Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 441. Jasa Jessica!


__ADS_3

"Aku sudah pergi ikut tes masuk, tetapi sepertinya aku sudah gagal!"


Stenly merasa cemas dan juga berteriak keras, "Kalau kamu tidak bisa membantuku, aku akan pergi meminta bantuan nenek!"


"Dasar bocah ingusan, urusan sepele seperti ini kamu malah berani merepotkan nenek!"


Lucky semakin marah, "Kamu paham tidak? Pasukan Tiger itu berada di bawah kendali Keluarga Carson. Tidak ada gunanya kamu meminta bantuan orang Keluarga Miller!"


"Aku tidak percaya keluarga besar kita tidak punya koneksi. Kalau urusan kecil seperti ini saja tidak ada solusinya, lantas apa hebatnya Keluarga Miller ini!"


Usia Stenly masih muda, ucapannya juga sangat lancang.


Mendengar perkataan Stenly, para kerabat Keluarga Miller merasa malu dengan keluarga mereka yang dianggap tidak berguna.


Khususnya Jessica yang merasa dirinya sudah tidak dihargai.


"Paman Ketiga, sebenarnya kalau anak ini memang ingin masuk ke Tim Operasi Khusus Tiger, aku bisa bantu membicarakannya dengan mereka!"


Jansen tiba-tiba berkata demikian sambil meminum arak. Suara Jansen memecah keheningan.


Jansen sebenarnya tidak ingin repot mengurus masalah Keluarga Miller.


Namun, Jansen ingin balas budi kepada Bibi Ketiga yang pernah membantu Jansen menjumpai Elena, sehingga dia bersedia membantu kerabat dari Bibi Ketiga ini.


"Kamu!"


Stenly terkejut, "Kamu ini seorang pecundang, omong kosong!"


Stenly tahu sedikit tentang Jansen dan sangat meremehkan dirinya. Stenly bahkan merasa kedudukan Jansen masih lebih rendah daripada dirinya di Keluarga Miller.


"Konyol!"


Rowen, Paman Keempat menimpali dengan suara keras. Dia berkata dengan sinis, "Tim Operasi Khusus Tiger dipimpin oleh Keluarga Carson. Mereka hanya menerima tentara terbaik. Semua calon anggota pasukan harus melalui tahapan hingga mencapai status Raja Tentara, tidak ada jalur orang dalam. Kalau pun bisa mengandalkan orang dalam, apa pecundang sepertimu ini bisa melakukannya?"


"Lho, semua orang sedang berpikir keras mencari solusi, tetapi kamu malah datang kemari membuat masalah. Apa kamu hanya mau semua orang tahu kamu ini menantu Keluarga Miller?" Renata ikut menyindir Jansen.


Stefi memandang Jansen dengan pandangan hina dan berkata, "Kalau memang Keluarga Miller tidak bisa membantuku, ya sudah! Kalian tidak perlu menolak dengan menyuruh Elena dan suaminya membantuku!"


"Bibi Stefi, bukan itu maksud kami!"


Jessica segera menenangkan Stefi. Jessica tidak ingin menyinggung perasaan Stefi karena bagaimanapun Keluarga Stefi termasuk keluarga kaya di Tianan.


"Bukan begitu? Semua orang juga tahu kalau Elena dan suaminya itu adalah orang yang paling tidak berguna di Keluarga Miller. Lagi pula, Elena adalah anak haram. Apa suaminya bisa membantu Stenly?"


Stefi berteriak keras, "Kalian memang tidak bisa bantu atau tidak ingin bantu?"


Emosi Stefi meledak karena telah merendahkan diri dengan memohon bantuan kepada mereka. Bukan hanya itu, Stefi juga merasa telah dilecehkan dengan Elena dan Jansen yang berniat membantunya.


"Stefi, Elena dan suaminya memang kurang ajar, mohon jangan tersinggung!"

__ADS_1


Renata ikut menenangkan Stefi dan menatap Elena dengan kesal.


Semua hadirin juga tampak menertawakan Elena. Mereka merasa Elena dan suaminya telah menambah keseruan acara dengan omong besar tentang Tim Operasi Khusus Tiger.


Elena akhirnya marah besar karena ditatap oleh begitu banyak orang. Meskipun dia tidak menganggap Keluarga Miller sebagai keluarganya sendiri, tetapi dia tidak menyangka Keluarga Miller begitu menganggap rendah dirinya.


"Elena, cepat minta maaf kepada Bibi Stefi!"


Renata berkata kepada Elena.


Elena sangat marah. Kenapa dirinya harus minta maaf? Dia ingin berbicara, tapi Jansen menariknya ke samping dan berkata pelan, "Kenapa kamu harus minta maaf? Aku sudah bilang, aku bisa membantu Stenly bergabung dengan pasukan itu!"


"Kamu sungguh berani omong besar!"


Renata terus marah, "Aku tahu Elena adalah orang dalam, tetapi jangan lupa kalau dia hanya punya pangkat rendah. Apa dia bisa bantu?"


"Cukup, apa kalian sudah selesai berakting? Aku dioper ke sana-sini. Kalian kira aku bodoh!"


