Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 747. Kuil Dewa Kota!


__ADS_3

"Tatapannya?"


Jansen tersenyum pahit dan menjelaskan, "Bagaimanapun sudah menikah dua tahun, ketika mendengar namanya pasti akan merasakan sedikit ketidakstabilan suasana hati, tapi kalau kamu bilang menikah kembali itu tidak mungkin. Pernikahan bukanlah permainan anak-anak. Tidak boleh bercerai seenak saja dan juga tidak bisa bilang mau balikan lalu langsung balikan begitu saja. Ini namanya tidak menghormati pernikahan!"


Faktanya, Elena sudah berinisiatif untuk mencarinya, Jansen juga sangat terkejut. Dia tahu Elena itu adalah wanita yang tidak akan mau mengaku walau dia salah!


Kali ini dia berinisiatif untuk mencarinya, kemungkinan dia benar-benar tahu bahwa dia salah!


Namun, Jansen juga memiliki sikap keras kepala dalam pernikahan.


Dia bisa tidak peduli dengan pendapat Keluarga Miller tentang dia, tapi dia peduli terhadap pendapat Elena tentang dia, terutama di saat saling bermusuhan itu paling menyakitkan!


Gracia mengangguk. "Aku setuju dengan pandanganmu, kalau menikah itu walaupun mau bertengkar seperti apa, kata cerai itu tidak boleh diucapkan. Kalau tidak, akan ada celah dalam


perasaan satu sama lain!"


Jansen terkejut, "Kamu waktu itu baru bilang kamu belum pernah pacaran, tapi mengapa aku melihatmu tampak sangat berpengalaman!"


"Itu ada di TV!"


Gracia berkata dengan nada datar, "Aku ini orangnya biasa tidak punya hobi. Satu-satunya hal yang aku suka adalah menonton drama TV."


Jansen tidak bisa berkata-kata. Wanita sepuluh besar di bidang bisnis Ibu Kota ternyata juga suka menonton TV, merakyat sekali orangnya.


"Apakah kamu tidak memiliki kesan lain tentang ibumu?" Jansen bertanya lagi, dia selalu merasa bahwa ibunya Gracia asal usulnya sangat tidak biasa.


Sayangnya, Gracia belum pernah melihat ibunya sejak kecil, hanya pernah mendengarnya saja.


Pasar Barang Antik di Kuil Dewa Kota, di sini juga merupakan tempat berkumpul barang antik terbesar kedua di Ibu Kota.


"Memang di sini yang lebih ramai, terasa sekali suasana Tahun Baru!"


Beberapa sosok berjalan di sepanjang jalan yang ramai dan itu adalah Leimin dan lainnya.


Hari ini mereka datang untuk mencari keuntungan, terutama untuk mencari hadiah yang akan diberikan oleh Leimin. Kalau dulu, ornamen semacam ini sangatlah banyak di Keluarga Miller, tetapi sekarang sudah terjual habis, sehingga mereka datang ke Kuil Dewa Kota untuk mencarinya.


"Paman Kedua, aku dengar ornamen di sini banyak yang barang palsu, aku rasa lebih baik tidak usah membeli jualan di pinggir jalan!"


Ricky mengenakan setelan jas dengan tegak, dia


mengungkapkan pandangannya dengan pengetahuan yang tampak luar biasa.


"Kakak Ricky, kamu selain tahu bermain dan berfoya-foya, kamu mana tahu tentang ornamen! Mending kamu tidak usah asal omong, dengarkan paman saja, dia punya pengalaman!"


kata Naomi di samping dengan cemberut.


Mereka sambil jalan sambil berkata, hingga masuk ke Toko Antik Soaka


Toko ini adalah toko terbesar di Kuil Dewa Kota dan memiliki reputasi terbaik. Ketika Leimin dan yang lainnya masuk, barang antik di sekitar mereka membuat mata mereka bersinar.


Ornamen kenari, kaligrafi dan lukisan antik, serta batu giok asli, semuanya ada di sini.


Seorang pelayan datang menyambutnya mereka dan membual bahwa barang antik di sini 100% asli.

