
"Aku juga tidak tahu. Mungkin dia itu seorang pria, nama kodenya adalah Dokter!" Wajah Elena tampak kagum dengan pria itu, “Aku berharap aku punya kesempatan untuk bertemu dengan dirinya. Sekarang, semua anggota pasukan membahas cerita tentang dirinya. Sayang sekali, aku belum pernah berjumpa dengan dirinya meskipun sekarang aku juga berada di dalam pasukan Wilayah Militer Huaxia Utara!"
"Kamu benar-benar mengagumi pria lain di belakangku?" Jansen berpura-pura marah.
Elena tampak cemberut, "Tidak ada salahnya mengagumi pria lain. Kalau aku mengejar seorang aktor terkenal, apakah aku wajib menikah dengan aktor terkenal itu? Semua ini tidak mungkin terjadi!"
"Lagi pula, dia adalah pahlawan Huaxia yang telah meningkatkan reputasi pasukan khusus Huaxia. Sangat wajar bila aku mengagumi dirinya!"
"Kamu sungguh pelit!"
Jansen juga diam-diam merasa tertekan saat ditegur oleh Elena, tetapi ucapan Elena memang benar adanya. Sangat wajar bila seorang wanita mengagumi bintang terkenal setelah menikah.
"Jangan khawatir, kamu akan berjumpa dengannya cepat atau lambat!" Jansen berkata sambil tertawa.
"Aku harap begitu!"
Elena menghela napas, “Tapi, aku khawatir ini akan terwujud dalam waktu lama!"
Jansen menggelengkan kepalanya dan berkata dalam hatinya, Apakah kamu tidak melihat orangnya sekarang?
Saat keduanya mengobrol, ponsel Elena berdering. Setelah menerima panggilan telepon, wajah Elena langsung terlihat murung.
"Apakah orang Keluarga Miller mencarimu?" Jansen seperti telah menduga sesuatu.
"Benar, itu telepon dari Renata. Dia menyuruhku segera pulang ke rumah!"
Elena tampak kesal. Dia baru saja kembali dan ingin menghabiskan waktu berduaan dengan Jansen.
"Kalau begitu, jangan hiraukan dia!"
"Renata bilang bahwa masalah ini tentang Kakek. Selain Jessica, semua orang harus pulang ke rumah, termasuk aku!"
"Orang-orang Keluarga Miller memang menyebalkan!"
Mereka berdua pulang ke kediaman Keluarga Miller dengan mengendarai mobil. Saat tiba di depan gerbang kediaman Keluarga Miller, Jansen ragu sejenak dan sama sekali tidak berniat masuk ke dalam.
"Kamu juga sudah datang kemari, masuk saja! Sekarang, kamu adalah suamiku!"
Elena menarik Jansen keluar dari mobil. Elena cukup percaya diri, seolah ingin menegaskan hubungan mereka berdua.
Saat mereka berdua baru saja tiba di depan gerbang, Jasper Woodley kebetulan juga datang dengan membawa berbagai bungkusan hadiah. Jasper pun terkejut dan hanya tersenyum sinis lalu masuk ke kediaman Keluarga Miller ketika melihat Jansen.
Jasper tidak mempersulit Jansen karena hanya ada sekitar setengah bulan tersisa sebelum perjanjian setengah tahun itu berakhir.
Jika saat itu kakak sulungnya kembali, Jansen, pecundang ini pasti akan mati.
"Jasper!"
Wajah Elena tampak masam. Dia pun menghibur Jansen dengan berkata, "Jangan khawatir, tunggu tanggalnya, aku bersikeras menentang pernikahan ini. Lagi pula, aku pikir Keluarga Miller tidak punya hak untuk menentang hubungan kita berdua!"
Elena berkata dengan penuh keyakinan kuat.
"Jansen, kamu selalu melindungi ku. Kali ini, biar aku yang akan melindungi mu!"
Elena memandang Jansen dengan penuh kasih sayang.
