Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 528. Melihat Bunga Anggrek!


__ADS_3

Untungnya, Jansen telah memiliki pijakan yang kuat di ibukota. Ada Keluarga Carson yang tanpa syarat membantunya dan ada Grup aliansi Bintang yang mendukungnya. Yang dia khawatirkan sekarang, hanyalah Elena!


Dia takut Jessica akan mempersulit Elena!


Sambil memikirkannya, Jansen pergi ke aula Xinglin. Cuaca hari ini cerah, meski sangat dingin tapi ada matahari, membuat semakin banyak orang yang sakit.


Jansen berdiri di gerbang, menghindari matahari, hatinya terasa lega.


Segera setelah Aula Xinglin dibuka, perjuangannya melawan Keluarga Miller selangkah lebih dekat!


"Kulitmu kan sudah hitam, kenapa masih takut matahari!"


Pada saat ini, sebuah suara yang licik dan kejam terdengar, terlihat Naomi mengenakan pakaian putih seperti seorang putri kecil cantik. Semua orang di sekitar memperhatikannya, terutama para pria, mulut mereka sampai berliur.


Gadis ini gigih juga, sepertinya dia benar-benar ingin belajar kedokteran!


Hanya saja perkataannya masih terdengar menyakitkan!


"Kamu yang berwajah jelek saja masih hidup!" jawab Jansen dengan malas.


Mendengarnya wajah Naomi langsung berubah, siapa yang memberi pecundangnya kepercayaan diri!


Walaupun dia juga mengakui kalau keterampilan medis Jansen tidak ada bandingannya dan dia benar-benar ingin belajar dengannya. Tapi sebagai putri Keluarga Miller dia tidak akan mau membungkuk kepada Jansen, hatinya masih tidak mau menerimanya!


"Kamu lihat? Semua orang sedang menatapku. Apa menurutmu aku terlihat sangat muda dengan jaket buluku ini?" tanya Naomi, sambil memutar badannya.


Jika orang lain melakukan ini, itu hanya akan mengundang ejekan. Tetapi karena Naomi cantik, makin banyak orang yang memperhatikannya!


Supermodel dan selebriti populer bahkan tidak bisa mengalahkan kecantikannya!


Jansen diam-diam tertawa, dia tahu kalau jaket bulu ini pasti mahal. Setidaknya itu 100 ribu yuan, apa tidak apa-apa dijemur seperti itu!


"Aku rasa kamu akan terlihat lebih muda jika kamu menggunakan popok!" kata Jansen dengan ekspresi wajah yang sama.


"Aku tidak mau lagi bicara denganmu!"


Merasa kesal dan marah, Naomi menghentakkan sepatu heelsnya dan memasuki aula Xinglin.


"Jansen, Naomi hanya sedikit keras kepala, jangan selalu memarahinya!"


Elena datang dari kejauhan.


"Sifat nona besarnya harus dirubah. Untuk belajar kedokteran dia harus hidup sederhana dan melupakan identitasnya. Karena aku sudah berencana untuk mengajarinya, aku tidak hanya akan mengajarinya keterampilan medis, tetapi juga mengajarinya etika kedokteran!"


Ekspresi Jansen berubah dan dengan gembira berjalan menyambut Elena.


"Kamu ini, kalau sedang bekerja, kamu memang seorang dokter yang hebat!" Elena mengangguk.


"Kalau saat menjadi suami?"


"Hanya lumayan baik!"


Jansen merasa sedikit sedih, tanpa rasa malu dia berkata, "Elena, perkataanmu terlalu menyakitkan, aku adalah suami terbaik di dunia, semua pria di dunia ini tidak bisa dibandingkan denganku!"

__ADS_1


"Tidak tahu malu!"


Saat kedua orang itu mengobrol, sebuah mobil Koenigsegg berhenti di pinggir jalan. Mobil yang bagus itu menarik mata banyak orang!


Pintu mobil itu terbuka seperti sayap, pertama terlihat sepasang sepatu bot hitam dengan stoking. Lalu turunlah seorang wanita dengan rok kulit hitam turun!


"Mobilnya bagus orangnya pun cantik!"


Terdengar seruan dari orang-orang yang lewat.


Koenigsegg adalah mobil sport yang langka. Katanya untuk satu mobil harganya lebih dari 20 juta yuan. Ditambah wanita cantik itu, pemandangan jadi sangat indah!


"Cantik sekali wanita ini!"


Bahkan Elena juga melihat wanita itu sekali lagi, tiba-tiba dia menatap Jansen, "Jansen, jangan bilang dia datang untuk mencarimu!"


"Sepertinya bukan!"


Jansen menjawab dengan penuh rasa bersalah.


"Kamu tahu kenapa kamu hanya masih belum menjadi suami yang baik? Itu karena kamu terlalu tergila-gila dengan wanita!" kata Elena menegurnya.


"Istriku, kamu salah paham, aku sungguh tidak mengenalnya!" kata Jansen sambil tersenyum pahit.


Orang yang datang itu ternyata adalah Veronica, salah satu dari empat wanita cantik di ibukota!


Tapi Jansen juga tidak tahu kenapa dia datang, sepertinya dia benar-benar mencari Jansen!


Benar saja, Veronica berjalan menuju Jansen dan berkata, "Jansen, apa kamu punya waktu? Aku ingin berbicara denganmu!"


