Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 77. Bunga kampus


__ADS_3

" Anak kecil , kamu tahu apa ! "


Saat mendengar perkataan itu , Jansen hampir saja tersedak saat sedang menyuapkan bubur .


" Bagaimanapun juga , aku tahu karena semalam kamar kalian sangat hening . Kakakku sama sekali tidak mengerang ! " kata Diana dengan penuh wibawa .


" Kamu menguping ? "


Saking emosinya , hidung Jansen kembang - kempis .


" Bukan aku menguping , aku hanya mendengar beberapa kalimat dari pintu , lalu aku mendengar kalian sedang ngobrol . Kakak Ipar , Kakak ipar tidak boleh seperti itu , saat Kakak ipar menyuruhku berbuat seperti itu di gedung asrama lama waktu itu . Kakak sangat jantan . Dan lagi , saat Kakak ipar mengalahkan Mirza , Kakak terlihat semakin hebat , kenapa malah begitu mengalah di depan kakakku . "


" Apa hubungannya ? "


Jansen tidak bisa berkata - kata , di gedung asrama lama waktu itu , mereka berdua hampir mati , mana sempat berpikir macam - macam !


" Tapi aku tahu , tidak bisa menyalahkan Kakak Ipar , yang seharusnya disalahkan adalah laki - laki yang disukai kakakku waktu itu ! " lanjut Diana .


" Kamu tahu tentang dia ? "


" Tentu saja , namanya Ervan Nash, dia adalah teman kuliah kakakku . Waktu kuliah , mereka adalah pasangan cantik dan tampan yang diakui oleh semua orang , tapi pemikiran kakakku lebih tradisional dan lebih polos . Meskipun mereka sudah pacaran selama dua tahun tapi mereka hanya bergandengan tangan , bahkan mereka belum pernah berciuman . Mungkin karena hal ini juga , Ervan sangat tidak puas ! " kata Diana sambil menganggukkan kepalanya .


Mata Jansen menjadi berseri - seri , " Lanjutkan ceritanya ! "


" Aku tidak akan cerita lagi , kecuali Kakak setuju untuk mengajariku bela diri ! "


" Oke , oke , aku akan mengajari kamu bela diri , lanjutkan ceritanya ! "


Jansen tidak menyangka bahwa bocah ini akan memanfaat kesempatan ini untuk mengancamnya .


" Setelah mereka lulus kuliah , Ervan mendapat tawaran untuk studi di luar negeri . Keluarga Nash itu tidak begitu kaya , tidak punya uang untuk ke luar negeri . Tetapi ada seorang wanita dari keluarga kaya yang menyukai Ervan, asalkan Ervan setuju untuk menikahi wanita itu , dia akan membiayai Ervan . Akhirnya Ervan setuju , katanya dia menikah dengan wanita itu di luar negeri ! "


" Wanita kaya itu berasal dari keluarga yang terkenal , dia adalah nona muda dari Grup Caster , keluarga papan atas di Kota Asmenia . Keluarga mereka benar - benar merupakan kaya , koneksinya sangat luas , mereka bukan hanya punya koneksi di pemerintahan , kemiliteran bahkan juga punya koneksi di bidang bisnis . Setelah menikah dengan wanita itu , Ervan tidak menghubungi kakakku lagi ! "


" Sejak saat itu , kakakku mengalami trauma yang besar , dia akhirnya mencurahkan seluruh perhatiannya pada pekerjaannya . Lalu tidak lama kemudian , Kakak Ipar menikah dengan kakakku . Bagaimanapun juga , aku harus berterima kasih pada Kakak ipar , Kakak ipar lah yang sudah membawa kakakku perlahan - lahan keluar dari bayangan di dalam hatinya . Lagi pula , aku mengagumi Kakak ipar , cepat atau lambat Kakak ipar pasti akan memenangkan hati kakakku ! "

__ADS_1


Setelah mendengar cerita Diana , Jansen menghela napasnya pelan - pelan . Tidak disangka , ternyata Elena memiliki masa lalu yang seperti itu , tidak heran Elena selalu menunjukkan ekspresi dingin , ternyata dia pernah disakiti .


" Tenang saja , aku bukanlah laki - laki yang suka mempermainkan perasaan wanita ! " kata Jansen sambil menepuk dadanya .


" Cih , Kakak Ipar cukup beruntung dalam hal jodoh . Aku punya firasat , ada banyak pria yang menyukai Kakakku . Tentu saja , Kakak Ipar adalah laki - laki yang berprinsip dan bertanggung jawab , tidak akan mengecewakan kakakku ! "


Diana menunjukkan ekspresi seolah - olah dirinya bisa menebak isi hati Jansen dengan tepat .


" Apa yang sedang kalian bicarakan ? "


Pada saat ini , Elena berjalan turun dari lantai dua . Elena memang tidak berdandan berlebihan, tapi penampilannya sangat menyilaukan mata . Tubuh atasnya dibalut oleh blus sifon berwarna biru dan putih , kakinya dibalut oleh celana tujuh per delapan berwarna putih , ditambah dengan sepatu hak tinggi setinggi lima senti , tubuhnya terlihat sangat sempurna seperti seorang dewi yang menyilaukan mata .


Melihat Elena, Jansen pun tanpa sadar tercengang . Sampai saat ini , wanita cantik yang dia kenal hanya ada dua , yang satu adalah Melody , yang kedua adalah Natasha . Tapi jika dinilai dari parasnya , Elena- lah yang menduduki peringkat satu . Tentu saja , Diana juga sebenarnya tidak kalah , tapi bocah ini agak sedikit nakal !


