
Alexander semakin merasa khawatir.
"Jika Raja Neraka ingin seseorang mati hari itu juga, orang itu tetap akan mati sebelum matahari terbit keesokan harinya. Karena itu, nyawa orang tua ini mungkin hanya akan bertahan sampai bulan ini atau bahkan hanya sampai tiga hari ini, dan kemungkinan terburuk malah hanya sampai malam ini!" Jansen menjelaskan.
Raut wajah Alexander berubah drastis, matanya pun basah.
Jansen mengingat warisan leluhurnya. Mata Jansen langsung berbinar-binar, "oh tidak, ketika racun memasuki organ dalam, kelihatannya racun itu memang tidak memiliki obat penawar. Tetapi, sebenarnya masih ada cara lain!"
"Dokter, bagaimanapun caranya, mohon selamatkan dia!" Alexander memohon dengan tulus.
Kelihatannya, Alexander memiliki hubungan yang dekat dengan pria tua yang duduk di kursi roda itu.
"Tuan Danial!"
Saat ini, dokter Timothy sedang menyapa pria itu, "Ini adalah Kakek Miller kan!"
"dokter Timothy, ayahku sudah sakit bertahun-tahun. Awalnya, aku mengira dia akan sembuh setelah menjalani perawatan di sanatorium ini. Akan tetapi, setelah itu, kondisinya malah menjadi semakin parah. Aku harap dokter Timothy dapat membantu memeriksa penyakit ayahku!" Pria itu berkata dengan sopan.
"Jangan khawatir!"
Dokter Timothy mengangguk lalu berjongkok sambil memeriksa denyut nadi pria tua yang duduk di kursi roda itu. Dokter Timothy juga memeriksa dengan menggunakan jarum akupunktur. Dokter Timothy pun merasa terkejut, "Kakek Miller terkena racun!"
"Apa? Terkena racun?"
"Benar, racunnya itu tidak terbentuk dalam waktu semalam. Racun itu sudah ada lebih dari sepuluh tahun lalu. Karena racun itu bukanlah racun berbahaya, racun itu selalu tersimpan di dalam tubuh dan baru bereaksi beberapa tahun lalu!"
"Kenapa bisa jadi begini?"
Pria itu pun kebingungan lalu bertanya, "Dokter Timothy, apakah kamu punya cara menyembuhkan ayahku?"
"Caranya memang ada!"
Dokter Timothy menyipitkan matanya sambil berkata dengan tegas, "Namun, setelah menjalani perawatan, kemungkinan ayahmu untuk bisa sembuh hanya sepuluh persen!"
"Ini!"
Tubuh pria itu pun gemetar. Dia sangat terkejut
Dokter Timothy menghela napas sambil berkata, "Aku tidak tahu banyak tentang aspek ini. Meskipun aku tidak tahu nama racun itu, aku sepertinya dapat mengetahui jenis apa racun itu. Jika aku tidak dapat menemukan jalan keluarnya, tidak ada seorang pun lagi di Huaxia yang dapat menemukan jalan keluarnya!"
"Namun, kemungkinan untuk bertahan hidup hanya sebesar sepuluh persen!"
Pria itu menggertakkan gigi berkata sambil menatap Dokter Timothy.
"Aku telah mencoba yang terbaik, semua tergantung keputusanmu bagaimana memilihnya, sembilan puluh persen mati. Jika masa-masa kritis berhasil dilewati, Kakek Miller masih dapat hidup selama lima tahun lagi. Namun, jika kamu tidak membuat pilihan, Kakek Miller bisa mati kapan saja!" Dokter Timothy lanjut berkata, "Menurut pendapatku, meskipun Kakek Miller masih hidup, Kakek Miller sangat menderita akibat racun itu. Lebih baik kita coba saja mengobatinya!"
Pria itu meneteskan air mata lalu merenung sejenak dan memutuskan dengan tegas, "Baiklah, kami telah merepotkan Dokter Timothy!"
"Tunggu!"
