
Raut wajah Tuan Winston itu langsung berubah drastis saat melihat remote control itu . Dia memberikan isyarat kepada orang - orang itu untuk tidak bertindak gegabah , lalu tentara bayaran yang berada di luar rumah kayu pun mundur perlahan . Bahan peledak yang bisa meledakkan seluruh gua ini , bagaimana mereka bisa tidak takut !
Bahkan Jansen saja ketakutan , kemudian dia menebak kalau Felicia hanya sengaja menggertak untuk menakuti tuan Winston itu , tetapi setelah dia merasakan bom di dalam koper dengan taktiknya , benar saja bubuk mesiu yang ada di dalam koper memiliki kekuatan yang hebat . Hal ini membuat Jansen diam - diam memakinya , wanita gila ini apa benar - benar ingin mati bersama !
Kemudian Jansen teringat dengan ucapan Felicia kepadanya setelah turun dari mobil , dia mengatakan bahwa dia akan membalas Jansen di kehidupan selanjutnya . Ternyata dia memang sudah bersiap dari awal !
" Tunggu , masih ada satu hal lagi ! "
Seketika Jansen memikirkan Ellisa beserta yang lainnya , kemudian dia buru - buru berteriak .
" Jadi itu kamu ! "
Tuan Winston itu mengerutkan keningnya dan memberikan tatapan yang sengit kepada Jansen , sebenarnya dari awal dia sudah merasa kalau Jansen tampaknya tidak asing , hanya saja dia mengira spekulasinya salah , bagaimanapun sepengetahuannya Jansen sudah mati sekarang !
" Serahkan Ellisa dan yang lain , atau tidak kita akan mati bersama ! " seru Jansen .
" Haha , ternyata kamu belum mati , mau bagaimanapun kamu telah membunuh Reno! "
Tiba - tiba tuan Winston itu mencibir tapi tetap cukup kooperatif . Dia segera menyuruh anak buahnya untuk membawa Ellisa dan yang lainnya kemari .
Tak lama kemudian , beberapa gadis yang diikat dengan tangan dan mulut disumpal dibawa keluar . Setelah melihat Jansen , wajah mereka menjadi sangat bersemangat .
" Kemarilah ! "
Jansen berteriak kepada Ellisa dan teman - temannya , begitu mereka datang Jansen langsung melepaskan tali mereka .
" Kakak ! "
" Pak Jansen ! "
Diana , Ellisa dan teman - teman lainnya langsung berteriak dengan hebohnya .
" Kita bicarakan lagi nanti , sekarang ikut aku apapun yang terjadi jangan jauh - jauh dariku bahkan setengah langkah pun jangan menjauh dari diriku ! "
Ujar Jansen memberi perintah dengan sorot matanya yang masih menatap ke arah tuan Winston itu . Dia berpikir orang tua ini terlalu kooperatif yang membuat dia merasa ada yang aneh , selain itu kematian Bos Marco ini terlalu sederhana , dia bahkan tidak seperti ahli bela diri Peringkat Kuning Tingkat Tinggi .
" Kalian pikir kalian bisa keluar dari Lop Nur ? " Celetuk tuan Winston itu tiba - tiba .
" Kamu tidak perlu mengkhawatirkan ini , aku sarankan kalian untuk tidak bertindak gegabah ! "
Felicia masih memegang remote control di tangannya , diam - diam dia mengambil langkah mundur , tujuannya sekarang adalah membunuh Bos Marco dan sekarang tugasnya telah selesai . Begitu melihat wajah Felicia , Jansen juga menjadi sedikit gelisah, pertama , dia takut Felicia akan meledakkan bomnya dan mereka semua akan mati bersama , kedua , dia merasa tuan Winston ini agak aneh , dari matanya terpampang jelas kalau di tengah menyembunyikan sesuatu !
Tiba - tiba , pupil Jansen mengecil , dan langsung menarik Felicia kembali !
