Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1308. Pedang Huaxia!


__ADS_3

Preston sudah sedari tadi ingin melakukannya. Dia tertawa dingin, lalu berjalan menghampiri bersama Jansen.


"Berhenti, berhenti!"


"Berlutut dan taruh kedua tangan kalian di atas kepala! Jangan mencoba untuk melawan!"


"Jangan menguji kesabaranku!"


Beberapa orang asing itu mengangkat senapan mesin HK MP7 milik mereka saat melihat Jansen dan Preston berjalan mendekat.


"Berlutut dan angkat tangan!"


Peringatan terakhir mereka terdengar cukup bermartabat.


"Tembak! Jangan sampai membunuh mereka! Biarkan mereka tetap hidup!"


Mereka akhirnya menembak.


Dor! Dor! Dor!


Bunyi peluru-peluru yang mendesing pun bergema kuat di penjuru istana!


Akan tetapi, Jansen dan Preston sama-sama sudah lenyap dari pandangan.


Detik berikutnya, jarum perak melesat.


Bruk!


Tiga tentara bayaran yang menembak pun jatuh dengan jarum di alis mereka dan mati di tempat.


Preston mencibir, lalu ikut menyerang. Satu pukulannya menghancurkan jantung satu orang sedangkan telapak tangannya satu lagi mematahkan leher musuh yang lain.


Dia sama sekali tidak berbelas kasihan terhadap orang-orang luar yang ingin merampas harta Huaxia.


Dalam sekejap mata, hanya ada beberapa peneliti yang tersisa. Mereka semua kebingungan. Ada yang sedang meletakkan tangan mereka di atas laptop dan ada juga yang sedang merekam suhu di sekitar, tapi mulut mereka semua menganga lebar.


"Katakan siapa kalian!"


Jansen bertanya dengan dingin.


"Kami ... kami adalah tim peneliti dari Grup Teknologi Global!"


Seorang pria berkacamata dan berambut pirang menjawab.


Mereka bukan hanya termangu melainkan makin gemetaran.


Tempat ini memang sedari awal sudah misterius, tapi sekarang mereka melihat dua orang yang bahkan tidak bisa ditembak mati. Jika Jansen dan Preston tidak berbicara, peneliti-peneliti itu mengira telah melihat hantu.


"Siapa lagi yang datang ke sini selain kalian! Apa yang mau kalian pelajari dengan datang ke sini?!"

__ADS_1


Raut wajah Jansen menjadi dingin.


"Kami di sini untuk mempelajari gerbang perunggu. Katanya gerbang perunggu mengarah ke keabadian dan dapat membuat orang hidup selamanya. Kami mencari rahasia keabadian!" jawab pria itu, "Tuan, tolong lepaskan kami agar kami bisa berkontribusi kepada umat manusia secara global!"


"Berkontribusi?"


Jansen mendengus dingin.


Benar-benar tidak tahu malu.


Apa yang disebut Grup Teknologi Global itu malah mencuri buah milik orang lain dan menggali-gali rahasia kuno Huaxia. Berani-beraninya mereka masih mengatakan hal semacam itu?


"Bunuh!"


Jansen menyuruh Preston.


Preston menganggap orang-orang ini tidak enak dipandang, jadi dia tidak menunjukkan belas kasihan.


Jansen mengeluarkan Api Yang-nya dan membakar semua peralatan berserta data itu.


Orang-orang itu mungkin bisa menemukan tempat ini karena retakan itu. Kalau datanya dihancurkan, mereka pasti tidak akan bisa menemukan tempat ini lagi di kesempatan berikutnya.


Setelah berhadapan dengan semuanya, Jansen dan Preston kembali berjalan ke depan.


Sebuah tonjolan tiba-tiba muncul dari tanah di depan sana, wujudnya terlihat persis seperti seseorang yang sedang berdiri.


Preston refleks merinding.


"Sudah mati!"


Jansen segera berjalan ke depan dan mengamati telur batu itu.


Preston juga mengikuti dan bertanya dengan rasa ingin tahu, "Apa ini?"


"Kalau dugaanku tidak salah, ini adalah pupa batu. Di dalam sini ada ulat parasit dan ini adalah metode kuno untuk memeliharanya. Orang akan disegel ke dalam kepompong yang sudah dilapisi dengan gips untuk menetaskan telur-telur ulat parasit!"


