Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 326. Membantu Olivia


__ADS_3

Apakah harus menggunakan uang untuk menyerang ?


Tapi Martin tahu kalau Jansen sama sekali tidak kekurangan uang , bisnis perusahaannya sangat bagus dan yang terpenting adalah memiliki beberapa real estat juga , kebetulan real estat ini menyangkut Grup Dorcane dan Marcus , dia hampir tidak bisa campur tangan dalam bisnis itu !


" Ayah , apa tidak ada jalan keluar sedikit pun juga ? "


Ervan juga menjadi gundah gulana melihat Martin yang masih emosi , " Dia hanya seorang dokter kecil , punya apa dia untuk disombongkan ! "


" Seorang dokter kecil ? "


Martin langsung berteriak dengan geram , " Kalau dia kecil , lantas kamu apa ? Kamu juga hanya mengandalkan Grup Caster saja , kalau bukan , pasti kamu hanya sekadar angin lewat saja . Jansen ini meskipun sombongnya keterlaluan , tapi paling tidak masih memiliki keterampilan medis dan kekayaan serta kekuasaan di Kota Asmenia , orang mana yang berani kehilangan muka di hadapannya ? Kamu bahkan hanya sebatas helai rambut Jansen saja ! "


Ervan dimarahi sampai tubuhnya gemetar , hanya bisa menggertakan giginya untuk menahannya .


Dibandingkan dengan Jansen , dia hanya sehelai rambut ?


Di momen ini martabat serta integritasnya telah diinjak - injak !


" Ayah , apakah benar - benar tidak ada cara lagi ? Kondisi kakak sudah semakin memburuk ! " Raut wajah Tom tampak cemas .


" Sudah sampai di titik ini , penyakit keluarga Caster kita harus segera diobati , Jansen ini memiliki beberapa koneksi dan keterampilan , tetapi atas dasar apa ingin membandingkan dirinya dengan para penguasa . Sepertinya dia itu tidak tahu bagaimana jika orang kaya dan berkuasa sudah bertindak ! "


Raut wajah Martin menjadi dingin kemudian menghela napas lagi , " Huh , kalau saja dari awal aku sudah tahu akan begini , mungkin aku tidak akan melontarkan komentar kasar di kapal pesiar hari itu , aku sangat menyesal ! "


Tiba - tiba , dia menatap ke arah Tom dan Ervan lagi sambil mencela , " Kalian berdua sampah !Yang satu anakku , alhasil dia dipermalukan oleh seorang dokter kecil , apa gunanya lagi status salah satu dari empat tuan muda Kota Asmenia ? Menurutku itu hanyalah omong kosong ! Yang satu lagi menantuku , dia berkelahi hanya karena cemburu , sekarang dia sudah menikah pun tetap berkelahi , coba kalian katakan , sebenarnya apa gunanya kalian ? "


" Pergi ! "


Ervan dan Tom yang dimarahi seperti itu tidak berani membantah , jadi mereka hanya bisa pergi dengan sedih .


Setelah keluar dari kantor , Tom mulai memaki Ervan , " Kamu pecundang ini , tanpa keterampilan apapun langsung masuk ke keluarga Caster begitu saja , lalu masih saja ingin mencari cinta pertamamu , sampai membuat kakakku marah sampai sakit ! Jika bukan karena Grup Caster , mungkin kamu sudah makan di penjara ! "


" Dengar - dengar kamu dan Jansen berkelahi karena ingin merebut istrinya kan . Ervan , kamu ini hanya semut kecil ! Apakah kamu layak melakukan itu ? "


Tom tidak berani membantah ayahnya , tetapi berani melampiaskan amarahnya kepada kakak iparnya . Menurutnya , dia yang menyukai Natasha saja tidak bisa merebutnya dari Jansen , apalagi seorang Ervan !


Dia lebih tidak layak untuk melawan Jansen !


Ervan hanya berdiri di sana dengan wajah muram , dia benar - benar tidak menyangka kalau Jansen bisa mengguncang lingkaran kelas atas Kota Asmenia , tidak seorang pun yang bisa dia beri wajah .


Perlu diketahui , dulu Ervan pernah memeriksa semuanya , setahun yang lalu Jansen hanyalah seorang menantu bodoh yang menjadi pecundang , dia tidak melakukan apa - apa di rumah dan hidupnya hanya sebagai sampah !

__ADS_1


Namun dalam waktu kurang dari setahun , Jansen telah membuat prestasi yang besar , dia bukan hanya memiliki perusahaan besar , tetapi juga berhasil membuat para penguasa memberikannya wajah !


Sebenarnya apa yang bisa membuat Jansen menjadi seperti ini !


........


Di lain tempat


Jansen baru saja keluar dari lift , tersentak kaget begitu melihat wanita tadi , " Apakah itu kamu ? "


" Aku tahu kamu pasti akan naik lift , makanya aku menunggumu di lift ! "


Wanita itu tersenyum sopan , senyumannya terlihat sangat manis , " Aku ingin mengembalikan pakaian ini kepadamu ! "


" Oh , kalau bagaimana dengan mu ? " Tanya Jansen sambil menunjuk ke dada wanita , dia ingat sebelumnya kancing baju perawat itu lepas .


Wajah wanita itu memerah karena malu , " Aku sudah ganti baju , sebelumnya terima kasih banyak ! "


" Bukankah masalah keluargamu selalu tidak lancar ? Seperti sering menderita penyakit ringan dan semacamnya ? " Celetuk Jansen tiba - tiba , sebenarnya dari awal Jansen melihat wanita itu , dia sudah merasa ada yang tidak beres , karena tubuh wanita itu penuh dengan energi negatif dan kesialan terus meliputinya .


