Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 498. Taman Gurita!


__ADS_3

Setelah menelepon, Panah menjawab kalau bosnya adalah seorang pria bernama Jerry Harper!


Jerry Harper?


Putra pertama dari Keluarga Harper, apa dia dendam karena masalah Joshua sebelumnya!


"Aku sudah memperingatkannya!"


Niat membunuh Jansen muncul.


Setelah mempunyai banyak pengalaman di kota Asmenia, Jansen tahu bahwa terkadang dia tidak bisa bersikap lembut. Kalau tidak, dia akan terus-menerus mendapatkan masalah.


"Temukan Joshua!"


Jansen langsung memerintah Panah dan segera sebuah SMS masuk, memberitahukan di mana Joshua saat ini!


Tampaknya sistem intelijen Ibu kota secara bertahap telah meningkat!


Jansen naik taksi pergi. Tak lama kemudian, di sebuah kafe, dia melihat Joshua berbicara dengan dua wanita.


Yang terpenting, dia mengenali salah satu dari dua wanita itu, itu adalah Naura!


Karena sekarang bisnis PT. Senlena sudah stabil, Natasha secara khusus hanya mengurus masalah Grup Dream Internasional, jadi PT. Senlena diurus oleh Naura.


"Joshua, Naura!"


Jansen langsung berjalan menghampirinya.


"Jansen?"


Joshua sangat terkejut.


Naura juga memandang Jansen dengan kaget.


Jansen melihat bahwa Joshua baik-baik saja dan dia merasa lega. Sepertinya si pembunuh tidak punya waktu untuk menyerangnya!


"Aku baru saja lewat sini, lalu aku melihatmu!"


Jansen tersenyum dan menjelaskan, "Kalian saling kenal?"


"Ya, aku bertemu dengannya di sebuah acara bisnis. Sepertinya orang kalangan sendiri!"


Naura melihat Jansen menyapa Joshua, dia tersenyum dan mengangguk, lalu memperkenalkan wanita yang ada di sebelahnya, "Ini Sheila, dia juga karyawan perusahaan."


Jansen mengangguk kepadanya.


Sheila memandang Jansen dengan pandangan aneh. Pemuda itu mengenakan Pakaian biasa, tapi tak disangka bisa mengenal dua bos besar!


Joshua juga mengatakan kalau dia seorang bos sebuah perusahaan kecil yang memiliki nilai pasar 200 juta yuan.


Tapi Naura berbeda. PT. Senlena-nya bernilai lebih dari satu miliar yuan.

__ADS_1


Jansen berbicara beberapa kata dengan Joshua dan kemudian bertanya kepada Naura, "Naura, apakah kamu sudah pulang ke kota Asmenia? Bagaimana kabar Diana dan Melody? Bagaimana dengan pendidikanmu?"


"Mereka masih sibuk kuliah. Sepertinya akan lulus tahun depan dan mereka semua ingin datang ke Ibu kota untuk mengembangkan diri!" kata Naura sambil tertawa. "Pendidikanku tidak penting. Aku berencana menunggu sampai perusahaan benar-benar stabil baru melanjutkan pendidikanku kembali!"


"Baiklah!"


Jansen mengangguk dan melihat ke sampingnya, "Joshua, apa kamu sudah kenyang? Pulanglah kalau kamu sudah


kenyang!"


Joshua merasa sedikit bingung, tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Dia tersenyum dan pergi untuk membayar, lalu pergi bersama Jansen.


"Jerry sedang berniat membunuhmu, kamu segera pulang sekarang, aku akan menyuruh orang untuk melindungimu!"


Setelah meninggalkan kafe, Jansen mengatakan tujuannya.


Wajah Joshua langsung berubah.


"Lakukan seperti biasa dan semuanya akan baik-baik saja saat pagi tiba!"


Jansen sekali lagi menjelaskan, lalu mengangguk ke kegelapan. Dia membiarkan orang-orangnya yang melindungi Joshua, sedangkan dia sendiri ingin pergi.


"Jansen, kamu mau kemana?"


Joshua tahu kalau Jansen bukanlah orang biasa. Melihat kemunculan Jansen, dia juga menebak kalau ada sesuatu yang terjadi!


"Aku juga mau ikut pergi denganmu, karena aku yang telah memprovokasi Jerry, aku tidak bisa membiarkanmu menyelesaikannya untukku!" kata Joshua sambil menepuk dadanya hingga ototnya bergetar


Jansen memandang Joshua dengan heran. Orang ini terlihat santai tapi diam-diam mengerikan. Aku ingat ketika masih sekolah, dia bisa menangis selama seharian hanya karena luka kecil di tangannya!


Tubuh Joshua sedikit gemetar, dia menggertakkan giginya lalu berkata, "Tidak takut, sebagai saudara kita harus berjuang bersama, ke tempat berbahaya sekalipun aku akan menerobosnya bersamamu!"


Jansen tidak menghentikannya lagi, "Oke, kalau begitu kita pergi bersama!"


Dia bisa melihatnya kalau Joshua takut, tetapi dia ingin berbagi kesenangan dan kesedihannya. Orang ini adalah sahabat yang baik.


