
" Jay Smith , kalau kamu bisa di sini , kenapa aku tidak ? "
Jansen berdiri . Bukankah Jay Smith seharusnya ada di penjara ? Orang ini benar - benar tidak tahu malu .
" A - apa maumu ?! " Jay Smith tampak agak panik .
" Natasha adalah temanku . Jika kamu ingin menari dengannya , kamu harus meminta izin dariku . Begini saja , bagaimana kalau aku menari denganmu ? " Kata Jansen mencibir .
" Tidak , tidak mau ! " Jay Smith terus menggeleng kepalanya . Punggungnya mengucurkan keringat dingin yang deras .
" Jansen Scott , apa yang kamu lakukan ? Dia adalah Tuan Muda Jay Smith . Apa kamu sudah gila ? " Xavier merasa sangat aneh .
Kenapa Jay Smith begitu takut dengan Jansen ?
Bahkan Natasha juga terkejut . Lagi pula ia tahu persis siapa Jay Smith itu . Sedangkan Jansen hanyalah seorang dokter . Tapi , kenapa Jansen bisa membuat Jay Smith jadi ketakutan seperti ini ? Bagaimanapun , Jay Smith bukan orang seperti Hongki.
" Aku tidak mencarinya untuk menari bersamaku . Aku hanya lewat saja . Tidak ada hubungannya denganku . "
Jay Smith membenci Jansen , tapi ia tidak berani menghadapi Jansen secara langsung . Ia terus melambaikan tangannya karena ingin pergi .
Namun saat itu , seseorang menghampiri mereka lagi . Kali ini yang datang bukanlah orang biasa . Ia adalah salah satu dari empat tuan Muda di Kota Asmenia , Tom Caster. Latar belakang Tom tidak sembarangan . Ia berasal dari keluarga besar di Kota Asmenia . Seluruh bisnis yang ada di Kota Asmenia , seperti properti , mobil , kecantikan , dll , semuanya dikuasai oleh keluarga Caster. Itu adalah bisnis keluarga yang besar sekali . Bahkan mereka bisa menggerakkan perekonomian di Kota Asmenia .
" Natasha , aku tahu kamu pasti akan datang . Aku sudah lama menggumu di sini . " Tom berpakaian formal hari ini .
Dengan mengenakan tuksedo dan berpakaian yang agung , membuat dirinya menjadi pusat perhatian .
" Sudah kukatakan berapa kali , panggil aku Presdir atau nona Natasha! "
Tidak ada yang perlu Natasha takutkan dari Tom. Yang paling penting adalah ia tahu kalau Tom benar - benar mengejarnya . Tom tidak seperti Jay Smith yang mengandalkan kekerasan .
" Tuan Muda Tom , ternyata kamu mengenal nona Natasha ? "
Jay Smith diam - diam terkejut . Dengan hubungan seperti ini , ia tidak berani mendekati Natasha dengan sesuka hati . Di dalam hatinya ia mencibir lagi saat ia tahu akan merepotkan karena ada Jansen . Lagi pula ia juga melihat kalau Tom jelas sekali sedang mencoba mendekati Natasha .
Setelah Tom bertemu dengan Jansen , ia sangat tidak senang .
" Kenapa dokter kecil sepertimu ada di sini ? "
Sebelumnya di kantor Natasha , Tom tidak sempat bertemu dengan Natasha , dan malah dokter kecil ini dibawa ke kantor . Dan sekarang , Natasha membawa dokter kecil ini ke pelelangan . Ia benar - benar cemburu .
__ADS_1
" Aku adalah pacar Natasha , jadi kenapa aku tidak boleh ada di sini ? " Kata Jansen dengan santai sambil tersenyum .
Sebelumnya Natasha membantunya mengusir Lisa. Kali iini Jansen juga akan membantu Natasha.
Seketika Natasha menatap Jansen karena terkejut . Namun , ia juga tidak keberatan . Sebaliknya , ia menjadi memiliki perasaan yang aneh di hatinya .
" Dokter kecil sepertimu , apakah kamu layak bersanding dengan Natasha ? "
Amarah Tom langsung naik. Ia menatap Amelia lagi dan berkata , " Natasha, beri tahu padaku , apakah itu benar ? "
" Itu benar . " Natasha sudah pasti akan bekerja sama .
Tom marah besar . Ia menatap dingin Jansen .
" Kamu berasal dari keluarga mana ? Apakah kamu punya uang ? Lelang ini adalah tempat para orang Kaya berkumpul . Apakah kamu mengenal orang lain lagi di sini ? Apakah kamu tahu apa yang akan terjadi karena telah merebut pacarku ? "
Jansen tampak menghina . " Orang yang Natasha sukai adalah aku . Bukankah kamu memiliki banyak uang ? Apalagi uangmu itu berasal dari keluargamu dan ayahmu . Jadi , kamu siapa ? "
" Tidak peduli siapa aku . " Tom menggertakkan giginya . " Aku adalah salah satu dari keempat tuan muda terkaya di Kota Asmenia . Di sini ada banyak sekali orang yang mengenaliku , menghormatiku . Sedangkan kamu ? Kamu sama seperti kecoak . Siapa yang mengenalmu ? "
" Jansen, kok kamu bisa ada di sini ? "
Tom, Xavier dan beberapa orang lainnya tercengang . Baru saja tadi mengatakan kalau Jansen adalah kecoak , tidak ada orang di masyarakat kelas atas seperti ini yang mengenal Jansen .
