Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab 7. Palsu


__ADS_3

" Jansen , apa kamu tidak tahu sopan - santun ? Bagaimana bisa ada nama orang seperti itu ? Namanya itu Jay Smith . Bukan Dukduk ! "


Ibu Mei marah . Ia merasa Jansen begitu memalukan , hanya saja penjelasannya membuat Jay Smith jadi makin malu . Dukduk ? Apakah Jansen sedang mengejek Jay Smith?


" Maaf , kadang otaknya bermasalah karena amnesia . "


Melihat Jay Smith yang agak malu , Elena dengan cepat menjelaskan , tapi dalam hatinya ia juga agak penasaran . Jansen biasanya jarang berbicara dan agak rendah diri , tidak seperti sekarang yang banyak bicara dan sepertinya dia sengaja mengatakan itu .


" Tidak apa - apa . "


Jay Smith pura - pura tidak beduli . Ia bertanya , " Kalau boleh tahu , sekarang saudara Jansen bekerja di mana ? "


" Dia bekerja jadi pegawai kecil di cabang Dorcane group , tapi baru bekerja satu bulan dan sudah dipecat . " I


bu Mei memasang wajah hina . Perkataannya membuat Jay Smith sedikit ceria . Ia adalah orang yang baru pulang luar negeri , sedangkan Jansen yang bodoh hanyalah pegawai kecil . Bagaimana bisa mereka dibandingkan ? Ia berharap Elena bisa melihat perbedaan itu.


" Oh ya , besok adalah ulang tahun Paman Zachary. Jadi , aku akan memberikannya hadiah ulang tahu terlebih dulu . "


Jay Smith tidak bermaksud melepaskan Jansen begitu saja . Ia mengeluarkan sebuah gulungan lukisan dari hadiah yang ada di belakangnya ,


" Lukisan ini kuperoleh dari temanku di luar negeri Katanya ini adalah karya master Sean . Aku masih muda , kurang mengeri hal seperti ini . Jadi , aku beri kepada Paman Zachary saja untuk hadiah ulang tahun . "


Zachary berpikir kalau hadiah yang diberikan oleh Jay Smith sangat berharga . Dia ingin menolaknya , tapi mendengar kalau itu adalah lukisan , matanya langsung terperangah . Saat itu Zachary adalah seorang dosen . Kemudian , ia pergi ke laut untuk melakukan bisnis dan memulai bisnis baja . Meskipun ia tidak mengekspansi bisnisnya , tapi ia masih hidup dengan sehat . Jadi , ia tidak terlalu memikirkan tentang kekayaan dan hadiah lain . Dalam beberapa tahun terakhir , ia menjaga dirinya dengan bersemedi dan menyukai hal - hal seni seperti ornamen .


" Lukisan apa ini ? "


Zachary langsung berdiri .


" Salah satu lukisan Seribu gunung bambu ! "


Jay Smith tersenyum . Setelah berbicara , ia menatap Jansen dengan penuh kebanggaan .


menantu sepertimu , kado seperti apa yang bisa kamu berikan pada ayah mertuamu ?


" Seribu Gunung bambu ? Kudengar lukisan ini totalnya ada tujuh . Nilai harga koleksi dan nilai seninya sangat tinggi . "


Wajah Zachary berubah drastis . Ia mengambil gulungan lukisan itu dan membukanya untuk memperlihatkan lebih detail . Seluruh badannya pun gemetaran karena bahagia . Saat ia menikmati seni ornamen , umumnya memiliki grup pertemanannya sendiri . Hanya saja biasanya ia tidak menemukan hal yang menarik tiap berkumpul . Ia selalu merasa malu . Sekarang , dengan lukisan Seribu Gunung bambu ini , itu sudah cukup untuk membuat orang - orang tua itu cemburu padanya .


" Ini , terlalu mahal . "


Zachary menarik kembali tatapannya dengan enggan dan menatap Jay Smith .


" Hehe , jika kaligrafi , lukisan , dan lainnya berada di tangan para penikmatnya , mereka bisa mendapatkan kasih sayang orang tua . Kami para anak muda tidak bisa mengapresiasinya dengan begitu indah . "


Jay Smith tersenyum dan berkata , " Lagi pula , ini hadiah ulang tahun untuk Paman Zachary . Ini hanyalah hadiah ulang tahu , jadi memang harus yang berharga . "

__ADS_1


" Jay Smith, kamu baik sekali . "


Meskipun Ibu Mei tidak tahu bagaimana cara mengapresiasi sebuah seni ornamen , tapi melihat suaminya yang seperti ini , ia menyipitkan matanya dan melihat Jansen ,


" Jansen , besok ayahmu akan ulang tahu . Kamu menyiapkan kado apa untuknya ? "


Ibu Mei tahu kalau ia tidak boleh mengatakan hal ini . Jika dilihat dari gaji Jansen, tidak ada barang bagus yang bisa ia beli . Bahkan Elena menggelengkan kepalanya dan tahu kalau ini sama memalukan Jansen .


" Bibi Mei , hadiah itu tidak harus dilihat dari mahalnya . Selama hadiah itu tulus dari hati , aku pikir hadiah ulang tahun dari Pak Jansen seharusnya tidak akan lebih buruk daripada milikku . "


Perkataan Jay Smith tepat sekali , seolah - olah membuat Jansen malu di depan Elena .


" Dia ? Dia selalu numpang makan di keluarga Lawrence, mana mungkin punya uang ? Mungkin dia bisa membeli barang kecil dengan gaji masa percobaannya , "


ucap Ibu Mei dengan jijik .


