
Seluruh arena konser langsung heboh. Banyak orang yang mulai melontarkan makian.
Para penonton mengira bahwa bintang tamu kali ini adalah seorang artis pria terkenal, tetapi pada kenyataannya, yang menjadi bintang tamu malah seorang pecundang miskin.
Setelah itu, Alexa mulai menyanyikan bait pertama. Terdengar tepuk tangan meriah. Di kejauhan, terlihat lautan tongkat cahaya yang tak terhitung jumlahnya ikut bergerak mengikuti alunan suara nyanyian.
Karena lagu ini dinyanyikan bersama, giliran Jansen pun segera tiba. Namun, saat tiba giliran Jansen bernyanyi, terdengar suara makian para penonton.
"Kamu turun saja!"
Suara makian itu terdengar serentak.
Alexa sontak merasa canggung. Alexa tidak bermaksud mempermalukan Jansen. Dia memang ingin bernyanyi bersama dengan Jansen.
Jansen hanya bersikap acuh tak acuh. Setelah bernyanyi, Jansen pun menggelengkan kepalanya dan bergumam, "Kalian memang tidak tahu cara menikmati lagu!"
Setelah melewati begitu banyak pertempuran antara hidup dan mati, cara pandang Jansen memang banyak berubah. Jansen sama sekali tidak ambil pusing lagi dengan sikap para penggemar fanatik itu.
Apalagi, Jansen merasa bahwa para bocah penggemar fanatik itu sama sekali tidak tahu siapa sebenarnya yang sedang melindungi mereka dan berapa banyak orang yang telah mengorbankan nyawa demi melindungi tanah air.
Mereka seharusnya mengidolakan para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi melindungi tanah air.
Meskipun Jansen berucap dengan suara pelan ke arah mikrofon, para penonton pun bisa mendengar ucapan Jansen.
"Turunlah!"
Terdengar makin banyak lagi suara makian.
Jansen sama sekali tidak peduli. Setelah bernyanyi, Jansen dengan percaya diri mengikuti petugas turun dari panggung lalu pergi.
Alexa menoleh ke belakang dan diam-diam merasa terkejut. Orang yang sudah kenyang pengalaman memang memiliki sikap yang berbeda. Jansen untuk pertama kalinya bernyanyi di depan puluhan ribu orang, tetapi Jansen sama sekali tidak mengalami demam panggung.
Jansen menunggu di belakang panggung selama beberapa jam. Konser akhirnya berakhir dengan sukses. Alexa tidak sempat menghapus riasan dan langsung mendatangi Jansen dengan mengenakan mantel wol panjang.
Meskipun para staf tidak berbicara, mereka semua dapat melihat wajah cemas Alexa dan menduga bahwa Jansen adalah pacar Alexa.
"Dokter Jansen, maaf, aku sudah membuatmu menunggu!"
Alexa mendatangi Jansen dan tersenyum kepadanya. Alexa terlihat sangat lelah.
"Kamu istirahat saja dulu. Jangan sampai kelelahan!" Jansen berkata dengan acuh tak acuh.
"Ya sudah, aku akan mentraktirmu makan nanti malam!"
Alexa pergi untuk menghapus riasannya. Setengah jam kemudian, Alexa membawa para staf ke restoran untuk makan malam sebagai tanda terima kasih atas kerja keras mereka selama konser.
Konser ini sebenarnya telah diatur semuanya melalui jasa penyelenggara acara. Mereka semua telah melakukan yang terbaik untuk kesuksesan acara konser ini. Dari desain panggung hingga tarian, semua telah melalui seleksi ketat, sehingga Alexa pun sangat berterima kasih kepada mereka semua.
Mereka memesan seluruh tempat di sebuah restoran dan semua staf makan dengan hati riang gembira. Konser ini berlangsung dengan sangat sukses.
"Dokter Jansen, aku tadi agak ceroboh dan tidak berpikir Panjang. Sebagai permintaan maaf, aku akan bersulang padamu dengan teh ini!"