Namun kemudian ada orang yang menyapa Jansen . Bukankah ini memalukan untuk mereka ? Tom ingin tahu siapa yang begitu berani memalukan Tuan Muda Tom ini . Ia menengok dan tidak bisa melepaskan pandangannya . Ia tergagap berkata ,
" Bi , Bibi Lena! "
" Bibi Lena apanya . Kau sudah dewasa tapi berani sekali sembarangan begitu di sini . Apa kamu tidak tahu malu ? "
Xavier tidak mengenal wanita itu . Ia hanya berpikir kalau wanita itu akan memberikan hal buruk pada mereka .
" Berani sekali kamu berbicara sembarangan padanya . Kalau kamu sembarangan lagi , aku akan memukulmu . "
Sebenarnya Tom tidak mengenal Xavier , tapi perkataan Xavier membuatnya kesal . Jay Smith buru - buru menarik Xavier . Ia mengenal wanita itu . Lalu , ia berbisik ,
" Kamu sudah gila ? Dia adalah Nyonya Lena , CEO dari Group Dorcane. "
" Ini... aku sudah mati . "
__ADS_1
Kedua kaki Xavier melemah . Ia hampir berlutut . Grup Dorcane adalah perusahaan besar yang terkenal di Kota Asmenia. Kekuatan ekonomi perusahaan ini sama kuatnya dengan Grup Caster. Ia adalah ibu dari Nico yang saat itu . Jika Xavier berani menertawakan Nyonya Lena , dalam hitungan menit , Grup Dorcane bisa membangkrutkan perusaan keluarganya .
" Tom , apakah kamu mengenal mereka ? "
Kalau bukan karena martabat Grup Caster, Nyonya Lena sudah pasti menegurnya dari tadi . Ia berkata lagi , " Apakah kamu mengenal Jansen Scott? Dia adalah tamu terhormat Tuan Ethan. Bisakah kalian untuk bersikap sopan padanya ? "
" Ini ... ba , baik ! "
Tom hampir menangis . Meskipun Grup Caster tidak lemah dari Grup Dorcane, tapi bagaimanapun Nyonya Lena adalah tetua . Ia tidak berani mempermalukannya .
" Mari berjabat tangan dan berdamai . " Ucap Nyonya Lena lagi .
" Dengannya ? "
Tom terkesiap . Baginya , orang miskin seperti Jansen tidak pantas untuk berjabat tangan dengannya . Namun , ia masih menahan dan berkata dengan arogan ,
" Orang - orang yang ada di Kota Asmenia yang pantas berjabat tangan denganku hanyalah orang yang berkuasa atau kaya . Tapi , pengecualian untuk hari ini , aku akan berjabat tangan dengan orang biasa . "
Dari kalimatnya jelas sekali kalau Jansen sebenarnya tidak pantas untuk berjabat tangan dengannya . Ini demi martabat Nyonya Lena .
Jansen tertawa tidak peduli . Ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Tom, kemudian mereka melepaskannya . Lalu , ia menyekanya dengan serbet yang ia ambil dari meja sebelah . Jelas sekali kalau itu adalah penghinaan . Seolah - olah berjabat tangan dengan Tom membuat tangannya menjadi kotor .
" Jansen , berani sekali kamu ! "
Henry tidak pernah marah sampai seperti itu . Ia pun mengutuk .
" Maaf , aku terobsesi dengan kebersihan , " ucap Jansen acuh tak acuh .
Nyonya Lena pun tersenyum . Ia sudah terbiasa dengan sifat Jansen yang seperti itu . Ia ingin mengatakan sesuatu , tapi saat itu suara musik yang elegan pun terdengar . Seluruh lampu di ruangan meredup .
Ternyata acara pelelangan akan dimulai . Mata semua orang melihat ke depan . Seorang wanita yang mengenakan baju cheongsam dengan aura yang elegan muncul ke luar . Ia menyapa para penonton yang hadir dan mengatakan peraturan lelang . Selain acara lelang kali ini adalah lelang terbuka , ada juga lelang buta .
Namun , entah itu lelang terbuka ataupun lelang buta , seluruh uang hasil pelelangan akan diamalkan .
" Lelang buta ? "
Ini adalah pertama kali Jansen mengikuti acara pelelangan . Ia sedikit penasaran .
" Yaitu kamu tidak akan bisa melihat benda apa yang dilelang , lalu semua kalangan akan meneriakkan harga mereka . Barang yang ada di lelang buta kadang lumayan bagus , kadang biasa saja . Katanya bahkan ada gunting kuku yang dilelang , " kata Natasha menjelaskan .
__ADS_1
Diam - diam Jansen tidak berbicara . " Orang biasa saja bekerja keras demi bisa memberi keluarga mereka makan . Namun , orang kaya malah bermain hal seperti ini . Memang benar , dunia orang kaya itu sulit bisa dimengerti . "