__ADS_1
" Hati - hati ada bom ! "
Hampir pada saat yang bersamaan , di tempat Felicia berdiri sebelumnya , sebuah bom kecil meledak . Kalau saja Felicia masih berdiri di tempatnya barusan , mungkin dia sudah terbunuh . Untungnya , koper berisi peledak itu agak jauh dari ledakan sehingga tidak terpengaruh sedikit pun . Kalau tidak , mungkin ini sudah menjadi serangkaian ledakan yang besar .
" Hampir saja ! "
Setelah Felicia dijegal oleh Jansen , kedua pria yang ada di sana berguling - guling di tanah . Beberapa detik selanjutnya peluh dingin mulai bercucuran , tiba - tiba dia teringat jika dia tidak memanggil Jansen pada misinya kali ini , mungkin dirinya sudah mati !
" Aku sudah bilang , kalian tidak akan bisa keluar dari Lop Nur ! "
Tuan Winston itu menyuruh bawahannya untuk segera mengambil kotak obat itu , adapun remote - control sekarang sudah tidak ada di tangan Felicia lagi karena ledakan sebelumnya . Remote itu telah jatuh ke sisi lain dan diambil oleh salah seorang anak buah Tuan Winston itu !
" Bunuh mereka ! "
Tuan Winston itu memberikan perintah , di saat yang sama dia membuka koper itu untuk memeriksanya .
Namun , setelah perintahnya dikeluarkan , sekitarnya menjadi lebih hening , para pembunuh yang bersembunyi di balik layar telah Jansen lumpuhkan , sekarang mereka tidak bisa bergerak sama sekali .
" Bunuh mereka ! "
Tuan Winston itu berteriak lagi , dan pada akhirnya menemukan bahwa ada sesuatu yang tidak beres . Dia buru - buru melihat ke koper itu , lalu mendapati tidak ada obat sama sekali di koper itu . Beberapa di antaranya hanyalah bom waktu yang sudah mulai berjalan . Melihat waktunya masih tersisa 10 menit !
" Berani - beraninya kamu membodohi kami ! "
Tuan Winston itu sangat murka , kemudian dia teringat sesuatu dan berkata dengan geram , " Kamu dari Tentara Huaxia ! "
Felicia mengangguk pelan seraya berkata dengan getir , " Aku adalah tim aksi khusus dan anggota khusus nomor dua dari Tentara Khusus Huaxia bagian utara , dengan kode nama Dagger ! "
" Kamu ! "
Seluruh tubuh tuan itu gemetar , sudah kesana - kemari begitu lama , ternyata wanita ini berasal dari Tentara Huaxia yang berarti mereka telah menjadi sasaran !
" Hahaha ! "
Tuan itu mengertakkan giginya dengan penuh amarah , tapi dia tiba - tiba tertawa terbahak - bahak , " Memang kenapa kalau dari tentara , kamu kira misimu telah berhasil ? Bos Marco keluarlah ! "
Pada saat yang sama , setelah tuan Winston itu menyebutkan nama , lalu keluarlah seorang pria kurus , pria itu terlihat murung , tingginya sedang serta mengenakan pakaian tradisional dan sepatu kain . Penampilannya sama sekali tidak terlihat seperti seorang bos bahkan lebih seperti orang biasa yang berlatih aerobik di taman , tapi Jansen dapat merasakan napas yang mengerikan dari dalam dirinya !
Sangat kuat !
Intuisi pertama Jansen adalah , pria ini telah melampaui semua ahli seni bela diri yang pernah dia kenal !
" Aku adalah Bos Marco yang sebenarnya! "
__ADS_1
Pria paruh baya itu menatap Felicia dengan tatapan yang datar , " Sudah setengah mati berusaha membunuh ku , ternyata itu palsu, sungguh kasihan ! "
Felicia dengan perasaan tercengang menatap pria paruh baya itu , wajahnya langsung memerah padam penuh amarah , ternyata pria yang dia bunuh adalah Bos Marco yang palsu !
