
Wajah Rowen Miller memerah dan dia mengerutkan keningnya, "Ini hari pertama tahun baru, apa kamu harus mengumpulkan uang seperti ini? Setelah tahun baru, utang padamu pasti akan dikembalikan!"
"Keluarga Miller telah berutang pada keluargaku selama lima tahun dan kamu masih ingin menundanya sampai setelah tahun baru?"
Hector tidak memiliki toleransi sama sekali, "Tidak ada yang tahu kamu masih punya uang untuk membayar utangmu atau tidak. Begini saja, rumah besar ini akan digunakan untuk
melunasi hutang!"
"Mimpi saja! Rumah tua ini tidak akan pernah dijual!" amuk Rowen.
Hector mencibir dan mengancam, "Kalian tidak punya pilihan. Kalau tidak bisa membayar hari ini, maka kalian harus pindah!"
Dia memberikan isyarat kepada anak buah di belakangnya, "Ayo, ambil semuanya dari rumah ini. Jangan berharap bisa merayakan tahun baru!"
Semua orang di Keluarga Miller sangat marah, pria itu benar tidak memberikan ketenangan sedikit pun untuk merayakan tahun baru!
Di sisi lain, Paman Kedua dan Paman Ketiga tidak memiliki tempat untuk melampiaskan amarah mereka. Meskipun mereka memegang posisi tinggi, rumah ini memang sudah
digadaikan ke pengadilan. Justru ilegal bagi mereka untuk tidak membayar utang mereka.
Anak-anak Keluarga Miller semuanya ketakutan hingga menangis. Selama ini, kreditur sering datang untuk menagih utang dan memindahkan barang-barang Keluarga Miller hingga banyak yang kosong. Padahal mereka sudah susah
payah berusaha merayakan tahun baru. Mereka pikir paling tidak mereka bisa melanjutkan kehidupan yang normal selama beberapa hari. Namun, tetap saja ada kreditur yang datang ke rumah mereka.
"Hentikan, kalau kamu macam-macam lagi, aku bisa menuntutmu karena membobol rumah pribadi!"
Elena mau tidak mau berjalan maju untuk menangani situasi. Sekarang Keluarga Miller sedang terpuruk, paling tidak dia harus lebih tegar dalam menghadapi masalah seperti ini.
"Kak Elena!"
Semua orang di Keluarga Miller saat melihatnya seperti menemukan tulang punggung keluarga.
"Hehe, Elena, 'kan?"
Hector masih tidak takut, "Melunasi utang adalah hal yang lumrah. Selain itu, Keluarga Bermoth sekarang adalah keluarga bangsawan yang dihormati, lebih tinggi dari kalian. Apa kamu pikir kamu bisa menuntut kami?"
Elena tampak sedikit tertegun. Dulu Keluarga Miller juga keluarga bangsawan yang dihormati. Saat sudah terpuruk begini tentu saja sangat sulit untuk menuntut mereka!
"Kuberi tahu saja, kalau kamu tidak mengembalikan uangnya, mansionmu ini akan diambil oleh pengadilan. Ketika saatnya
tiba, pelelangan akan diadakan. Diperkirakan kamu akan mendapatkan uang yang jauh lebih sedikit dari yang kalian perlukan. Jadi lebih baik menggunakannya untuk membayar utang sekarang!"
Melihat Elena yang terdiam, Hector pun memberikan isyarat ke bawahannya lagi.
Bruk!
Saat itu, seseorang masuk ke gerbang dan menendang Hector keluar dari mansion sampai terjungkal.
"Tahun baru begini kenapa ada anjing yang menghalangi jalan? Apa ini barongsai?"
Sebuah suara datar pun terdengar bersamaan dengan tersungkurnya pria kreditor itu. Pandangan semua orang langsung tertuju pada seorang pria berjas dengan aura dan kharisma yang luar biasa.
Hal yang paling membuat mereka kaget adalah orang tersebut adalah Jansen.
"Jansen, siapa yang mengizinkan kamu datang kemari?"
Renata langsung berdiri dan membentak, "Tahun baru adalah hari yang bahagia, kenapa semua dewa wabah datang ke sini!"
"Aku rasa dia ke sini untuk pamer!"
Maia juga ikut menyeletuk.
Dibandingkan dengan Hector Bermoth, mereka lebih membenci Jansen karena dialah yang menghancurkan keluarga mereka.
__ADS_1
Renata ingin menampar Jansen dan mengusirnya pergi, tapi Hector yang sudah kembali berdiri langsung menghalang di depannya. Sambil melihat Renata, dia langsung membentak
dengan marah, "Menjauh dariku, kalau tidak akan kuberi kamu pelajaran!"
Renata pun langsung terdiam, dia tidak berani memprovokasi Hector
Hector yang baru saja dipermalukan langsung menatap Jansen dan berteriak, "Hajar dia!"
Anak buah yang dibawanya satu demi satu langsung mencoba untuk menerkam Jansen. Sedang tahun baru, Hector malah ditendang dan tersungkur seperti seekor anjing. Keberuntungan apa pun yang akan terjadi padanya sepertinya sudah ditendang pergi juga. Dia sangat kesal, pokoknya orang ini harus dia beri pelajaran!
"Hari ini tahun baru, kenapa malah berantem? Apa kalian tidak diajari tata krama!"
Selesai mengucapkan itu, Jansen menggeleng dengan santai dan menendang bawahan Hector yang berusaha menangkapnya.
Krak!
