
" Bodoh , kakakku dari awal sudah tidak marah lagi , dan selama ini dia selalu menunggumu pulang . Tapi kamu , kamu bahkan tidak menelpon kakakku , sangat tidak bertanggung jawab ! "
Diana mengerutkan bibirnya , " Kali ini kamu mencari siapa? Kak , kamu jangan memanfaatkan kesempatan tidak ada di rumah untuk berkeliaran kemana - mana ! "
Mendengar Elena sudah tidak marah , suasana hati Jansen seketika langsung membaik , lalu dia mengambil secarik foto itu , " Cari dia , coba lihat apakah kamu mengenalnya tidak ! "
" Ellisa Houten , adalah salah satu dari empat wanita tercantik di Universitas Asmenia ! "
Diana berseru kaget , kemudian melihat ke sekelompok teman dekatnya , " Itu dia tepat di sana , dia adalah teman baikku . Kak , untuk apa kamu mencari yang wanita cantik ? Ah , menjengkelkan sekali ! "
Dengan marah Diana menarik tangannya kembali dan tidak membiarkan Jansen memanfaatkannya .
" Aku dipercayakan oleh seorang teman , sudahlah kamu jangan berpikiran yang aneh - aneh begitu , ayo pergi bawa aku ke sana untuk memperkenalkannya kepadaku ! "
" Persetan dengan kenalan ! Apakah temanmu itu memintamu untuk mengatur kencan buta ? "
Meskipun Diana kesal tapi dia tetap membawa Jansen kepada sahabatnya .
" Ellisa , kakak iparku sedang mencarimu ! "
" Hah , aku kan tidak kenal kakak iparmu ! "
Seorang gadis muda berpakaian seperti Diana dengan memakai lipstik ungu serta tindik di bibirnya melihat Jansen dengan tatapan remeh , " Kakak iparmu cukup tampan , kenapa ? Ingin berkencan denganku ? Maaf tapi aku suka pria yang kekar seperti itu , yang anggun itu tidak cocok untukku ! "
" Kamu juga tidak berkaca seperti apa dirimu ini , mana mungkin kakak iparku bisa menaksirmu ? Selain itu , pria kekar itu hanya menarik dari luar tapi apakah bisa sehebat kakak iparku ? " Diana mengelak .
Melihat bahwa mereka memiliki tanda - tanda pertengkaran , Jansen bergegas menyela , " Ellisa , apakah akhir - akhir ini kamu mengalami kesulitan ? Misalnya seperti mendapatkan ancaman atau mungkin secara finansial ? Selama kamu membicarakannya denganku , aku mungkin dapat membantumu , ditambah lagi aku adalah seorang guru di departemen medis Universitas Asmenia , kamu dapat percaya kepadaku ! "
" Oh , ternyata Pak Jansen , pantas aku merasa agak familiar ! "
" Sangat tampan ya , dengar - dengar keterampilan medisnya sangat bagus , bahkan dia mengalahkan banyak orang tua ! " Semua sahabat Diana mengamati Jansen dengan mata berbinar - binar .
Ellisa juga sedikit tersentak kaget , tapi dia memiliki temperamen yang lebih memberontak daripada Diana , dengan nada yang meremehkan dia menjawab , " Aku paling benci dengan yang namanya guru , masalah apapun pasti selalu ingin tahu ! persis seperti orang tua , aku baik - baik saja , kamu pergi sana ! "
Setelah mengucapkan itu dia langsung pergi sendiri .
Jansen seketika merasa tertekan ditolak mentah - mentah seperti itu , Ellisa Houten ini memiliki sifat yang persis seperti kakak perempuan Diana , keduanya adalah orang yang sulit dihadapi !
__ADS_1
Melihat Jansen menatap Ellisa dengan tatapan linglung , Diana langsung menghentakkan kakinya ke tanah dengan keras , " Lihat apa hah ! Orangnya sudah pergi dasar buaya , mata keranjang ! "
" Ah ! " Jansen langsung berteriak saat kakinya diinjak .
" Cih , jangan lupa kamu itu sudah menikah , jangan melihat seorang kembang sekolah kamu langsung ngiler begitu , dasar kamu ini mata keranjang ! " Diana yang murka terus mengoceh.
" Apanya yang mata keranjang sih , aku kan sudah bilang kalau aku hanya dipercaya oleh seorang teman , ngomong - ngomong , bukankah kamu temannya , coba beritahu aku tentang dia . " Jansen benar - benar tidak memiliki cara menghadapi penyihir kecil Diana ini .
Melihat tampang Jansen yang terlihat tertekan , seketika amarah Diana langsung sirna , lalu tertawa , " Dia , selalu aneh dan berbicara seperti layaknya seorang kakak perempuan , siapapun dapat dimarahinya . Bagaimanapun dia adalah orang yang tidak suka berteman , tapi selain ini dia masih oke , dan dia memiliki hobi yang sama denganku ! "
Jansen memandang Diana dari atas ke bawah , sebenarnya gaya kedua gadis ini sangat mirip !
Selain itu , Diana ini memakai sepatu hak tinggi yang membuat tingginya terlihat hampir sama dengan Jansen , hanya saja hak tinggi jika dipakai ke sekolah terlalu tidak senonoh !
