Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1417. Istana Pangeran Lilong


__ADS_3

Begitu para bangsawan sombong ini pergi, semuanya bersorak-sorai dan bertepuk tangan!


"Pahlawan!"


"Aku merasa geli pamer kekayaan, tetapi aku lega melihat orang asing ini kabur melarikan diri!"


"Mereka mau adu kekayaan dengan orang Huaxia, dari tingkatan saja kita adalah nenek moyangnya!"


Keadaan menjadi kacau.


Ruang streaming langsung masuk satu juta orang yang menonton dan suasananya makin heboh.


Sales dan manajer itu tercengang, mereka menjual rumah selama hidupnya, tapi ini pertama kali terjadi masalah seperti ini.


Setelah Jansen selesai mengurus administrasi, dia dan Cindy pergi diiringi dengan tepuk tangan meriah bagaikan seorang pahlawan.


"Haha, seru juga menghadapi orang yang memandang rendah orang lain, rasanya ingin kuhajar mereka!"


Cindy begitu bersemangat, dia berniat untuk mempublikasikan cerita ini di koran.


"Kita sudah membalasnya, tidak perlu keterlaluan, nantinya akan mempengaruhi mu!" Jansen tertawa.


"Keterlaluan? Di mata mereka kita semua dianggap tidak ada, bukannya itu juga sangat tidak sopan, jangan bersikap terlalu baik ke mereka!"kata Cindy.


Jansen sudah tidak mempermasalahkannya lagi.


Keesokan harinya, muncul dalam berita utama di Harian Huaxia.


Tuan Jansen, Presdir Grup Aliansi Senlena membeli tiga apartemen sekaligus dan setiap hari hidupnya menderita karena uang!


Bangsawan kaya dari luar negeri, tidak terima kalah kaya, akhirnya mereka kabur.


Anehnya, saat berita ini keluar, orang-orang tidak menyalahkan konsep moral Jansen, sebaliknya sangat mendukung perbuatan Jansen.


Mungkin sejak awal identitas Presdir Grup Aliansi Senlena sudah tidak menimbulkan kecemburuan sosial lagi!


Bagaimanapun, dia adalah salah satu dari sepuluh besar orang terkaya di Huaxia. Mungkinkah dia tidak punya uang? Sangat normal baginya untuk memamerkan kekayaannya!


Jika Jansen tidak memamerkan kekayaannya, orang-orang malah mengira dia hanya berpura-pura!


Cindy sedang menuntunnya menuju rumah istana.


Rumah istana Pangeran Lilong ini sudah terkenal sejak zaman Dinasti Qing hingga sekarang.


Kring, Kring, Kring!


Saat sedang berjalan, HP Jansen berdering, dia agak canggung setelah tahu siapa yang menelepon.


"Jansen, kenapa kamu tidak menjawab?"


Cindy di sampingnya merasa aneh.


"Ini Patricia !"


Jansen tersenyum pahit, terakhir kali dia meminta bantuan Patricia saat ingin menarik Justin kembali ke Huaxia, sejak itu Patricia sering mencari Jansen meskipun tidak ada hal yang sangat penting.

__ADS_1


"Jangan-jangan kalian?"


Cindy tiba-tiba menutup mulutnya.


"Apa yang ada di benakmu!"


Jansen menjawab telepon dengan nada yang kurang enak.


"Jansen, kamu di mana?"


Nada bicara Patricia diwarnai dengan penuh sukacita.


Jansen berpikir, sekarang dia sedang di selatan. Apa yang perlu dikhawatirkan? Dia tersenyum dan berkata, "Aku kebetulan lagi di selatan, kenapa?"


"Kebetulan sekali, aku juga sedang di selatan, kamu di selatan mana?"


"Di Kota Yanba!"


"Aku juga, kamu sekarang di mana? Aku akan pergi mencarimu!"


Jansen, "!"


Terpaksa harus memberi tahu alamatnya.


Tak lama kemudian, Patricia datang dengan mobil, dia mengenakan gaun bermotif bunga dan stoking sutra serta sepatu hak tinggi sehingga terkesan anggun.


Jadi, sosoknya kecil dan lincah, tapi dia kalah dengan saudara perempuannya Felicia!


Karakter dan penampilannya juga sangat bertolak belakang, dia agak sembrono dan blak-blakan, Jansen hampir saja dipukul saat pertama kali bertemu dengannya.


Patricia menyapa dari jauh.


Cindy takut kalau Patricia salah paham dengannya, dia menjelaskan, "Aku hanya menemani Jansen melihat rumah istana yang diberikan Keluarga Yiwon kepadanya!"


"Oh begitu!"


Patricia mengangguk, "Kebetulan sekali aku sedang mewakili Keluarga Fang untuk membahas bisnis, ternyata kalian juga ada di sini!"


"Apa bisnis keluargamu di selatan?" Cindy bertanya penasaran.


"Sebenarnya bidang industri keluargaku tidak banyak, tetapi merupakan Technology Group nomor satu di Huaxia yang berkantor pusat di Ibu kota."