Stefi tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"Bu, tidak usah memohon mereka lagi, Keluarga Miller ini memang keluarga terpandang, tetapi mereka telah menghina kita. Mereka bukan hanya tidak mau membantu, tetapi juga menyuruh seorang pecundang membantu kita!" ucap Stenly dengan marah.


Melihat ini, Jansen menggelengkan kepalanya dan menelepon Arthur.


"Jansen, tidak usah hiraukan mereka."


Meskipun Elena marah, dia tetap khawatir Jansen akan malu sendiri karena tidak bisa membantu Stenly.


Jansen menatap Elena dengan meyakinkan.


Para hadirin semakin meremehkan Elena dan Jansen yang mereka anggap hanya omong besar dan berpura-pura.


Mereka beranggapan mustahil Jansen bisa membantu Stenly.


Jangankan Keluarga Miller, sekali pun Keluarga Woodley yang meminta bantuan ini kepada Keluarga Carson, belum tentu akan disetujui oleh Keluarga Carson.


Lagi pula, Dewa Perang dari Keluarga Carson terkenal memiliki integritas tinggi dan tidak mempan dengan berbagai lobi orang dalam.


"Ayo pulang, kita tidak akan datang lagi ke Keluarga Miller. Ucapan mereka ini manis, tetapi tidak ada seorang pun yang berguna!"


Melihat tidak ada seorang pun dari Keluarga Miller yang membantunya, Stefi menarik Stenly pergi dari sana.


Stenly bahkan memandang Jessica dengan jijik, seolah menertawakan ketidakmampuan Jessica.


Kring, kring, kring!


Namun, pada saat ini juga, telepon Stenly berdering. Raut wajah Stenly berubah senang seketika setelah menjawab telepon tersebut.


"Stenly, ada apa?"

__ADS_1


Stefi langsung bertanya.


"Bu, aku diterima. Walaupun hanya kandidat seleksi, tetapi aku sudah setengah jalan menjadi anggota Tim Operasi Khusus Tiger!" teriak Stenly dengan gembira.


Semua hadirin pun terkejut.


Stenly benar-benar diterima!


Faktanya, status anggota Tim Operasi Khusus Tiger adalah impian semua pria. Akan tetapi, proses seleksi yang ketat membuat banyak orang gagal menjadi anggota pasukan ini.


"Kamu yakin?"


Stefi lebih bersemangat daripada Stenly!


"Aku yakin, aku yakin, itu telepon dari komandan batalion di sana!"


Stenly menjawab dengan penuh sukacita.


Elena langsung memandang Jansen dengan kaget. Dia tidak menyangka Jansen memiliki koneksi sehebat ini. Apalagi, Jansen baru datang ke Ibu kota belum sampai sebulan.


Jansen hanya tersenyum, tetapi dia juga telah membalas budi Bibi Ketiga.


"Terima kasih semuanya, terima kasih semuanya!"


Ketika Stefi Melihat masalah ini telah beres, dia langsung berterima kasih kepada para kerabat Keluarga Miller, "Kalian semua tahu aku ini orangnya tidak sabar. Kalau tadi aku ada salah kata, mohon maafkan aku. Jangan masukkan ke hati!"


"Hehe, kita ini satu keluarga, tidak ada dendam di antara kita!"


Jessica langsung berkata demikian sambil tertawa. Dia juga sangat senang. Awalnya, Jessica juga mencoba menelepon untuk mencari orang yang bisa membantu masalah ini, tetapi ternyata masalah ini sudah beres dengan cepat.


"Aku pikir kamu benar-benar harus berterima kasih kepada Jansen atas bantuan ini!"


Tiba-tiba, Elena berkata demikian dengan nada datar. Dia sangat yakin ini semua berkat bantuan Jansen.


Hadirin menjadi hening sejenak. Setelah Stefi sadar, dia menertawakan Elena, "Elena, jangan bercanda. Masalah ini tidak ada hubungan dengan suami kamu yang pecundang itu! Jangan kira hanya karena dia menelepon, Stenly bisa langsung diterima. Bisa jadi, Stenly diterima karena lolos seleksi dan hasil seleksi baru saja keluar tadi!"


Elena langsung emosi. Stefi sudah sangat keterlaluan. Setelah menghina Jansen yang telah membantunya, Stefi masih saja tidak mau berterima kasih kepadanya.


"Bibi Stefi, suamiku Jansen baru saja selesai menelepon. Tak lama berselang, Stenly pun diterima. Ini pasti ada hubungan dengan upaya yang dilakukan suamiku tadi!" ucap Elena hendak berdebat.


Terdengar suara tawa keras.


Jessica tertawa sinis, "Elena, aku lupa kasih tahu kamu, sebelum Jansen menelepon, aku pun sudah menelepon!"


"Ternyata itu adalah Nona Jessica!"


"Sudah kuduga, hanya dia yang bisa membantu orang masuk ke Tim Operasi Khusus Tiger yang begitu ketat seleksinya!"


"Tentu saja, kalau aku tidak mampu, mana mungkin aku bisa memimpin Keluarga Miller dengan lama!"

__ADS_1


Suasana hadirin menjadi riuh, mereka semua merasa keberhasilan ini adalah berkat jasa Jessica.


__ADS_2