
"Tentu saja, aku adalah perancang busana terkenal asal Perancis. Aku sih tidak mau kalau disuruh menganggur begitu saja!"
ujar Veronica sambil menegakkan tubuhnya.
"Begini saja, aku akan memberimu 500 juta untuk memulai sebuah perusahaan desain?" ujar Jansen dengan santai
Sepasang suami istri yang sedang makan di sebelah mereka hampir saja menyemburkan makanan mereka. Mereka menatap Jansen dan menyadari bahwa apa yang dikatakan Jansen sangatlah biasa baginya, seolah-olah 500 juta tidak seberapa!
"Lihat tuh! Itu baru Namanya pacar, tidak sepertimu, untuk membeli gaun saja pelitnya minta ampun!"Wanita itu mengeluh.
Pria itu menatap Jansen dan berkata dalam hati, "Ya ampun, kenapa kamu harus sampai begitu? Benar-benar menyusahkan sesama lelaki."
"Tidak heran wanita saat ini lebih suka menangis di BMW daripada tersenyum bahagia dengan sepeda. Semua ini karena ada terlalu banyak pria kaya generasi kedua seperti kamu!"
Tentu saja, Jansen dan Veronica tidak mengetahui apa yang mereka pikirkan.
"Itu terlalu banyak. Tidak apa-apa, aku sendiri punya uang!"
Veronica tersentuh dan menggelengkan kepalanya untuk menolak.
Ia tidak ingin dianggap sebagai wanita matre oleh Jansen.
"Itu tidak seberapa!"
Jansen tidak peduli. Dia baru saja mengambil 30 miliar dari Aidan. 500 juta tidak ada apa-apanya!
Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ada tiga orang masuk ke restoran yang menarik perhatian Jansen.
Pakaian mereka terlihat sangat aneh, seperti jubah. Begitu juga barang-barang yang mereka bawa. Satu memegang pisau dapur, satu memegang sekop, dan yang terakhir membawa ember besi.
Cukup banyak orang yang menatap mereka setelah mereka masuk.
"Pelayan, apakah ada tempat?"
Salah satu dari mereka berteriak pada pelayan. Meskipun dia berbicara dengan bahasa Huaxia, tapi terdengar jelas bahwa dia tidak fasih.
Orang dari manakah mereka?
Jansen merasakan sesuatu yang aneh.
"Maaf, harus menunggu sebentar. Akan kusiapkan dalam waktu sekitar 15 menit!"
Pelayan dengan cepat menghampiri.
"Apakah semua restoran kalian mengabaikan tamu seperti ini? Benar-benar penghinaan terhadap industri makanan!"
Orang yang memegang pisau dapur berkata santai dan angkuh.
"Tuan, kalau tidak salah, di daerah Anda, saat makan ke restoran juga harus menunggu bahkan di luar gerbang Mengapa kamu tidak menyukainya ketika Anda datang ke sini?"
Pelayan masih berkata dengan sopan, dia pernah ke Negara Matahari dan tahu suasana di sana.
Benar saja, mereka bertiga tidak bisa membalas apa-apa.
__ADS_1
Pada saat ini, seorang manajer berlari dan berbisik kepada pelayan tersebut. Pelayan itu tersenyum dan berkata, "Sudah ada tempat. Silakan ikut dengan aku!"
Dia mengajak mereka bertiga duduk di salah satu meja yang kosong.
"Aku dengar makanan obat herbal di sini sangat enak, terutama masakan koki bernama Radit. Aku ingin mencoba masakannya!"
ujar salah satu dari mereka dengan suara yang kencang.
"Koki Radit hanya memasak satu hidangan setiap hari. Maaf sekali Tuan!" kata pelayan itu dengan sopan.
"Lalu kamu punya restoran ini untuk apa?"
Ketiganya kembali geram.
"Begini saja, saya tanya dulu, mungkin Tuan mau mencoba masakan lainnya?"
Pelayan itu masih tenang dan berencana untuk bertanya lagi kepada manajernya.
"Kalau begitu kita pesan tiga porsi nasi goreng telur!"
Setelah mendengar ini, pelayan itu buru-buru pergi.
"Jansen, ketiga orang ini sepertinya ke sini untuk membuat masalah!"
Veronica berbisik padanya.
"Benar, seharusnya pelayan pergi mencari orang yang tepat!" Jansen mengangguk.
"Kenapa kamu tahu?"
"Memangnya kenapa dengan restoran ini? Buat apa menantangnya? Ayo panggil penjaga keamanan untuk mengusir mereka!"
"Percuma. Mereka sudah sengaja datang ke sini untuk mencoba masakan herbal Huaxia. Kalau mereka diusir, berarti di bidang makanan obat herbal, Huaxia tidak sebagus yang lain. Apalagi untuk urusan di lapangan, setiap industry pasti ada peraturannya sendiri. Seperti di bidang seni bela diri, kita tidak pernah mengusir orang yang datang untuk menantang. Tentu saja, aku rasa mereka juga tidak mungkin mengusir tamu ataupun penantang yang datang ke restoran!"