Pandangan Jansen menyapu ke sekeliling sambil dia menjelaskan, "Di depan sana masih ada banyak. Sepertinya jatuh dari atas!"


"Jangan-jangan, semua pupa ini terjatuh karena bunyi tembakan tadi!"


Preston sontak mendongak dan di puncak gua yang gelap, entah berapa banyak pupa batu yang tergantung.


Duar!


Tepat pada saat itu, bunyi tembakan kembali terdengar. Bahkan ada suara ledakan.


"Apa para bajingan itu mencoba menghancurkan tempat ini?"


Ekspresi Preston berubah. Dia melihat ke tempat asal suara, lalu melihat kompas di tangannya. Ternyata itu bukan dari tempat yang sama.

__ADS_1


Dia sontak menatap Jansen, tidak tahu apakah dia harus menghampiri atau tidak.


"Ayo coba kita pergi untuk melihat!"


Jansen berpikir sesaat, lalu memutuskan untuk berlari menuju ke arah sana.


Bulu kuduk Preston langsung meremang saat melihat istana yang dingin dan suram itu. Ada terlalu banyak bahaya yang tersembunyi di sini. Dia pasti sudah ambruk ketakutan jika bukan karena Jansen.


Dia juga merasa sangat aneh. Kenapa Jansen yang tidak bisa dibilang sebagai anggota Sekte Tersembunyi malah tidak merasa takut?


Suara tembakan datang dari aula samping lainnya dan ketika mereka tiba di sana, samar-samar mereka bisa melihat patung-patung yang besar dan agak aneh. Patung-patung itu seperti kepala domba, kepala sapi, dan kepala ayam.


"Lubang pemakaman!"


Jansen melihat sesuatu.


Sebuah pembantaian berdarah terjadi di aula samping itu. Sejumlah besar orang yang memegang senapan mesin menembak ke mana-mana, ke arah pilar, sudut ruangan, serta lain sebagainya.


Jansen memandang ke sekeliling, tapi tidak melihat ada yang aneh.


"Kak Jansen, apa yang mereka lawan?"


Preston bertanya dengan tubuh yang gemetaran.


Melalui Kesadaran Illahinya, Jansen bisa merasakan ada sesuatu yang sangat aneh tersembunyi di dalam kegelapan. Wujudnya seperti manusia, tapi dia berbaring merangkak di tanah. Dia bisa memanjat dengan cepat dan fitur wajahnya terdistorsi. Ada wajah yang nampak tersenyum dan ada juga wajah yang terlihat menangis.


Kalau diibaratkan, bentuknya sedikit mirip dengan jurus pengendalian kulit manusia yang Jansen temui beberapa hari yang lalu.


Namun, dia tahu ini adalah dua hal yang berbeda.


"Zombie ulat parasit!"


Jansen akhirnya menebak setelah menggali-gali ingatan leluhurnya.


"Zombie ulat parasit?"


Preston juga bisa melihat dengan jelas apa yang ada di balik kegelapan.


"Mereka pasti adalah para pengrajin yang membangun istana. Pemilik makam membunuh mereka dan menyimpan mereka dalam peti, lalu memasukkan telur-telur ulat. Setelah 100 tahun, semua telur itu akan menetas dan memasuki tubuh manusia sehingga menciptakan zombie ulat parasit ini!" jawab Jansen sambil mengangguk.


Dor! Dor! Dor!


Seorang asing menembak dengan liar dan pelurunya pun menembus tubuh zombie ulat parasit sehingga darah hijau yang berbahaya mengalir keluar.


Namun, seolah tidak tahu rasa sakitnya, zombie ulat parasit bergegas itu dan merenggut si orang asing itu dan menghilang ke balik atap yang gelap.


Bruk!


Dua menit kemudian, sebuah mayat pun jatuh. Mayat itu adalah tubuh si orang asing berjenggot yang otaknya kini sudah dimakan.

__ADS_1


"Iblis! Itu iblis!"


Semua orang lainnya kebingungan dan mengayunkan senjata mereka ke sekitar.


__ADS_2