
Kak Frankie hampir ingin memukul orang itu, dia berbicara dengan kesal, "Oke oke, aku akan tanda tangan, tapi hapus fotonya cepat!"
Lebih baik tanda tangan daripada fotonya tersebar, setidaknya citra dirinya masih bisa dipertahankan!
Jansen menghapus foto itu dan memberikan kertas kecil untuk ditandatangani Kak Frankie.
"Kenapa kertas ini sangat kecil?""
Kak Frankie terkejut, tanpa banyak berpikir dia
menandatanganinya dan menyuruh Jansen pergi.
Jansen buru-buru mengucapkan terima kasih, "Terima kasih Kak Engmi!"
"Penggemar sekarang semakin lama semakin berlebihan, bahkan mereka tidak memberi kami sedikit privasi!"
Kak Frankie berwajah suram lagi, karena namanya sudah berubah lagi menjadi Kak Engmi. Dia adalah artis besar Kak Frankie
"Biarkan saja dia, itu hanya penggemar bodoh!" kata Asisten itu meremehkan.
Setelah Jansen berjalan kembali ke Elena, dia mengeluarkan kertas kecil yang tadi dan melipatnya. Ternyata itu adalah tagihan pesanan makanan. Dia berteriak kepada Manajer cantik itu, "Manajer, Kak Frankie adalah artis besar. Dia bilang untuk membalas antusiasme kami sebagai penggemar dia akan mentraktir makan kami hari ini. Dia akan membayar makanan meja ini."
Manajer cantik itu mengambil tagihan pesanan makanan dan langsung mengangguk.
Kak Frankie yang sedang minum bir dan hampir memuntahkannya!
Menyuruhnya membayar?
Apa tanda tangan tadi adalah tagihan pesanan makanan?
"Bocah sialan, beraninya kamu mempermainkanku, kamu ini melakukan penipuan!" kata Kak Frankie marah.
"Kak Frankie, kamu adalah artis besar tidak boleh begitu pelit!" kata Jansen sambil tertawa bahagia.
Di sampingnya Elena dan Amanda keduanya juga ikut tertawa sambil menutupi mulut mereka, bahkan diam-diam mereka memuji Jansen.
Jansen berteriak ke sekelilingnya, "Semuanya lihat, sebelumnya Kak Frankie artis besar ini bilang ingin mentraktirku makan malam. Dia bahkan sudah menandatanganinya, tapi sekarang dia menarik kembali kata-katanya, sungguh tidak bisa dipercaya!"
Kak Frankie langsung memiliki niat untuk membunuh, sebelumnya dia dipanggil Kak Engzi, lalu Kak Engmi dan lainnya. Setelah ditraktir makan dia baru menyebutnya Kak
Frankie!
"Kak Frankie, sudahlah citramu itu lebih penting!" kata Asisten wanitanya membujuknya.
"Oke, anggap saja aku mensedekahkan sedikit penghasilan ku kepada penggemarku. Aku akan membayar makananmu!"
Kak Frankie mengertakkan giginya, dia berencana untuk menyuruh asisten wanitanya itu mengundang wartawan. Tidak boleh menyia-nyiakan berita baik seperti itu. Saat
berita Kak Frankie yang hidup sederhana dan mentraktir penggemarnya makan tersebar, sepertinya itu akan sangat populer!.
Manajer cantik itu datang dan meletakkan tagihan itu di atas meja.
"350 ribu yuan?"
Kak Frankie melotot dan berkata dalam hatinya apa kamu makan daging naga. Dia berteriak dengan marah, "Penipuan, restoran kalian dan orang asing itu bersama-sama menipuku, aku akan menuntut kalian!"
"Pak, ada alasan dibalik semua harga makanan ini!"
Manajer cantik itu memiliki sikap yang baik dan dengan sabar menjelaskan, "Total pesanan mereka ada 162 hidangan, termasuk abalon, sirip hiu, daging sapi Kobe dan bahan lainnya, ditambah biaya koki dan lainnya, ada biayanya.
__ADS_1
masing-masing!"
"Coba perlihatkan kepadaku!"
Kak Frankie mengambil tagihan itu, semakin dia melihatnya semakin kesal wajahnya!
Orang-orang ini terlalu pandai makan. Mereka memesan semua jenis makanan lezat dari seluruh Huaxia dan porsinya semuanya kecil. Mereka bisa menikmati makanan lebih baik dari pada dirinya!
"Aku tidak mau membayar tagihan ini!"
"Maaf, kamu sudah menandatangani tagihan ini dan kami sudah membuat struknya!" Manajer cantik itu masih sangat sabar.
"Sebelumnya aku menandatanganinya tanpa menyadarinya, itu tidak dihitung"
"Pak, jika kamu dipaksa kamu bisa menuntutnya di jalur hukum, tetapi seperti yang sudah dilihat semua orang sebelumnya, kamu tidak berada di bawah paksaan. Dan untuk tanpa sepengetahuanmu, sebenarnya kamu sudah berjanji untuk melunasi tagihan mereka sebelumnya!"
"Aku tidak peduli, lagi pula aku tidak akan membayarnya!"
Meskipun 350 ribu yuan bukanlah uang yang banyak untuk Kak Frankie, tapi dia merasa sudah ditipu untuk memberikan uang begitu saja!
"Semuanya lihat, beginilah artis besar, ucapannya tidak bisa dipegang!"
"Ekspos dia, sudah makan tapi tidak mau bayar!"
