
Jansen tidak puas, " Elena, jangan lupa ! Kamu bisa masuk ke dalam Tim Operasi Khusus berkat bantuanku . Di dalam tim , kamu adalah ketua . Namun, di luar, kamu harus mendengarkanku ! "
" Jangan mimpi ! "
Elena menggertakkan gigi dan menolak .
Jansen tahu , Elena adalah orang yang punya pandangan sendiri . Mana mungkin dia mau mendengarkan perintah orang lain .
Jansen tersenyum dan berkata , " Sepertinya istriku tidak puas . Baik , hari ini aku akan membuatmu puas."
Jansen melihat sekeliling . Tiba - tiba , dia menatap sebuah bar di pinggir jalan . Dia melihat seorang pria tua menggendong seorang gadis muda . Gadis itu jelas terlihat mabuk , dia dipapah oleh pria tua itu berjalan ke sebuah mobil di pinggir jalan.
" Elena , apa pendapatmu mengenai mereka ? " Tiba - tiba , Jansen bertanya.
Elena segera menoleh dan merenung , " Pria itu sudah tua , jas yang dikenakannya juga tampak mahal. Sepertinya dia adalah orang yang sukses. Ditambah , dia memapah gadis itu dengan perhatian , mungkin ayahnya . Kalau aku tidak salah tebak , seharusnya gadis itu minum terlalu banyak semalaman , lalu ayahnya datang menjemputnya . "
Apalagi , secara samar - samar , Elena mendengar pria itu berbicara kepada gadis itu . Sudah sebesar ini masih saja merepotkan , banyak sekali kamu minum . Kalau lain kali masih seperti ini , aku tidak akan datang menjemputmu pulang !
Semua ini menunjukkan bahwa pria itu adalah ayah gadis itu .
Jansen menggelengkan kepalanya " Orang itu adalah penjahat ! "
" Bagaimana kamu memastikannya ? " Wajah Elena berubah .
Hanya dari melihat sejenak , lalu menyimpulkan bahwa orang itu adalah penjahat ?
Sembrono sekali !
" Lihat saja ! "
Jansen juga tidak menjelaskan , dia berjalan ke arah dua orang itu.
Saat ini , pria itu hendak memapah gadis itu masuk ke dalam mobil . Namun , setelah Jansen berjalan ke sana , dia menahan pintu mobil dan tidak membiarkan mereka masuk .
Di saat bersamaan , dia berkata , " Elin , hutangmu masih belum dibayar ! Kamu masih punya waktu untuk minum - minum ? "
" Siapa kamu ? "
Pria itu memandang Jansen dengan tidak puas.
" Aku adalah teman Elin . Kamu siapa ? "
tanya Jansen .
" Aku adalah ayah Elin . "
Pria itu mengerutkan kening dan berkata dengan angkuh , " Untuk masalah uang , harus menunggu dia bangun . Sekarang dia terlalu banyak minum , dia tidak bisa membayar hutang . "
__ADS_1
" Tidak , dia harus segera membayarnya , 50 ribu yuan ! " Jansen menolak sambil menggelengkan kepala.
Diam - diam , Elena yang tak jauh dari sana , merasa khawatir . Dia merasa Jansen terlalu gegabah . Akan repot kalau dia diserang balik . Namun , sia - sia saja kekhawatirannya
Dia melihat wajah pria itu sangat dingin . Pria itu mengeluarkan sebuah kartu atm dan memberikannya kepada Jansen , " Di dalam sini ada 50 ribu yuan . Ambil dan pergilah ! "
" Bagaimana aku tahu kalau di dalam kartu ini ada uang ? Tidak ! Aku mau tunai atau transfer . " Jansen tidak mengambil kartu atmnya.
" Kamu jangan keterlaluan ! Kalau masih mengganggunya , hati - hati , aku akan lapor polisi ! " Pria itu sangat marah . Dia memarahi Jansen sambil menunjuknya .
Kemarahannya telah menarik perhatian banyak orang. Orang - orang berbondong - bondong datang melihat .
Jansen tersenyum dingin , dia sudah punya rencana . Jansen berkata dengan datar , " Meskipun katamu ingin lapor polisi , sepertinya kamu hanya ngomong saja . Kamu tidak berani lapor polisi . "
" Apa maksudmu ? "
Wajah pria itu sedikit berubah.
" Tidak bermaksud apa - apa . Katamu , dia minum terlalu banyak , tapi setelah aku mendekatinya , aku tidak mencium bau alkohol sama sekali . Jangan - jangan , kamu menaruh sesuatu ke dalam minumannya dan membuatnya pingsan , " kata Jansen , lalu perlahan mengambil tiket di kaca mobil , " Mobilmu mendapatkan tiket peringatan . Di atas ini tertulis kemarin jam 9 malam . Berarti kamu bukan datang pagi ini , tetapi sudah ada dari tadi malam . "
" Yang paling penting , aku tidak mengenalnya , aku juga tidak tahu namanya . Aku hanya asal memanggilnya Elin , tetapi kamu juga mengakuinya . Ini berarti kamu sama sekali tidak mengetahui namanya ! "
Saat kalimat terakhir terucap , akhirnya pria itu panik. Dia bergegas mendorong gadis ini kepada Jansen , lalu kabur.
