
Pria berkacamata itu melihat ke sekeliling , lalu mengerutkan alisnya dan berkata , " Sirkulasi udara di gerbong buruk . Ditambah lagi dia kelelahan . Dia mengalami serangan asma . Apakah ada oksigen di sini ? "
" Dokter , di sini tidak ada oksigen . " Ucap pramugari itu meminta maaf .
Tabung oksigen bersifat eksplosif , tentu saja tidak ada di dalam kereta cepat.
" Kalau begitu , apakah ada obat seperti deksametason ? " Kata pria itu melanjutkan.
" Ini . Kami hanya memiliki beberapa obat darurat , tapi kami tidak memiliki obat yang seperti Anda katakan , " ucap pramugari itu dengan cemas.
Dia melihat kalau latar belakang gadis itu cukup besar . Jika terjadi sesuatu padanya di sini , itu akan merepotkan.
" Tunggu, aku punya di sini . "
Saat itu seorang wanita yang membawa anak - anak di samping mereka berkata dan mengeluarkan botol obat dari tasnya . Anaknya menderita asma , jadi dia punya obat itu.
" Segera bawakan air ! " Pria itu mengambil obatnya dan berteriak pada pramugari.
Pria itu tampak agak senang karena gadis yang sangat cantik itu seharusnya orang kaya . Jika dia bisa menolongnya kali ini , kemungkinan dia bisa memberikan nomor teleponnya . Akan sangat indah jika dia memiliki nasib yang indah itu.
Setelah pramugari itu membawakan air , pria berkacamata itu ingin memberikan gadis itu obat.
" Tunggu, sepertinya dia tidak menderita asma ! " Ucap seorang pria tua tiba - tiba masuk saat itu.
Dia adalah kakek Herman. Dia juga seorang dokter Tradisional profesional . Dia bisa membedakan mana yang asma biasa dan tidak.
" Bukan asma apanya. Hey Pekerja kampungan, apa kamu tidak mengerti ? " Pria berkacamata itu mengerutkan keningnya.
Tak disangka dia berani menyela pria tua .
" Aku tahu. Aku adalah seorang dokter Tradisional. Dia seharusnya tidak menderita asma, jadi tidak bisa diberikan sembarangan obat, " ucap Kakek Herman dengan tegas .
" Dokter Tradisional ? Itu hanya dukun ! "
Pria berkacamata itu mencibir . " Masyarakat macam apa ini ? Bisakah pengobatan Tradisional menjadi pengobatan zaman sekarang? Cara pengobatannya juga aneh. Aku adalah direktur dokter poli Pulmonologi dan Pernapasan di Rumah Sakit Jenkins. Bagaimana aku bisa tidak tahu kalau itu asma atau bukan ? "
" Anak muda, nyawa gadis ini dalam bahaya ! " Kakek Herman tidak ingin berdebat dengan pria berkacamata itu , tapi sebenarnya dia sangat tidak senang dengannya karena pria berkacamata ini merendahkan pengobatan Tradisional.
" Nyawa gadis ini ? Justru kamu yang membahayakan nyawanya."
Pria berkacamata itu menegur Kakek Herman, " Kalau kamu bilang dia tidak menderita asma, lalu dia sakit apa? Jika perkataanmu benar, aku akan percaya dengan pengobatan Tradisional. Jika kamu tidak bisa mengatakannya, berarti kamu dokter tradsional palsu. Pergi jauh - jauh dari sisni dengan nama buruk pengobatan tradisional mu! "
__ADS_1
Jelas sekali kalau pria itu berprasangka buruk terhadap pengobatan Tradisional. Bagaimanapun juga, dokter barat adalah pemimpin dari pengobatan di rumah sakit . Untuk pengobatan Tradisional, dia akan dipuji jika bisa menyembuhkan, tapi jika tidak ada uji klinisnya, maka tidak dianggap berguna.
" Ini ... "
Meskipun keterampilan medis Kakek Herman bagus , tapi dia tidak bisa melihat gejala penyakit pasien dalam sekali lihat.
Pria berkacamata itu berkata kepada kedua pengawal itu, " Tuan - tuan, pekerja kampungan ini mungkin ingin melakukan hal licik pada nona kalian. Aku sarankan untuk mengusirnya."
Sebenarnya kedua pengawal itu tidak mengizinkan sembarangan orang mendekati nona muda mereka, tapi karena kali ini pengecualian, tentu saja mereka memperbolehkan orang yang bisa membantu nona muda mereka untuk mendekat. Lagi pula pria ini menggunakan pakaian biasa jadi meraka yakin kalau orang itu sepertinya memiliki rencana licik.
" Tunggu sebentar ! "
Namun saat itu Jansen memotong percakapan mereka dengan dingin.
" Apakah rumah sakit mengajarimu untuk sembarangan menggunakan obat hormon ? Aku bisa jamin dalam waktu kurang dari setengah jam setelah meminum obat ini, gadis ini akan masuk UGD ! "
" Siapa kamu ? " Melihat ada seseorang yang meragukannya , pria itu sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Aku juga seorang dokter Tradisional."
Jansen berkata dengan santai," Aku tahu kalau gadis ini memiliki penyakit jantung bawaan. Tentu saja, jika kamu tidak percaya, kamu bisa mencobanya. Setelah setengah jam kamu memberinya obat itu, kamu bisa lihat apa yang akan terjadi pada pasien . Jika nanti terjadi hal tidak terduga , biar kulihat apa yang akan kamu lakukan untuk bertanggung jawab."
