Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 461. Balasan!


__ADS_3

Setelah Darius masuk, dia melihat sekeliling dan melihat Jansen aman dan sehat. Hatinya langsung menggebu-gebu dan menahan amarah, "Jansen, aku yang salah sebelumnya. Di kesempatan ini, aku minta maaf padamu."


"Bukankah Tuan Darius mengatakan bahwa saya main-main dan konyol? Anda tidak salah, dan tidak perlu meminta maaf!" Jansen berkata pelan.


Darius dalam hatinya menjadi semakin marah, tetapi ketika dia memikirkan nasihat ibunya, dia masih menahan amarah dan tertawa, "Aku salah sangka pada Dokter Jansen, sekarang kondisi Kakek stabil, tetapi dia belum bangun. Aku harap Dokter Jansen bisa membantuku untuk memeriksanya."


"Jika meminta tolong orang lain itu sebaiknya perkataannya ditambahkan dengan kata tolong!"


Jansen tersenyum.


"Berani-beraninya kamu pamer, kamu tahu siapa ayahku!"


Jordie selalu emosi jika melihat Jansen.


"Jordie, diam kamu!"


Segera setelah kata-katanya selesai, Darius menegur satu kalimat dan berkata kepada Jansen, "Aku meminta tolong bantuan Dokter Jansen."


Ini sama saja merendahkan!


Semua penjaga penjara di belakangnya diam-diam terkejut. Untuk pertama kalinya, mereka melihat Darius meminta bantuan.


"Jika Anda ingin saya memeriksanya, jika Anda mau saya pergi ke rumah Keluarga Palmer, Anda harus bisa melakukan dua hal," Jansen menambahkan, "Pertama, menghukum diri sendiri untuk minum tiga cangkir anggur yang saya bawa!"


"Tapi saat ini saya tidak punya anggur ini!" Darius mengerutkan kening.


" Penatua Jack punya, Anda beli saja punya dia, dengan hubungan pertemanan Anda dengannya, dia pasti akan menjualnya pada Anda!" ucap Jansen.


Kemarahan Darius mendidih di dalam hatinya. Dia tahu asal usul Jansen, dia hanya seorang menantu Keluarga Miller yang tidak tahu malu saja. Dia sebagai tuan dari Keluarga Palmer harus mendengarkan pecundang? Ini terlalu memalukan!


Namun, dia masih menahannya dan menelepon Penatua Jack!


"Ternyata untuk membeli anggur Baimo, apakah itu niat Jansen?"


Suara senyum Penatua Jack terdengar dari telepon, "Tuan Darius, saya sudah berteman denganmu selama bertahun-tahun, begini saja, sebotol anggur 10 Juta Yuan, tidak mahal, 'kan?"


"10 Juta Yuan?"


Darius sangat ingin menghancurkan ponselnya. 'Apakah ini masih dianggap sebagai teman baik selama bertahun-tahun?'


Sial, aku ingin sekali membantainya dengan pisau!'


"Kamu tidak menginginkannya? Tidak juga tidak apa-apa, saya masih belum ingin menjual anggur ini juga!" ucap Penatua Jack dengan nada tidak rela.


Darius sekarang seperti orang bodoh, dia tidak bisa mengatakan betapa pahitnya yang dia rasakan. Jika dia punya pilihan, dia ingin anggur kentut saja! Dan apa lagi anggur itu seharga 10 Juta Yuan, meski itu terbuat dari emas pun dia tidak akan mau!


Dia sebenarnya tidak terlalu suka minum anggur, terkadang hanya untuk hiburan saja.


"Oke, saya akan membelinya, tolong suruh orangnya Penatua Jack mengantarnya kemari!"


Darius menahan amarah, merasa belum lama ini sudah menegur Jansen tanpa beban, sekarang semuanya terasa dibalas oleh Jansen!


"Ayah, kamu benar-benar babi bodoh, anggur 10 Juta Yuan, itu sama saja anggur asing yang terkenal!"

__ADS_1


Jordie tidak bisa menahan omelan, tapi di tengah kalimatnya, dia langsung menelan perkataannya!


Jordie melihat Darius menatapnya dengan marah. Putranya sendiri menyebutnya sebagai babi bodoh. Jika bukan karena ada sipir, dia benar-benar ingin menampar bocah itu tiga kali.


Tak lama kemudian, seseorang mengantarkan anggur itu, dan Darius mengisi tiga cangkir dan melihat anggur putih yang harum itu. Dia benar-benar tidak bisa meminumnya!


Dia benar-benar tidak suka minum anggur, apa lagi anggur putih!


Dia menggertakkan gigi dan mencubit hidungnya, lalu langsung meminumnya dalam satu tegukan!


Aliran airnya panas dan pedas mengalir ke tenggorokannya dan hampir membuat Darius muntah. Dia benar-benar tidak mengerti mengapa begitu banyak orang sangat suka minum anggur putih.


Dia memiliki asupan alkohol yang biasa-biasa saja, dan setelah minum segelas anggur, dia merasa tidak bisa meminumnya lagi!


"Masih ada dua gelas lagi!"


Jansen berkata tiba-tiba.


"Dokter Jansen, aku tidak begitu bisa minum anggur, kenapa kamu mempermalukanku?"


Darius dalam hati sangat marah, tapi nada bicaranya lembut.


Dia adalah bos besar, dan selama ini orang lain yang menghormatinya dan bersulang padanya. Namun, ini adalah pertama kalinya dia menghormati orang lain untuk minum anggur, padahal di hadapannya hanyalah seorang pecundang yang dibuang dari keluarganya.


