
"Masih ada cara."
Jansen juga mengeluarkan tas akupunturnya dan berkata pada dirinya sendiri, "Alasan mengapa akupuntur gagal adalah karena jantung pasien tidak berada di kiri, tetapi di kanan!"
Perkataan Jansen ini sontak membuat Abian Colev tercengang. Abian Colev lantas berteriak, "Bagaimana kamu bisa memastikannya?"
"Dalam ilmu pengobatan tradisional, Pertama, harus terlebih dahulu mahir melihat!"
Jansen berkata pelan, jarum perak dengan cepat dimasukkan ke dalam tubuh pria paruh baya itu, dengan gerakan pola yang aneh di bagian jantungnya, seperti motif bunga.
Lalu Abian Colev berseru, "Jarum Tujuh bintang?"
Abian Colev heran kenapa pemuda yang masih sangat muda ini bisa begitu terampil dalam akupuntur.
"Kamu lumayan tahu juga, tetapi ini bukan Jarum Tujuh bintang, ini adalah Jarum tujuh daun satu bunga!" Jansen seakan membalas kesombongan Abian Colev tadi.
Abian Colev merasa malu sesaat, dan dia juga sangat marah. Dia berpikir bahwa penerus Akademi Lembah Hantu dan seorang dokter sanatorium telah dipermalukan oleh seorang pemuda nakal.
"Ehem, Ehem!"
Saat ini, pria paruh baya yang setengah berbaring di kursi itu perlahan membuka matanya.
"Brigadir!"
Beberapa orang di sampingnya sangat cemas melihat pria paruh baya itu.
"Tidak apa-apa, aku tidak akan mati!"
Setelah bangun, pria paruh baya itu tersenyum dan memberi isyarat dengan tangannya, dan menatap Jansen dengan terkejut, "Dik, apakah kamu yang menyelamatkanku?"
Pria paruh bayu itu jelas juga sangat terkejut, lagi pula, melihat penampilan Jansen lebih mirip seorang mahasiswa yang masih kuliah.
"Aku bukan menolong, hanya membantu sedikit saja!"
Jansen tersenyum dan berkata, "Tuan, penyebab utama penyakit jantung Anda sebenarnya bukan jantung, tetapi saraf bilateral yang disebabkan oleh ankylosing spondylitis yang menekan jantung, menyebabkan jantung berdetak kencang, tetapi untungnya, ankylosing spondylitis ini tidak terlalu serius, berbaring saja dan istirahat lebih banyak pada waktu biasa!"
Mendengar ini, semua tentara itu pun merasa lega.
Pria paruh baya itu memandang Jansen dengan sangat terkejut karena dia tidak menyangka keterampilan medis Jansen begitu hebat.
__ADS_1
"Anda seorang tentara?"
Saat ini, Jansen kembali bertanya.
"Ya, aku tentara!"
Pria paruh baya itu mengangguk.
Jansen berpikir sejenak lalu menambahkan, "Ankylosing spondylitis harusnya disebabkan oleh tahun-tahun awal Anda sebagai anggota tentara, pada saat itu, ketika Anda merasa tubuh tidak nyaman, harusnya Anda dipindahkan dari tugas, karena Anda tidak cocok dengan kegiatan tentara. Untungnya, fisik Anda kuat, sehingga kondisi ini tidak bertambah parah!"
"Aku seorang tentara, jadi rasa sakit ini bukan apa-apa. Selama aku bisa melakukan sesuatu untuk negara, bahkan jika aku mati, itu tidak masalah!"
Pria paruh baya itu tidak peduli, "Terlebih lagi, banyak orang lain yang hidupnya lebih menderita daripada hidupku!"
Jansen terpesona. Mereka semua adalah tentara yang patriotik. Jansen berdiri lalu memberi hormat dan berkata, "Saya kagum dengan Anda, Anda memang pria sejati!"
Melihat postur tubuh yang tidak tegak saat Jansen memberi hormat, pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Dia tahu bahwa Jansen bukanlah seorang tentara. Meskipun sikap hormat seorang tentara penuh dengan wibawa, tetapi melihat kepribadian Jansen, dia merasa kagum. Dia tersenyum, "Dik, terima kasih telah menyelamatkan nyawaku. Namaku Arthur Carson!"
Dia menambahkan, "Keterampilan medis adik Jansen ini benar-benar luar biasa. Bahkan dia bisa tahu letak jantungku yang ada di kanan. Di rumah sakit manakah kamu bekerja? Siapa gurumu?"
Jansen tidak menyombongkan diri, dia mengatakan yang sebenarnya, "Aku tidak bekerja di rumah sakit mana pun, aku juga tidak belajar di tempat mana pun, ilmu pengobatan yang aku kuasai itu berasal dari kakek aku, dan kakek aku hanyalah seorang dokter tradisional di desa."
