Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 149. Masalah Datang


__ADS_3

Elena , nyanyi satu lagu lagi ! " kata Mona .


Semuanya seketika menyemangati Elena untuk bernyanyi lagi.


Melihat situasi yang heboh itu , Elena tertawa , dia berniat memilih lagu lainnya tetapi Boy sudah datang menghampirinya . Dia sudah memilih lagu duet


" Aku dan Dirimu " .


" Woohoo , pasangat duet ! "


Mona dan yang lainnya seketika menjadi bersemangat.


Salsa yang melihat pemandangan ini dalam hati diam - diam merasa tidak senang . Dia sangat menyukai Boy , meskipun Boy hanya bernyanyi bersama orang lain , tapi dia juga merasa sedikit cemburu .


Salsa tiba - tiba melihat Jansen dan berkata sambil tersenyum , " Jansen , menurutmu Elena bagaimana ? "


Sebenarnya di dalam hati Jansen juga merasa tidak senang . Meskipun dia tahu mereka hanya bernyanyi saja , tapi dia tidak suka jika istrinya berada terlalu dekat dengan laki - laki lain .


Tentu saja , mengingat kejadian dengan Natasha , dia juga merasa lega , jadi orang tidak boleh terlalu egois , ' kan !


" Elena sangat oke ! " jawab Jansen dengan setengah hati .


" Jansen , menurutmu pacar Salsa , si Boy itu bagaimana ? " Lusi tiba - tiba ikut bertanya .


Jansen tidak mengerti kenapa mereka bertanya seperti itu , tetapi sejujurnya dia tidak begitu menyukai teman - teman Elena ini .


Jansen lalu berkata sambil tersenyum , " Sangat ramah dan mudah bergaul , cukup oke ! "


" Jansen , kamu kerja apa ? " tanya Mona .


" Dokter ! "


Jansen awalnya ingin menjawab bahwa dia adalah pengangguran , tetapi dia ingat kejadian - kejadian sebelumnya , jika dia menjawab kalau dia pengangguran orang lain malah meremehkannya , karena itu kali ini dia mengubah jawabannya .


" Elena begitu cantik , pasti sangat cocok dengan tuan muda dari keluarga kaya, misalnya seperti Boy itu . Dia punya uang , juga berkelas dan kenalannya juga banyak . Tentu saja , aku tidak bukannya menunjuk Boy , aku hanya memberi contoh ! " kata Lusi tiba - tiba .


" Iya , kami juga bukannya meremehkan kamu . Si Elena itu orangnya baik hati , gampang dibohongi orang . Tapi kami tidak seperti dia , kami punya mata yang tajam , sejak melihat kamu bersama dengan wanita itu , aku tahu kamu adalah seorang playboy ! "


Salsa juga ikut bersuara , " Tentu saja , laki - laki mana yang tidak playboy , wajar kok . Tapi kami harap kamu jangan membebani Elena ! "


" Maksud kalian , kalian ingin aku berpisah dengan Elena ? "


Alis Jansen bertautan , dari awal dia sudah tahu kalau teman - teman Elena ini akan berusaha mencari cara untuk memisahkan dia dan Elena , mereka meremehkan Jansen .


Jansen menggelengkan kepalanya dan berkata , " Maaf , kami sudah menikah . Pernikahan bukanlah mainan , tidak bisa semudah itu berpisah ! "

__ADS_1


" Mana ada , zaman sekarang tingkat perceraian begitu tinggi , kalau sampai cerai juga sangat wajar . Lagi pula , kalau kalian bercerai , kamu bisa mencari wanita yang waktu itu , Elena juga bisa mencari laki - laki yang sesuai untuk dirinya , kalian akan sama - sama mendapat kebahagiaan masing - masing , bukankah bagus ? " Lusi agak sedikit tidak senang .


" Menurut pepatah , lebih baik mengajarkan orang untuk memukul anak daripada menyuruh orang untuk bercerai . Sebagai teman baik dari Elena , perbuatan kalian ini bukannnya agak keterlaluan ! " Jansen tetap menahan dirinya .


" Sudah , sudah , aku saja yang bilang ! "


Salsa tiba - tiba memotong pembicaraan dan berkata , " Jansen , kami bukannya meremehkanmu , kami hanya menasihatimu . Pertama - tama , kami merasa kamu tidak bisa diandalkan . Kedua , kamu tidak bisa membahagiakan Elena ! "


" Kamu bilang kamu adalah dokter , coba aku tanya , berapa penghasilan dokter sebulan ? Kamu punya berapa di tabungan ? Kalau aku tidak salah ingat , Elena pernah bilang , saat kalian menikah kamu bahkan tidak memberikan mahar . Tentu saja , ini adalah kejadian sebelum pernikahan , aku tidak akan membahasnya lagi . Setelah menikah , apakah kamu pernah memberikan bunga pada Elena ? Apakah pernah memberikan hadiah untuknya ? Pasti tidak pernah deh , itu berarti kamu sama sekali tidak mencintai Elena ! "


" Lalu , di dunia ini orang dinilai dari kemampuannya . Seorang laki - laki yang tidak punya kemampuan , mana pantas mencari istri ? "


" Coba kamu lihat pacarku , keluarganya punya ' Toko 4S , kenalannya banyak , bahkan punya kenalan di kepolisian . Keluarganya punya dua vila , tiga mobil , kalau dihitung jumlahnya mencapai 30 Juta Yuan . Elena seharusnya mencari laki - laki dengan latar belakang keluarga seperti itu ! "


" Tidak usah bicara jauh - jauh deh , Karaoke Bidadari ini adalah tempat yang berkelas , kalau tidak kenal orang dalam , pasti tidak akan bisa memesan ruangan . Lagi pula , di sini adalah tempat orang - orang kaya berkumpul , sangat rentan terjadi masalah . Kalau kamu datang ke tempat ini , memangnya kamu berani bersenang - senang ? Kami juga berani datang ke sini karena pacarku punya banyak pengalaman dan berkemampuan . "


" Kamu bilang kamu adalah dokter , apakah seorang dokter bisa melakukan semua itu ? " kata Salsa yang berupaya menjabarkan kenyataannya pada Jansen .


