
Pagi - pagi sekali Jansen sudah bergegas pergi , karena dia tidak tahu di mana tempat yang tepat untuk membeli setelan jas untuk saat ini , jadi dia kembali ke Mall Emerald , dia ingat di mall ini juga banyak toko pakaian kelas atas !
" Halo ! "
Begitu Jansen tiba di toko jas Armani , pramuniaga segera menyambutnya dengan sopan !
" Keluarkan semua setelan jas yang ada di sini ! "
Jansen tidak begitu mengerti tentang cara membeli pakaian , oleh karena itu dia langsung membuka mulutnya .
Pada saat ini , masih ada banyak pelanggan di toko yang sedang memilih jas , mereka semua sangat sakit hati melihat harga jas di toko ini , tetapi begitu mereka mendengar seruan Jansen , seketika semua orang langsung tersontak kaget !
" Sayang , coba lihat pemuda itu sepertinya dia benar - benar ingin membungkus semuanya ! "
" Sial , dia tampak masih berkepala dua , tetapi kenapa dia bisa begitu kaya ! "
" Kamu ini iri saja , sekilas dia sudah terlihat seperti generasi bangsawan yang kaya raya , kamu hanya seorang pekerja biasa ! "
Mereka semua berbisik , ada juga beberapa wanita yang menatap Jansen dengan mata yang berbinar - binar , saking bersemangatnya sampai hampir berinisiatif untuk meminta kontak Jansen .
" Tamu yang terhormat , apakah Anda ingin mencoba setelannya untuk melihat apakah cocok atau tidak ? "
Wajah penjual itu bersemu merah , dia terlalu bersemangat sampai hampir ingin mencium Jansen dengan penuh rasa senang . Berapa banyak komisi yang dia dapatkan untuk dari penjualan setelan jas sebanyak ini ?
Selain itu , dia telah melakukan penjualan di sini selama tiga tahun dan telah melihat banyak bangsawan berdompet tebal , tetapi ini adalah pertama kalinya mereka melihat seorang pembeli yang hanya melihat tanpa mencoba dan langsung bayar .
" Boleh ! "
Sebenarnya Jansen bukanlah orang yang boros , alasan mengapa dia membeli begitu banyak jas adalah karena dia sangat mementingkan kencan kali ini !
" Apa kamu punya setelan jas yang warnanya biru dan putih ? "
" Tuan , setelan ini adalah seri yang paling mewah , sekarang hanya ada warna merah marun , pilihan setelan dengan warna biru dan putih ini lebih sedikit, kecuali dipesan secara khusus , tapi waktu pemesanannya diperkirakan akan memakan waktu setengah bulan sampai jasnya tiba di tangan ! "
" Aku mau jasnya selesai dalam satu jam , katakan saja harganya ! " Seru Jansen dengan nada yang datar.
Uhuk , Uhuk !
Semua pramuniaga terbatuk , beberapa setelan ini diimpor dari luar negeri , jadi mana mungkin mereka bisa mendapatkan barangnya hanya dalam waktu satu jam , bahkan jika seorang desainer pakaian langsung membuatnya , waktunya juga tidak akan cukup !
" Kalau mendesak , mungkin harganya bisa mencapai satu juta ! " jawab pramuniaga itu dengan sedikit berbisik .
__ADS_1
" Oke ! "
" Baiklah kalau begitu , kami akan segera menelepon kantor pusat ! "
Pramuniaga itu hampir menangis kegirangan , sementara beberapa pramuniaga lain menatap dengan mulut ternganga dan wajah yang iri , kenapa mereka sangat lambat dalam mendapat pelanggan !
Bisa - biasanya tamu yang begitu dermawan ini malah diambil oleh orang lain !
" Tagihannya , jam tangan , dasi , sepatu kulit , setelan, semuanya berikan aku masing - masing satu , aku akan mengambilnya lagi dalam satu jam ! "
Jansen mengeluarkan kartu ATMnya dan segera menyerahkan kepada kasir setelah itu dia ingin mencoba setelah berwarna merah marun tersebut !
Beberapa menit kemudian , ketika dia keluar dari ruang ganti , semua orang langsung menatap Jansen dengan mata yang berbinar - binar , entah apakah itu karena setelan jas - nya atau postur tubuh Jansen , setelah dia mengenakan setelan berwarna merah marun itu , seketika temperamennya berubah drastis , dia tampak seperti presiden direktur atau anak aristokrat !
" Tuan , setelan ini sangat cocok untukmu , tampaknya jika warnanya biru dan putih , akan lebih cocok dengan auramu ! "
Seru pramuniaga itu dengan penuh semangat , karena Jansen memiliki temperamen tenang seperti awan di langit biru , oleh karena itu , biru dan putih sangat cocok untuknya !
Jansen menyentuh hidungnya , tampan sudah cukup , pokoknya hari ini Elena seharusnya sudah tidak akan meninggalkannya , kemudian Jansen langsung ingin mengganti baju.
" Tuan , pakai saja setelan ini , kamu bisa pergi jalan - jalan dan kembali sekitar satu jam lagi ! " celetuk pramuniaga itu lagi sambil tersenyum .
Setelah melakukan semua ini , Jansen sudah bisa membayangkan kencannya dengan Elena besok akan sangat menyenangkan , kemudian Jansen mencari sebuah restoran untuk memesan beberapa makanan , baru kemudian pergi mengambil setelan jasnya .
