
Saat ini, Jansen merasa bahwa seluruh tubuhnya tercabik-cabik dan Profound Qi nya juga terkuras banyak. Dia tidak tahu apakah bisa bertahan sampai pesawat mendarat. Tetapi dia yakin kecepatan pesawat melambat dan tekanannya juga mulai berkurang!
Apa yang bisa dia lakukan sekarang adalah tidak boleh membiarkan tubuhnya menabrak pesawat, kalau tidak, dia akan mati!
'Tangga awan Vertikal!'
Dia menggunakan teknik peringan, menginjak tali di udara untuk mengumpulkan kekuatan dan mencoba mengendalikan tubuhnya.
Tetapi meski begitu, Jansen masih merasa seluruh tulang dan tubuhnya hancur dan dia merasa sangat lelah. Bahkan kesadarannya berangsur-angsur hilang. Dia mengandalkan pikiran bawah sadarnya untuk tetap menggunakan teknik tangga awan Vertikal!
Di dalam hatinya, hanya satu kalimat yang terus melekat!
"Aku tidak boleh mati, aku harus pergi ke Ibu Kota!"
"Jangan mati!"
"Ayolah!"
Saat ini, semua penumpang di pesawat sedang menatap Jansen dan mereka merasa sedih Melihat Jansen!
"Semangat!"
Keisha Melipat tangannya dan terus berdoa untuk Jansen.
"Cepat, sedikit dipercepat, segera mendarat!"
Arthur mengepalkan tangan, kukunya menusuk telapak tangannya dan dia bahkan tidak menyadarinya!
Pesawat akhirnya perlahan mendarat. Tak lama kemudian, pintu kabin terbuka. Arthur dan kawan-kawannya segera melepaskan tali yang mengikat Jansen dan meletakkan Jansen di tandu.
"Adik, kamu baik-baik saja?"
Arthur sangat khawatir Melihat Jansen menutup matanya. Dia Melihat sekeliling dan berteriak, "Ambulans, apakah ambulans sudah datang?"
"Jangan khawatir, aku belum mati!"
Tetapi pada saat itu, Jansen perlahan membuka matanya, meskipun wajahnya pucat, tetapi matanya bersinar!
"Kamu ini!"
Arthur terdiam, pada akhirnya air matanya mengalir tak terkendali!
"Hebat, anak ini, sial, aku sangat menyukainya!"
"Mulai sekarang, tanpa panjang lebar, kamu adalah saudaraku!"
Anak buah Arthur juga bersorak senang dan menari-nari. Meskipun mereka baru kenal dengan Jansen, tapi mereka telah melewati hidup dan mati bersama, itu yang memperdalam perasaan mereka!
__ADS_1
"Terima kasih!"
Keisha juga terus memperhatikannya dari samping, Melihat Jansen sadar, dia pun mencium pipi Jansen!
"Wow, pramugari cantik menciumnya!"
Pria kurus dan pria gemuk bahkan semakin gembira.
"Kamu ini, mengambil keuntungan dari seorang pasien!"
Jansen tersenyum masam, tiba-tiba tenggorokannya
terasa manis, tiba tiba darah disemburkan keluar dari mulutnya. Melihat Jansen, Arthur melompat panik. Lalu ambulans datang dan segera membawa Jansen untuk diselamatkan.
"Ini bukan Ibu Kota, apa yang kalian lakukan? Kalian hanya membuat masalahnya menjadi buruk. Masalah yang kalian timbulkan sendiri, tapi membuat kami orang biasa ikut menderita!"
Semua penumpang satu per satu meninggalkan pesawat. Beberapa orang berterima kasih kepada Jansen, sementara yang lain mengeluh tentang Jansen. Salah satunya seorang pria besar paruh baya merasa sangat kesal!
"Kontrak 30 jutaku hilang karena kalian telah membuang-buang waktuku. Siapa yang menyuruh kalian mendarat di sini?"
Setelah pria paruh baya itu turun dari pesawat, dia memaki, "Bocah sialan itu, kenapa tidak mati saja!"
Dalam sekejap wajah semua orang menjadi kesal. Semuanya Melihat jelas kejadian barusan, prajurit muda itu mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan semua orang. Dan pria paruh baya ini malah memikirkan bisnisnya sendiri, bahkan dia memaki orang yang telah menyelamatkan hidupnya!
"Sampah!"
"Orang ini, jika dia ada di masa penjajahan, pasti dia seorang pengkhianat!"
Semua orang merasa tidak senang dan mulai memarahinya.
"Aku kan sudah bayar pajak. Kalau mereka melindungi kita. Bukankah itu wajar?"
Pria paruh baya itu masih terlihat tidak senang.