"Benar juga!"
Veronica tiba-tiba menjadi penasaran lagi. "Mereka pasti datang dengan persiapan. Hanya saja, kita tidak tahu apakah pihak restoran ini bisa menghentikan mereka atau tidak. Kalau tidak, bosnya lah yang akan rugi. Tapi itu bukan urusan kita, ayo kita nonton saja!"
Jansen langsung terdiam. Dialah bosnya. Apanya yang bukan urusan dia?
Di saat itu pun, seorang pelayan datang membawakan makanan mereka.
Jansen memakan sesuap nasi goreng yang dia pesan dan langsung mengerutkan keningnya.
"Kenapa?"
Veronica menyicipi sup miliknya dan merasa rasanya cukup enak.
"Kokinya salah menaruh bumbu, sepertinya yang dipakai malah gula!"
Jansen menghela napas dan menatap ketiga koki dari Negara Matahari itu, "Mereka juga memesan pesanan yang sama, kalau begitu akan ada masalah!"
"Aduh, kenapa restoran ini bisa melakukan kesalahan sepele seperti ini sih!"
__ADS_1
Veronica langsung mengerutkan kening.
"Aku rasa karena terlalu banyak orang yang berpikir bahwa nasi goreng telur itu sangat sederhana dan mudah sekali, makanya koki bisa ceroboh!" Jansen menggelengkan kepalanya dan berkata, "Namun, tiga koki Negara Matahari itu pasti akan menggunakan hal ini untuk membuat masalah!"
"Bakalan menarik nih!"
Veronica tampak seperti penonton yang menantikan pertunjukan bagus. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada kedua pihak ini.
"Pelayan, sini!"
Benar saja, ketiga koki itu berdiri dengan kesal setelah menyantap pesanan mereka.
Awalnya mereka tidak dapat menemukan masalah apa pun, namun tidak disangka malah makanannya lah yang bermasalah.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu?"
Yang keluar kali ini adalah manajernya. Dia adalah seorang wanita tinggi mengenakan cheongsam yang tampak cantik dan elegan.
"Coba makan makanan ini!"
Pria paling tinggi di antara mereka pun menunjuk ke meja.
Manajer dengan cepat menyicipi makanannya dan dia mengernyit, "Hah, kenapa manis?"
"Koki kamu membuang-buang bahan dan menghina koki. Panggil koki kamu ke sini!"
Pria yang paling tinggi langsung berteriak, "Namaku Tristan Nakamura. Kalau kokimu tidak keluar sekarang, aku akan mengekspos Restoran Herbal DoJans dan mengatakan bahwa kalian tidak bertanggung jawab atas pelanggan!"
Semua orang memandang ke arah keributannya.
Beberapa di antara mereka berpikir bahwa ketiga orang ini hanya mencari masalah, padahal cuma salah memasukkan gula, tinggal diganti saja!
Namin ada juga yang setuju dengan mereka. Bagaimanapun, orang yang memasak harus berhati-hati dan bertanggung jawab kepada tamunya.
"Tolong tenang Tuan. Ini adalah kesalahan restoran kami. Kami minta maaf kepada Anda. Semua pesanan Anda hari ini akan digratiskan. Bagaimana menurut anda?"
Manajer berusaha tenang dan menghibur mereka.
"Jangan coba-coba menggunakan cara ini untuk berurusan denganku. Salah ya salah, benar ya benar. Jika kamu melakukan kesalahan, kamu harus bertanggung jawab. Panggil Koki Radit ke sini untuk minta maaf!"
Ketiganya tetap keras kepala.
"Oh, teryata Tuan Tristan Nakamura, dari keluarga koki terkenal di Negara Matahari. Kita semua kan masih satu industri, tolong maklumi lah kesalahan ini!"
Saat ini, seorang pria yang tampaknya berusia empat puluhan berjalan keluar sambil membalas ucapan dari koki tersebut.
"Koki Radit!"
Melihat dia datang, manajer terlihat senang dan lega.
Pria bernama Radit itu mengangguk kepada manajer dan terus memandangi tiga koki itu. "Kita semua sama-sama koki. Kamu harusnya tahu bahwa adakalanya kita membuat kesalahan."
"Aku pernah dengar tentang mereka. Katanya mereka dari keluarga koki terkenal dan berpartisipasi dalam Kompetisi Koki Internasional setiap tahun!"
__ADS_1
"Kenapa mereka datang ke sini? Apakah mereka datang untuk Koki Radit itu?"
"Aku rasa karena makanan obat herbal Restoran Herbal DoJans ini telah menarik perhatian para pecinta kuliner internasional!"