Namun, pada saat ini, seseorang tiba-tiba menyela, "Aku bisa menyelamatkan orang tua ini!"
Jansen pun berjalan masuk.
"Kamu siapa?"
__ADS_1
Pria itu mengerutkan kening dan menganggap Jansen sebagai pembuat onar. Dia berteriak dengan marah, "Pengawal, siapa yang menyuruhmu membiarkan orang yang tidak penting ini masuk? Cepat usir mereka keluar!"
Para dokter lain yang berdiri di samping juga sangat marah.
"Pria itu berasal dari keluarga yang terpandang dan sangat berpengaruh. Jangan coba-coba memancing kemarahannya!"
"Selain itu, ayahnya sedang sakit parah, untuk apa kamu membuat onar!"
"Omong kosong!"
Dokter Timothy juga menyipitkan mata sambil menatap Jansen yang telah berani membantah ucapannya. Jansen sepertinya memang mencari masalah dengan dirinya.
"Danial, dia anak buahku, nama kodenya Dokter!"
Alexander tiba-tiba datang dan berkata dengan tegas.
"Paman Alexander!"
Raut wajah pria itu pun berubah.
"Aku berani membawanya datang kemari tentu karena aku percaya dengan keterampilan medisnya. Apa kamu juga ingin menembak mati diriku?" Alexander lanjut berkata.
"Paman Alexander, aku tidak mungkin berani!"
Pria itu buru-buru tersenyum kepada Alexander. Alexander memiliki pangkat yang sama dengan ayah pria itu dan mereka berdua pun pernah berperang bersama. Alexander sudah seperti seorang paman bagi pria itu. Namun, pria itu masih saja menatap Jansen dengan kesal seolah tidak percaya dengan Kemampuan yang dimiliki Jansen.
"Kenapa? Kamu pikir aku ingin mencelakakan Phillip?"
Alexander kembali berkata dengan marah.
"Bilang saja kamu tidak percaya, omong kosong!" Alexander tampak marah.
Pria itu tidak berani lagi berbicara omong kosong. Dia lalu menatap Jansen dan berkata, "Nak, berapa persen kamu yakin penyakit ayahku bisa disembuhkan?"
Jansen juga memandang pria itu dan merasa wajah pria itu kelihatan familiar. Jansen berkata dengan datar, "Seratus persen!"
"Hah?"
Mulut pria itu terbuka lebar.
Dokter Timothy, Tetua dari empat akademi pengobatan tradisional terbesar di Ibu kota, mengatakan bahwa ayah pria itu hanya memiliki kemungkinan sembuh sebesar sepuluh persen, sedangkan pemuda ini malah berani sesumbar yakin seratus persen dapat menyembuhkan ayah pria itu.
"Sungguh konyol!"
Dokter Timothy sontak marah lalu berkata dengan dingin, "Terserah Tuan Miller mau memilih untuk berobat dengan dokter mana, tetapi aku merasa terhina bila seorang bocah ingusan seperti dia ingin memeriksa penyakit bersama denganku!"
Dokter Timothy yang merupakan tetua dari Ziwei one star School, hanya punya keyakinan sepuluh persen dapat menyembuhkan penyakit ayah pria itu, tetapi Jansen malah punya keyakinan seratus persen.
Ini seperti tamparan bagi Dokter Timothy.
Jansen pun tersenyum sinis sambil memandang Dokter Timothy dan berkata, "Kalau aku tidak salah lihat, kamu selalu melakukan pemurnian pil, bukan?"
"Bagaimana kamu bisa tahu?"
Dokter Timothy mengerutkan dahi Dokter Timothy memang mendalami teknik pemurnian pil kuno. Hanya asisten Dokter Timothy yang tahu akan hal ini.
__ADS_1
"Karena bau di tubuhmu itu!"
Jansen berkata dengan datar, "Selain itu, teknik pemurnian pil kuno yang sedang kamu pelajari itu ditujukan untuk menghasilkan pil persembahan bagi Kaisar Qin Shihuang. Kamu hampir berhasil dan bahkan mencoba sendiri pil itu. Khasiatnya lumayan bagus, bukan?"