Hati Jansen terasa hangat. Jansen tahu bahwa Elena termotivasi dengan pemilihan calon Raja prajurit.
Namun, apakah dengan ini semua, Elena bisa terbebas dari belenggu Keluarga Miller?
__ADS_1
"Nona Ketiga!"
Mereka berdua berjalan ke gerbang depan dan penjaga pun menyapa, tetapi ketika Jansen ingin masuk, penjaga itu malah menghentikan Jansen.
"Maaf, kamu tidak boleh masuk!"
"Kenapa dia tidak boleh masuk?"
Elena langsung mengerutkan kening.
"Karena dia bukan anggota Keluarga Miller!"
Para penjaga saling memandang dan berkata dengan dingin bahwa mereka telah menerima perintah dari Keluarga Miller.
Waktu perjanjian akan segera tiba. Jansen akan diusir dari keluarga Miller. Bagaimanapun juga, dalam waktu sekitar belasan hari lagi, Jansen juga tidak akan punya hak untuk masuk ke kediaman Keluarga Miller lagi.
"Kamu sembarangan! Di mana Renata? Suruh dia keluar!"
Elena pun marah.
"Nona Ketiga, kamu jangan membuat kami dalam posisi sulit. Ini adalah perintah kepala Keluarga. Semua anggota Keluarga Miller boleh masuk, kecuali dia seorang!" Penjaga itu berkata sambil menghela napas dan memegang pistol dengan erat.
Mereka ingin memperingatkan Elena agar tidak memaksa mereka menggunakan senjata.
"Dia adalah suamiku sekarang, kenapa dia tidak boleh masuk?"
Sekujur tubuh Elena gemetar. Elena mencoba menahan amarah yang memuncak.
"Sebentar lagi dia juga bukan suamimu lagi!"
Seorang penjaga berkata demikian sambil terkekeh.
Penjaga itu sontak bingung. Salah seorang dari mereka tersenyum sinis dan berkata, "Dia itu Tuan Jasper. Kelak, dia akan menjadi adik menantu Keluarga Miller. Kerabat sendiri tentu saja boleh masuk!"
"Kalian telah menghina Jansen!"
Elena tidak bisa menahan amarahnya lagi. Dia melangkah ke depan lalu memberikan satu tamparan.
Plak!
Tamparan itu sangat kuat. Penjaga yang tersenyum itu terpelanting sejauh lima meter dan jatuh menghantam tanah.
"Dia adalah suamiku, bukan orang luar!"
"Jika dia tidak boleh masuk, aku juga tidak akan kembali ke sini lagi!"
Elena memarahi dan menampar seorang penjaga lain. Suara tamparannya terdengar keras seperti suara petasan yang bergaung di telinga penjaga itu.
Krek!
Mereka memegang pistol dengan penuh kemarahan.
Hanya saja, sebelum mereka mengeluarkan pistol, Elena telah terlebih dahulu mengeluarkan pistolnya sendiri dan menodongkan pistol itu ke dahi penjaga sambil berkata, "Ayo tembak kalau kamu berani!"
"Nona Ketiga!"
Para penjaga langsung gemetar ketakutan. Mereka akhirnya kembali tenang.
"Enyahlah kalian semua!"
__ADS_1
Elena menendang penjaga yang berada di dekatnya dan kemudian menarik Jansen masuk ke kediaman Keluarga Miller.
"Sialan!"
Semua penjaga tidak berani menghentikan Elena. Mereka pun berulang kali mengumpat di belakang.
Mereka beranggapan bahwa Elena memang bukan orang yang boleh mereka tindas, tetapi tidak dengan Jansen. Mereka sangat meremehkan Jansen karena Jansen yang dianggap sebagai pecundang akan segera diusir dari Keluarga Miller.
"Elena, kamu baru pulang kemari saja sudah membuat keributan, apa maksudmu?"