__ADS_1
Alexa mengambil secangkir teh dan berkata kepada Jansen. Meskipun Alexa telah menghapus riasannya, bubuk emas berkilauan masih melekat di rambutnya. Alexa terlihat sangat cantik.
Selain itu, pakaian dalam yang dikenakan Alexa berbentuk jaring-jaring, sehingga bagian dalam tubuh Alexa dapat terlihat dengan samar-samar.
Jansen tidak berani melihatnya. Alexa adalah gadis termuda yang Jansen kenal. Meskipun Alexa masih kurang dewasa, tetapi Alexa memiliki penampilan yang jauh berbeda dengan Elena dan yang lainnya.
"Kenapa harus minta maaf?" Jansen berkata sambil tertawa.
"Karena aku gegabah mengajakmu bernyanyi bersamaku, sehingga kamu diejek oleh para penonton!" Alexa berkata sambil mengedipkan mata.
Jansen langsung menggelengkan kepalanya. "Itu hanya masalah sepele. Aku tak akan mungkin ambil pusing memikirkan masalah sepele itu!"
"Benar juga ya, Dokter Jansen adalah seorang dokter terkenal di Huaxia. Dokter kaya akan pengalaman. Dokter tak mungkin ambil pusing memikirkan pendapat orang-orang awam!" Alexa berkata sambil tersenyum.
"Kenapa kamu tidak memakannya?"
Melihat Alexa hanya mengobrol, Jansen pun bertanya.
"Aku sudah kenyang!"
"Apa kamu benar-benar kenyang hanya dengan makan dua suapan?"
"Kami para artis selalu menjaga bentuk tubuh, kami makan secukupnya saja supaya tidak merasa lapar!"
Mendengar ucapan ini, Jansen akhirnya paham bahwa bekerja di industri hiburan bukanlah hal yang mudah.
Ayah Alexa adalah seorang taipan di Kota Asmenia. Walaupun Alexa tidak bekerja keras, Alexa sebenarnya masih bisa hidup dengan nyaman. Namun, Alexa tidak berpikir demikian.
Wajah Alexa langsung murung. Alexa pun meminta maaf kepada Jansen, "Jansen, maafkan aku. Aku harus menghadiri satu jamuan lagi, aku akan kembali setelah pergi ke sana sebentar!"
"Baiklah!"
Jansen ingin membahas tentang masalah kerja sama, tetapi Jansen terpaksa menunggu hingga Alexa kembali terlebih dahulu.
Ketika Alexa pergi, Jansen melihat hidangan makanan di atas meja dan merasa bahwa makanan itu tidak boleh disia-siakan. Jansen pun menyantap makanan itu dengan perlahan.
Satu jam telah berlalu, tetapi Alexa masih belum kembali.
"Pak, ke manakah Alexa pergi?"
Melihat manajer Alexa kebetulan lewat, Jansen berdiri dan langsung bertanya kepadanya. pun
Wajah manajer itu terlihat aneh. Manajer itu pun menghela napas dan berkata, "Bos meminta Alexa menemaninya minum!"
"Menemani? Alexa baru saja menyelesaikan konsernya dan bahkan belum beristirahat. Lagi pula, mengapa Alexa harus menemani bosnya?" Jansen mengerutkan keningnya.
Manajer itu menggelengkan kepalanya karena merasa Jansen adalah orang awam yang belum tahu seluk-beluk dunia hiburan. Manajer itu pun hanya tersenyum dan berkata, "Tunggu sebentar lagi, Alexa akan segera kembali!"
"Ke mana dia pergi minum sekarang?"
Jansen terus bertanya.
__ADS_1
Manajer tidak menyembunyikan apa pun dan langsung berterus terang.
Saat ini, memang ada sebuah jamuan makan di dalam ruang VIP di lantai lima restoran itu. Beberapa orang sedang duduk bersantap di dalam ruang VIP itu.