"Ada juga cabang di selatan, kali ini Grup Teknologi Global mengutus beberapa orang dari Keluarga Williams datang untuk membahas rencana kerja sama!" Patricia melanjutkan "Tapi, lagi-lagi Kakek menolak mereka."


Tiba-tiba Jansen teringat dengan orang asing yang ditemuinya saat membeli rumah, apa mereka itu adalah Keluarga Williams ?


Lagi pula, Grup Teknologi Global masih tidak mau menyerah dan ingin menjangkau Huaxia.


Terlebih lagi, Jansen memiliki firasat bahwa tujuan mereka sebenarnya adalah Grup Aliansi Senlena.


Mereka mengobrol sebentar, lalu Cindy mengantar Jansen menuju rumah istana Pangeran Lilong.


Jansen pikir tempatnya sangat terpencil di pinggiran kota, ternyata ini adalah Kota baru yang padat, banyak apartemen, dan dekat dengan Menara Barbara yang menjadi pusat keramaian kota.


Rumah istana Pangeran Lilong terletak di sebuah desa yang sedang dibangun menjadi kota, dan menjadi tempat berkumpulnya para pekerja asing.

__ADS_1


Ketika berjalan masuk agak ke dalam, perlahan suasana menjadi makin sunyi, dan terlihat istana Kerajaan kuno persis berhadapan dengan apartemen.


"Sepertinya tidak terlalu banyak orang di sini!"


Sambil berjalan, Patricia merasakan ada sesuatu yang tidak beres.


"Tempat ini berhantu, beberapa tahun lalu, seseorang melompat dari apartemen, setiap malam selalu terdengar suara tangisan, siapa yang berani masuk!"


Di pinggir jalan, duduk seorang nenek tua sedang menikmati udara sejuk.


"Nek, kita mau pergi ke Rumah istana Pangeran Lilong!" kata Patricia dengan sopan.


"Rumah istana Pangeran Lilong? Istana kerjaan di depan ini!"


Seketika wajah nenek tua itu berubah, dia mengambil bangkunya langsung pergi, seolah-olah dia tidak berani menceritakan sesuatu.


"Kenapa begini!"


Patricia merasa makin aneh.


Cindy juga menggelengkan kepalanya, meskipun rumah istana Pangeran Lilong adalah milik keluarganya, tetapi sudah lebih dari sepuluh tahun dia tidak pernah datang lagi.


Jansen mengarah ke apartemen itu lalu melihat rumah istana yang sepi, diam-diam dia tersenyum sendiri.


Mereka bertiga melangkah maju ke depan menuju pintu gerbang rumah istana, terdapat sebuah plakat di dinding yang bertuliskan Istana ini adalah warisan budaya.


Setelah mengetuk pintu, mereka masuk ke dalam, suasananya begitu hening, setelah sekitar sepuluh menit, seorang lelaki tua keluar, diikuti oleh putra dan menantunya.


Setelah bertemu Jansen bertiga, mereka semua sedikit tidak senang.


"Ini rumah pribadi dan tidak boleh dikunjungi!"


Pak tua itu berkata dengan dingin dan ingin menutup pintu.


Cindy mengulurkan tangan dan menekan pintu untuk mencegah Pak tua itu menutupnya. Dia menjelaskan, "Tunggu, aku dari Keluarga Yiwon, aku datang untuk mengambil rumah istana ini!"


Dia tahu bahwa lelaki tua ini bertanggung jawab untuk menjaga rumah dan telah bekerja selama lebih dari sepuluh tahun.


"Mau mengambilnya, mana dokumennya?"


Putra lelaki tua itu tiba-tiba berteriak dingin.


"Ini adalah warisan budaya, benda antik, bukan pribadi!" Menantu perempuan juga ikut menambahkan.


Cindy memperlihatkan dokumen yang dibawanya, "Di sini ada dokumen resmi yang menyatakan Istana ini milik keluarga Yiwon dari Ibu kota , dan kamu hanya dipekerjakan oleh kakekku untuk menjaga rumah ini!"


Pak tua mengambil dokumen itu lalu memberikan ke putranya untuk dilihat, matanya berkedip-kedip.


Putranya pun bingung, berkata, "Bagaimana kita tahu surat ini asli atau palsu, kita sudah tinggal di sini selama tiga generasi, lalu kamu mau mengusir kami pergi dari sini? lantas kami tinggal di mana?"


Meskipun rumah istana ini tampak angker, selama mengikuti aturan, tidak akan terjadi apa-apa, ditambah lokasinya dekat dengan pusat kota, jadi tentu saja mereka tidak ingin pindah. Bahkan berharap Keluarga Yiwon melupakan rumah istana ini, sehingga bisa menjadi milik mereka sendiri!


Setidaknya, kompleks rumah kuno seperti itu bisa dijual dengan harga dua ratus juta yuan.


Sekarang ada orang yang mengambilnya kembali, tentu saja mereka tidak mau!

__ADS_1


(Minggu ini real life full sibuk, jadi mohon pengertiannya)


__ADS_2