" Tapi juga tidak bisa menyalahkannya , kudengar sejak kecil dia sudah tidak memiliki orang tua dan selalu hidup mandiri ! "
Ujar Diana menambahkan , " Dan tampaknya ada seseorang yang diam - diam mensponsori biaya hidupnya toh , dia memang cukup kaya ! "
Jansen tahu , seharusnya inilah alasan pembunuh panah , tetapi yang membuat Jansen sedikit terkejut adalah ternyata kedua orang tua Ellisa sudah tidak ada !
" Apakah ada yang aneh dengan dia akhir - akhir ini ? "
" Diana , kamu pasti tahu dan sekarang kamu sedang berbohong , cepat katakan kepadaku ! " Melihat Diana yang sedikit goyah Jansen langsung dapat menebak sesuatu !
Diana hanya bisa memeletkan lidahnya , " Beberapa hari yang lalu , dengar - dengar ada sebuah makam kuno di bawah laut yang baru ditemukan di pulau fangji, jadi kami langsung ingin membentuk tim untuk mencari tahu , tetapi karena peralatan dan masalah lain memerlukan banyak uang jadi sepertinya Ellisa melakukan pinjaman online ! "
" Kalian pergi untuk menjelajahi makam kuno? Gila ya ! " Jansen menatap Diana dengan sengit .
" Kak , tolong jangan beritahu kakakku tentang perihal ini , atau dia akan membunuhku , lagipula bukan hanya dia yang meminjam kok tapi kami juga , sebenarnya pinjamannya tidak banyak per orang hanya 7-8 ribu yuan saja kok ! " Seru Diana mengelak .
Jansen tidak bisa berkata - kata , memang anak muda memiliki rasa penasaran yang kuat , kemarin mereka menjelajahi gedung hantu di malam hari , kali ini mereka pergi melihat sebuah makam dasar laut . Benar - benar sekumpulan orang yang meresahkan Tak lama kemudian Jansen bertanya , " Sebenarnya aku juga tidak perlu mengatakannya , tapi kalian meminjam uang online dari perusahaan apa ! "
Diana hanya bisa menceritakan semuanya dan mengikutinya , sementara Jansen memberikan nama perusahaannya kepada Panah , sekarang Jansen dapat dengan kasar menebak atas dasar apa kelompok antar provinsi itu menargetkan Ellisa , sepertinya karena pinjaman online .
" Baiklah , kamu pulang saja duluan , aku masih ada urusan , pergi dulu ya ! "
Karena agak khawatir dengan Ellisa , Jansen pun lekas pergi .
__ADS_1
" Kak , kapan kamu akan pulang , ayah dan ibu sangat merindukanmu ! " Teriak Diana dari belakang .
" Beberapa hari lagi ! "
Di sisi lain , Ellisa tengah berjalan sendirian di jalan . Dia melepaskan seragam sekolahnya dan mengenakan celana pendek denim dan stoking sutra hitam , juga dengan mantel kulit di bagian atas tubuhnya serta rokok di sudut mulutnya . Meskipun dia memiliki kepribadian yang agak unik tetapi dia masih menarik perhatian banyak orang .
"Adik , apakah kamu tertarik untuk minum ? "
Seorang pria dengan jerawat di wajahnya tersenyum dan mengira Ellisa adalah perempuan yang seperti itu !
" Kamu yang adik ! Pergi atau hati - hati aku akan mematahkan kakimu ! "
Ellisa memuntahkan seteguk asap , raut wajahnya yang garang menakuti pria berkacamata itu sampai dia terbirit - birit melarikan diri !
" Semua mereka yang berkacamata adalah laki - laki cabul , sama saja seperti guru ! "
Wajah Ellisa penuh dengan penghinaan , " Kelihatannya kakak ipar Diana ini memang seperti pria yang lembut , tapi sekilas aku sudah dapat melihat kalau dia adalah pria yang munafik , masih bilang ingin membantuku lagi ! Bukankah dia hanya ingin memanfaatkanku dasar sampah ! "
Ciiet !
Saat dia berkata demikian , terdengar suara rem motor yang melengking di jalan , ternyata beberapa motor berhenti di dekatnya .
Kemudian beberapa pemuda dengan rambut gondrong warna - warni berteriak , " Ellisa , apa kamu punya waktu untuk jalan - jalan ? "
" Ayo ! "
Tiba - tiba Ellisa menjadi antusias !
Namun , begitu dia naik ke Ducati itu , beberapa pria berbaju hitam muncul di depannya , menghalangi jalan Ducati .
Pemuda yang mengendarai Ducati itu langsung memaki , " Tidak punya mata ya ! Menyingkir , jangan menghalangi jalan ! "
PLAK !
Namun , salah satu pria berbaju hitam langsung mengulurkan telapak tangannya dan tiba - tiba menarik pemuda itu turun dari motor kemudian langsung menghancurkan pemuda itu ke tanah .
PLAK PLAK PLAK !
__ADS_1
Selanjutnya beberapa pengendara motor yang masih muda juga ditarik dan ditendang oleh semua pria berbaju hitam sampai - sampai semua lengan mereka patah , akan tetapi para pria berbaju hitam itu tetap tidak menunjukkan belas kasihan . Pemandangan yang begitu kejam ini membuat Ellisa serta yang lainnya tersentak takut , faktanya mereka juga adalah gangster dalam masyarakat , tapi mau bagaimanapun juga , mereka hanya membuat masalah kecil dan tidak sekejam orang - orang ini .