Dia sama sekali tidak menyangka , dia telah menyamar sebagai Nona Tasya dari Akademi Ilmu Pengetahuan tetapi Grup Feixiong juga telah menciptakan Bos Marco palsu !
Tapi sekarang semua kartunya telah berbalik , bahkan remote controlnya telah direbut . Sekarang tidak usah bertanya apakah dia dapat menyelesaikan misinya atau tidak , tapi yang perlu ditanyakan adalah masalah apakah dia bisa keluar hidup - hidup dari sini atau tidak .
" Bos Marco , aku akan menahanmu atas nama tim operasi khusus ! "
Felicia juga sangat berhati - hati , kemudian dia mengeluarkan pistol dan menembakkannya pada Bos Marco , tetapi dia tidak percaya di jarak sedekat itu , Bos Marco tetap tidak mati !
" Huh ! "
Bos Marco mendengus dingin , kemudian seperti monyet melompat ke sana kemari , tapi malah berulang kali dapat menghindari peluru yang ditembakkan oleh Felicia , benar - benar sangat hebat !
" Seorang peringkat kuning sudah berani membunuhku , kamu tidak tahu kehebatan ku karena sebenarnya aku adalah ahli seni bela diri Peringkat Xuan! "
Setelah Felicia selesai menembakkan semua pelurunya , Bos Marco mulai menunjukkan keterampilan aslinya . Dengan ucapan barusan , dia tidak bisa mengatakan seperti apa dirinya tetapi orang ini memiliki pengalaman Bertarung yang sangat kaya , dia sangat terkenal karena periode perang di Timur Tengah . Bos Marco dapat membidik kepala pemimpin musuh dari jarak ribuan meter jauhnya sendirian . Kalau bukan begitu , lantas dia tidak akan memenuhi syarat untuk membiarkan sekelompok tentara bayaran bekerja untuknya !
" Bos Marco , kamu sungguh luar biasa ! "
Tuan dan anak buah lainnya sudah lebih awal bersembunyi di sudut , dan begitu mereka melihat Felicia telah menghabiskan semua pelurunya , barulah mereka menjulurkan kepala .
PLAK !
Pada saat yang sama , Bos Marco mengulurkan tangannya dan peluru itu jatuh ke tanah !
" Menangkap peluru dengan tangan kosong ! "
Wajah Felicia berubah pucat pasi , selama ini dia berpikir tidak akan ada manusia yang dapat menangkap peluru . Tetapi fakta yang ada di depan matanya telah memberikan dirinya sebuah pelajaran serta memberi tahu dirinya bahwa di atas langit masih ada langit dan begitu seterusnya !
"Apa yang telah kamu pelajari adalah tinju wing chun , itu juga dianggap sebagai praktisi bela diri , tetapi tahukah kamu kalau seorang ahli seni bela diri sejati memiliki Qi dalam tubuhnya ? "
Ujar Bos Marco dengan nada yang dingin , wajahnya menyiratkan rasa bangga yang tidak bisa terucap dari mulutnya .
" Lantas , apa kekuatan Qi itu bukan sekedar mitos ? "
Felicia bergumam kepada dirinya sendiri , dan tiba - tiba ekspresi wajahnya mulai getir , lalu sambil memegang belati di tangan nya dia menyerbu Bos Marco !
PLAK !
Bos Marco langsung bergerak bagaikan kilat kemudian langsung mengambil alih belati itu dari tangan Felicia .
__ADS_1
BUK ! BUK ! BUK !
Begitu belatinya dilepas , Felicia yang kaya akan pengalaman Bertarung langsung menggunakan tinjunya untuk menyerangnya . Namun , tinjunya malah terjatuh ke tangan Bos Marco . Bos Marco malah tidak bergerak seperti lonceng perunggu , bahkan saat Felicia menggunakan bela dirinya , tapi Bos Marco tetap saja seperti besi yang tidak bisa dibengkokkan sama sekali !