"Alexa, konsermu sangat sukses! Bos Leonardo selalu menonton konsermu dari samping. Dia sangat terpukau dengan suaramu!"
Seorang pria paruh baya berkacamata dan berpakaian necis berkata demikian.
"Ini semua berkat bimbingan Anda semua!"
Alexa sendiri sudah minum terlalu banyak, sehingga Alexa pun menjawab seadanya saja.
Sebenarnya, Alexa ingin segera pergi, tetapi Alexa tetap tinggal karena harus menghargai bosnya itu.
"Alexa, Bos Leonardo selalu menyukai lagu-lagumu dan ingin makan bersamamu malam ini. Bagaimana menurutmu?" Pria paruh baya itu bertanya.
Meskipun Alexa sedikit mabuk, Alexa memiliki keterampilan seni bela diri dan tubuh yang prima, sehingga kesadaran Alexa tetap terjaga dengan baik.
"Presdir James, aku baru saja menyelesaikan konserku. Aku merasa lelah dan ingin segera pulang beristirahat!"
Alexa tahu bahwa Bos Leonardo adalah seorang taipan dan memiliki banyak koneksi di Ibu kota. Bos Leonardo pun sudah menyukai Alexa sejak lama bahkan sering menghadiahkan bunga, mobil mewah, vila, dan sebagainya dengan murah hati kepada Alexa.
Namun, keadaan ekonomi keluarga Alexa sangat baik, sehingga Alexa selalu menolak pemberian Bos Leonardo.
"Tidak apa-apa, kamu boleh pergi beristirahat ke rumahku dulu. Rumahku sangat luas dan nyaman!"
Bos Leonardo adalah seorang pria gemuk dengan jerawat di seluruh wajahnya. Bos Leonardo kaya karena usaha properti dan memiliki kekayaan senilai miliaran yuan.
Bos Leonardo sudah lama menyukai Alexa, tetapi Alexa berbeda dari artis lainnya. Alexa sangat menjaga reputasi dirinya sendiri, sehingga Bos Leonardo sangatlah kesal dengan sikap Alexa.
Bos Leonardo pun tidak tahan menyaksikan konser wanita secantik malaikat seperti Alexa kali ini.
"Tidak perlu, terima kasih Bos Leonardo!"
Alexa menolak dengan acuh tak acuh dan hendak pergi.
Bos Leonardo tampak kesal dan langsung mengedipkan mata kepada Presdir James.
Presdir James merasa serba salah. Alexa adalah sapi perah bagi perusahaan mereka. Presdir James merasa bahwa dirinya tidak boleh membuat Alexa tersinggung. Akan tetapi, Bos Leonardo juga bukan orang sembarangan dan tidak boleh dibuat tersinggung.
"Alexa, kamu harus tetap tinggal di sini. Bos Leonardo telah menunggumu begitu lama, kamu harus menemaninya minum lebih banyak!"
Presdir James mencoba mencegat Alexa.
"Tuan James, aku sudah bilang, aku sangat lelah!" Alexa berkata sambil menyipitkan mata.
"Alexa, jangan lupa siapa yang memberimu kesempatan menjadi idola besar ini!"
Presdir James merasa bahwa sudah waktunya dia harus bersikap seperti seorang bos. "Ketika dulu kamu belum terkenal seperti sekarang, perusahaan kita telah mengeluarkan banyak uang untuk mengangkat pamormu menjadi seorang mega bintang. Perusahaan kita bisa membawamu menjadi terkenal dan bisa juga menghancurkan kariermu!"
Mendengar ucapan ini, wajah Alexa langsung berubah masam. "Tuan James, keberhasilanku hari ini dicapai dengan kerja kerasku sendiri. Lagi pula, saat perusahaanmu menghadapi masalah keuangan, ayahku yang turun tangan membantumu membereskan masalah keuangan. Ini bukan masalah siapa berutang budi kepada siapa!"
__ADS_1