
"Begini baru benar!"
Penatua Jack sangat senang dan bertanya, "Bagaimana dengan masalahmu dan Elena?"
"Ya begitu saja, jika tidak ada masalah sepertinya aku akan bercerai!"
"Bodoh, pertengkaran antara suami istri itu sangatlah normal. Semuanya tenangkan diri dulu, tunggu sampai masalahnya berlalu, lalu bicara lagi!" Penatua Jack menasihatinya, "Sifatmu itu kelihatannya lembut, tapi sebenarnya ada batasnya. Kamu memiliki prinsip, sedangkan sifat Elena hanya di luar dan dalam sama-sama lembut, jika keduanya sama-sama keras kepala keduanya juga akan terluka!"
Jansen terdiam, Penatua Jack benar.
"Jangan khawatir, jika aku punya waktu aku akan berbicara dengan Elena. Jangan berpikir dia hanya membela saudaranya, coba lebih banyak memikirkan posisi mu!" kata Penatua Jack menambahkan.
Keduanya mengobrol sambil minum. Setelah jam 8, sebuah mobil datang dan membawa Jansen ke bandara.
Koper, tiket pesawat dan lainnya sudah siap, dia pun langsung pergi!
Jansen buru-buru meminta Penatua Jack untuk membantunya membuat SIM.
"Kamu sungguh pintar mengambil kesempatan untuk dalam kesempitan, tenang saja aku akan membantumu mengurus SIM mu!" kata Penatua Jack tertawa dan memarahinya.
Jansen baru merasa puas untuk pergi.
Kali ini untuk pergi ke Kota Bona dia sudah menyiapkan banyak hal. Untuk menghindari hal yang sama terjadi seperti latihan sebelumnya, di mana tidak ada obat, tidak ada jarum perak bahkan ada situasi kehabisan Profound Qi nya.
Setelah naik pesawat Jansen mengistirahatkan matanya dan berlatih diam-diam.
Sekarang teknik kaisar manusia nya sudah ada di tingkatan ke keempat dan juga sudah sangat mendekati tingkatan kelima!
Dia menantikan bagaimana kekuatannya di tingkatan kelima!
Bagaimanapun dia secara bertahap menemukan kalau teknik kaisar manusia nya yang diturunkan oleh leluhurnya, tampaknya tidak metode seni bela diri, sebaliknya lebih seperti ilmu rahasia Taoisme.
Sedangkan untuk perjalanan ke Lembah Cacing Kota Bona ini, Penatua Jack hanya memberikan lokasi kasarnya dan ketika dia sampai Jansen harus menemukannya tempat itu sendiri.
Kota Bona memiliki iklim yang lembab, pegunungan tinggi dan rumput yang basah. Tempat ini sangat terkenal dengan cacing Gu, jadi harus berhati-hati saat berada di tempat ini.
Setelah Jansen turun dari pesawat, dia melihat lingkungan geografis yang unik di kota Bona dan langsung menuju Lembah Cacing
Tak bisa dipungkiri cuaca di kota Bona cukup baik, tidak ada kabut asap dan langitnya sangat biru.
Lembah Cacing adalah bagian besar dari hutan purba. Pada awalnya dia masih bisa bertemu dengan beberapa pemandu wisata yang membawa turis, tetapi semakin dalam dia pergi
semakin sedikit orang. Ini seperti tempat terlarang bagi manusia yang menyembunyikan banyak bahaya. Bahaya ini termasuk hewan liar, serangga beracun dan sebagainya!
Tentu saja, ini tidak menghentikan Jansen. Dia pergi jauh ke dalam hutan purba dan melanjutkan perjalanan.
Di dalam tas ranselnya itu ada telepon satelit. Selama dia menemukan tujuannya, dia dapat memberi tahu Penatua Jack. Selanjutnya apa itu akan di bom atau apa, itu bukan urusan
Jansen!
"Penatua Jack menginformasikan ada orang-orangnya yang bersiaga, tetapi banyak orang dunia jianghu yang terlibat dalam masalah ini!"
"Dunia jianghu memiliki empat sekte besar, 13 Akademi dan Sekte Delapan Satu. Saat ini pemimpin dari Sekte Delapan Satu hanyalah orang bertingkatan tinggi dan pemimpin dari 13 Akademi
diperkirakan adalah Master Peringkat surgawi!"
"Aku harap bisa bertemu dengan lawan yang hebat!"
Jansen belum tahu jelas mengenai batas kekuatannya, dial juga ingin mengujinya.
__ADS_1
Dor!
Saat dia sedang berjalan di depan tiba-tiba terdengar suara tembakan.
Jansen mengerutkan keningnya dan pergi ke arah berlawanan. Dia tidak tertarik untuk ikut campur dalam pertarungan apa pun.
Dia tahu kalau awalnya ini adalah hutan purba dan dekat dengan perbatasan, jadi pasti ada banyak penjahat yang bersembunyi di sini. Pertarungan senjata adalah hal biasa!
Lima menit kemudian Jansen mengerutkan keningnya lagi dan menyadari ada bunyi langkah kaki.
"Sial, bagaimana pun tidak akan bisa sembunyi!"
Ketika dia mengomel diam-diam, dari dalam hutan keluar seorang pria memegang pistol, lengan lainnya tertembak dan mengeluarkan darah.
Dia mengenakan baju loreng, tingginya 1,9 meter dan dia cukup kekar. Tanpa sadar dia mengangkat senjatanya setelah melihat Jansen.
