
Hati semua orang di Keluarga Miller tiba-tiba berdebar kencang. Ternyata benar pihak lain memang datang menemui Jansen!
Renata melihat ke belakangnya dan tersenyum patih, "Jan, Jansen masih ada di ruang tamu!"
"Di ruang tamu?"
Tuan Thomas tiba-tiba meninggikan nada bicaranya.
Renata langsung merasa tidak enak, Tuan Thomas sudah datang secara langsung, tapi Jansen tidak datang menyambutnya secara langsung!
Jika Tuan Thomas kesal dan pergi, masalah ini akan menjadi merepotkan.
"Habislah. Aku barusan terburu-buru lupa memanggil Jansen!"
Leimin hampir menampar dirinya sendiri.
Sekarang dia hanya bisa berdoa agar Tuan Thomas tidak marah.
"Tuan Thomas, Jansen ini tidak mengerti apa-apa, jangan di ambil hati!"
Renata buru-buru terkekeh.
Tuan Thomas tidak berbicara dan melihat ke dalam gerbang Keluarga Miller.
"Tuan Thomas, silakan!"
Leimin langsung tahu kalau Tuan Thomas ingin masuk ke kediaman Keluarga Miller.
Tuan Thomas mengangguk dan memimpin memasuki gerbang.
Semua Keluarga Miller merasa ketakutan, mereka benar-benar takut Tuan Thomas akan marah.
Renata mengikuti di belakang, dengan wajah yang marah.
Keterlaluan!
Sombong sekali!
Tak disangka Jansen menghiraukan Tuan Thomas, apakah Jansen sengaja mencelakai Keluarga Miller?
"Jansen berpikir kalau dia adalah seorang dokter terkenal dan memiliki sedikit uang, jadi dia menjadi sombong. Pihak lain adalah orang terkaya, sedangkan dia bukan siapa-siapa!"
Renata tidak tahan lagi dan diam-diam memakinya.
"Bibi Renata, jangan marah, mungkin Tuan Thomas tidak marah!" kata Ricky menasihati.
"Dari mana kamu tahu kalau dia tidak marah? Kalau dia benar-benar mempermasalahkannya, kita tidak akan lagi memiliki kesempatan untuk bekerja sama. Kamu masih ingin membeli mobil mewah? Kamu masih mau mendapatkan gadis? Bermimpilah!" kata Renata kesal.
Wajah Ricky tiba-tiba menjadi muram. Sepertinya dia harus membiarkan Kakak Iparnya mengucapkan beberapa kata baik kepada Tuan Thomas nanti.
"Tuan Thomas, halaman kami memiliki sejarah ratusan tahun!"
Pada saat ini Leimin sedang memimpin jalan dan menjelaskan kediaman Miller.
Tidak bisa disangkal kalau hanya orang kaya dan elite yang memiliki halaman seperti itu di Ibukota!
Sayangnya ini adalah warisan leluhur dan tidak bisa dijual, jadi Keluarga Miller masih miskin.
Tuan Thomas terus mengangguk, dia kelihatan sedikit tidak sabar.
Perasaan Leimin tiba-tiba berubah, dia benar-benar takut Tuan Thomas kesal. Dia tertawa dan berkata, "Jansen ada di aula. Aku minta maaf. Jansen adalah seorang dokter, jadi sifatnya sedikit sombong. Mohon Tuan Thomas jangan ambil hati!"
__ADS_1
Setelah diam dia menambahkan, "Aku akan memarahinya nanti. Bagaimana bisa dia tidak menyambut Tuan Thomas? Sangat tidak sopan!"
Tetapi Tuan Thomas melambaikan tangannya, "Tidak, tidak, tidak, aku tidak berpikir seperti itu. Seharusnya aku tidak meminta Dokter Jansen untuk datang menandatangani kontrak. Seharusnya aku yang datang secara langsung!"
"Apa?"
Renata dan yang lainnya mengikuti di belakang pun hampir terjatuh.
Ada apa ini?
Mungkinkah Tuan Thomas selalu mengatakan hal yang berlawanan?
Hebat sekali kamu Jansen. Baru saja mengubah pandangan Keluarga Miller, sekarang kamu mau melakukan hal buruk pada Keluarga Miller lagi bukan?
Wajah semua Keluarga Miller menjadi muram.
Renata juga sangat marah, tapi dia bahkan merasa senang melihat Keluarga Miller mendapat masalah.
Kalau Tuan Thomas marah, kerja sama itu mungkin akan gagal. Tapi itu bagus untuk membuat semua orang di Keluarga Miller membenci Jansen. Bagaimanapun kalau ini terus berlanjut, Jansen akan menjadi pemimpin Keluarga Miller dan Renata bahkan tidak akan memiliki hak untuk berbicara.
"Tuan Thomas, Jansen melakukan sesuatu tanpa memedulikan kepentingannya, jangan pedulikan dia!"
Renata dengan cepat menasihati, rasa sombong di hatinya bahkan makin kuat.
Tuan Thomas terus melambaikan tangannya, "Tidak apa-apa, pimpin saja jalannya!"
Suaranya terdengar sedikit lebih cemas, tetapi karena kecemasan itu juga membuat orang lain merasa dia tidak peduli!
Habislah!
Apa Tuan Thomas benar-benar marah?
Semua orang di Keluarga Miller merasa ingin menghilang. Mereka merasa ini adalah kesempatan langka untuk mengembalikan keadaan Keluarga Miller, tapi dikacaukan oleh Jansen!
Tetapi Elena merasa bingung. Meskipun dia tidak mengerti bisnis, dia juga tahu kalau kerja sama kali ini berkaitan dengan keberhasilan Keluarga Miller!
