Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 850. Bintang Tamu!


__ADS_3

Jansen tentu saja mendengar percakapan mereka dan merasa sangat kesal.


Ini adalah pertama kalinya Jansen datang ke sebuah konser dan kurang paham dengan alur acara konser. Jansen pun terpaksa mengikuti penonton lain masuk hingga akhirnya dianggap sebagai penguntit oleh wanita itu.


"Kamu tentu berpakaian cantik seperti ini demi dilihat oleh para pria. Kalau para pria tidak melihatmu, kamu pasti akan merasa kesal. Kalau ada pria yang melihatmu, kamu malah merasa mereka tidak pantas mengejar dirimu. Kamu ini


memang wanita yang sombong!" Jansen bergumam.


Meskipun Jansen berucap dengan sangat pelan, ucapan Jansen terdengar oleh kedua wanita itu. Mereka berdua pun sangat marah.


"Apa maksud kamu? Apa kalau kamu menatap wajah Jane, Jane akan langsung menerima cintamu?"


Wanita berambut pendek itu berhenti melangkah sambil berkata demikian.


"Astaga, aku datang kemari untuk melihat konser, bukan untuk melihat kalian berdua!" Jansen akhirnya tak tahan lagi untuk menyindir kedua wanita sombong itu.


"Cuih!"


Wanita berambut pendek tidak percaya dengan ucapan Jansen, "Kamu hanya berpura-pura bersikap tenang. Kamu sebenarnya datang untuk melihat wanita cantik. Bukankah kamu datang demi melihat Alexa?"


"Omong kosong, tentu saja aku datang ke konser demi melihat Alexa!"


Jansen berkata dengan acuh tak acuh.


"Sepertinya, orang seperti kamu hanya sanggup membeli tiket paling murah. Kamu tak akan mungkin bisa melihat Alexa dari dekat. Kamu hanya bisa mendengar musiknya!"


Wanita bernama Jane itu juga berkata dengan rasa jijik, "Ini adalah penghinaan bagi Alexa jika ada orang sepertimu datang ke konsernya. Kamu tidak pantas menjadi penggemarnya!"


"Mungkin saja, Alexa akan menyambutku di konsernya nanti!"


Jansen terlalu malas untuk berbicara omong kosong dengan mereka berdua dan langsung pergi setelah berkata demikian.


"Kamu!"


Kedua wanita cantik itu sangat kesal melihat Jansen yang mereka anggap terlalu sombong.


"Aku lihat, dia sedang memakai siasat dengan berpura-pura seperti ini. Aku sudah sering melihat siasat seperti ini. Dia merasa bahwa karakter seperti ini dapat menarik perhatianmu!" kata wanita berambut pendek itu.


"Orang seperti dia?"


Jane menggelengkan kepalanya seakan menganggap remeh Jansen. Bagi Jane, pria yang memenuhi syarat untuk menjadi pacarnya adalah tuan muda yang mengendarai mobil balap dan memiliki beberapa perusahaan, bukan pria pecundang seperti Jansen.


Jane sama sekali tidak tertarik dengan Jansen yang berpenampilan seperti seorang pria pecundang, tak peduli apa pun yang dilakukan oleh Jansen untuk menarik perhatian dirinya.


Setelah memasuki arena konser, Jansen melihat bahwa arena konser ini sangatlah luas. Sinar lampu memancar ke segala arah, dan suara musik sangatlah keras.


Suasana di dalam arena konser sangat menakjubkan.


Walaupun Jansen tidak menyukai konser ini, Jansen langsung terbius dengan atmosfer di konser ini.


Jansen menghentikan seorang petugas lalu menanyakan posisi tempat duduk.


Petugas itu melihat bahwa tempat duduk Jansen berada di kursi kelas satu dan dengan cepat membawa Jansen mengelilingi kerumunan menuju kursi baris terdepan.


Posisi ini adalah posisi terbaik untuk menyaksikan dan mendengarkan musik selama berlangsungnya konser. Di kursi ini, disajikan berbagai jenis minuman dan pelayanan terbaik.


Dung' Dung! Dung


Pada saat bersamaan, gegap gempita suara musik mulai terdengar, seluruh arena konser menjadi gelap.

__ADS_1


"Alexa! Alexa!"


Sorak sorai para penggemar menambah keriuhan di arena konser.


Di bawah cahaya redup, seorang wanita cantik jelita yang mengenakan rok panjang dan memakai sayap di punggungnya, terbang melayang dari atas dan mendarat, persis seperti sesosok malaikat yang turun ke bumi.


Dia adalah Alexa.


Dia melayang turun dari atas panggung diikuti dengan alunan suaranya yang sangat indah, diiringi musik yang menyenangkan jiwa, membuat suasana konser mencapai puncaknya.


"Ah!"


Jansen ingin menikmati nyanyian lagu, tetapi teriakan orang di sampingnya hampir meledakkan gendang telinganya.


"Orang gila!"


Sulit bagi Jansen untuk memahami perilaku para penggemar ini. Jansen merasa heran dengan para penggemar yang menjerit begitu kencang seperti saat ditinggal mati ayah dan ibu mereka.


Lampu di sekitar panggung berangsur-angsur menyala. Pada saat ini, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan dari samping.


"Kamu lagi, kamu lagi!"


Jansen pun menoleh dan langsung merasa kesal.


Mereka adalah dua wanita sebelumnya.


"Kamu benar-benar menyebalkan! Aku sudah bilang kalau aku tidak akan pernah menyukai dirimu!"


Jane makin merasa yakin bahwa Jansen sedang mengejarnya. Kalau tidak, bagaimana Jansen bisa mengikuti dirinya ke mana pun dia pergi?