" Bukankah kamu merendahkan dokter Tradisional ? Kamu terus mengatakan kalau pengobatan barat lebih bagus. Kenapa kamu tidak percaya diri?" Ucap Jansen mencibir.
Pria berkacamata itu marah besar dan memegang botol obat itu dan ingin melemparkannya.
" Aku memang memiliki penyakit jantung bawaan. Bagaimana kamu tahu?"
Namun saat itu gadis yang dalam keadaan setengah sadar tiba - tiba berkata , " Dokter yang kutemui juga mengatakan kalau aku tidak boleh mengonsumsi dektametason sesuka hati. Jika tidak, maka akan menambah beban pada jantungku dan menyebabkan penyakitnya jadi lebih parah."
" Ah ! "
Kalimat gadis itu membuat orang - orang seisi gerbong jadi gempar. Orang-orang menatap pria berkacamata itu dengan tatapan aneh.
" dokter poli macam apa Pulmonologi apaan itu . Dia pasti dokter palsu . Hampir saja dia membunuh orang . "
" Gadis itu memiliki penyakit jantung, tapi dia bilang kalau gadis itu terkena serangan asma. "
" Dasar tidak tahu diri . "
Orang - orang menghina dan memaki pria berkacamata itu. Bagaimanapun juga kalau itu penyakit ringan, itu tidak masalah. Namun, ini menyangkut nyawa seseorang.
__ADS_1
"Dokter , bagaimana kamu tahu kalau aku memiliki penyakit jantung bawaan ? " Gadis itu menatap Jansen dengan matanya yang agak penasaran.
" Sulit untuk dikatakan. Tapi, aku yakin kalau kamu memiliki penyakit jantung bawaan karena itu bawaan sejak lahir. Meskipun kamu menjalani operasi , itu bisa pulih dengan baik. Tapi, kamu suka olahraga dan menyebabkan kelebihan beban untuk jantungmu sehingga penyakit jantungmu kambuh. Tentu saja itu bukan masalah besar untuk sekarang , tapi kamu bisa pulih dengan melakukan akupuntur. Namun, kamu harus berhati - hati. Misal, olahraga sejenis seni bela diri harus dikurangi."
Jansen bisa melihat kalau gadis ini dari keluarga yang terlatih dan keterampilan seni bela dirinya juga bagus.
" Bagaimana kamu tahu aku berlatih seni bela diri ? " Tiba - tiba mata gadis itu berbinar.
" Jangan membahas itu dulu. Kamu harus segera melakukan akupuntur. "
Jansen melihat Kakek Herman dan berkata, "Kakek, kamu saja yang melakukannya."
Jansen tahu kalau keterampilan medis kakek sangat bagus. Kakek pernah menyembuhkan kasus penyakit jantung bawaan. Selain itu, kakek sudah lama tidak melihat orang sakit di Kota Seleton, jadi dia ingin menunjukkan kemampuan mengobatinya lagi . Karena itulah Jansen menyuruh kakek untuk melakukannya.
" Baiklah. " Kakek Herman berkata dengan percaya diri. Dia hanya tidak yakin dengan penyakit gadis itu sebelumnya karena belum memeriksa nadinya.
" Ini benar - benar masalah ! "
Pria berkacamata itu tiba - tiba berseru, "Kalau dia memiliki penyakit jantung bawaan, dia harus minum obat. Bagaimana bisa sembuh dengan akupuntur yang berbahaya itu! "
Setelah mengatakan itu, pria berkacamata itu melihat ke kedua pengawal yang tinggi besar itu lagi dan berkata , " Usir pekerja kampungan ini . Mereka bisa membahayakan orang".
" Aku percaya padanya ! " Namun , gadis itu tiba - tiba berteriak.
Seketika wajah pria berkacamata itu muram. Seluruh tubuhnya bergetar karena marah.
" Minggir. Apakah mengasyikkan menghalangi kami di sana ? Bukan berarti mengenakan jas bisa sangat hebat dalam keterampilan medis. Bisa jadi orang sepertimu malah tidak sehebat pekerja kampungan ! " Kata Jansen mencibir.
Pria berkacamata itu menggertakkan giginya . Dia harus membiarkan mereka lewat, tapi dia masih tidak pergi. Dia tidak percaya kalau akupuntur bisa menyembuhkan penyakit jantung bawaan.
" Nak, aku akan memeriksa denyut nadimu. " Kakek Herman memeriksa denyut nadi gadis itu terlebih dulu, kemudian memberinya akupuntur.
Selama kejadian itu berlangsung, kedua pengawal itu mengerutkan kening mereka. Mereka khawatir kalau Kakek Herman melakukan hal yang dilarang dan ingin mengecek tubuh Kakek Herman , tapi dihentikan oleh gadis itu . Gadis itu menatap Kakek Herman dengan tatapan menghormati. Semua orang yang terlatih di keluarganya tahu kalau seni bela diri dan pengobatan adalah satu kesatuan. Karena orang bela diri pasti akan melukai tubuh mereka, jadi di zaman dulu ahli bela diri juga seorang dokter.
" Terima kasih, kakek. Aku tidak merasa sesak lagi. "
Setelah Kakek Herman memberi gadis itu akupuntur , wajah gadis itu sudah tidak pucat lagi, lalu gadis itu berkata, " Terima kasih, kakek ."
" Nak, ini adalah tubuhmu sendiri, jadi kamu harus lebih memperhatikannya. Jangan berterima kasih padaku. Aku hanya seorang dokter Tradisional. Sudah tugasku untuk membantu orang."
Kakek Herman jadi sedikit bersemangat. Dia udah bertahun - tahun dia tidak merasakan perasaan merawat pasien.
__ADS_1