Wajah Abian Colev tiba-tiba terlihat menghina Jansen. Ternyata gurunya adalah seorang dokter desa. Mungkin saja tadi itu dia hanya beruntung.
Kalau tidak belajar dari akademi atau sekolah resmi, tentu pengobatan yang dipelajari hanyalah resep murahan.
Arthur menatap Abian Colev dan melihat penampilannya yang sombong. Arthur tidak bisa menahan tawa, "Tidak peduli aliran mana, dokter rumah sakit mana, asalkan bisa mengobati pasien, maka orang itu adalah dokter yang dihormati. Sedangkan, sekarang ini ada dokter yang suka menyombongkan diri sendiri, seakan kalau dia tidak sekolah di tempat ternama, maka dia tidak akan bisa mengobati pasien!"
Ucapan ini seperti menampar wajah Abian Colev.
Orang-orang di sekitar juga diam-diam menatap Abian Colev, mereka tahu yang disindir Arthur adalah Abian Colev dokter ini.
"Dik, aku lihat kamu mau pergi ke Ibu Kota, apakah ada kerabatmu di Ibu Kota?" tanya Arthur kepada Jansen.
"Tidak, ini pertama kalinya saya ke Ibu Kota!"
"Oh, baiklah, jika kamu tidak dapat menemukan teman di Ibu Kota, datanglah mencariku, aku berjanji akan memperlakukanmu dengan baik, dan jika kamu memiliki masalah, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantumu!" ucap Arthur dengan penuh bahagia.
Jansen segera mengucapkan terima kasih kepada Arthur dan mengatakan bahwa Arthur memiliki kepribadian yang baik dan mereka bisa berteman.
__ADS_1
"Teman-teman sekalian, saya minta maaf, saya ingin beritahukan satu kabar buruk kepada kalian semua, pesawat ini sudah dibajak!"
Pada saat ini, sebuah suara tiba-tiba keluar dari radio. Pada saat yang sama, empat orang keluar dari kabin depan. Ada tiga orang berwajah orang asing, ada satu orang yang berwajah lokal. Mereka semua membawa senapan mesin ringan dan tertawa sinis kepada para penumpang.
Di belakang mereka ada seorang pria bertubuh kekar memakai topi dan memegang senjata di kedua tangan, yang tertawa dengan bengis, "Kami tidak suka membunuh orang, aku harap kalian bekerja sama, aku hanya butuh dua hal. Satu, sebuah kotak, aku tahu di antara kalian ada yang membawa kotak itu, cepat serahkan. Kedua, aku sedang mencari seorang pemuda bernama Jansen!"
Semua orang tercengang. Pembajakan pesawat seperti ini sering muncul di TV, tetapi tak disangka bisa juga terjadi di kehidupan nyata.
"Ah!"
Semua orang panik dan menjerit ketakutan.
Wajah Jansen berubah drastis, ternyata pembajak pesawat itu benar-benar mencarinya? Apakah mereka itu pembunuh dari Organisasi Pembunuhan Malam?
"Brigadir, mereka mencari kotak itu, mereka pasti orang Mafia Barrack !"
Saat ini, terdengar suara pelan di telinga, suara itu adalah bisik-bisik seorang tentara yang melapor kepada Arthur Carson.
Mafia Barrack ?
Jansen merasa heran karena, dia tidak tahu siapa itu Mafia Barrack , tetapi dia bisa memastikan bahwa mereka bukanlah orang dari Organisasi Pembunuhan Malam.
Bang!
Saat ini, pria itu tiba-tiba tanpa henti menembak, tembakan mengenai salah satu penumpang di bagian kaki. Penumpang itu jatuh dan menjerit.
"Siapa pun yang berteriak lagi, jangan salahkan aku!"
Tujuan penembakan pria itu adalah untuk mengejutkan semua orang, sehingga orang-orang ini tidak melakukan keributan untuk mengacaukan mereka, dan hasilnya memang sesuai keinginan para pembajak ini. Setelah tembakan, para penumpang panik, tetapi mereka tidak berani berteriak, mereka berbaring di tanah dengan tangan melindungi kepala.
"Brigadir, bagaimana ini?"
Arthur, mereka juga berjongkok, seorang pria yang tampak kurus berbisik.
Jansen dapat merasakan bahwa pria itu sangat kuat, dan para pembajak terus berlari mencari kotak. Apakah kotak ini ada di tangan Arthur?
"Di mana kotaknya, dan seorang pria bernama Jansen, cepat keluar!"
Saat ini, pembajak itu berteriak lagi.
__ADS_1
Ketika pria itu melihat tidak ada yang bersuara, dia berkata dengan dingin, "Tunjukkan kepada mereka sesuatu yang membuat mereka bicara!"
Para pembajak segera membariskan semua pramugari di depan mereka, menyuruh mereka berlutut, lalu menodongkan pistol ke kepala mereka, "Serahkan kotak itu, dan di mana Jansen, keluarlah!"