"Usaha pecundang miskin ini luar biasa juga. Harga sebuah tiket kelas satu di situs resmi mencapai 50 ribu yuan lebih bahkan ada calo yang sampai menjual hingga harga


"Benar-benar menjijikkan. Dia benar-benar merusak suasana hatiku!"


Jane menutup hidungnya seolah Jansen adalah seorang petani bau.


"Pesonamu sungguh luar biasa. Pecundang miskin seperti dirinya begitu mendambakan dirimu. Aku harap kamu juga dapat menemukan jodoh yang luar biasa!" kata wanita berambut pendek itu seolah menyindir.


Jane merasa makin jijik dan kesal melihat Jansen yang tidak berbicara sama sekali. Jane pun berkata dengan marah, "Apa sebenarnya yang ingin kamu lakukan?"


"Seharusnya aku yang bertanya apa sebenarnya yang ingin kamu lakukan?"


Jansen akhirnya tidak tahan lagi. Jansen tidak ingin menggubris mereka berdua, tetapi mereka berdua terus menghina dirinya.


"Aku beritahu kamu, ya! Kalaupun kamu menghabiskan uang 80 ribu yuan untuk membeli tiket konser ini demi mendekati diriku, aku tak akan mungkin memberimu nomor hp-ku!" Jane berkata dengan sinis.


"Terima kasih!"


Jansen pun terus menikmati nyanyian lagu Alexa.


Jane sangat marah, "Kamu pasti sedang mengejarku karena terus mendekatiku seperti ini. Kamu tidak usah berpura-pura lagi!"


Wanita adalah makhluk yang sangat aneh. Di satu sisi, Jane tidak menyukai Jansen, tetapi di sisi lain Jane juga diam-diam merasa senang dengan kehadiran Jansen. Apalagi, semua pria juga begitu menyukai dirinya.


Akan tetapi, Jansen malah bersikap acuh tak acuh terhadap Jane. Hal ini membuat Jane sangat kesal.


Ini semua akibat kesombongan yang ditunjukkan oleh wanita itu.


"Aku sudah bilang sebelumnya, aku ini datang untuk melihat Alexa!"

__ADS_1


Jansen tidak lagi bersikap segan terhadap wanita itu.


"Orang seperti kamu? Coba lihat sendiri sifatmu itu! Kamu sama sekali tidak pantas menjadi penggemarnya!" Jane menggerutu.


Pada saat ini, Alexa baru selesai menyanyikan satu buah lagunya dan berkata kepada seluruh penonton konser, "Terima kasih atas dukungan Anda semua. Ini adalah tur konser pertama tahun ini. Saya harap Anda semuanya dapat


terhibur dengan konser ini. Selanjutnya, saya akan mengundang seorang teman untuk menjadi bintang tamu konser kali ini. Saya dan dia akan bersama-sama menyanyikan sebuah lagu."


"Wah!"


Suasana konser pun makin heboh. Para pemuda dan anak sekolahan berwajah tampan terus melambaikan tongkat cahaya sambil berharap idola mereka tertarik dengan mereka.


"Aku harap aku bisa terpilih!"


Jane juga melambaikan tongkat cahaya dengan penuh semangat. Saat itu juga, lampu sorot mengarah kepada Jane.


"Ini benar-benar kesempatanku. Mungkin karena aku terlihat punya potensi untuk menjadi seorang artis besar kelak!"


Jane menatap dengan mata terbelalak seolah tidak percaya.


Namun lampu sorot itu berpindah lagi dan mengarah kepada Jansen yang berada di samping Jane.


"Mari kita sambut teman saya yang akan menemani saya menyanyikan sebuah lagu!"


Di atas panggung, Alexa juga menatap Jansen sambil tersenyum.


Alexa sebenarnya telah melihat Jansen di tengah lagu pertama, sehingga Alexa dengan senang hati mengajak Jansen untuk bernyanyi bersama.


"Hah, Alexa mengundangmu naik ke atas panggung?"


"Teman?"


Jane dan temannya sontak terdiam.


Selama ini, mereka berdua merasa bahwa Jansen hanyalah seorang petani dan pecundang miskin yang sedang berpura-pura demi mencari kesempatan untuk berkenalan dengan mereka berdua.


Namun, Jansen sekarang malah diundang oleh seorang artis besar.


Dia bahkan berteman dengan artis besar.


Lantas, siapa sebenarnya yang lebih cocok dianggap sebagai petani?


Jansen terus menggelengkan kepalanya karena dirinya tidak suka disaksikan oleh puluhan ribu penonton.


"Jansen, ayo!"


Jansen pun terkejut karena Alexa sendiri yang langsung mengundang Jansen naik ke atas panggung.


Pada saat ini, para tuan muda kaya lainnya juga terlihat sangat kesal.


Jane dan temannya makin tercengang, seperti ditampar.


Disaksikan oleh penonton yang tak terhitung jumlahnya, Jansen pun ditarik ke atas panggung oleh Alexa. Lampu warna-warni bersinar dan pemandangannya sangat spektakuler.


Ini adalah pertama kalinya Jansen berada di atas panggung seperti ini. Jansen merasa sangat terkejut.


"Jansen, mari kita mulai!"


Di sebelah Jansen, Alexa berdiri dengan berpakaian seperti malaikat, kaki yang panjang dan indah, wajah cantik jelita, dan suara nyanyian yang menghanyutkan jiwa.

__ADS_1


Sementara itu, Jansen yang mengenakan pakaian sederhana terlihat sangat berbeda. Mereka berdua bak pasangan si cantik dan si buruk rupa.


__ADS_2