinya sekali lagi.
"Tunggu dulu, kita tunggu Nona Hailey tiba. Seharusnya dia akan membawa banyak master. Begitu waktunya tiba, kita pikirkan lagi caranya!"
Setelah semua ini Roman Vindes masih sangat tenang, "Kita akan mengawasi di puncak gunung. Selama orang-orang kita masih ada, akan sulit bagi mereka untuk pergi!"
"Menyebalkan!"
Ghalinus mengutuk. Ia terpaksa mencari tempat untuk beristirahat.
Di vila, semua anggota Keluarga Miller dan Natasha ada di sana. Untungnya, vila itu sangat besar, dengan lima lantai dan ruang bawah tanah, sehingga sama sekali tidak sesak. Selain itu, makanan disiapkan dengan baik.
"Untungnya, Jansen memiliki formasi ini, kalau tidak kita dalam masalah!"
Natasha melihat ke luar melalui jendela, tapi dia hanya bisa melihat hamparan putih yang sangat luas.
"Bagaimana kabar Jansen?"
Elena sangat khawatir.
Seketika semua orang terdiam. Tidak ada yang mengetahui bagaimana keadaan Jansen. Apalagi, Dragon Hall tidak bersembunyi di dalam vila dan bersembunyi dalam kegelapan.
"Ini semua salahku!"
Tiba-tiba, Veronica berjalan keluar dan menatap semua orang, "Aku tersihir oleh seseorang. Aku juga tidak tahu mengapa bisa seperti ini. Saat itu, aku sangat marah dan merasa disalahkan. Kemudian aku menjadi pion musuh!"
Kemudian, dia menceritakan seluruh ceritanya.
__ADS_1
Setelah Elena dan yang lainnya mendengar ini, ekspresi mereka berubah drastis.
"Veronica, aku memperlakukanmu seperti adikku sendiri. Mengapa kamu mencelakai Jansen? Kenapa kamu cemburu pada kami? Kamu sangat mengecewakanku!" ucap Elena dengan marah.
"Benar, maafkan aku, aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini!"
Veronica terduduk di lantai dan menangis tanpa henti.
"Kaulah yang menyebabkan kami hampir terbunuh. Begitu banyak orang akan dikubur bersamamu karena sikapmu yang keras kepala!"
Elena memikirkan anak di perutnya, lalu dia mengangkat tangannya untuk menampar Veronica.
Plak!
Namun, tamparan ini dihentikan oleh Natasha. Dia berkata dengan dingin, "Elena, Veronica juga telah disihir oleh seseorang. Kita semua satu keluarga, bermurah hatilah sedikit!"
"Bermurah hati apanya?! Kita semua hampir mati karena dia!"
Elena berkata dengan marah.
"Kau jangan lupa, dia pernah mati untukmu!"
Natasha berbicara dengan menekankan kata demi kata.
Elena akhirnya menurunkan tangannya.
Ya, bila saja saat itu Veronica tidak menyelamatkannya, dia sudah dibunuh oleh Aidan sejak lama.
Natasha membantu Veronica untuk berdiri lagi dan menghiburnya, "Tidak apa-apa, kami semua memahami mu. Jansen juga tidak akan menyalahkan mu!"
Veronica menangis dengan amat sedih. Dia tahu Jansen memang tidak menyalahkannya. Bahkan demi keselamatannya, Jansen membiarkannya untuk pergi lebih dulu.
Sekarang bila dipikirkan kembali, dia juga tidak tahu kenapa dirinya dapat dibodohi, mengapa dia begitu keras kepala.
"Kau pergi istirahat dulu saja!"
Melihat Veronica yang bersedih, Natasha terpaksa mengantarkannya ke lantai atas. Di saat yang sama, dia meminta Naomi untuk mengurusnya supaya Veronica tidak terlalu memasukkannya ke hati.
Setelah kembali ke lantai satu, Natasha menatap Elena lagi dan berkata, "Kita semua adalah keluarga. Veronica juga tahu bahwa dia salah, jangan salahkan dia!"
"Aku tahu!"
Elena mengangguk dengan dingin, "Aku hanya mengkhawatirkan Jansen, sehingga aku sedikit sedikit impulsif!"