Wajah Jansen terlihat dingin, dia mengabaikannya.
Pria itu melihat Jansen mengenakan pakaian olahraga, tidak seperti gerombolan orang itu, jadi tidak berniat untuk lebih memperhatikannya. Bagaimanapun, dia sedang diburu sekarang!
"Ketemu!"
Baru saja dia ingin melarikan diri, tiga pria yang memegang senapan mesin ringan bergegas keluar. Kepala mereka semua dibungkus kain, berotot seperti tentara bayaran dan juga seperti *******.
"Hah?"
Mereka semua melirik Jansen, sangat terkejut.
Jansen juga mengabaikan mereka dan terus pergi. Dia tidak tahu kenapa orang-orang ini berkelahi, tetapi itu bukan urusannya!
"Bunuh Ehsan!"
Salah satu dari mereka berteriak dan mengarahkan senjatanya ke pria yang terluka itu.
Kemudian pria itu berteriak pelan lagi dan pria yang dikatakannya adalah Jansen.
Mereka tidak tahu dari mana Jansen berasal, tetapi dia mengenakan pakaian olahraga dan membawa tas besar, terlihat sangat aneh!
Selain itu ketika dia bertemu mereka yang memegang senjata, tak disangka dia seperti tidak melihat mereka!
Bodoh? Atau gila?
"Bukan urusannya! Aku tidak kenal dia!"
Tak diduga pria yang sebelumnya terluka itu berteriak.
"Aku tahu itu bukan urusannya, tapi jangan biarkan siapa pun membocorkan kejadian yang terjadi di sini!"
Kata orang di seberang itu tidak peduli, tampaknya mereka menyembunyikan suatu rahasia.
"Mati kamu, Nak!"
Seseorang menembak Jansen.
"Anak muda!"
Pria yang terluka itu berteriak cemas.
Wuss!
__ADS_1
Tapi saat ini Jansen tidak bisa tidak bertindak!
Di dalam hati dia masih memaki!
Dia hanya diam tapi ditembak, siapa duluan yang
memprovokasinya!
Jarum perak menembus dahi penembak itu dan terlihat ada lubang darah kecil di antara dahinya, jika tidak dilihat dari dekat itu tidak akan kelihatan.
"Tiga Serigala!"
Yang lain menemukan ada yang tidak beres dan memandang Jansen dengan kaget.
Wuss wuss!
Jansen melambaikan jarum terus menerus, lalu beberapa orang yang lainnya tidak bisa bergerak!
"Benar-benar bodoh! Ada cara untuk tetap hidup malah cari mati!"
Jansen menggelengkan kepalanya dan mengalahkan orang-orang ini dengan mudah, semudah seperti minum air.
Dan ketika melihat Jansen hendak pergi, pria yang terluka itu akhirnya merespon, "Anak muda, tunggu!"
Langkah Jansen terhenti, dia memandangnya dengan tatapan tidak peduli.
Pria itu langsung ketakutan dan merasa seolah-olah dia ditatap oleh Dewa Kematian. Dia dengan cepat menjelaskan, "Aku adalah seorang mantan militer yang dipekerjakan oleh seseorang untuk melindungi seorang wanita untuk pergi ke tempat tujuannya. Dan orang-orang ini adalah penjahat asing yang diundang datang kesini!"
Jansen menunjukkan ketertarikan, dia tersenyum dan bertanya, "Penjahat asing? Mereka bisa berbahasa Huaxia?"
"Mereka sendiri juga orang Huaxia. Mereka melakukan kejahatan besar di Huaxia dan melarikan diri ke luar negeri!" kata pria itu.
Jansen mengangguk sedikit, berjalan ke arah pria itu dan berkata, "Tahan sedikit!"
Setelah bicara dia meraih lengan pria yang terluka itu, dengan lembut dia menepuknya. Terdengar suara peluru keluar dari lengannya dan jatuh ke rumput.
"Ini!"
Pria itu terkejut, ini pertama kalinya dia melihat metode pengambilan peluru seperti ini.
"Rerumputan dengan daun berbentuk gergaji di sana, setelah dihancurkan dan dioleskan pada luka, dapat mengurangi peradangan dan detoksifikasi! " Jansen menambahkan.
"Kamu itu?"
Pria itu berseru.
"Dokter!"
Jansen juga tidak ingin membuang waktu, dia berbalik dan pergi.
Pria itu menatap Jansen, hutan purba, pakaian olahraga dan ransel. Lalu mengeluarkan peluru dari lengannya dengan satu tangan, apa dia seorang Master?
"Tunggu!"
Dia buru-buru mengejarnya, "Apa aku boleh menanyakan satu hal? Jadi begini, kami melindungi seorang tokoh besar tetapi kami dikepung dan dibunuh oleh ******* asing. Sekarang kami terjebak di dalam gua, aku ingin meminta bantuanmu!"
"Para ******* itu kebanyakan adalah orang-orang dari negara tetangga. Mereka sering menyelinap ke hutan purba untuk membunuh rekan-rekan kami. Demi sesama orang Huaxia, tolong bantu kami!"
"Setelah masalah ini selesai, kami juga akan membayarmu!"
__ADS_1
Mendengar ini Jansen mengabaikannya dan lanjut berjalan.
Masalahnya sendiri saja belum selesai, mana ada waktu untuk mengurus masalah orang lain.