Jansen seketika menggelengkan kepalanya dan berkata , " Meskipun dokter tidak memiliki semua yang kamu katakan itu , baik itu kekayaan maupun kekuasaan , tetapi dokter bisa menyelamatkan nyawa orang dan menyembuhkan penyakit . Orang kaya ataupun orang yang berkuasa sekalipun , asalkan dia merupakan pasien , orang itu juga harus menurutiku ! "


Cih !


Salsa dan yang lainnya tak kuasa menahan tawa mereka . Bocah ini benar - benar bermuka tebal , hanya seorang dokter kecil saja berani membual seperti itu .


" Betul ! "


Jansen menganggukkan kepalanya .


" Kamu becanda! "


Salsa hampir saja memaki , dia menebak Elena pasti dibohongi Jansen seperti ini . Seluruh ucapan bocah ini dipenuhi oleh bualan , tidak ada satu pun yang benar !


" Kamu mau tetap keras kepala seperti ini ya ? Kamu kira kamu bisa membahagiakan Elena ? Coba kamu katakan bagaimana kamu akan membahagiakannya ? "


Salsa menahan gejolak emosinya , suaranya juga berubah menjadi dingin .


Pada kenyataannya , emosi di dalam hati Jansen juga sama bergejolaknya dengan emreka . Teman - teman Elena ini memang nyinyir , selalu berusaha menciptakan jurang di antara dirinya dan Elena.


" Kalau aku bilang secara jujur , hari ini aku pergi bersama kalian juga karena kalian adalah teman dari Elena , kalau tidak jangankan kalian , meskipun ada bos besar dari Kota Asmenia yang mengundangku , aku juga akan melihat suasana hatiku dulu ! "


" Apa yang sudah kulakukan , apa yang kumiliki , memangnya apa hubungannya ? Kenapa aku harus membuktikannya pada kalian ! " Nada bicara Jansen menjadi dingin .


Salsa dan yang lainnya semuanya tepaku , setelah mereka sadar mereka diam - diam menggerutu .


" Jansen , meskipun kamu bersikukuh tapi aku beritahu kamu ya , wanita cantik seperti Elena itu cepat atau lampat pasti akan ada orang yang mengejarnya . Nanti kalau Elena bertemu dengan laki - laki i yang punya uang dan kemampuan , cepat atau lambat kamu akan dicampakkan , pasti akan berpisah , kamu sama sekali tidak bisa menahan Elena ! " balas Salsa dengan nada dingin .

__ADS_1


Salsa merasa Jansen hanyalah seorang dokter , mana ada hak untuk bicara .


" Apa yang sedang kalian bicarakan ? "


Pada saat itu , Elena sudah berjalan kembali , dia melihat Jansen dengan tatapan penasaran .


" Tidak ada apa - apa , hanya basa - basi saja ! "


Salsa segera tersenyum , lalu menuangkan minuman untuk Jansen untuk mengisyaratkan bahwa tidak ada apa - apa .


" Sudah selesai ? "


Jansen juga tersenyum , dia mengambil gelas alkoholnya dan memberikannya kepada Elena , " Ini , segarkan tenggorokanmu ! "


" Oke ! "


Elena menganggukkan kepalanya , dia menerima gelas itu dan langsung meminumnya .


Melihat suasana di antara Jansen dan Elena tidak bermasalah , Salsa dan yang lainnya diam - diam merasa kesal .


Tok , tok , tok !


Tepat pada saat itu , suara ketukan terdengar dari pintu . Suara ketukannya cukup besar , bisa dilihat bahwa orang yang mengetuk pintu sangat bertenaga .


Brakkk !


Tanpa menunggu tanggapan dari Salsa dan yang lainnya , pintu sudah langsung didobrak hingga terbuka .


Beberapa laki - laki yang mengenakan kalung emas , pakaian dari kulit dan terlihat tidak biasa berjalan masuk , " Hari ini Kakak Rommy ingin mengundang tamu , kami menginginkan ruangan ini , kalian pergi sana ! "


" Atas dasar apa kalian mengusir kami , kami sudah memesan ruangan ini duluan ! "


Pacar dari Mona yang mengenakan kacamata seketika berdiri .


" Aku sudah bilang , kalian harus pergi , kalian tidak mengerti bahasa manusia ya ! "


Beberapa laki - laki yang mengenakan pakaian kulit itu tidak menyangka bahwa akan ada orang yang membangkang , nada bicara mereka perlahan - lahan menjadi dingin .


Setelah itu , pacar dai Mona juga terkejut dan nyalinya menjadi ciut . Sekali lihat juga tahu , orang - orang ini adalah preman , tidak boleh menyinggung mereka .


" Salsa , bagaimana ini ? " Mona seketika menjadi sedikit panik .


" Tidak apa - apa , ada Boy ! "


Mengingat ada Boy di sana , Salsa menunjukkan ekspresi tidak peduli .

__ADS_1


__ADS_2