Hanya berlari beberapa langkah , Elena segera melumpuhkannya .
Setelah polisi tiba , Jansen dan Elena sudah tidak ada urusan . Namun , Elena menatap Jansen dengan terkejut . Sebenarnya , dia tahu bahwa Jansen sangat berbakat , tetapi dia mengira , dengan menjadi ketua Tim Operasi Khusus , maka dia lebih hebat dibandingkan Jansen .
Ternyata dia salah . Meskipun Elena menjadi ketua Tim Operasi Khusus , Jansen tetap lebih hebat dibandingkan dengan dirinya.
" Aku lihat kamu sangat teliti . Sayang sekali tidak menjadi detektif ! " kata Elena dengan kagum.
" Tentu saja . Kalau tidak teliti , bagaimana bisa menjadi dokter ? Kalau tidak hebat , bagaimana menjadi suamimu ? Apakah sekarang kamu mengagumiku ? Lebih baik , malam ini kamu memberikanku hadiah ! " kata Jansen sambil tersenyum .
" Jarang - jarang aku memujimu , kamu sudah terbang ? Apakah kamu tidak bisa bersikap sedikit rendah hati ? " Elena marah sambil tertawa.
Di saat ini , telepon berdering . Ternyata panggilan dari Penatua Jack.
" Ada tugas , segera kembali ke tim ! "
Setelah Elena menjawab telepon , dia segera membawa Jansen kembali ke mobil dan bergegas kembali ke tim.
Di dalam mobil , Jansen melihat kaki ramping Elena yang jenjang dan putih . Jantungnya kembali berdegup kencang . Kaki ini bisa dimainkan bertahun - tahun .
Plak !
Jansen memukul paha Elena . Stoking sutra yang licin terasa hangat , rasanya sangat nyaman .
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan ? "
Elena yang sedang mengemudi tidak tahan dan marah .
" Aku baru saja mengajarimu , kamu harus memberikanku hadiah . "
Jansen berpura - pura sedih . Melihat Elena tidak melawan , dia memukulnya lagi.
Puas , nyaman !
Plak , plak , plak !
Tangan Jansen gatal , menepuk dan menyentuh . Bagaimanapun , istrinya sedang mengemudi . Bodoh kalau dia tidak memanfaatkan kesempatan ini .
" Apa kamu sudah selesai ? Kalau ingin sentuh , malam ini aku akan membiarkanmu menyentuhnya sampai puas di rumah ! " Elena sudah tidak tahan , dia marah sampai wajahnya memerah.
Jansen tidak berani mengambil kesempatan lagi , tapi dia sangat senang . Istrinya sudah berbicara , sepertinya malam ini akan menyenangkan !
Mobil berhenti di tim , baru saja Elena dan Jansen turun dari mobil , Glenn berlari menghampiri , " Ketua , kondisi darurat ! "
" Ada apa ? "
Elena tampak berkharisma , dia bersikap layaknya ketua .
" Di tengah malam tadi , Biro menangkap kartel narkoba internasional . Setelah pertempuran semalam , 90 % gangster terbunuh , tetapi 1 orang melarikan diri . Pria ini menyelinap ke bandara dan ingin melarikan diri . Setelah ditemukan , dia menyandera beberapa orang . Maksud Biro adalah , meminta kita untuk segera membereskan masalah ini tanpa memakan korban jiwa ! " kata Glenn .
" Apa kata perintah Penatua Jack ? " tanya Elena .
" Penatua Jack mengatakan kamu yang bertanggung jawab penuh atas tugas ini . Oh iya , kelompok tiga juga sudah bergerak . "
" Kelompok tiga juga sudah berangkat . Sepertinya mereka ingin mendapatkan pujian . Beri tahu anggota tim untuk segera berangkat ! " Elena memberikan perintah .
" Sebentar ! "
Jansen berkata kepada Glenn , " Bawakan aku senapan sniper yang aku latih pada waktu itu ! "
" Ini . "
Glenn tidak bisa tahan untuk melirik Elena . Bagaimanapun , setiap tindakan anggota tim bergantung pada keputusan Ketua .
" Turuti saja ! "
Elena melirik Jansen , akhirnya dia mengangguk kepada Glenn .
Setelah belasan menit kemudian , beberapa orang muncul di lobi bandara . Tampak kerumunan telah dievakuasi , penjagaan ketat dilakukan sekeliling . Suara - suara marah terdengar dari dalam .
" 100 juta , aku mau 100 juta ! Kalian masih punya waktu 15 menit . Kalau tidak segera diberikan , setiap satu menit , aku akan membunuh 1 orang . "
__ADS_1
" Oh iya, pesawat ! Bantu aku siapkan pesawat !"