"Jangan lupa, kamu juga pernah melakukan banyak kesalahan, tapi semua orang sudah memaafkan mu!" ujar Natasha lagi.
Elena membuka mulutnya, tapi akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa.
Di sisi lain, di kolam dalam ruangan tersebut.
Wajah Gracia sedikit pucat. Dia merasa bahwa energi sejati di tubuhnya seolah-olah telah dikosongkan oleh Jansen.
Ia melirik Jansen dan menemukan bahwa dahi Jansen berkeringat dingin. Darah terus mengalir keluar dari lubang hidung dan sudut mulutnya. Sepertinya dia sangat kesakitan.
Penyebab utamanya adalah, energi sejati yang memasuki pusat energi Jansen, saat ini juga telah diserap oleh nano robot. Ini mengakibatkan Jansen sulit untuk mengendalikannya!
Di saat yang sama, pusat energi yang kering, seperti embun setelah kemarau panjang, Profound Qinya berangsur-angsur muncul kembali. Meskipun tidak banyak, tapi cukup sulit untuk mengendalikannya!
"Api Yang!"
__ADS_1
Jansen berteriak dan Api Yang di dalam tubuhnya terbakar.
Duar!
Api meledak keluar dari pusat energi seperti badai, semua nano robot di pusat energinya hancur!
Tanpa robot penyerap energi, dengan cepat pusat energi Jansen memulihkan Profound Qinya.
Pada saat yang sama, nano robot di sekitar tubuhnya merasakan luapan energi tersebut dan bergegas menuju pusat energinya.
Duar!
Pusat energinya sekali lagi meledak seperti gunung berapi yang meletus. Api Yang menjadi makin kuat.
Dor, dor, dor!
Semua nano robot yang bergegas menuju pusat energi pun meledak.
Duar!
Di kolam, api yang membubung meledak keluar. Gracia tidak sempat bereaksi dan terlempar menerobos atap hingga mencapai ketinggian puluhan meter.
Saat ini dia sangat lemah, tapi terdapat senyuman di bibirnya.
Sepertinya Jansen telah berhasil!
Namun, dirinya akan jatuh ke bawah. Apalagi ketinggiannya puluhan meter, ini agak merepotkan.
Tiba-tiba, dari bawah muncul sesosok tubuh yang melayang ke langit, bercampur dengan api yang bergejolak, seperti dewa api.
Namun, ketika hendak mendekati Gracia, nyala api itu menghilang. Lalu Jansen muncul dan tiba-tiba memeluk pinggang ramping Gracia, kemudian perlahan melayang turun membawanya.
"Jansen, apa kamu baik-baik saja?"
Setelah mendarat di tanah, Gracia bertanya dengan penuh perhatian.
"Racun di tubuhku sudah hilang, tapi tubuhku sangat kewalahan!"
Jansen mengembuskan napas panjang. Perasaannya ketika kekuatannya telah kembali sangatlah baik.
Namun, tubuhnya memang sangat kewalahan. Jika bukan karena darah raja mayat darah dan kekuatan tubuhnya yang kuat, dia pasti sudah lama mati!
Apalagi situasi sebelumnya juga sangat berbahaya. Terlambat beberapa jam saja, dia akan mengalami kegagalan organ dan dia mungkin akan mati.
"Terima kasih!"
Jansen berkata pada Gracia.
"Berterima kasih untuk apa? Kita ini teman!"
Gracia menggelengkan kepalanya, "Aku perlu beristirahat sebentar. Kalau ada yang perlu kamu lakukan, katakan saja pada ibuku!"
Jansen meletakkan Gracia di tempat tidur. Kemudian, dia meninggalkan ruangan.
Di luar ruangan, wanita berjubah hitam dan Ibu Geisha sudah berdiri di sana. Melihat Jansen yang berjalan keluar, wajah mereka terkejut.
Api Yang yang tadi meledak dari Jansen, membuat mereka merasakan semacam perasaan yang amat berbahaya.
Ketika melihat Jansen lagi, dia yang tadi sempat terlihat sakit-sakitan, sekarang kembali dengan semangat yang tinggi seperti seorang raja.
__ADS_1
Bahkan Ibu Geisha yang tak acuh, saat ini mau tidak mau melirik beberapa kali ke tubuh pemuda itu, dia sekilas melihat sosok seorang master!