__ADS_1


Perkataan seperti ini cukup dengarkan saja, 100% itu pasti tidak mungkin!


Namun, dalam bidang barang antik, ada tiga poin penglihatan, tiga poin pengalaman, dan tiga poin keberuntungan.


Setelah keliling-keliling, pandangan Leimin tertuju di lukisan wanita cantik yang merupakan seorang pejabat musik. Dengan penglihatannya, dia menduga bahwa kaligrafi dan lukisan itu kemungkinan besar adalah yang asli!


"Berapa harga lukisan itu?" tanya Leimin


"Pelanggan memiliki penglihatan yang bagus, harganya 100 ribu yuan, langsung bisa ambil pergi!"


Pelayan berkata dengan murah hati.


"Delapan puluh ribu yuan saja!"


Leimin tahu bahwa toko barang antik ini bisa tawar-menawar.


"Pelanggan menawar harga yang bagus, kalau gitu jadilah, delapan puluh ribu yuan!"


Pelayan itu sedikit ragu-ragu, tapi dia segera membuat keputusan.


Maksud toko sih kaligrafi dan lukisan ini 50 ribu yuan sudah bisa dijual. Bahkan kalau lagi musim sepi, 20 ribu yuan saja bisa dijual. Bisa terjual 80 ribu yuan sudah untung!


Dengan segera kaligrafi dan lukisan yang sudah dikemas dibawa pergi oleh Leimin. Leimin sangat gembira dan dia tahu bahwa dirinya telah menemukan harta karun itu!


Karena dulu Keluarga Miller memiliki banyak barang antik, hal ini pun menumbuhkan penglihatannya terhadap barang antik. Kalau orang lain tidak mungkin akan bisa melihat


mana yang asli dan mana yang palsu.


"Eh, di mana lukisan wanita cantik pejabat musik di toko ini?"


"Baru saja terjual 80 ribu yuan!" pelayan berkata dengan gembira.


"Apa 80 ribu yuan, siapa yang memintamu untuk menjualnya, cepat kamu cari balik lukisan itu!"


Pria paruh baya itu sangat marah, "Lukisan itu adalah yang asli bernilai di atas 30 juta yuan, kamu menjual 80 ribu yuan, kamu gila ya!"


Wajah pelayan berubah drastis, dia bergegas keluar dari toko, menunjuk Leimin yang berada di depannya dan berkata, "Itu mereka!"


Pria paruh baya itu dengan cepat membawa orang untuk menghalang Leimin, "Maaf, lukisan wanita cantik pejabat musik itu tidak untuk dijual dan 80 ribu yuan ini aku kembalikan padamu!"


Leimin tertegun dan mengerutkan kening, "Aturan barang antik adalah ketika sudah dibeli maka jangan mengurus lagi. Apakah Toko Antik Soaka mau menipu pelanggan?"


"Itu adalah kesalahpahaman, pelayan ku ini tidak bisa bekerja dengan baik, dia telah menggantungkan gambar yang salah. Begini saja, aku akan mengembalikan uang mu sebanyak


100 ribu yuan, 20 ribu yang lebih itu sebagai kompensasi dari ku!" ujar pria paruh baya.


"Aku telah membeli lukisan ini, seberapa besar harganya aku tidak akan menjualnya!"


Leimin bukanlah orang bodoh, dia langsung menolaknya.


Orang-orang di sekitar mulai membicarakan mereka, mereka sudah menebak situasi apa yang terjadi.


Pria paruh baya itu tidak ingin membuat masalah menjadi besar, dia berkata dengan suara kecil, "Kawan, kamu mau melawan Toko Antik Soaka. Aku akan memberi kamu kesempatan terakhir, 500 ribu yuan untuk membayar lukisan itu!"

__ADS_1


Leimin semakin tahu nilai dari kaligrafi dan lukisan ini, dia mencibir dan menggelengkan kepalanya, "Aku sudah bilang tidak jual!"


Pria paruh baya itu menjadi marah dan ingin temannya merebut lukisan itu. Lagi pula, bagaimanapun itu adalah ornamen yang seharga 30 juta yuan ke atas, bagaimana bisa diambil begitu saja?