Orang pertama yang mendekatinya langsung dia serang, lututnya ditekuk dengan sebuah tendangan. Sebenarnya Jansen berusaha untuk tidak menyerang terlalu keras, kalau tidak, lututnya pasti akan hancur karena tendangan itu!
Bawahan Hector itu langsung membungkukkan badannya seperti kesakitan, Jansen langsung memukul punggungnya dan pria itu langsung tersungkur.
"Argh!"
Pria itu berteriak kesakitan di lantai, Jansen langsung meraih kerah belakangnya dan melemparnya keluar dari kawasan Keluarga Miller.
Bersamaan dengan itu, bawahan yang lain mencoba menerkamnya. Jansen langsung meninju kepala pria itu tanpa melihat ke arahnya!
Bruk!
Pukulan itu mematahkan pangkal hidung pria itu dan air liur terlihat menyembur keluar dari mulutnya. Kemudian Jansen meraih kerahnya dan melemparnya keluar.
Untuk bawahan yang selanjutnya pun tidak berbeda jauh, mereka semua tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Jansen!
Bugh bugh bugh!
Di luar pintu gerbang kediaman Keluarga Miller, tampak beberapa preman tergeletak di tanah dan berteriak kesakitan.
Mereka juga tahu tentang Jansen, tapi mereka merasa Hector lebih menyebalkan. Jadi wajar saja mereka senang melihat kejadian ini.
"Beraninya kamu menyerang orang-orangku!"
Hector juga tercengang.
"Hah? Kamu bukan barongsai? Kalau begitu apa yang kamu lakukan di sini!"
Jansen berjalan ke depan Hector dan langsung menamparnya, "Baru hari pertama tahun baru, kenapa kamu sudah berbohong? Seharusnya kamu katakan dari awal kalau kamu bukan barongsai!"
"Kapan aku bilang aku barongsai!"
Hector yang masih tercengang pun berkata dengan marah, "Berani-beraninya kamu merusak rencanaku. Apa kamu tahu siapa aku?"
Plak!
Jansen kembali menamparnya, "Bukankah kamu seorang barongsai?"
"Bajingan kamu! Aku Hector Bermoth!"
Hector merasa tidak berada di saluran yang sama dengan Jansen. Apakah dia terlihat seperti barongsai karena mengenakan setelan merah?
"Hector Bermoth? Entahlah, tapi kenapa pakai baju merah seperti itu? Aku kan jadi mengira kamu adalah seorang barongsai!" ucap Jansen sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian dia bertanya, "Tapi kenapa kamu masih di sini?
Kamu mau menghalangiku memberi salam tahun baru?"
"Kamu tidak masuk akal sama sekali!"
__ADS_1
Hector sangat marah, "Biar kuberi tahu ya, Keluarga Miller berutang delapan juta yuan padaku. Aku di sini untuk menagih utang. Berani-beraninya kamu memukulku, aku
akan menuntutmu sampai kehilangan segalanya!"
"Kamu benar, aku memang tidak masuk akal!"
Jansen mencibir dan kembali menamparnya, "Sekarang, keluar atau tidak?"
"Kalau kamu memang berani, ayo beri tahu namamu, akan kuhancurkan kamu!"
Hector meraung sambil memegangi pipinya.
"Jansen Scott dari Aula Xinglin!"
Jansen maju selangkah dan kembali menampar Hector hingga dia terdorong mundur.
"Presdir PT. Senlena!"
Satu tamparan lagi!
"Bos besar Grup Dream Internasional!"
"Wakil presdir Grup Aliansi Bintang!"
Setiap kalimat disertai dengan sebuah tamparan. Setelah beberapa tamparan, Hector sudah didorong hingga ke gerbang!
Hector merasa pusing, tapi dia masih sanggup mendengar perkataan Jansen dengan jelas!
Tidak disangka pria di depannya memiliki latar belakang yang begitu besar.
Sekarang dialah yang tertegun dan tidak berani
memprovokasi Jansen!
Namun tak lama kemudian, matanya membelalak dan berkata, "Jansen? Kamu adalah menantu Keluarga Miller?"
"Itu dulu!"
Jansen mengangkat kakinya dan menendang Hector hingga keluar dari pintu. "Memang beginilah cara aku melakukan segala sesuatu. Kalau tidak terima dan merasa aku tidak
masuk akal, kamu bisa pergi ke Aula Xinglin untuk menemuiku!"
"Berani juga kamu!"
Hector kesakitan dan dipermalukan, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Jansen memiliki latar belakang yang kuat. Dia pun melarikan diri bersama anak buahnya.
Keluarga Miller terdiam, mereka dalam suasana hati yang rumit.
Tuan Muda Keluarga Bermoth yang mereka takuti diusir dari gerbang oleh Jansen dengan tiga tamparan dan dua tendangan. Namun, mereka justru tidak takut pada Jansen,
malah bersikap kasar dan sarkas terhadapnya!
Padahal kesenjangan antara mereka berdua sangatlah jauh.
"Jansen, masih berani kamu datang ke sini!"
Paman Bonnie menatapnya dengan dingin. Dia bisa menebak alasan Jansen datang. Dia pun menunjuk Jansen dan berkata, "Dasar pembunuh, beraninya masuk ke kediaman Keluarga Miller!"
Diingatkan kembali oleh kata-kata Paman Bonnie, semua orang di sana langsung sadar dan melihat Jansen dengan tatapan tajam.
"Jansen, apa yang kamu lakukan di sini?"
Leimin Miller berkata dengan ketus.
__ADS_1
"Mau memberikan salam tahun baru untuk Kakek Miller!"
Jansen berkata dengan jujur.