" Kakak , hari ini Kakak benar - benar cantik ! "


Diana tak kuasa menahan kekagumannya , Diana melirik ke arah Jansen dan berkata ,


" Kakak Ipar , masa kamu berpakaian seperti ini . Cepat ganti pakaian mu , setiap hari pakai setelan olahraga , sungguh jelek sekali ! "


" Sepertinya aku memang cuma punya pakaian olahraga ! "


Diana segera berlari ke lantai dua dan mengambil sebuah setelan jas kemudian berkata ,


" Setelan jas ini bukan pakaian bermerek Mahal tapi masih bisa dianggap sebagai pakaian resmi . Hari ini adalah hari peringatan pernikahan kalian , Kakak harus pakai baju yang lebih rapih ! "


Jansen menganggung tak berdaya , dia mengambil setelan jas itu dan pergi untuk mengganti pakaiannya . Tak sampai beberapa menit , Jansen sudah turun kembali .


" Lumayan ! "


Mata Diana dan Elena berseri - seri . Tinggi Jansen seratus delapan puluh senti , setelan jasnya sangat sesuai di badan Jansen . Meskipun Jansen tidak termasuk laki - laki tampan , tapi wajahnya sangat enak dilihat , terlebih lagi karena hidungnya yang mancung , hidungnya ini memberikan kesan gagah.


" Orang itu harus berpakaian bagus , Kakak Ipar biasanya terlalu tidak memedulikan penampilan , sekarang lihat , jadi begitu tampan , bahkan jauh lebih tampan dari bajingan Jay Smith. Benar kan , Kak ? "


kata Diana sembari mewakili Jansen berbicara . Elena menganggukkan kepalanya sambil tersenyum . Kedua orang itu pergi meninggalkan kediaman Keluarga Lawrence, mereka tidak mengendarai mobil , mereka naik kendaraan umum pergi menuju pusat kota.

__ADS_1


Mereka berdua masih sangatlah muda , ditambah lagi dengan paras Elena yang begitu cantik , ketika mereka berjalan di jalanan , pemandangan itu seketika menarik perhatian banyak orang !


" Wanita itu sangat cantik ya , artis kah ? "


Beberapa wartawan diam - diam mengunggah foto Elena di media . Elena sama sekali tidak menyadari hal ini , tetapi Jansen menyadarinya . Diam - diam Jansen merasa kesal , merepotkan juga kalau punya istri yang cantik seperti Elena !


Setelah mereka berdua lelah berjalan , mereka mencari sebuah kedai kopi untuk beristirahat sejenak . Jansen kemudian pergi ke toilet dan meninggalkan Elena duduk seorang diri .


Tepat pada saat itu , ada segerombolan orang yang masuk ke kedai kopi . Orang - orang ini mengenakan setelan jas dan mengenakan jam bermerek , aura mereka sangatlah tidak biasa . Mereka masuk ke kedai kopi sambil bersenda gurau sehingga menarik perhatian tamu - tamu di kedai kopi .


Elena sedang menghirup kopinya dengan anggun , tiba - tiba dia menangkap bayangan seseorang di tengah kelompok itu , wajahnya seketika berubah . Jantung Elena berdetak kencang seolah - olah akan melompat keluar dari tubuhnya !


Dia sangat mengenali sosok itu , sosok laki - laki yang selama ini tidak bisa dia lupakan .


" Eh , Ervan , coba kamu lihat . Bukannya itu Elena? "


Di antara sekelompok orang yang masuk itu ada seorang laki - laki dengan jas Armani juga menyadari keberadaan Elena. Wajah mereka seketika tercengang , lalu mereka berjalan menghampiri Elena.


" Bunga Kampus , ternyata memang kamu ! "


Laki - laki yang mengenakan jas Armani itu terkesiap lalu berkata ,


" Apakah kamu masih ingat aku ? Teman kuliahmu , Roy ! "


" Ingat ! "


Sebenarnya Elena juga tidak ingat , tapi karena laki - laki itu muncul secara tiba - tiba , Elena jadi menjawabnya tanpa sadar !


" Hehe , Bunga Kampus semakin hari semakin cantik ya . Dulu aku kira kamu adalah seorang artis ! "


Seorang pemuda kurus yang berdiri di samping laki - laki itu ikut tertawa . Mereka semua adalah teman kuliah dari Elena, dulu mereka bahkan pernah jatuh hati pada Elena, tapi waktu itu Elena sudah ada yang punya . Hati sang Bunga Kampus sudah direbut oleh Ervan , karena itu dulu mereka hanya bisa diam - diam memendam rasa irinya . Sangat disayangkan , pasangan yang sangat ramalkan oleh orang - orang ini pada akhirnya berpisah .


" Elena , apa kabar ? " Kata seorang laki - laki yang berparas tampan .


Laki - laki ini mengenakan jas berwarna cokelat , di tangannya terpampang sebuah jam bermerek . Di antara sekelompok orang itu , keberadaan laki - laki ini paling menarik perhatian . Sebelum masuk ke kedai kopi , staf wanita dari kedai kopi menatap laki - laki itu lekat - lekat lalu berdecak pelan . Laki - laki itu seperti laki - laki idaman mereka , parasnya seperti artis dari Korea . Laki - laki itu adalah Ervan Nash , mahasiswa paling terkenal di Universitas Asmenia!

__ADS_1


__ADS_2