Keisha tidak kuat mendengarnya lagi. Dia berjalan ke depan dan menampar keras pria paruh baya itu, "Apa kamu merasa hebat karena bayar pajak? Ingat, kamu manusia, orang lain juga manusia. Mereka Melindungimu itu karena misi para tentara, bukan karena uang busukmu itu!"
"Ucapan yang bagus!"
Semua orang bertepuk tangan.
Pria paruh baya itu sangat marah dan memegang pipinya, "Kamu berani menamparku? Kamu tahu siapa aku? Aku akan membuat maskapai memecatmu!"
"Kurus!"
Wajah Arthur menjadi serius dan mengedipkan mata memberi isyarat kepada pria kurus di belakangnya.
"Mengerti!"
__ADS_1
Pria kurus itu tersenyum dan membawa pria gemuk itu ke depan. Lalu pria gemuk itu tiba-tiba mengeluarkan sepotong kain besar yang menghalangi pandangan semua orang!
Bang bang bang!
Pria kurus itu memukul dan menendang pria paruh baya itu. Setelah memukulinya dengan kejam, dia keluar dengan perasaan puas dan tertawa, "Sekarang, seluruh dunia akan menjadi tenang. Apa kalian pernah Melihat aku memukul orang?"
"Tidakkk!"
Semuanya serempak menjawab.
"Wah, orang ini sangat menyedihkan sekali. Giginya rontok, hidungnya patah, jatuh dengan begitu menyedihkan!" ujar pria kurus.
"Ya, dia jatuh!"
Sekali lagi, semuanya serempak berbicara.
Di tanah, pria paruh baya itu meringis kesakitan dan setelah mendengar perkataan orang-orang, dia pun pingsan.
Beberapa waktu kemudian, di sebuah rumah sakit di kota terdekat. Arthur muncul di sana bersama anak buahnya, menemui dokter dan berkata, "Dokter, apakah temanku baik-baik saja?"
"Untuk saat ini, semuanya sudah kembali normal dan sudah melewati masa kritis. Anda tidak perlu terlalu khawatir!" kata Dokter itu sambil tersenyum.
Arthur akhirnya merasa lega dan dia berkata sambil tersenyum, "Baiklah, bantu saya pindahkan dia ke Rumah Sakit 212 Departemen Militer Ibu Kota!"
Dia tahu tujuan Jansen adalah Ibu Kota, jadi dia tidak ingin menahannya lebih lama di sini.
"Tubuh saudara Jansen keras sekali. Tapi dia bisa pulih begitu cepat setelah luka begitu parah!"
"Itu karena tubuhnya sehat, tidak segemuk kamu, yang sekalinya sakit, bisa terkapar selama setahun!"
"Kurus, omong kosong apa yang kamu katakan, walaupun aku gemuk, tapi fisikku bagus!"
Melihat Jansen baik-baik saja, anak buah Arthur merasa sangat senang.
Arthur tersenyum, mengeluarkan ponselnya dan Melihatnya lagi. Dia tiba-tiba sangat penasaran dengan Jansen.
Karena, asal usulnya tidak sederhana, jadi mungkin tahu orang seperti Jansen. Sepertinya dia praktisi seni bela diri. Dan kekuatannya, sepertinya ada di tingkat seni bela diri kuno. Jansen bisa pulih dengan cepat, pasti karena energi Qi yang di milikinya!
"Jansen, suami Elena Lawrence atau kini menjadi Elena Miller, anak ketiga dari Keluarga Miller. Dan Dokter Jansen dari Asmenia?"
Dengan otoritas identitas Arthur yang sangat tinggi, dia bisa mencari tahu banyak hal yang tidak di ketahui banyak orang. Tentu saja, ini semua adalah informasi umum internal tentara. Dan Penatua Jack yang bertanggung jawab dalam pendataan!
Elena Miller, putri Keluarga Miller, apakah ini Jansen, pria pengecut yang berlutut kepada istrinya, yang diisukan di keluarga elit kita?
"Menarik!"
Arthur tersenyum, dia secara pribadi telah mengenal Jansen. Dia tahu Jansen tidak seperti yang rumor bicarakan. Dia berkata pada dirinya sendiri, "Karena kamu memanggilku kakak, urusanmu adalah urusanku, aku akan mencoba membantumu!"
__ADS_1
Sehari berlalu, Jansen perlahan terbangun. Dia merasakan sakit di seluruh tubuhnya dan kemudian Melihat Profound Qi di dalam tubuhnya terasa lebih kuat dari sebelumnya. Sepertinya teknik kaisar manusia tidak lama lagi akan naik ke tingkat keempat!