" Ayah ! "


Jansen tidak memedulikan tatapan mereka dan malah menatap Zachary.


" Kenapa ? "


Zachary masih mengagumi lukisan itu .


" Lukisan itu sepertinya palsu . "


" Palsu ? "


Jay Smith yang meminum tehnya dan langsung tersembur keluar .


" Palsu ? Itu tidak mungkin ! "


Ibu Mei berkata dengan suara tajam ,


" Jansen , kamu tidak tahu tentang kaligrafi dan lukisan . Jadi , jangan sembarangan bicara . Aku tahu kamu iri dengan Jansen , tapi kamu tidak bisa berbicara omong kosong . "


" Aku tidak iri padanya . Aku hanya berpikir jika ayah menunjukkan barang palsu itu pada teman - temannya dan ketahuan oleh mereka , ayah pasti akan sangat malu . "


Jansen berjalan menghampiri dan melihat dari atas ke bawah lukisan yang diambilnya itu . Secara perjalan dia tahu ada yang masalah . Nyatanya , ia sudah merasa ada yang tidak beres sebelumnya . Meskipun Jansen tidak mengerti tentang kaligrafi dan lukisan , tapi ia tahu jika kaligrafi dan lukisan semakin kuno , maka auranya semakin berbeda .


Namun , lukisan ini jelas - jelas tidak memiliki aura . Ini jelas kalau lukisan ini baru dibuat dalam beberapa tahun belakangan .


Jansen berkata pada Elena , " Elena , tolong bawakan satu baskom air . "'


Elena tidak tahu apa yang akan Jansen lakukan , tapi ia mengikuti perintah Jansen. Kemudian , Jansen mengambil lukisan itu dan menaruhnya ke dalam air .

__ADS_1


"Jansen , jangan main - main . Lukisan ini sangat mahal ! "


Wajah Zachary langsung berubah . Ia ingin memaki Jansen .


" Ayah , lihatlah ujung lukisan ini ".


Namun , Jansen sudah merendam lukisan itu ke dalam air dan menunjukkan ujung lukisan itu . Mereka melihat lukisan yang terendam air itu dan di sana jelas sekali ada jejak di sekitarnya . Itu bisa dilihat dengan mata telanjang , seolah - olah itu adalah lukisan sintetis .


" Ini ... "


Zachary pun menatapnya , sedangkan Jansen mengikuti jejak robekan yang ada di permukaan lukisan itu . Ia pun berkata lagi , " Lukisan ini palsu dan dicetak , tapi detail yang dipalsukan ditumpuk melalui proscenium . Lukisan palsu yang sama persis dengan aslinya . Dengan kertas laminasi ini bisa memberikan kesan kuno . "


" Ah . "


Jay Smith tiba - tiba berdiri . Ia jadi syok sekali .


" Ayah , jika ayah menunjukkan lukisan ini kepada teman - teman ayah , ayah mungkin akan diketawain oleh mereka . "


Jansen menambahkan . Wajah Zachary memerah dan tiba - tiba menatap Jay Smith . Pantas saja anak ini sangat murah hati . Ternyata lukisan ini palsu .


" Paman Zachary, i - ini , aku benar - benar tidak tahu . "


Jay Smith malu sekali sampai ingin menggali lubang untuk menutup wajahnya . Seseorang memberi hadiah palsu untuk hadiah ulang tahun . Bukankah ini seperti menjatuhkan tuan rumah ?


Wajah Jay Smith malu sekali . Ia tidak bisa benar - benar malu . Ini pertama kalinya ia merasa semalu ini dalam hidupnya . Bahkan Jay Smith sampai kehilangan muka di hadapan orang tua , terutama cinta pertamanya .


" Sudahlah , Jay Smith juga tidak sengaja . Lupakan saja . "


Saat itu Ibu Mei dengan cepat mengganti topik .


" Benar . Yang penting itu ketulusan hatinya , bukan hadiahnya . "


Jansen mengatakan itu karena ia tahu Jay Smith ingin mempermalukannya tadi , jadi ia tidak menunjukkan belas kasihan . Mendengar kalimat itu , Jay Smith langsung paham apa maksudnya . Meskipun Jay Smith memberikan hadiah palsu , tapi masih ada ketulusan hati . Ini sama sekali tidak berguna ! Yang paling terpenting itu adalah wajahnya !


" Paman Zachary, ini adalah kesalahanku . Tidak kusangka temanku telah menipuku . Paman tenang saja , acara ulang tahun besok malam , aku pasti akan memberikan hadiah yang terbaik untuk paman . "


Jay Smith mendorong kacamatanya dan memaksa tersenyum .


" Hehe , hatimu sangat baik . "


Sikap Zachary jelas sekali agak dingin pada Jay Smith .


" Oh ya , mata Pak Jansen benar - benar bagus . Dia seharusnya memiliki posisi yang tidak rendah di perusahaan Cabang Dorcane group . Seharusnya jadi supervisor , atau manajer , kan ? "


Jay Smith menatap Jansen lagi . Meskipun tadi dia sangat malu , tapi sekarang ia tidak sabat untuk menginjak - injak Jansen .

__ADS_1


" Dia ? Dia dipecat . Baru saja dia pulang dari pengurusan surat resign . "


Ibu Mei tidak terlalu peduli dengan masalah lukisan palsu yang dibahas Jansen .


__ADS_2