Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1478. Kesempurnaan Formasi


__ADS_3

"Orang kalian hanya berjumlah sedikit dan semuanya adalah sampah yang tidak berguna. Aku kali ini datang membawa pasukan elit!"


Hailey melakukan panggilan telepon. Tak lama kemudian, beberapa mobil van datang dan melewati para tentara yang sangar itu.


Anehnya, orang-orang ini berpakaian sama. Penampilan mereka semua sama persis seperti manusia duplikat.


"Mereka ini Manusia modifikasi genetik?"


Ghalinus menebak apa yang sebenarnya terjadi.


"Orang-orang ini semuanya adalah produk teknologi global, nama sandi 051. Kebugaran fisik mereka merupakan hasil rekayasa yang disalin dari kebugaran para tentara bayaran!"


Hailey berkata dengan santai, "Selain itu, aku juga membawa sepuluh orang hasil rekayasa genetika dengan kemampuan berbagai jenis hewan. Dengan begitu banyak orang yang mengepung, aku tidak percaya pertahanan vila ini tidak bisa ditembus!"


Mendengar hal ini, Roman dan Ghalinus sontak bergembira. Mereka pun merasa bahwa penyerangan vila kali ini bakal berhasil.


Kemudian, pasukan mereka yang berjumlah kurang lebih lima ratus orang bergegas menerobos kabut asap.


Kabut asap di sekitar vila menutupi hampir seluas setengah stadion. Di antara kelima ratus orang yang melakukan penyerangan, cepat atau lambat pasti akan ada seseorang yang dapat menemukan vila itu. Dengan kemampuan satu orang tersebut, orang-orang di dalam vila itu juga bakal dapat ditumpas.


Pada saat ini, Jessica sedang berdiri di sebuah puncak di atas Gunung Baiyun sambil memandang kejauhan.


"Itu adalah manusia modifikasi genetik!"


Jessica menatap ke arah vila dan menyadari bahwa formasi kuno itu tidak akan sanggup menahan gempuran pihak musuh.


Pada saat bersamaan, anggota Dragon Hall yang bersembunyi di tempat yang gelap juga merasa sangat cemas. Musuh saling berdesak-desakan. Di antara mereka, ada tentara bayaran dan ada juga manusia modifikasi genetik. Masalah ini sepertinya kian rumit.


Ketika mereka hendak bertindak, berbagai bentuk ilusi yang terbentuk persis seperti ilusi pantulan cahaya muncul di tengah Formasi Delapan Dewa Pelindung. Orang yang memasuki formasi itu akan mengalami kepala pusing dan panik hingga bergerak tidak karuan.


Bagaimanapun juga, jumlah pasukan musuh sangatlah banyak. Mereka perlahan makin mendekati vila.


"Gawat, mereka segera menerobos formasi yang kita buat!"


Dari jendela di lantai lima vila, Natasha dan yang lainnya menanti dengan penuh cemas. Mereka sudah bisa melihat kedatangan pihak musuh di tengah kabut asap.


"Sebentar! Lihatlah! Siapa itu?"


Tiba-tiba, Elena menunjuk seorang pria paruh baya yang berada di tengah kabut asap.


Pria paruh baya itu mengenakan pakaian tradisional Huaxia seperti orang biasa yang hendak berlatih Taici di pagi hari. Dia berjalan sekitar dua puluh meter di depan vila sambil menaburkan benda yang aneh.


Elena pun terkejut saat melihat benda yang ditaburkan itu malah bergerak dan berubah menjadi berbagai macam hewan dan makhluk aneh, seperti buaya, manusia, harimau ganas. Setelah itu, hewan dan manusia tersebut langsung maju menyerang ke depan.


Pria paruh baya itu mengitari vila sebanyak satu kali dan kembali ke tempatnya semula. Dia tiba-tiba menatap Elena sambil tersenyum dan sedikit komat-kamit mengucapkan sesuatu. Setelah itu, dia pun pergi.