Jansen tiba-tiba berteriak.
"Dasar bajingan, kamu pecundang sialan!"
Kak Frankie langsung memakinya, dia juga menyadari kalau Elena dan yang lainnya memegang ponsel untuk merekam video!
Setelah ini habislah dia, menyakitkan!
"Bayar!"
Kak Frankie meminta asisten wanitanya untuk membantunya membayar tagihan itu. Dia tidak makan makanannya karena sudah dipenuhi oleh amarah. Lalu dia pergi dengan asisten wanitanya. Ketika dia melewati meja Jansen, dia berkata dengan suara pelan, "Bocah, berani sekali kamu mempermainkanku. Aku membayar makananmu ini untuk membeli satu lenganmu, dasar miskin!"
Jansen mengabaikannya, setelah Kak Frankie pergi, Elena mengerutkan keningnya dan berkata, "Jansen kamu membuatnya membayar lebih dari 350 ribu yuan dengan begitu saja, sepertinya ini tidak baik!"
"Ini bukanlah apa-apanya!"
Jansen menggelengkan kepalanya pelan, "Orang seperti dia itu, sekali melihatnya aku sudah tahu kalau dia bukanlah orang baik. Selain itu, siapa yang menyuruhnya begitu sombong di depanmu!"
Hati Elena menjadi hangat. Kapan pun, Jansen selalu mengutamakan dirinya.
"Kak Elena, aku sangat iri padamu, tuan sangat baik padamu!"
Amanda berkata dengan iri, "Kamu lihat ada begitu banyak wanita cantik yang menyukainya, Putri Tertua Keluarga Woodley, adikmu Naomi dan aku. Tapi dia hanya mencintaimu, huh!"
Jansen langsung memelototi Amanda, mana ada orang yang menyebutkan masalah privasi orang lain!
Elena menggigit bibirnya kesal. Amanda hanya bicara sembarangan, tidak perlu di ambil hati.
Setelah pesta perayaan Keluarga Miller, dia melihat Jansen bersinar terang, itu membuatnya merasa rendah diri dan tidak layak untuk pria yang sangat luar biasa itu.
"Haha, Bos Jansen ada di sini!"
Pada saat ini Tuan Hilton datang, dia duduk dan berteriak, "Pelayan, hidangkan makanan!"
Ketika dia melihat kekuatan Jansen di pesta Keluarga Miller, Tuan Hilton semakin bertekad untuk menjilat Jansen!
__ADS_1
"Tuan Hilton, makanan kami sudah cukup, kami tidak perlu tambahan!" kata Jansen tertawa.
"Kalau begitu tambah anggur saja!"
Selesai berkata dia memandang Elena, "Nyonya Scott, aku tidak tahu jenis anggur apa yang ingin kamu minum?"
Sekarang dia juga tahu kalau bos Jansen hanya peduli pada Elena. Menjilat Elena berarti menjilat Jansen.
"Ini!"
Elena menatap Amanda dan tiba-tiba berteriak, "Bir saja!"
"Tepat sekali, itu yang ingin aku katakan!"
Amanda menjentikkan jarinya.
"Kalian minum bir?" Jansen terkejut.
"Apa tidak boleh?"
Elena dan Amanda melihat Jansen pada saat yang sama dan berkata, "Kami mau bir Qingdao, bawakan selusin dulu!"
Setelah pelayan membawa bir, keduanya dengan cepat membuka botol dan langsung meminumnya dari botol!
Ini sangat segar, melihatnya Jansen menjadi terpana.
Tiba-tiba dia menyadari kalau dia sepertinya tidak terlalu mengenal Elena, bahkan dia tidak tahu sejak kapan Elena suka minum!
Tetapi Jansen juga tidak menghentikannya. Dia tahu Elena sedang kesal dan ingin menggunakan alkohol untuk menghilangkan kesedihannya.
Tuan Hilton yang ada di sampingnya membantunya
mengambilkan anggur dan berkata, "Bos Jansen, barusan aku dengan kalau ada seorang artis kecil memprovokasimu, apa kamu mau?"
"Tidak perlu, dia hanya artis kecil, orang-orangku ada di depan pintu!"
Jansen berkata tidak peduli, "Selain itu, ada hal-hal yang tidak bisa diselesaikan olehku Jansen, bahkan Tuan Hilton tidak bisa menyelesaikan masalah itu!"
Saat ini ada teriakan di luar pintu.
"Bocah, keluar kau, aku memotong satu lenganmu!"
Suaranya sangat keras bercampur dengan keangkuhan.
Terlihat ada belasan gangster datang dari pintu restoran. Kak Frankie dengan memakai topi dan kacamata hitam yang menutupi wajahnya mengikutinya di tengah dengan wajah marah.
Pria miskin itu berani menipu uangnya, hari ini dia datang untuk membuatnya membayarnya!
Ketika mereka mau memasuki restoran, ada dua wanita berdiri di pintu dan menghentikan mereka.
"Pergi kalian!"
Kak Frankie membentaknya.
"Tuan Jansen sedang makan, tidak ada seorang pun yang boleh mengganggunya!" kata salah satu dari wanita itu dengan dingin.
"Omong kosong Tuan Jansen siapa, apa kamu bawahan pria miskin itu?"
Kak Frankie berkata menghina, "Kalau kamu masih tidak mau pergi, jangan salahkan kami kalau memberi kalian pelajaran!"
__ADS_1