Saat mereka berdua memasuki gerbang, terdengar suara Renata yang berdiri di sana dengan berpakaian tradisional sambil melampiaskan kekesalannya.
"Mereka tidak mengizinkanku masuk!”
Elena tahu bahwa itu pasti ulah Renata. Elena pun mencibir, "Sebagai penjaga kemanan, mereka bahkan tidak bisa mengenali mana majikan mereka dan mana tamu. Aku sedang mengajari mereka bagaimana bersikap dengan baik!"
Renata menatapnya dengan sinis, "Ini bukan masalah besar, untuk apa kamu memukuli mereka?"
Renata kemudian menatap Jansen dengan marah, "Jansen, aku menyuruhmu pergi bekerja di kantor cabang. Siapa yang menyuruhmu pulang kemari?"
Renata bermaksud mengusir Jansen, sehingga Renata pun memerintahkan kepada para penjaga agar tidak mengizinkan Jansen masuk ke kediaman Keluarga Miller mulai saat ini juga.
Tak disangka, Jansen benar-benar kembali. Renata pun kesal karena hal ini.
Selain itu, Renata juga tidak menyangka bahwa Elena begitu kejam dan bahkan sanggup menampar, menendang, dan mengeluarkan pistol.
Sifat dan temperamen Elena sekarang jauh berbeda dengan saat Elena baru pertama kali datang ke kediaman Keluarga Miller.
"Gaji di kantor tidak tinggi. Karena itu, aku mengundurkan diri dari pekerjaanku!” Jansen menjawab dengan malas.
"50 ribu yuan sebulan masih terlalu rendah? Kamu pikir kamu ini profesor?"
Renata berkata dengan kesal, "Kami, Keluarga Miller tidak senang dengan kedatanganmu, keluar!"
"Kamu bukan orang yang mengambil keputusan di Keluarga Miller. Selama Nenek tidak mengusir Jansen, tidak ada seorang pun yang boleh mengusir Jansen!"
Elena memegang tangan Jansen, melangkah dengan cepat dan berjalan ke sisi lain aula tanpa menghiraukan Renata.
Jansen pun sangat terkejut. Elena memang tumbuh menjadi lebih dewasa. Saat Elena pertama kali berjumpa dengan Jessica, Elena sangat ketakutan.
Lihatlah Elena yang sekarang, benar-benar mirip seekor harimau betina.
Elena juga bisa melindungi orang yang dicintainya.
Renata pun marah sambil bertolak pinggang, "Kamu tidak perlu sombong sekarang. Setengah bulan lagi, kamu adalah milik Tuan muda Aidan Woodley. Tidak ada gunanya juga kamu protes!"
Pada saat ini, di dalam aula sudah sangat ramai, terdengar suara riuh orang-orang yang hadir di sana.
“Penyakit Kakek Miller akhirnya sembuh juga. Tuhan Maha penyayang!"
"Kabarnya, seorang dokter jenius diundang untuk memeriksa penyakit Kakek dan mengatakan bahwa Kakek telah diracuni. Dalam waktu sangat singkat, dia berhasil menyelamatkan nyawa Kakek!"
"Dokter Jenius ini sungguh hebat. Kenapa Kakek tidak mengundangnya bertamu kemari?"
"Kakek baru saja sehat kembali. Kakek sedang memulihkan diri. Setelah menunggu selama seminggu, Kakek akan kembali ke kediaman. Kakek pasti akan membawa Dokter Jenius itu pulang bersamanya!"
Suara mereka penuh dengan sukacita.
Pantas saja Elena dipanggil pulang ke kediaman. Ternyata, Kakek Miller baru saja sembuh.
__ADS_1
Kakek Miller adalah pilar bagi Keluarga Miller. Pemimpin Keluarga Miller saat ini adalah Jessica, tetapi Kakek Miller masih menjadi orang yang berkuasa atas pengambilan keputusan di balik layar. Orang-orang di Ibu kota bahkan masih sangat menghargai Kakek Miller dan patuh pada ucapannya.