
Tuan Jansen ?
Angelina dan teman - temannya tercengang lagi , benar saja pemuda tampan dan kaya raya itu adalah tambang emas ! Ah , kenapa dia tidak menaksir mereka !
" Menarik ! "
Beberapa pelanggan lain yang ada di restoran itu menyiratkan tatapan mengejek pada ketiga wanita itu , tamparan ini membuat mereka belajar bagaimana cara menjadi manusia . Masih muda , makan minum bergantung pada orang tua , pakaian dari orang tua juga , tapi tidak bisa belajar apapun , hanya bisa memandang orang sebelah mata saja !
Mereka sama sekali tidak sadar bahwa tanpa bantuan orang tua , mereka bukanlah apa - apa !
Setelah meninggalkan restoran , Jansen mengambil setelannya dan mengantar Olivia pulang .
" Pak Jansen , sebelumnya terima kasih banyak ! " Ujar Olivia sambil menatap Jansen dengan penuh rasa bersyukur .
Jansen masih menggendong Freya , lalu mendapati Freya sudah tertidur di pundaknya , lalu Jansen terkekeh , " Lain kali jika kamu dihadapkan dengan orang - orang seperti itu kamu harus melawan balik. Jika tidak kamu akan terus di injak injak oleh mereka. Sama seperti perilaku bullying di sekolah sekolah. Jika punya keberanian mereka segan terhadap kamu"
" Aku juga ingin melawan , tetapi latar belakangku dan apa yang telah aku alami membuatku tidak punyai kepercayaan diri untuk melawan balik ! "
Ujar Olivia sambil menundukkan kepalanya , dia telah menikah dari begitu muda dan menikah dengan orang yang salah , ditambah dengan kondisi keluarga yang buruk , jadi sejak dini dia telah membentuk kebiasaan merendahkan diri .
" Kamu ini terlalu mementingkan pendapat orang lain , hidup manusia itu tidak lama , jika kamu memedulikan ini , bukankah akan sangat melelahkan ? Kamu itu kamu , dan kamu adalah orang yang berbeda , terlepas dari apa yang orang lain katakan dan pikirkan tentang kamu , kamu harus ingat kalau kamu akan selalu menjadi yang paling istimewa ! "
Jansen menghibur , " Mau bagaimanapun , tidak peduli apa yang kamu lakukan , akan selalu ada orang yang menentang dan mendukungmu ! "
Mata Olivia pun berbinar , diam - diam muncul rasa percaya diri di raut wajahnya , " terima kasih Pak Jansen ! "
Dua orang itu pergi ke taman untuk duduk sebentar , kemudian di saat ini Freya juga terbangun , karena dia tidak makan apa - apa sebelumnya , Freya langsung teriak lapar .
" Freya , mau makan apa ? "
Jansen membelikan Freya banyak makanan , kemudian dia sendiri juga yang menyuapinya , di saat yang sama Jansen juga memeriksa tubuh Freya , lalu mendapati kejadian terakhir sudah tidak parah lagi .
Olivia memandang Jansen dengan lembut dan seketika merasakan riak di hatinya . Karena biasanya Freya takut pada orang asing , juga sulit bagi orang biasa untuk mendekatinya . Namun Freya tidak takut pada Jansen , bahkan terkadang dia malah terlihat lebih dekat dengan Jansen daripada dengan ayah kandugnya sendiri .
Setelah Freya kenyang , dia langsung bermain ke sekitar , lalu tiba - tiba nyeletuk , " Jansen , terima kasih banyak karena telah membantuku dua kali sebelumnya . Aku benar - benar tidak tahu bagaimana bisa membalas kebaikanmu , jika kamu memiliki permintaan khusus , aku dapat memenuhinya ! "
__ADS_1
Jansen tercengang sejenak , tanpa sadar dia menatap Olivia , seketika dia jadi teringat dengan kejadian waktu itu .
" Eh , bagaimana bisa begitu ? Aku ini dokter , sudah menjadi tugasku untuk membantu orang ! " Wajah Jansen bersemu merah.
Olivia dengan dadanya yang menarik mendekati Jansen , " Jansen , kamu adalah malaikat penyelamat kami , jika aku ingin membalasmu maka inilah yang harus aku lakukan ! "
Jansen melirik lagi dan terus tersenyum kecut , " Olivia , tolong jangan menggodaku , aku takut terdorong dan malah meng - iyakanmu ! "
" Ya , kalau begitu setuju saja , lagipula aku juga berutang budi kepadamu jika aku tidak membalasnya , maka aku akan menyesal seumur hidupku , " jawab Olivia dengan ekspresi wajah yang tersipu malu , tiba - tiba dia teringat sesuatu , " aku tahu , kamu tidak menyukaiku kan ? Tapi ini normal kok , karena aku sudah punya anak dan kamu adalah seorang dokter terkenal ! "
" Bukannya aku tidak menyukaimu ! "
Jansen menggelengkan kepalanya sambil menghela napas berat , " Hanya saja aku ini sudah menikah , aku tidak bisa berbuat salah kepada istriku ! Selain itu , aku membantumu hanya karena pertama tanggung jawab dokter dan yang kedua aku tidak ingin Freya memiliki masa kecil yang buruk , sudah itu saja ! "
Olivia terpesona , tampaknya dia telah salah menilai Jansen kemudian dengan wajah yang memerah dia meminta maaf , " Maaf , aku yang terlalu impulsif makanya bisa berkata seperti ini !"