"Harga diri itu diri sendiri yang menghargai, dan bukanlah orang lain." ucap Jansen.


Darius terdiam, memikirkan segala macam penghinaan terhadap Jansen belum lama ini!


"Akan aku habiskan!"


Setelah itu Darius merasa lantai mulai berputar, lebih-lebih dia merasa perutnya terasa seperti terbalik.


"Wargh!"


Darius berbalik dan muntah. Semua makanan yang dia makan di pagi hari dimuntahkan. Sungguh tidak nyaman!


"Ayah!"


Jordie melihat sangat sakit hati dan semakin membenci Jansen!


Yang membuatnya semakin marah adalah Jansen menggelengkan kepalanya dengan rasa kecewa dan berkata, "Sayang sekali, anggur ini sia-sia!"


Sia-sia?


Kalau sia-sia mengapa ayahku suruh meminum anggur ini?'


Jika mata Jordie bisa membunuh orang, tidak tahu sudah berapa kali Jansen mati dibunuh olehnya!


"Yang kedua, saya tidak bisa duduk di penjara ini dengan sia-sia seharian, dan seseorang harus menggantikan saya selama sehari. Saya pikir Tuan Muda Jordie bisa menggantikan saya!" ucap Jansen.


"Kamu menyuruhku masuk ke dalam penjara?"


Jordie menunjuk dirinya sendiri dan curiga kalau dia salah dengar.

__ADS_1


"Betul, dan harus di penjara nomor 9 juga!" Jansen mengangguk.


"Lakukan seperti yang dikatakan Dokter Jansen!"


Darius menoleh ke Jordie. Dia harus menanggung deritanya hari ini untuk sementara waktu. Setelah urusan ayahnya stabil, dia pasti akan menghajar Jansen!


Melihat ayahnya sudah angkat bicara, Jordie terpaksa harus setuju, bagaimanapun, semua orang di penjara ini adalah kenalan, anggap saja tidur di sini selama sehari.


Jansen mengikuti Darius pergi, sementara Jordie tinggal di sel nomor 9. Dia meremehkan semua tahanan dan dengan dingin berkata, "Apa yang kalian lihat? Aku seorang Tuan Muda dari Keluarga Palmer, cepat layani aku!"


Semua orang menyipitkan mata dan tidak berbicara!


"Cepat, bersihkan lantainya, aku mau tidur, kalau melayaniku dengan baik, aku akan menghadiahimu nanti!" ucap Jordie dengan kasar.


"Baik, Tuan Muda Jordie!"


Pria botak menjadi sangat sibuk, setelah membersihkan lantai sel, menyuruh Jordie berbaring dan beristirahat. Beberapa orang memijatnya dan mengobrol.


"Kelihatannya memang nyaman, tidak heran Jansen sangat menikmatinya!"


Jordie merasa puas. Jansen ingin memberikan pelajaran untuknya, betapa sulitnya dia akan dipenjara selama satu hari!


Saat ini, di ruang pemantauan, petugas melihat ke arah pantauan dan melihat Jordie tidak di-bully. Mereka pun lega!


Setelah dipikir-pikir, memang siapa yang berani membuat marah Tuan Muda Jordie!


"Dimana kamar mandi? Aku ingin mandi, terlalu kotor di sini!"


Jordie tidur sebentar dan merasa tidak nyaman. Dia merasa seperti memiliki kutu busuk di tubuhnya!


"Sipir, Tuan Muda Jordie ingin mandi, saatnya membuka sel untuk ke kamar mandi!"


Pria botak itu berteriak di luar gerbang besi, dan penjaga penjara segera membuka pintu dan membawa mereka ke kamar mandi!


Jordie bersikap angkuh seperti bos besar, berjalan dan berkata, "Kalian melakukan pekerjaan dengan baik, kalian bisa menjadi bawahanku. Setelah aku keluar, kalian semua aku kasih hadiah!"


Ketika mereka tiba di tempat pemandian, semua penjaga penjara keluar, meninggalkan beberapa tahanan untuk membantu menggosok Jordie.


Setelah menggosok beberapa saat, pria botak itu tiba-tiba menunjuk ke lantai dan berkata, "Tuan Muda Jordie, tidak ada sabun cair di sini, kita semua menggunakan sabun batang, lihat sabunmu jatuh!"


"Huh, lingkungannya memang buruk, tapi hanya untuk satu hari, dan aku tidak peduli!"


Jordie berbicara dan membungkuk untuk mengambil sabun.


Dia baru saja membungkuk, beberapa orang di belakang tiba-tiba menangkapnya, pria botak itu bergegas memeluknya dan mencibir, "Tuan Muda Jordie, kamu bahkan lupa denganku, aku Mardog! Suatu hari kamu akan jatuh ke tanganku juga!"


"Aduh, apa yang kamu lakukan? 'Menembak' aku di pantat?"


Jordie berteriak kesakitan dan air matanya mengalir, "Aku memperlakukan kalian sebagai bawahanku, tetapi kalian malah ingin tidur denganku?"


Namun, tidak ada kamera di kamar mandi, dan tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya.


"Mardog, kamu sudah selesai, giliranku!"

__ADS_1


Apa yang membuat Jordie pingsan adalah ternyata bukan Mardog satu-satunya yang menembakan sesuatu ke pantat!


Sungguh sangat menyedihkan!


__ADS_2