Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1313. Menemui Jalan Buntu


__ADS_3

Yang lebih mencengangkan lagi adalah saat tubuh Preston yang dilindungi oleh energi sejati masih tetap bisa terinfeksi oleh energi jahat. Itu artinya, aura kebencian yang ada di dalam lubang sangatlah kuat.


Diperkirakan jika lubang tersebut merupakan lubang pemakaman seorang pejabat sipil militer atau kesatria di masa kejayaan tuan istana ini!


Mengenai batu yang terlihat di dalam lubang itu, tidak lain adalah organ dalam manusia yang mengering hingga menyerupai batu.


Seisi lubang dipenuhi dengan organ-organ mayat manusia, benar-benar mengerikan!


Blar... blar... blar!


Terdengar suara air gemericik. Jansen pun menyadari telah bertambah sebuah cairan yang cukup aneh dari dalam lubang. Cairan aneh itu menyebabkan organ-organ yang tadinya nampak keras seperti batu, kini terlihat elastis dan mulai bergabung satu sama lain. Itu benar-benar menjijikkan.


Selain itu, juga terlihat seekor kelabang hijau merangkak masuk ke dalamnya.


"Zombie!"


sahut Jansen sembari menghela napas dingin.


Pada saat ini, Preston telah mampu mengendalikan tubuhnya. Saking takutnya, dia bahkan terlihat hampir menangis. "Kak Jansen... sebenarnya apa itu!?"


"Zombie, terbentuk dari banyak jasad dan dikendalikan oleh ulat parasit. Selain itu, memiliki roh jahat yang sangat kuat!"


"Cepat segera tinggalkan tempat ini!" bisik Jansen.


"Terus, kekuatan macam apa itu?"


tanya Preston nampak khawatir.


"Entahlah! Tapi... berdasarkan pengamatanku, kekuatannya mencapai Ranah Celestial tingkat ketujuh, bahkan bisa lebih kuat!"


"Aaa apa!"


Preston pun terkejut hingga membuatnya hampir pingsan. Kekuatan yang dia miliki saat ini baru sebatas Ranah Celestial tingkat ketiga. "Ini semua salahku. Coba saja aku tidak memotong pergelangan tanganku, pasti tidak akan muncul masalah seperti ini!" gerutunya.


"Ini bukan salahmu! Ulat parasit itulah yang menyesatkan pikiranmu sehingga membuatmu kehilangan kendali atas tubuhmu sendiri. Sia-sia kita mengeluh di tempat ini, semua sudah terlambat, lebih baik, kita segera pergi dari tempat ini!"


Jansen berlari menghampiri Alice. Dia lantas memeluk pinggang wanita itu sembari terus berlari menuju gerbang utama istana.


Sedangkan Preston, dia membawa Mr. Allen berlari mengikuti Jansen di belakang.


Bum! Bum!

__ADS_1


Saat hendak bergegas keluar melalui gerbang utama istana, tiba-tiba... sebuah batu besar jatuh dari atas.


"Batu Penyegel Naga!"


Mata Jansen memadat, dia pun segera mengurangi kecepatannya sembari menarik Preston untuk mundur.


Bum!


Sebuah batu besar mengganjal tepat di depan gerbang utama istana. Tidak ada jalan keluar selain berbalik arah.


Jansen kembali memandang ke arah atap. Dia menyadari sosok bayangan putih kian bertambah, itu jamur kebencian!


Terlihat jelas jika semua ini adalah ulah mereka!


"Kak, cepat, hancurkan batu itu!" sahut Preston mulai panik.


"Batu itu untuk menyegel gerbang istana, tidak mudah untuk menghancurkannya. Lebih baik kita cari jalan keluar lainnya!" jawab Jansen sembari menggelengkan kepalanya.


Batu Penyegel Naga gerbang utama istana sebenarnya mirip seperti batu penyegel yang ada di makam kuno. Begitu jatuh dan menghalangi, tidak mudah untuk menghancurkannya.


"Berani-beraninya meremehkanku! Pergilah kalian ke neraka!"


Selesai berurusan dengan hanging ghost, Jansen kembali menoleh ke arah lubang yang ada di belakang mereka. Sebuah koloni besar yang beranggotakan berbagai macam organ manusia nampak sedang berjalan menggeliat di permukaan tanah. Mulai dari mata, telinga, kepala dan yang lainnya, sungguh menjijikkan!