" Tidak masalah ! "
Jansen tersenyum kecut melihat wajah Olivia , semakin merah semakin merasa sangat bahagia , setidaknya dia mendengar kalau Jansen bukan tidak menyukainya ataupun merendahkan dia , alasan mengapa dia tidak menyetujuinya adalah karena dia sudah menikah .
Olivia mengucapkan satu kata demi kata , kemudian begitu melihat Jansen sedang menatap dirinya , seketika dia menjadi malu lagi , " Hanya saja kamu agak romantis , tentu saja bukan cabul ! "
" Haha ! "
Jansen tertawa terbahak - bahak , lalu bertanya kepada Olivia tentang bagaimana pekerjaan barunya . Setelah mengobrol beberapa patah kata lagi , akhirnya Jansen berpamitan untuk pergi .
Dia takut jika dia tinggal lebih lama mungkin dia akan benar - benar setuju !
Setelah kembali ke vila Jansen mandi dengan air dingin , perlahan - lahan suasana hatinya menjadi tenang kembali.
Keesokan harinya , pagi - pagi sekali Jansen pergi ke Aula Xinglin dan menemukan bahwa bisnisnya telah berkembang pesat lagi , perlahan Jansen pun merasa lega kembali . Setelah itu dia pergi ke PT . Senlena , bisnis PT.Senlena juga telah berjalan sesuai rencana , bahkan menempati 90 % pasar di Kota Asmenia .
Selain itu Natasha juga mulai mendiversifikasi perusahaan serta berinvestasi di berbagai bidang . Ini adalah pekerjaan lama Natasha , oleh karena itu dia sudah sangat paham dengan alurnya . Melihat tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang perusahaan , Jansen kembali ke vila lebih awal , bersiap - siap untuk kencan malam ini .
" Wah Tuan Jansen , ini pertama kalinya aku melihatmu berpakaian sangat rapih ! "
__ADS_1
Di vila , Liam tersontak kaget menatap Jansen . Namun , panah malah tidak mengatakan apa - apa , dia hanya diam dan membantu Jansen merapikan dasi kupu - kupu dan hal - hal lainnya .
Setelah semuanya beres , dia melihat seluruh aura Jansen berubah . Setelan biru dan putihnya , gaya rambut baru serta sepatu kulit baru membuat Jansen tampak seperti giok yang baru dipoles !
" Wah , tidak diragukan lagi pria memang dilihat dari apa yang dia pakai ! " seru Liam .
" Liam , jaga mulutmu ! Memang Tuan Jansen yang magis ini masih harus mengandalkan pakaian ? " omel Jhonny memarahi .
Liam tersenyum canggung , " Aku yang banyak bicara , aku yang terlalu banyak bicara . "
" Sepertinya kalian menganggur , apa kalian ingin pergi ke ruang pertempuran untuk bertarung ? " ujar Jansen tiba - tiba sambil terkekeh.
" Jangan ! "
Baik Liam atau Jhonny, mereka sama - sama melambaikan tangan mereka selama beberapa waktu Jansen tinggal di vila , mereka jadi sering bersaing satu sama lain di tempat bertarung , akan tetapi hasil akhirnya selalu mereka berdua - lah yang kalah secara mengenaskan .
Jansen memiliki Energi Qi dalam tubuhnya , hanya saja kekurangannya adalah pengalaman tempur . Namun , setelah bertarung dengan Jhonny , pengalaman tempur Jansen juga berkembang pesat .
" Panah , apakah akhir - akhir ini ada berita baru dari Organisasi Pembunuhan Malam ? " tanya Jansen lagi .
" Tuan Jansen , organisasi Pembunuhan malam telah menghilang , selain itu tidak ada berita tentang mereka kota lain di seluruh Huaxia ! "
" Menurutmu , apakah mereka akan menyerah ? " tanya Liam sambil menebak - nebak .
Panah menggelengkan - gelengkan kepalanya , " Tidak mungkin , organisasi pembunuh malam memiliki aturannya sendiri . Begitu menerima tugas , kecuali pihak lain memberikan hadiah yang lebih menarik , maka tugas itu pasti akan diselesaikan . Menurut tebakanku organisasi pembunuh malam ini sedang menganalisis situasi di Kota Asmenia dan mereka berencana untuk mengirim orang yang lebih kuat keluar ! "
Jansen bertanya lagi , " Menurutmu , apakah mereka akan menemukanku ? "
" Sepertinya belum , karena Ellisa telah memblokir berita tentangmu dengan sangat baik . Namun , aku takut mereka menemukan bahwa ada orang kuat yang melindungi Elena dan menggunakan Elena untuk mengarah pada Tuan Jansen ! " seru Panah menjelaskan Analisisnya .
Mendengar penjelasan ini seketika raut wajah Jansen menjadi jelek . Dia selalu bersembunyi di tempat malam , agar begitu Elena terkena masalah dia akan selalu bisa membantu !
Tapi jika dia terpaksa harus muncul di permukaan , lantas Jansen akan lebih sulit melindungi Elena !
Tentu saja ada manfaatnya , yaitu jika organisasi pembunuh malam ingin berurusan dengan Elena , maka mereka harus berurusan dengan Jansen lebih dulu , dengan begitu semua bahaya akan ditujukan kepada Jansen .
__ADS_1