Membawa Joshua berjalan ke depan, Jansen memikirkan Naura dan Sheila lagi, lalu berkata, "Aneh, kenapa wanita bernama Sheila itu terlihat seperti Silvia? Semuanya energi positif dan negatifnya sama. Apa dia juga sama sepertinya?"


Saat ini di kafe, Sheila dengan santai bertanya, "Nona Naura, siapa pria itu? Dia menyuruh Tuan Joshua pergi begitu dia datang dan juga kenapa kamu menuangkan kopi untuknya?"


Dia memiliki persahabatan yang baik dengan Naura. Keduanya mengalami hal yang sama, keduanya terseret ikut menggunakan narkoba karena pacar mereka. Pikiran mereka hanya berisikan pria itu.


Wajah Naura berubah dan dengan serius bertanya, "Dia adalah Tuan Jansen presiden direktur yang sebenarnya dari PT. Senlena!"


Sheila terkejut dan terdiam untuk waktu yang lama.


Sebelumnya, dia hampir ingin memarahinya, tapi untungnya dia menahan dirinya!


Tak disangka pria berpakaian biasa itu adalah bos besarnya?


Orang kaya itu sungguh sederhana!

__ADS_1


Jansen dan Joshua sedang berjalan di sebuah jalan. Tak lama kemudian, sebuah mobil jeep berhenti di pinggir jalan, lalu pintunya terbuka, Panah dengan hormat menyapa, "Tuan


Jansen!"


Jansen mengangguk dan mengajak Joshua naik ke mobil.


"Tuan Jansen, Jerry berada di Taman Gurita, ini adalah tempat hiburan terkenal di Ibu kota yang disediakan khusus untuk orang-orang kaya. Orang di belakang Taman Gurita adalah Tuan Hilton!" kata Panah menjelaskan


"Dan Jerry adalah putra dari keluarga kaya dan berkuasa, dia keluar masuk dengan membawa pengawal. Dan para pengawal ini bersenjata!"


Di samping Panah ada seorang wanita, itu adalah Michelle. Setelah menjadi pengikut Jansen, ini adalah misi pertamanya.


"Kira-kira ada berapa orang?"


Kata Jansen bertanya.


"Ada sekitar 50 atau 60 orang, ditambah teman-teman Tuan Jerry, sepertinya ada lebih dari 100 orang!" kata Michelle sambil melihat data di ponselnya.


Joshua terus mendengarkannya. Jantungnya berdetak tanpa henti. Dia pernah mendengar mengenai Taman Gurita ini, kerahasiaannya sangat terjaga. Ibu kota adalah wilayah kekuasaan bos-bos besar. Selain itu, ada ratusan orang di sekitar Jerry dan mereka juga bersenjata. Ini sedikit menakutkan!


"Jansen, kita ada berapa orang?" kata Joshua bertanya.


"Kita bertiga, tidak, jika ditambah kamu, sebenarnya ada empat!" Michelle melihat ke belakang dan berkata.


Jantung Joshua berdetak semakin kencang. Empat orang melawan ratusan orang? Berani sekali kita!


"Kamu takut?"


Jansen berbalik badan dan bertanya.


"Tentu saja tidak takut, Jerry binatang itu akan membunuhku, jika tidak membunuhnya, hidupku tidak akan tenang!" kata Joshua berpura-pura menjadi kuat, sebenarnya kakinya pun lemas.


Jansen menggelengkan kepalanya, tapi dia bisa mengerti! Sebenarnya Joshua berani ikut dengannya, ini sudah sangat bagus!


Tak lama kemudian, mereka tiba di Taman Gurita. Areanya sangat luas dan dijaga ketat. Banyak mobil mewah keluar dan masuk.


Panah sudah berhasil masuk, mobil melaju tanpa hambatan. Terlihat ada vila mewah di komunitas ini dan ada kolam renang di depan vilanya!


Ada banyak fasilitas di vila ini, bar, ballroom dan kolam renang, yang semuanya adalah tempat yang bagus untuk berpesta. Tentu saja, harga sewanya tidaklah murah. Harganya 200 ribu yuan sehari dan yang paling mahal harganya mencapai 500 ribu yuan.


Saat mobil mendekati vila yang disewa Tuan Jerry, seorang satpam ingin menghentikan mobil jeep tersebut.


Para satpam ini adalah satpam yang dibawa oleh Jerry.


Boom!


Mobil Jeep itu tidak melambat dan langsung menabraknya. Pintu penjagaan itu ditabrak sampai rusak.


Semua satpam terkejut. Beberapa dari mereka karena reaksinya yang lambat, langsung tertabrak dan terlempar sejauh sepuluh meter.


Mobil itu berhenti di depan sebuah vila, lalu pintunya terbuka. Panah yang mengenakan baju kulit hitam dan Michelle turun dari mobil, penampilan mereka terlihat sangat keren.

__ADS_1


Kemudian Jansen yang tampak seperti pemuda biasa juga turun dari mobil.


Yang terakhir adalah Joshua. Setelah turun dari mobil, kakinya gemetar. Mendengar keriuhan yang begitu meriah, dia takut tidak bisa keluar hidup-hidup dari sana.


__ADS_2