Baik Alice atau pun Mr. Allen, keduanya nampak tercengang saat melihat pemandangan ini. Mereka berpikir jika organ-organ itu semacam senjata biologis.


"Ini disebut Zombie atau lebih tepatnya patung mayat kebencian, kita tidak bisa melawannya. Cepat, kita pergi dari sini!"


Jansen pun segera membawa Alice pergi dari lokasi saat ini.


Plak! Plak! Plak!


Tumpukan daging-daging pun berubah menjadi bentuk manusia secara perlahan. Tingginya sekitar tiga meter, dengan memiliki perawakan seperti manusia yang kulitnya telah habis dikuliti.


Aroma amis busuk pun menyebar, membuat siapa saja yang menciumnya akan merasa mual dan muntah. Meski Preston adalah seorang kultivator, tapi dia belum pernah melihat hal-hal seperti ini sebelumnya.


Satu-satunya penyelamat saat ini adalah Jansen.


Hal yang sama pun dirasakan oleh Alice dan juga Mr. Allen. Jansen merupakan dokter nomor satu yang ada di Huaxia. Tentunya, dia pasti mampu menghadapi makhluk aneh semacam ini.


Raut wajah Jansen nampak dingin. Pemicunya adalah batu penyegel naga yang menghalangi pintu keluar.

__ADS_1


Dia pun mengumpat di dalam hati.


Diam-diam, dia kembali menarik napas dalam-dalam. Sebelum tiba di tempat ini, dia sempat menemukan sebuah makan kuno di bukit naga. Pemilik makam kuno tersebut benar-benar mengerikan. Sama halnya yang terjadi pada saat ini.


Siapa yang membangun istana di area pegunungan berliku seperti ini! Bukankah membangun istana di area seperti ini sama saja dengan membangun bencana!?


"Kak Jansen, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Preston tiba-tiba.


"Kita harus melawannya!"


Selesai mengatakannya, Jansen bergegas menyerang menggunakan jarum peraknya.


Mr. Allen dengan cekatan mengeluarkan senapan mesin ringan dan memberikannya pada Alice. Dia sendiri juga ikut menyerang makhluk aneh itu.


Dor! Dor! Dor!


Sejumlah peluru melesat ke tubuh Zombie. Namun, tampaknya tidak membuahkan hasil, peluru-peluru itu seolah masuk ke dalam rawa. Tepat pada sasaran, tapi sama sekali tak berefek.


"Jansen, senjataku tidak mempan terhadapnya, dia anti peluru!"


Alice makin terlihat cemas. Selongsongan peluru terus berjatuhan tepat di samping kakinya.


"Terus saja serang dia! Jangan berhenti!"


Jansen berkata dengan nada dingin. Setelah mengeluarkan Kompas Fengsui Leluhur, dia menggunakan teknik pelarian langit dari sihir Daoist!


Setelah Profound Qi dikerahkan, Cakra Baju Zirah berkumpul di udara membentuk sebuah cakra baju zirah naga kuno dan kemudian bergerak menyerang.


"Teknik Xuan, Teknik sihir kuno Huaxia!"


Mr. Allen terlihat terkejut saat melihat teknik yang dikeluarkan Jansen.


Bum!


Setelah cakra baju zirah naga kuno menabrak para Zombie, mereka pun terlempar ke dinding hingga menyebabkan hancur berkeping-keping.


Raut wajah Jansen nampak suram. Melawan ratusan Zombie seperti ini, teknik kaisar manusia miliknya masih terbilang lemah. Jika tidak, dia pasti bisa menghancurkannya dengan mudah.


Ini juga merupakan kegagalan yang langka dari teknik Xuan yang Jansen miliki. Persis saat dia bertemu Darah Raja Mayat Berdarah di makam dasar laut dan juga jasad pak tua yang ada di makam kuno di bukit punggung naga.


Daratan Huaxia sangatlah luas dan tak terbatas. Berbagai hal yang diciptakan oleh para leluhur di masa lampau selalu saja membuat orang takjub.

__ADS_1


__ADS_2