" Bagaimana kamu bisa tahu ! "


Seketika tampak keterkejutan di wajah wanita itu , dia mengangguk , " Iya , aku juga tidak tahu apakah keluargaku telah menyinggung orang lain atau bagaimana , masalah seringkali bermunculan , di tengah malam juga sering muncul sesuatu , bagaimanapun kita tidak bisa hidup dengan tentram , putriku juga sering demam ! "


Alis Jansen sedikit terangkat , sekilas wanita ini terlihat seperti anak kuliahan , tetapi ternyata dia sudah memiliki anak .


Wanita itu mengangguk dengan canggung , " Aku langsung menikah ketika masuk perguruan tinggi , dan putriku sudah berusia dua tahun . "


" Begini saja , jika kamu merasa tidak apa - apa , aku bisa datang ke rumahmu untuk melihat - lihat ! " ujar Jansen .


Wanita itu agak ragu - ragu , bagaimanapun dia adalah wanita yang sudah menikah , selain itu masih ada orang lain juga di rumahnya , jika dengan gegabah dia membawa pulang seorang pria lantas keluarganya pasti akan salah paham !


" Apakah kamu tidak percaya kepadaku ? " Seketika Jansen langsung tahu kalau wanita ini memiliki keraguan .


" Tidak , hanya saja beberapa waktu ini agak sibuk ! "


Meskipun wanita itu tidak menolak , tetapi Jansen tetap bisa melihat ketidakpercayaannya . Tampaknya wanita ini juga memiliki cerita oleh karena itu dia tidak akan mudah percaya pada orang lain .


" Baiklah kalau begitu aku akan mengajak teman wanitaku untuk pergi bersama , seharusnya bukan masalah besar , kan ! " Jansen menambahkan ucapannya .


" Baiklah ! "

__ADS_1


Akhirnya wanita itu mengangguk bahagia , lalu langsung memperkenalkan dirinya , " Namaku , Olivia ! "


" Jansen ! "


" Ah , Pak Jansen itu ? Bapak sangat terkenal di kampus , kecelakaan terakhir di gedung Eselon membuat seluruh Kota Asmenia mengatakan hal - hal buruk tentangmu , tetapi Universitas Kota Asmenia tetap mendukungmu . Banyak orang yang mengatakan bahwa keahlian medismu tidak ada duanya di Kota Asmenia dan telah mencapai standar medis nasional ! " Wanita itu menutup mulutnya karena terkejut , sekarang semua keraguan sebelumnya telah menghilang .


" Hanya nama palsu ! "


Sebaliknya , Jansen juga tidak menyangka kalau dirinya akan begitu terkenal !


Setelah kembali ke rumah , Jansen menonton pemutaran perdana film , seketika hatinya langsung penuh harapan saat mendapati masih harus menunggu lima hari lagi . Dia jadi teringat terakhir kali dia pergi ke bioskop dengan Elena malah tertunda karena masalah Ervan , kali ini Jansen tidak boleh melewatkannya lagi .


Keesokan harinya pagi - pagi sekali , Jansen menelepon Natasha untuk pergi ke Universitas Kota Asmenia , sementara Olivia telah menunggu mereka di gerbang kampus . Begitu melihat Jansen datang , dengan senang hati dia membawa Jansen ke rumahnya.


" Pak Jansen , pacarmu cantik sekali ! "


Olivia menatap Natasha dengan penuh rasa kagum , sekilas saja dapat melihat temperamen mulia Natasha , identitasnya pasti tidak biasa !


Melihat dirinya juga ?


Diam - diam dia merasa rendah diri .


Natasha terkekeh dan berkata , " Kemarin aku sudah mendengar tentang kamu dari Jansen , dia selalu sangat ingin tahu tentang penyakit yang sulit dan rumit ini . Jangan khawatir , dia akan mengobati kalian ! "


" Terima kasih ! "


Olivia tidak menyangka kalau Natasha akan begitu pandai berbicara .


Keluarga suami Olivia tidak memiliki latar belakang yang bagus , dia tinggal di sebuah apartemen di area pabrik . Namun , di rumah petak seukuran 60 meter ini ada empat orang yang tinggal di dalamnya.


Begitu Jansen beserta yang lainya sampai , tiba - tiba seorang wanita yang tampak kurus kira - kira berusia lima puluhan berjalan keluar , " Olivia , hari ini kamu pulang lebih awal sekali , apakah kamu membolos ? Bebek hitam yang aku titipkan kepadamu , apa sudah kamu beli ? "


" Ibu , aku sudah membelinya , Freya ada dimana ? " Jawab Olivia.


" Freya ada di dalam rumah . Oh iya , apakah kamu punya 5 yuan untuk aku pakai dulu ? " ujar wanita tua itu menambahkan , dia adalah ibu suami Olivia.


" Pasti ingin bermain mahjong lagi ! "


Olivia segera mengeluarkan 5 yuan dari dompetnya dan menyerahkannya kepada wanita itu , lalu segera membawa Jansen dan Natasha masuk ke dalam rumah .


" Olivia , mereka siapa ? "

__ADS_1


Wanita tua itu mengikuti , dia semakin semangat saat melihat pakaian mereka yang datang itu sangatlah indah tidak biasa , seolah - olah ingin neminjam uang .


__ADS_2