Jansen menggelengkan kepalanya dengan tegas.


"Sudah sana pergi, dia sudah inisiatif datang kemari, tidak baik jika menolaknya!"


Kata Elena berbaik hati. Karena Veronica sudah datang, jika dia melarang Jansen dia akan terlihat pelit!


"Jansen?"


Tanya Veronica lagi.


Jansen hanya mengangguk dan pergi bersama Veronica.


Dari luar Elena tampak murah hati, tapi diam-diam dia menatap Jansen dengan tajam. Sorotan matanya bahkan bisa membunuh orang. Melihatnya Jansen pun bergidik ketakutan.


"Kak Elena, sudah kubilang Jansen itu pria brengsek. Sudah punya dua istri saja masih tidak puas, bahkan putri dari Keluarga Woodley juga dirayunya!"


Naomi memanas-manasinya lagi dan berkata, "Veronica Woodley itu salah satu dari empat wanita tercantik di ibukota !"


"Kamu juga salah satu dari empat wanita cantik di ibukota, lalu kenapa kamu juga di sini!" kata Elena sambil tersenyum sinis.


Naomi tidak bisa berkata-kata.


Mobil Koenigsegg itu melaju dengan sangat cepat dan suaranya terdengar seperti mengebom jalanan!

__ADS_1


Tapi di dalam mobil yang sangat sunyi itu, Jansen duduk di samping kursi supir dan melirik kaki panjang Veronica. Dia bertanya-tanya kenapa Veronica mencarinya!


Hubungannya dengan Veronica seperti musuh, ditambah keterampilan medis, fisiognomi dan seni bela diri yang ditunjukkan Jansen terakhir kali. Apakah Veronica ingin membunuhnya karena kakaknya?


Mobil Koenigsegg melaju meninggalkan kota, kecepatannya mulai melambat. Jansen melihat ke luar jendela.


Walaupun Veronica sedang konsentrasi menyetir, tapi diam-diam dia memendam amarahnya.


Dia juga salah satu dari empat wanita cantik di Ibukota. Dan dia juga memiliki tubuh dan penampilan yang cantik. Tak disangka pria ini hanya melihatnya sebentar lalu menoleh. Apa dia tidak tahu cara menghargai?


Dia melihat Jansen sedang menatap wanita cantik di jalan.


"Apa tubuh wanita itu sangat bagus?" tanya


Veronica dengan suara tidak puas.


"Kalau bukan melihat penampilannya, lalu liat organ dalamnya?" Kata Jansen menjawabnya.


Veronica kesal sampai tidak bisa berkata-kata. Ada wanita cantik disampingnya, tapi Jansen malah melirik wanita lain!


Tak lama kemudian, mobil itu berhenti di tempat parkiran sebuah taman bekas peninggalan. Taman itu penuh dengan bunga anggrek yang sangat indah, tetapi hanya ada sedikit orang di sana.


"Kamu membawaku kemari untuk melihat anggrek?"


Jansen terkejut dan ikut turun dari mobil.


"Jansen, aku mencarimu kali ini untuk berterima kasih karena telah menyelamatkan hidupku!"


Sambil berbicara perlahan Veronica berjalan berdampingan dengan Jansen.


Ada aroma samar dari tubuhnya, tampaknya itu wewangian alami, tetapi wanginya seperti parfum. Wanginya sangat enak!


Jansen pikir itu adalah parfum mahal dari luar negeri.


Mengesampingkan perseteruan di antara keduanya, Veronica memang memiliki kecantikan yang langka. Berbeda dengan Elena, kecantikannya berasal dari pakaian dan penampilannya yang mengikuti trend masa kini.


Sudah dari keluarga yang hebat, dia juga bijaksana!


Singkatnya, dia cantik dan hebat!


"Bagaimana kamu mau berterima kasih padaku? Dengan tubuhmu?" kata Jansen sambil tertawa.


Wajah Veronica terlihat kaget. Dengan canggung dia berkata, "Aku bicara serius, karena kamu sudah menyelamatkanku, apa yang kamu inginkan?"


"Menurutmu aku kekurangan apa?" tanya Jansen.


Veronica mengerutkan keningnya bingung. Pertama kali bertemu Jansen, dia merasa pecundang itu kekurangan segalanya, uang, kekuasaan dan relasi. Tetapi setelah melihat keterampilan Jansen, dia tahu kalau Jansen sebenarnya tidak kekurangan apa pun!


Dengan keterampilannya, seharusnya Jansen sudah menjadi orang hebat yang sangat populer dimana-mana!


"Jansen, kamu sepertinya salah paham terhadapku!" kata Veronica menambahkan.


"Kamu adalah anggota Keluarga Woodley, kakakmu ingin menikahi istriku, Keluarga Woodley mu memiliki kekuatan untuk menindas orang-orang. Apa kamu pikir aku akan menyambutmu dengan senyuman? Lalu membiarkan istriku menikahi keluargamu?" kata Jansen dengan suara pelan.

__ADS_1


Veronica tidak bisa membantah perkataan Jansen. Dia menggertakkan giginya dan berkata, "Keluarga Woodley adalah Keluarga Woodley, aku adalah aku, masalah kakakku tidak ada hubungannya denganku!"


__ADS_2