"Sejak kapan Toko Antik Soaka menjadi semakin bisa seenak-enaknya, kalian anggap aturan Kuil Kota Dewa sudah tidak ada?"


Saat ini, seorang lelaki tua membawa banyak orang datang.


"Tuan Dean!"


Wajah pria paruh baya itu sedikit berubah, Tuan Dean adalah petugas Kuil Dewa Kota dan tidak boleh bermasalah dengan dia. Dia menemaninya dengan senyuman, "Tuan Dean ini hanya masalah kecil saja. Bagaimana kalau ada waktu luang


aku mengundang Tuan Dean untuk minum teh bersama?"


Maksudnya sudah sangat jelas. Dia harap Tuan Dean tidak ikut campur dalam masalah ini. Setelah itu, dia pasti akan ada memberinya banyak keuntungan!


"Bos Henhen, aku tidak perlu minum teh. Aku masih harus menjaga aturan di Kuil Dewa Kota ini!" Tuan Dean berkata dengan nada datar, "Bawa orang-orangmu pergi, jangan membuat masalah di sini!"


Leimin dan lainnya melihat kondisi ini, mereka menghela napas merasa lega. Mereka dapat melihat bahwa Tuan Dean ini memiliki banyak koneksi. Untungnya, dia tidak membantu


Toko Antik Soaka.


Tuan Dean menoleh untuk melihat Leimin lagi dan berkata, "Orang Keluarga Miller, bukan? Kamu beruntung ada aku yang melindungimu dari kejadian hari ini. Kalian sudah boleh pergi!"


"Tuan Dean tahu keluarga kami?"


Ricky tiba-tiba menjadi sedikit bersemangat, lagi pula Keluarga Miller saat ini bukan lagi keluarga yang sebelumnya.


"Hehe, bagaimana aku tidak tahu, ini dulu adalah keluarga ayah mertua Dokter Jansen, 'kan? Di hari pertama Tahun Baru Imlek, aku baru saja pergi ke rumah Keluarga Miller untuk memberikan salam Tahun Baru kepada Dokter Jansen," tawa Tuan Dean.


Leimin dan lainnya, hati mereka merasa sangat tidak enak, ternyata Tuan Dean ini membantu karena ada Jansen.


Ricky lebih banyak tersenyum pahit lagi, terakhir kali Jansen membantu dia menyelesaikan masalah Bos Lorry, pada saat itu dia tidak tahu. Lalu di hari Tahun Baru Imlek Jansen untuk memberi salam Tahun Baru, dia baru tahu Jansen telah diam-diam membantunya.


Sekarang mengandalkan Jansen lagi!


Jansen benar-benar adalah menantu terkuat di Keluarga Miller!


"Tuan Dean, 'kan? jangan ikut campur dalam hal-hal yang seharusnya tidak boleh diikut campur!"


Ketika beberapa orang berkata pada saat itu, ada sebuah suara menyela, hanya terlihat di Toko Antik Soaka ada seorang pemuda memainkan tembakau.


"Kamu siapa?"


Tuan Dean mengerutkan kening.


"Hector Bermoth dari Keluarga Bermoth!"


Pemuda berkata dengan nada datar, terlihat karakter yang tidak mau diatur dan sewenang-wenang.


Raut wajah Tuan Dean seketika berubah, Keluarga Bermoth adalah salah satu dari delapan keluarga elite di Ibu Kota, koneksinya sangat luas, sekarang memang tidak boleh cari masalah dengan mereka!


"Tuan Dean Toko Antik Soaka adalah toko Keluarga Bermoth, keuntungan yang diberikan ke kami bisa mencapai beberapa miliar. Kamu berani menghancurkan bisnis ku, keberanianmu tinggi sekali!"

__ADS_1


Hector mengatakan lagi bahwa Keluarga Bermoth saat ini bukan hanya sebuah keluarga elite saja, melainkan juga memiliki andalan yang kuat bukan main, mereka itu adalah Akademi Bangau Putih dari Empat Aliansi Seni Bela Diri.


__ADS_2