Alasan kenapa dia memilih restoran ini juga karena restoran ini adalah miliknya , bisa didiskon !
Baru saja dia memesan hidangan dan hendak makan , tiba - tiba ada suara yang akrab terdengar dari seberangnya !
" Ibu , aku mau duduk di sini ! "
Dia melihat seorang gadis kecil menarik - narik ibunya , mereka kebetulan mendapatkan meja , ibunya memegang makanan sambil tersenyum kepadanya .
Ternyata itu adalah Olivia !
Hanya saja , begitu mereka hendak duduk , mereka menemukan ada tiga wanita dan dua pria yang duduk di meja seberang mereka .
Beberapa orang ini berpakaian sangat modis dan juga masih sangat muda , melihat Olivia yang duduk di seberangnya , salah satu wanita yang tampaknya berusia sekitar delapan atau sembilan belas tahun dengan kaki yang jenjang dan stocking sutra hitam mengerutkan keningnya , lalu menyombong , " Hei , Olivia , memang kamu boleh duduk di sini ? "
Yang lain juga memberikan Olivia tatapan yang jijik , karena mereka semua adalah mahasiswa Universitas Kota Asmenia , bahkan beberapa dari mereka adalah teman sekelas Olivia sendiri , oleh karena itu mereka sangat akrab dengan Olivia .
Olivia merasa agak canggung , dia hanya bisa tersenyum dan berkata , " Ada tempat di sini kok , putriku juga sudah lelah berjalan ! "
__ADS_1
" Sepertinya aku yang sial ! "
Cibir wanita itu dengan tampang yang meremehkan , lalu menghina lagi , " Masih kuliah kok sudah punya anak , dari kampung lagi ! Satu meja denganmu sangat memengaruhi nafsu makanku ! "
Ucapannya yang sangat kasar langsung menakuti putri Olivia , Freya . Dia hanya berdiri di sana dengan kepala tertunduk , tidak duduk ataupun berdiri , Freya hanya merasa sangat rendah diri .
Olivia hanya menggertakan giginya tanpa mengatakan apa - apa , dia pun menggendong putrinya di pangkuannya.
" Angelina , siapa dia ? "
Seorang pria yang terduduk di sebelahnya bertanya dengan penuh rasa ingin tahu .
" Oh , dia adalah senior di universitas kami . Dia berasal dari pedesaan , tidak pintar belajar , dan sering pergi untuk bekerja di luar menjadi pelayan dan perawat rumah sakit kampus dia sering membagikan selebaran , konon katanya dia juga menjadi pengamen di warung makan , sangat memalukan ! "
Seorang gadis berkacamata langsung menjelaskan kepadanya , murid seperti Olivia yang datang dari desa ini sangat membuat mereka malu .
" Lihat dia , masih belajar sudah punya anak , lantas bagaimana dia bisa ada yang mau menikahinya di masa depan ? " Raut wajah seorang gadis muda yang mengenakan stocking hitam langsung penuh dengan kesombongan .
" Olivia , apakah sulit bagimu untuk belajar sambil bawa anak begitu ? Lihatlah kamu , hanya memesan makanan diskon di restoran , apakah anakmu cukup kenyang ? Huh , jika setiap orang sepertimu , sengaja memesan yang murah dari menu restoran , pasti restoran ini sudah lama tutup ! " cibir gadis berkacamata itu .
" Maaf sudah mengganggu kalian ! "
Diam - diam Olivia juga mengutuk mereka , tapi dia hanya terus berbicara dengan senyuman di wajahnya .
" Tentu saja menganggu , kita adalah mahasiswi tercantik se - universitas ! Tapi kamu hanyalah seorang bibi yang bergaul dengan para gadis muda ! "
" Hei jangan bilang begitu , dia juga selalu ditindas di sekolah , Olivia , dengar - dengar kamu sudah bercerai ? "
Mereka bertanya pada Olivia dengan nada yang agak lantang . Kedua pria itu juga terkekeh , " Aku tidak mengerti , Angelina , kamu sangat cantik , bisa - bisanya memiliki teman sekelas seperti ini ? Itu tidak layak sama sekali ! "
" Hehe ! "
Satu per satu wanita itu tertawa , rasa superioritas mereka semakin kuat , kemudian gadis berkacamata itu berpura - pura khawatir dan bertanya , " Olivia , kenapa kamu bercerai ? Dengan kondisimu saat ini dan juga bawa anak , masa depanmu akan sangat suram , tidak sepertiku , masih muda dan cantik , pasti ka nada banyak pria yang mengejar ! "
" Angelina , kamu ini jauh lebih cantik dariku ! "
Seru Olivia sambil menundukkan kepalanya , Freya yang sudah ketakutan bahkan tidak berani menghembuskan napas lebih kuat .
" Sudah , sudah , jangan banyak omong kosong dengan dia , ayo kita ganti tempat saja , melihat mereka membuatku sangat muak ! "
Seorang pemuda yang tampak seperti generasi kedua bangsawan bergegas berdiri , tapi bagian belakang jasnya tidak sengaja menyenggol cangkir di atas meja dan air itu pun tumpah ke rok gadis yang mengenakan stocking hitam itu .
__ADS_1