"Kamu!"
Dokter Timothy sontak terdiam.
"Pipimu kemerahan, wajahmu tampak awet muda, kamu mengalami gejala peremajaan. Kamu sendiri juga merasa bangga, bukan?" Jansen lanjut berkata, "Mohon maaf, aku ingin memberitahumu. Pil semacam itu dinamakan pil awet muda. Pil itu tidak dapat memperpanjang umur manusia, tetapi hanya dapat memelihara kesehatan. Selain itu, pil itu juga berkhasiat untuk menghangatkan tubuh. Pil itu tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka pendek. Tapi, jika dikonsumsi dalam jangka panjang, jantung kita tidak akan sanggup menahan efek samping pil itu!"
"Ini!"
Keringat dingin mengucur di dahi Dokter Timothy.
Sebagai seorang praktisi pengobatan tradisional, Dokter Timothy tentu tahu bila jantung pasien bermasalah.
Namun, Dokter Timothy selalu mengira bahwa masalah itu disebabkan oleh usia tua dan tidak ada hubungannya dengan pil itu.
"Meskipun ini bukan masalah besar, ini akan menjadi bahaya tersembunyi untuk jangka waktu yang lama. Aku pribadi menyarankan agar kamu mengganti ginseng dengan salvia miltiorrhiza lalu memperkecil nyala api ketika melakukan pemurnian pil agar efek samping yang ada dalam pil dapat berkurang!" Jansen menambahkan.
Dokter Timothy seperti disambar petir. Dia terus-menerus memikirkan kata-kata Jansen.
Teknik pemurnian pil kuno yang diterapkan Dokter Timothy membutuhkan bahan ramuan obat herbal yang banyak, salah satunya adalah ginseng. Apa yang akan terjadi jika ginseng diganti menjadi salvia miltiorrhiza?
Dokter Timothy pun berpikir keras. Pada akhirnya, Dokter Timothy merasa bahwa saran Jansen cukup masuk akal.
"Kamu memang seorang senior, kamu seorang master!"
Dokter Timothy mendongakkan kepala dan langsung melontarkan kata-kata itu.
"Terimalah hormat dariku!"
Setelah itu, Dokter Timothy juga memberi hormat kepada Jansen.
Semua orang yang hadir sontak terperanjat.
Dokter Timothy adalah pemimpin dari berbagai klinik pengobatan tradisional di Huaxia yang tersebar di seantero negeri. Dokter Timothy bahkan memberi hormat kepada seorang pemuda yang merupakan juniornya.
Banyak orang yang tidak tahu betapa sulitnya melakukan pemurnian pil. Untuk bisa memahami tulisan resep kuno, diperlukan waktu lima tahun lamanya.
Jansen bahkan mampu menyebut bahan ramuan herbal dengan tepat dan lebih paham tentang teknik pemurnian pil dibandingkan dengan Dokter Timothy. Hal ini tentu membuat Dokter Timothy merasa terkejut.
Dokter Timothy kembali meminta saran, "Senior, bagaimana pendapatmu tentang racun di tubuh Kakek Miller?"
Sampai saat ini, pria itu akhirnya tahu betapa hebatnya ketrampilan medis yang dimiliki Jansen. Pria itu buru-buru berkata, "Dokter, aku bernama Danial Miller. Ini adalah ayahku. Aku harap Dokter bisa menyelamatkan ayahku. Kami, Keluarga Miller bersedia menuruti semua permintaan Dokter!"
"Keluarga Miller?"
Jansen sangat terkejut. Ia berkata dalam hatinya "Apakah orang ini adalah ayah Elena?"
"Lalu, apakah orang itu adalah Kakek Miller?"
Jansen benar-benar terkejut.
Jansen langsung menatap Alexander.
__ADS_1
Alexander pun tersenyum dengan penuh makna. Namun, satu hal yang pasti, Alexander memang sedang membantu Jansen.