Elena tidak bisa tidak mengingatkan, "Jansen, Tuan Thomas adalah bawahan orang terkaya. Agak tidak baik kalau dia datang untuk menandatangani kontrak secara langsung!"
Meskipun Jansen memiliki dua perusahaan dan keduanya memiliki keuntungan yang lumayan, tapi bagaimana itu bisa dibandingkan dengan orang terkaya?
Jansen tersenyum tipis, "Memang tidak baik, masalah sepele seperti ini, bisa diurus di belakangku. Untuk apa buang-buang waktuku dengan membuat adegan berlebihan seperti ini!"
"Ah!"
Elena membeku sesaat. Apa yang dia bicarakan? Pihak lain datang ke sini secara langsung, itu membuang-buang waktumu?
Apa tanpa sadar kekayaan Jansen berkembang lagi dan menjadi setara dengan orang terkaya itu?
Benar-benar konyol!
Hanya ada satu keluarga di Huaxia yang luas yang memenuhi syarat untuk menjadi orang terkaya di Huaxia. Tidak peduli bagaimana bisnis Jansen berkembang, dia juga belum mencapai level ini.
Saat itu Tuan Thomas masuk, Renata dan yang lainnya mengikuti.
Setelah melihat Jansen yang duduk dan meminum teh, Renata dan yang lainnya merasa sangat marah.
Lupakan saja jika Jansen tidak menyambutnya orang, bahkan setelah berjumpa dengan orangnya dia tidak menyapanya, apalagi menawarkan teh!
"Jansen, kamu sombong sekali ya. Tuan Thomas datang menemuimu secara langsung, tetapi kamu tidak menyapanya. Apa menurutmu Tuan Thomas tidak layak?" Renata tidak tahan untuk memarahinya.
Tetapi Tuan Thomas terus menatap Jansen. Kalau dia tidak diingatkan oleh Tuan Muda Charlie, dengan tindakan Jansen seperti ini, dia pasti akan marah!
__ADS_1
Tapi Tuan Muda Charlie sudah berpesan padanya!
Jansen bahkan idola dari idolanya, punya hak apa dia untuk marah?
"Aku memang tidak layak!"
Tuan Thomas bergumam pada dirinya sendiri, lalu berjalan mendekat dan berkata, "Dokter Jansen, maaf Thomas sudah mengganggumu. Aku harap kamu tidak marah!"
Nada perkataannya terdengar seperti junior!
Bahkan dia sedikit membungkuk!
Semua orang Keluarga Miller langsung terdiam dan tercengang.
Renata ingin mengatakan sesuatu, tetapi tenggorokannya tercekat dan dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
Apa yang terjadi?
Kamu tahu, dia ini adalah bawahan orang terkaya!
Jansen adalah seorang dokter terkenal, tapi dia bisa membuat bos terkaya menjadi begitu rendah hati?
"Bibi Renata, Tuan Thomas sepertinya menyebut dirinya Thomas!"
Tenggorokan Ricky tercekat, dia bahkan berpikir kalau dia salah dengar!
Bos Tom News adalah perusahaan paling populer saat ini, bos yang menjadi pusat perhatian. Tak disangka dia menyebut dirinya Thomas kepada seorang pemuda yang lebih muda darinya?
"Kamu tidak salah dengar. Namanya memang Thomas!"
Renata berkata dengan ketakutan, kemudian menutup mulutnya. Walaupun Tuan Thomas bisa menyebut dirinya Thomas, tapi itu bukan berarti Renata bisa memanggilnya seperti itu.
Elena juga terdiam berdiri di sana lalu menatap Jansen yang sedang meminum teh. Diam-diam dia merasa cemas. Bagaimanapun Jansen sepertinya tidak bermaksud untuk menyapanya!
Elena tersenyum sopan dan berkata, "Tuan Thomas, kamu bisa datang ke Keluarga Miller secara langsung itu merupakan suatu kehormatan bagi!"
"Jangan sungkan. Sudah seharusnya aku datang secara langsung untuk bekerja sama dengan Keluarga Miller!"
Tuan Thomas juga berkata dengan sopan kepada Elena. Dia telah meminta sekretarisnya untuk menanyakan informasi tentang Jansen dan mengetahui tentang Elena.
Elena tiba-tiba merasa kesulitan untuk berbicara. Alasan utamanya karena Tuan Thomas juga sangat sopan padanya.
Meskipun dia adalah Raja prajurit, tapi dia tidak pernah terlibat di dalam kalangan bisnis.
Dan Jansen masih meminum teh.
Bagi Jansen, dia memang tidak mengenal Tuan Thomas, tetapi Tuan Thomas adalah orang Keluarga Lankester. Jadi wajar saja jika Tuan Thomas secara langsung datang untuk menandatangani kontrak!
Bagaimanapun jika Jansen benar-benar ingin berbicara, jangankan Tuan Thomas bahkan Nyonya Lankester akan secara langsung akan datang menemuinya.
"Kamu ke sini atas nama Perusahaan Tom News, 'kan?"
Setelah meneguk teh, Jansen akhirnya berbicara.
"Benar!"
Tuan Thomas dengan cepat mengangguk, "Aku sudah membawa kontrak dan menandatanganinya. Aku hanya perlu mencari perwakilan dari Keluarga Miller untuk menandatanganinya!"
Saat dia berbicara, dia mengeluarkan kontrak dari tas kerjanya dan meletakkannya di atas meja.
Renata dan yang lainnya terkejut, langsung tanda tangan kontrak?
__ADS_1
Terlalu lancar!