Natasha dan yang lainnya sama sekali tidak mendengar jelas apa yang diucapkan oleh pria yang baru saja pergi itu.


Namun, Elena mengerti bahasa bibir dan tahu apa yang diucapkan pria paruh baya itu. Elena pun bergumam, "Dia bilang bahwa dia telah membantu kalian menghitung ramalan. Hasil ramalannya adalah Rasi Tujuh Bintang dan kembalinya penguasa!"


"Rasi Tujuh Bintang? Kembalinya penguasa?"

__ADS_1


Natasha dan yang lainnya sontak terkejut.


Di luar vila telah berkumpul berbagai benda aneh tersebut. Satu per satu orang yang memasuki area formasi mulai mati dan terluka parah.


Formasi Delapan Dewa Pelindung adalah formasi bayangan yang dapat membunuh orang-orang yang masuk ke dalam perangkap. Kalaupun tidak mati, orang tersebut akan kerasukan roh jahat hingga mati karena ketakutan.


Namun, formasi itu bukanlah formasi penyerangan, sehingga tidak semua orang yang masuk ke dalamnya akan mati.


Sementara itu, benda-benda aneh tersebut merupakan benda yang ditambahkan saat berada di formasi bayangan, sehingga pada akhirnya dapat berubah menjadi formasi pembunuhan.


Semua ini terjadi karena benda-benda tersebut merupakan boneka hidup yang dapat dikendalikan.


"Jansen, dulu saat kamu membantuku mempromosikan pengobatan tradisional, aku pernah mengatakan bahwa aku pasti akan membalas utang budiku kepadamu!"


Pria paruh baya itu muncul di luar formasi sambil menaruh kedua tangannya di belakang punggung dan berbicara sendiri dengan suara samar.


"Aku sudah membantumu menyempurnakan formasimu!"


Setelah mengatakan itu, dia pun berbalik pergi.


Pria itu berjalan pergi di tengah cahaya kembang api dan tampak sangat kesepian.


"Apa yang sedang terjadi? Suaranya makin berkurang!"


"Ada yang tidak beres. Sepertinya, sesuatu telah terjadi pada mereka!"


"Ada darah yang mengucur keluar!"


Rasa dingin ini persis seperti seember air dingin yang dituangkan dari kepala ke kaki pada hari yang panas dan sungguh terasa dingin.


Sebanyak empat ratus hingga lima ratus tentara yang semuanya merupakan tentara elite dan juga manusia modifikasi genetik berjalan ke sana kemari dengan lincah.


Meskipun demikian, area yang diselimuti kabut asap hanya seluas setengah stadion. Orang-orang yang memiliki kemampuan hebat juga dapat menerobos masuk ke sana dalam beberapa detik.


Hanya saja, area yang berjarak sangat dekat ini adalah area terlarang. Siapa pun yang masuk ke sana bakal dijemput oleh Dewa Kematian.


"Kenapa jadi seperti ini?"


Hailey berkata dengan suara bergetar.


Sebenarnya, tempat terlarang seperti ini juga ada dan dapat dijumpai di berbagai tempat di dunia. Namun, tempat ini adalah wilayah perkotaan yang ramai.


Ini sungguh tidak masuk akal.


"Nona Hailey, aku rasa kita harus kesampingkan masalah ini dulu. Barusan, anak buahku meneleponku dan mengabarkan bahwa ada orang yang sedang mengawasi tempat ini. Apalagi, pergerakan kita sangat masif. Anak buahku kini sedang berpencar untuk menghindari perhatian orang-orang!"


Saat ini, Roman juga berteriak keras dengan penuh kekecewaan.


Hailey pun marah besar. Namun, Hailey tidak punya pilihan lain selain berkata, "Mundur!"


"Aku ingin lihat sampai berapa lama mereka bisa tinggal di sana!"

__ADS_1


Ghalinus sontak marah besar. Dia menyuruh beberapa orang untuk terus mengawasi vila itu lalu meninggalkan tempat itu bersama dengan anak buahnya.


Saat tiba di jalan utama, mereka langsung menaiki mobil mewah menuju ke arah dalam kota.


Di dalam mobil, wajah Roman tampak masam.


"Jangan marah, Tuan Roman. Jansen sudah mati. Keluarganya memang masih bisa bersembunyi untuk sementara waktu, tetapi bukan berarti mereka dapat bersembunyi selamanya!"


Hailey memiliki kecerdasan tinggi. Di saat seperti ini, Haily malah terlihat sangat tenang.


Roman dan Ghalinus juga merasakan hal yang sama saat mendengar ucapan tersebut. Lagi pula, formasi kuno itu sangatlah kuat. Namun, apakah para kerabat dan sahabat Jansen dapat bersembunyi di sana untuk waktu yang lama?


Hal itu tentu sangat mustahil.


Cepat atau lambat, mereka semua pasti akan keluar dari vila itu hingga akhirnya tertangkap sekaligus.


Untuk saat ini, siapa yang sanggup bertahan lebih lama yang akan menjadi pemenangnya.


"Haha, ucapan Nona Hailey telah menenangkan hatiku yang telah galau sekian lama ini. Benar, kami memang terlalu gegabah!"


Setelah Roman berpikir dengan matang, Roman pun tertawa sambil berkata, "Di saat seperti ini, kita harus merayakan dengan meminum arak dan bercengkerama ria. Oh ya, besok malam aku akan merayakan ulang tahun ke-tujuh puluh. Kalau kalian berkenan, datanglah ke kediamanku untuk sekadar minum-minum!"


"Aku baru saja datang ke Huaxia dan masih ada beberapa urusan bisnis yang harus aku tangani. Aku akan pergi mengunjungi kediaman Keluarga Fang di ibukota terlebih dahulu. Sepertinya, aku tidak akan sempat datang!" Hailey berkata demikian sambil menggelengkan kepala.


"Aku juga tidak punya waktu. Aku baru saja terluka beberapa waktu lalu. Sampai sekarang, aku masih belum sembuh!"


Ghalinus juga menggelengkan kepalanya.


Roman pun berkata dengan acuh tak acuh, "Baiklah, kalau begitu, sampai jumpa di lain waktu!"


Di tengah perjalanan, Hailey dan Ghalinus turun dari mobil dan langsung pergi mengurus masalah masing-masing.


Roman duduk di dalam mobil, menyilangkan kakinya sambil menyanyikan lagu dengan santai.


"Tuan Roman, kedai itu menjual tumisan kerang. Jansen sering datang makan ke kedai itu. Kami berhasil mendapatkan informasi bahwa pemilik kedai itu adalah orang Kota Asmenia, satu kampung halaman dengan Jansen!" Pengurus rumah yang duduk di sebelah Roman berbisik-bisik sambil menunjuk ke arah kedai kecil itu.


"Boleh juga, meskipun kita tidak bisa berbuat apa-apa terhadap keluarga dan sahabat Jansen, kita masih bisa melampiaskan kemarahan kepada kenalan Jansen!"


Roman juga memandang toko itu melalui jendela mobil sambil mencibir, "Aku akan mengadakan pesta ulang tahun besok malam. Undang mereka datang ke kediamanku!"


"Hehe, acara ulang tahun Bos besok pasti berlangsung meriah!"


Pengurus rumah mengeluarkan ponselnya dan menelepon. Di saat bersamaan, sejumlah pria berpakaian jas hitam langsung menerobos masuk ke kedai yang menjual tumisan kerang.


Pada saat ini, di Gunung Baiyun.


Semua orang merasa lega ketika melihat situasi di luar telah kembali kondusif.


"Elena, tadi kamu mengatakan tentang Rasi Tujuh Bintang dan kembalinya penguasa. Apa maksudnya? Ada lagi, apakah pria paruh baya itu temannya Jansen?"


Natasha akhirnya bertanya karena terpikir dengan kejadian sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2